NovelToon NovelToon
Kisah Tanpa Dirimu

Kisah Tanpa Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maara Hayuning menikah dengan putra wanita yang telah menyebabkan ibunya mengalami koma.

Mira, ibunda Revan tak sengaja menabrak Maara dan ibunya karena kurang berkonstrasi hingga menyebabkan rahim Maara bermasalah dan ibunya koma lalu meninggal setelah berjuang untuk hidup.

Tak ingin rasa bersalah itu makin menderanya, Mira memaksa putranya Revan Adiyasa menikahi Maara sebagai bentuk tanggung jawab meski pria itu awalnya menolak karena telah memiliki kekasih.

Akankah Maara bertahan atau justru menemukan cinta yang bisa menerima kekurangannya?

Lalu bagaimana perjuangan seorang duda bernama Kenan Jayadi demi bisa menadapatkan hati Maara?

yuk simak....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke akraban Maara dan Lolita

Sore di Lembang selalu datang perlahan, seolah enggan menyudahi kehangatan yang tersisa di bukit-bukit perkebunan. Kabut tipis mulai merayap dari lembah, menyelimuti hamparan kebun teh yang berwarna hijau pekat, sementara angin sejuk membawa aroma tanah basah dan bunga edelweiss yang tumbuh liar di pinggir jalan setapak.

Maara duduk memperhatikan gadis kecil yang duduk dihadapannya dibatas dengab meja petak.

Diatasnya berserakan berbagai jenis buku.

"Miss... Lihat, aku bisa menyelesaikannya...." ujuk Loli menyerahkan buku tugasnya.

Maara meraihnya.

Dalam hati, dia bangga sekali dengan kepintaran Loli meski usianya baru saja menginjak 8 tahun.

Mungkinkah gen kepintaran ibunya menurun seratus persen pada Loli.

"Wah... Kamu pintar sekali Loli... Miss suka kamu bisa menangkap pelajaran dengan baik... Good job sweetie...." puji Maara.

Lolita tersenyum gemas hingga menampilkan deretan giginya yang kecil.

"Thank you miss..." ucapnya.

"Selamat sore non Loli dan neng Ara... Bibi bawakan cemilan untuk menemani belajarnya... Silahkan dimakan..." ucap bi Suti, salah satu asisten rumah tangga bu Rosa.

"Terima kasih banyak bi..." ucap Maara sopan.

"Sama-sama neng..."

"Bibi... Apa oma sudah pulang?" tanya Lolita.

Bi Suti melirik kearah ruang tamu "Sepertinya belum non... Mungkin sebentar lagi... Kan biasanya oma-nya non kalau hari selasa ini ada arisan sekalian pengajian dirumah temannya..." jelas bi Suti.

"Yah.. Pasti akan pulang malam... Aku kesepian..." keluh Lolita cemberut.

Maara yang tak mengerti hanya bisa menyimak sambil mengoreksi beberapa pekerjaan rumah Lolita.

Tak lama, deru mesin mobil terdengar dari arah halaman.

Hentak heels langsung mengisi rumah bergaya Eropa berlantai granit itu.

"Assalammualaikum Loli... Lihat, tante Syifa bawa apa buat kamu... Coba tebak apa isinya..." seru suara cempreng dari seorang perempuan cantik menggema mengisi ruang tengah rumah mewah itu.

Kening kecil Lolita mengernyit.

Ada ketidaksukaan terpancar dimata bening Lolita.

"Hai... Kok diam aja? Loli nggak suka hadiahnya ya?" wajah perempuan itu terlihat sedih "Padahal tante bawain khusus dari Belanda loh... Ini spesial buat Loli... " tuturnya membujuk.

"Loli?" tegur Maara lembut.

Tangan mungil Loli akhirnya meraih paper bag berwarna pink tersebut.

"Terima kasih tante Syifa... " ucap Loli pelan dan lebih terdengar sebagai bisikan.

Perempuan bernama Syifa itu melirik kearah pekerjaan rumah Lolita.

Jari-jarinya yang lentik dengan nail art meraih salah satu buku tugas Loli.

Matanya awas membolak-balik setiap lembaran buku tulis tersebut.

"Kamu guru les Loli" tanyanya merujuk kepada Maara.

Maara yang ditanya tentu mengangguk.

"Iya mbak... "

Sebelah alis Syifa terangkat dengan sebuah pandangan yang Maara tahu artinya apa.

"Kamu udah nikah? Suami kamu kerja apa? Udah punya anak?" tanyanya mengintrogasi.

Maara merasa kurang nyaman dengan sikap yang ditunjukkan oleh perempuan bernama Syifa yang bahkan dirinya tak tahu ada hubungan apa dengan muridnya.

