Elshanum Almahyra.
Dia wanita cantik yang berhijab. Hidupnya sederhana dan orang tuanya sudah meninggal. Ibunya meninggal disaat melahirkannya, sedangkan ayahnya meninggal setelah seminggu shanum di nikahi oleh suaminya.
David Akbar.
Pria beruntung yang menikahi wanita shaleha seperti shanum.
dia mengagumi shanum sejak shanum pertama kali masuk kuliah. umur mereka selisih 2 tahun.
semenjak itu david bertekad mendekatinya dan setelah lulus ingin meminang nya.
Ternyata mereka memang berjodoh, david dan shanum akhirnya menikah, setelah 1 tahun pernikahan mereka di karunia i seorang putra " Rafael David Akbar" tapi seteleh bayi mereka berumur 2bulan, david mendapatkan proyek ke luar negeri selama 1 tahun, dengan berat hati david menerima proyek itu, dan rela meninggalkan istri dan bayi nya.
Daniyal Akbar.
Kakak kandung david, dia juga mempunyai keluarga.
Istri yang sedang hamil anak ke dua dan putra pertama mereka berumur 2 tahun " Reyshaka Danial akbar "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsafani Dwi Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obrolan Dan Kegiatan Dini Hari.
Seperti biasa Shanum bangun di sepertiga malam, ia melihat dirinya yang berada di pelukan Daniel masih tanpa menggunakan pakaian.
Dia ingin ke kamar mandi, tapi tidak mungkin ia ke kamar mandi dengan telanjang, karena ia tidak tau kemana suaminya telah melempar pakaian nya.
Akhirnya, dengan terpaksa Shanum membangunkan Daniel.
"Mas Daniel." Panggil shanum, ia memanggil suaminya hanya dengan suaranya, tanpa menyentuh tubuh Daniel dan juga tanpa bergerak, karena posisi mereka sedang sama-sama telanjang, Shanum takut bagian lain yang akan ikut terbangun.
"Bangun mas." Panggil lagi Shanum.
"Hemmm." Sahut Daniel sambil memejamkan mata.
"Aku ingin ke kamar mandi." Ucap Shanum.
Tapi Daniel semakin mempererat pelukannya "Iya." Sahut Daniel.
"Tapi tangan mas Daniel. Mmmphhtt...." belum selesai berbicara, Daniel malah menarik tengkuk leher Shanum dan mencium nya kembali.
Saat tengah menikmati manis nya bibir Shanum, Shanum malah menggigit bibirnya.
"Aaww..." seru Daniel.
"Kenapa menggigit ku?" tanya Daniel dengan memegang bibirnya.
"M-maaf mas, tadi shanum tidak bisa bernafas." Sahut Shanum.
"Maaf ya, pasti sakit..." Ucap Shanum menyesal dengan menyentuh bibir Daniel.
"Tidak apa, tidak sakit kok." Sahut Daniel tersenyum.
"Tapi, kenapa tadi mas Daniel terlihat kesakitan?" Tanya Shanum.
Daniel hanya tersenyum dan kembali memeluk istrinya.
"Bohong ya!!" Ucap Shanum.
"Sha.." Panggil Daniel.
"hemm, ada apa mas?" Sahut Shanum lembut.
"Apa kamu tidak ingin bertanya? sejak kapan aku mencintaimu?" Tanya Daniel.
"Dan juga.. kenapa aku mencintaimu?"
Shanum bingung dengan perkataan suaminya, dan ia juga bingung harus menjawab Yang mana.
"Apa kamu tidak merasakan sesuatu?" Tanya Daniel lagi, padahal isterinya belum sempat menjawab pertanyaan sebelumnya.
Namun Shanum terdiam dan berfikir saat mendengar perkataan Daniel kali ini.
Iya mas, aku merasakan sesuatu, aku merasa kamu adalah dia, dia seseorang yang dulu selalu ada untuk ku. Gumam shanum dalam hatinya.
"Kenapa diam saja?" tanya Daniel.
Shanum kembali menatap Daniel. "Aku tidak tau sejak kapan mas Daniel mencintai ku, yang aku tau hanya..."
"Hanya apa?" Tanya Daniel penasaran.
"Sebelum menjadi suamiku, dulu mas Daniel bukan hanya kakak iparku." Ucap Shanum.
Daniel pun tidak mengerti apa yang di maksud Shanum.
"Mas Daniel memang benar-benar kakak ku, kak El ku." Ucap Shanum.
Shanum ikut memeluk suaminya, namun ia merasa ada yang tegak di bawah sana.
mengetahui nya, ia tidak ingin bergerak lagi.
"El, ternyata kau masih mengingat ku." ucap daniel sambil memeluk dan mengelus rambut panjang Shanum.
