SEQUEL dari Novel BOSKU SUAMIKU
Zia putri reyga, putri bungsu dari pasangan Zara almeera reyga dan Alfatih reyga. Gadis berparas cantik yang berkepribadian periang harus menerima perjodohannya dengan seorang pria yang ia sukai di masa lalu, yang saat ini menjadi dosennya.
Nathan himawan, pria berpostur tinggi tampan yang merupakan seorang dosen di sebuab Universitas tempat Zia menuntut ilmu. Perjodohannya dengan Zia mampu menggetarkan hatinya yang sempat mati.
Namun pernikahan yang mereka jalani cukup rumit, kehadiran orang ke tiga di antara mereka mampu membuatnya saling menjauh.
Saling mencintai namun tak terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAK LAMPIR
"Itu Nene lampir masih usaha aja". Komentar pertama bukan meluncur dari bibir mungil Zia, namun dari sang sahabat yang tampak sewot melihat Nathan dan Zeny tengah saling tertawa.
"Udah biarin aja". Zia memilih mengabaikannya, mungkin saja Nathan tengah melampiaskan rasa kesalnya pada Zia dengan melakukan itu agar Zia cemburu, bisa saja bukan??
Namun tak bisa di pungkiri, meski mulut berkata demikian, hati lain lagi. Hatinya memanas melihat tawa Nathan untuk orang lain, yang notabenenya adalah mantan kekasih pria itu.
"Kok biarin Zi? Mending gue jambak aja sekalian, gatel banget sih tuh emak".
Zia terkekeh mendengar cercahan sang sahabat untuk membelanya, namun Zia memilih mengesampingkan rasa cemburunya. Setelah Nathan tenang nanti, ia akan menegurnya dengan baik-baik, no emosi no ngamuk-ngamuk.
"Masuk yuk". Zia mengalihkan fokus sang sahabat dengan mengajak gadis itu segera memasuki kelas. Kemudian keluar mobil lebih dahulu meninggalkan sang sahabat yang menatapnya heran.
"Lah, malah di tinggal. Tumben tuh anak kalem".
Yang Lili tau, Zia tak akan mudah melepaskan miliknya apalagi harus berbagi. Namun kali ini, sikap Zia benar-benar membuat gadis itu ternganga.
Lili berlari mengejar Zia, gadis itu sengaja memanggil nama Zia dengan kencang, agar Nathan menyadari keberadaan istrinya. Pria itu harus belajar menghargai dan menjaga perasaan sang sahabat. "Zia tungguin gueee!!".
Bukan Zia yang menoleh, seperti harapannya, Nathan lah yang menoleh. Terlihat Nathan mengikuti arah pandang Lili, dan berlalu meninggalkan Zeny saat ia melihat Zia.
Jam mata kuliah pertama di kelas Zia adalah jamnya Nathan. Dan seperti biasanya, Nathan memasuki kelas itu dengan menyapa semua mahasiswanya.
NATHAN POV
Hari ini aku pergi ke kampus bersama dengan istriku, mobil kesayangannya tengah di servis, dan aku senang saat ia mengatakan akan pergi bersamaku, karena istriku tak pernah mau jika pergi ke kampus bersamaku. Alasannya adalah ingin menyelesaikan kuliah dengan tenang tanpa gangguan apapun. Awalnya aku mengerti, dan aku bisa terima itu. Tapi setiap kali Zia melakukan penolakan padaku tentang lebih baik pernikahan kami tak di sembunyikan, entah kenapa hati ini sedikit terluka.
Seperti pagi ini, Zia memaksa untuk turun sebelum kami memasuki area kampus. Aku sedikit kesal, dan kali ini aku merasa Zia benar-benar malu menikah dengan ku, apa aku memang tidak pantas untuknya?? Dan alasan yang kudengar darinya lagi-lagi tentang ketenangan proses kuliahnya.
Ingin rasanya mengumumkan pada semua orang jika Zia adalah istriku, milikku. Tapi sepertinya tidak mungkin, Zia tidak mungkin mau.
Aku pun hanya bisa menuruti keinginannya walau dengan perasaan kesal, aku memalingkan muka saat dia meraih tangan ku dan mencium punggung tangan ku seperti biasanya, rasanya sesak ketika alasan itu lagi yang aku dengar.
Aku menoleh saat suara seseorang memanggil namaku, Zeny, gadis itu sedikit berlari menghampiri ku. Menanyakan bagaimana kabarku dan kenapa aku datang sendiri tanpa Zia, istriku.
"Nathan".
"Ya??".
"Hai, kok sendirian, gak sama Zia?".
"Enggak". Jawabku
Zeny semakin mendekat, gadis itu berdiri di hadapanku. Kemudian ia bercerita panjang lebar tentang perubahannya setelah berpisah dariku. Kami tertawa bersama saat mengingat betapa bodohnya kami yang menjalin hubungan namun tak pernah pergi kencan sekalipun, bahkan malam Minggu tak ada bedanya untuk kami.
Aku mendengar suara seseorang memangggil nama istriku, aku pun menoleh, mata ku membulat saat Zia tengah berjalan tak jauh dariku.
Mata kami sempat beradu pandang, namun Zia berpaling dan melilih mempercepat langkahnya menuju ke kelas.
Sampai jam mata kuliah pertama ku tiba, aku memasuki kelas yang di dalamnya ada Zia, wanita ku. Ku lirikkan ekor mata ku pada gadis itu, dia tampak menunduk dan tak memperdulikan kehadiranku. Rasanya Dejavu, aku seperti kembali ke masa saat Zia dan aku belum menikah. Gadis itu sangat sulit tersentuh, hingga terpikir oleh ku cara yang sedikit kotor untuk mendapatkannya.
gaes maaf dikit yah, segini dulu, sabar ok...kita lanjutkan lagi nanti..vote Zia dan Nathan yah, supaya rangkingnya naik ❤️❤️🙏🙏