"Maaf mbak... Saya rasa tidak berkewajiban menjawab pertanyaan itu karena tidak ada hubungannya dengan pekerjaan saya... Itu hal yang bersifat pribadi" tutur Maara.

"Maaf kalau anda tersinggung...Tapi bagi saya yang sebentar lagi akan jadi bagian keluarga ini, hal itu sangat penting... Apalagi jika nantinya akan mempengaruhi kinerja anda sebagai guru private Loli... Saya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya..." ucap Syifa beralasan.

"Tante Syifa... Bolehkah tante pergi saja? Loli masih banyak PR dan juga miss Ara akan mengajar Loli mengaji... Kalau tante Syifa mau tanya-tanya, nanti kalau Loli udah selesai belajar... " sela Lolita dengan wajah polosnya.

Maara yang baru pertama kali melihat sikap Loli yang seperti ini tentu kaget dan tak menyangka gadis kecil sepolos Loli bisa mengutarakan kalimat itu.

Syifa terlihat tak suka dan memandang sinis ke arah Maara.

"Baiklah.. Kebetulan tante Syifa masih ada urusan lain.. Kamu belajar yang rajin biar nilainya bagus.... Bye Loli..." sahut Syifa kemudian berlalu dari ruang tengah.

"Loli... Lain kali jangan begitu ya... Nanti tante Syifa-nya tersinggung... " tegur Maara sebagai pendidik.

Loli menundukkan kepala dengan wajah menyesal.

"Maaf miss... Tapi Loli nggak suka tante Syifa..." ucapnya.

Maara menghela nafas.

"Miss Ara nggak marah dengan Loli.. Hanya saja, kita sebagai anak kecil dilarang berucap kasar pada yang lebih tua... Kita harus menghormati pada yang tua, menyayangi yang kecil dan menghargai yang seusia... Kali ini miss akan maafkan Loli karena tidak tahu.. Tapi lain kali, miss akan kasih hukuman jika Loli bersalah... " ucap Maara menasehati tetap dengan tutur kata lembutnya.

Tangan Maara terangkat mengusap kepala Loli.

Entah kenapa, Maara merasa begitu menyayangi Loli layaknya putrinya sendiri.

...****************...

Usai mengerjakan PR, seperti yang Loli katakan tadi, kini dia meminta Maara untuk mengajarnya mengaji

Suara lembut Maara dalam melantunkan ayat-ayat alquran kala membenarkan bacaan Loli begitu merdu terdengar oleh penghuni rumah.

Tanpa terasa, hari sudah beranjak magrib.

"Udah mau gelap... Miss pulang dulu ya... Besok kita sambung lagi..." ucap Maara sambil membereskan barang-barangnya.

"Yah... Miss udah mau pulang ya? Kalau miss Ara nginap disini bisa tidak ya...?" ucap Loli sedih.

Maara tersenyum.

"Nggak bisa Loli... Miss harus segera balik karena besok harus mengajar..."

Wajah Loli semakin ditekuk dengan bibir mengerucut.

"Coba aja Loli masih punya mama dan papa nggak sibuk sehingga jarang jenguk Loli... Pasti sekarang Loli sedang asik main sama mama dan papa... Tapi sayang, mamanya Loli udah bahagia di surga... Papa sibuk dengan kerajaannya di Bandung... Dan oma juga sibuk... Loli benar-benar sendiri..." tutur gadis kecil itu meneteskan airmata.

Maara yang gampang iba langsung membawa Loli kedalam pelukannya.

"Maafkan miss Ara sayang... Miss Ara nggak tahu jika kamu kesepian... Bagaimana kalau miss Ara temanin kamu sholat magrib dan makan malam, sambil menunggu bu Rosa kembali..." Maara melonggarkan pelukannya guna melihat wajah anak asuhnya.

"Benar ya miss...? Miss Ara mau temanin Loli?" tanya Lolita mencoba meyakinkan pendengarannya sekali lagi.

Maara mengangguk.

"Yeaaayyy.... Ayo miss.. Kita bereskan biar nggak telat sholat magrib-nya... " ucap Lolita bersemangat.

Bi Suti yang memperhatikan dari arah dapur tersenyum bahagia.

Wanita yang ikut membantu merawat Loli saat bayi hingga sebesar ini begitu terharu melihat interaksi keduanya.

Lolita itu begitu sulit dekat dengan orang.

Entah karena efek dibesarkan tanpa ibu atau sebab lain, tapi yang jelas, pribadi Loli itu sangat pemalu dan tidak mudah dekat dengan orang lain.

Bersambung....

nb: maaf hanya bisa update 1 bab dulu, sebab autor lagi kurang sehat...

jangan lupa, komen, subscribe dan vote nya... Terima kasih...

1
Yeni Astriani
Author selamatkan Kenan dari jebakan syifa dan pacar nya syifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!