"Bukankah mas Daniel yang melupakan ku? jika mas ingat dengan ku, kenapa mas diam tanpa mengatakan sesuatu saat pertama bertemu dengan ku?" Tanya Shanum.
"Karena aku mencintai mu, dan saat itu hatiku sakit, melihat orang yang ku cintai menjadi kekasih adikku, lebih baik aku diam dan mengalah saja." sahut Daniel sambil mengingat pertemuan mereka saat itu.
"Mulai kapan mas Daniel mencintai ku?" tanya Shanum.
"Sejak aku dekat dengan mu, dan dulu aku berjanji pada diri ku sendiri, jika aku sukses nanti aku akan menjadikan mu isteriku, tapi kamu malah menghilang sebelum aku sukses. Aku terus mencari mu dan juga fokus pada pendidikan ku, tapi setelah aku bertemu dengan mu, kamu malah menjalin hubungan dengan adik ku sendiri." Cerita Daniel.
"Aku harus pindah ke kota karena rumah kami dulu di jual untuk melunasi hutang ayah." Ucap Shanum sendu.
"Iya, maaf juga karena aku tidak datang saat kamu butuh bantuan ku." Sahut Daniel.
"Dulu kita masih kecil mas, tidak ada yang bisa kita lakukan saat itu."
"Tapi sekarang, ada yang harus kita lakukan!" Ucap Daniel tersenyum.
Shanum yang mengerti akan maksud Daniel, ia melepas pelukannya, namun dengan cepat Daniel sudah berada di atas Shanum.
Shanum yang masih polos tanpa mengenakan pakaiannya, membuat Daniel cepat menemukan apa yang ia cari.
Ia mulai menyentuh daerah sensitif Shanum, membuat Shanum cepat terangsang.
Kemudian Daniel kembali mencium bibir Shanum, karena sejak tadi miliknya sudah terbangun ingin merasakan milik isterinya kembali.
Setelah puas melakukan pemanasan, dengan segera ia mengarahkan miliknya ke daerah intim Shanum.
Dini hari, mereka kembali menikmati kehangatan ranjang, udara dingin seketika memanas karena pertempuran panas mereka.
Daniel semakin mempercepat pergerakan nya saat mendengar desahan Shanum.
"Aaahhhh...." Daniel dan Shanum mengerang bersamaan, saat Daniel mencapai pelepasan.
Cup.
Daniel mengecup kening Shanum.
"Terimakasih isteriku." Ucap Daniel.
"Mulai saat ini jangan panggil aku mas lagi." Ucap Daniel lagi.
"Lalu panggil apa mas?" Tanya Shanum.
"Terserah, aku ingin mendengar mu memanggil ku dengan sangat romantis."
Bukannya senang, Shanum merasa geli mendengar ucapan Daniel.
"Kenapa sekarang mas jadi seperti ini? seperti ABG saja." Umpat Shanum.
"Karena aku sangat bahagia, aku bahagia kita bersatu kembali dengan ikatan seperti ini." Ucap Daniel dan mencium seluruh wajah Shanum.
"Iya, sayang. Aku juga bahagia." Sahut Shanum dengan manis, membuat Daniel senang mendengar nya, kemudian ia menatap wajah istrinya dengan dalam.
"Mas, turunlah! aku capek. apa mas tidak lelah?" Tanya Shanum.
Daniel hanya menggeleng.
"Milikmu sangat nikmat sayang, aku menyukainya." Ucap Daniel menggoda isterinya.
Ya Allah, ada apa dengan mas Daniel?. Pikir Shanum.
"Tidak lagi mas, sebentar lagi shubuh, kita harus mandi."
Daniel mengalah, kemudian ia mencabut miliknya dan merebahkan tubuhnya di samping Shanum.
Sedang Shanum kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Mas aku mau mandi, tapi bajuku dimana?" Tanya Shanum.
"Kenapa masih mencari pakaian? apakah kamu malu? bukankah aku sudah melihat semua tubuhmu." Ucap Daniel, lagi-lagi ia menatap wajah isterinya bahkan seluruh tubuh isterinya yang sudah terbungkus selimut. Shanum sudah seperti candu baginya.
"Bukan mas, masak iya aku ke kamar mandi dengan telanjang." Ucap Shanum.
Tiba-tiba Daniel beranjak dari ranjangnya tanpa pakaian, kemudian membuang selimut yang Shanum kenakan dan mengangkat tubuhnya untuk ke kamar mandi.
Untuk pertama kalinya mereka mandi bersama, meskipun Daniel masih saja terus menggoda nya, Shanum tidak menghiraukan karena waktu shubuh sudah tiba, ia ingin segera mandi dan akan melaksanakan shalat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...