NovelToon NovelToon
Cowok Cupu Favoritku

Cowok Cupu Favoritku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Kedatangan murid baru di SMA Adiwijaya langsung jadi perbincangan hangat. Kabar bahwa anak pemilik sekolah ikut pindah di hari yang sama, membuat suasana sekolah makin ramai dan penuh teka-teki.

Sekelompok murid berpengaruh berambisi mencari siapa sosok pewaris asli yang disembunyikan. Siapa pun yang dianggap mengganggu atau tidak pantas, akan mereka singkirkan tanpa ampun.

Naysilla, gadis pindahan yang polos dan tak paham aturan keras di sana, tiba-tiba jadi sasaran utama kecemburuan dan perundungan. Di saat ia dikucilkan, disudutkan, dan tak ada satu pun yang berani mendekat, selalu ada satu sosok yang diam-diam hadir.

Raynor Mohan, cowok berkacamata yang penampilannya sederhana, pemalu, dan selalu dipandang sebelah mata oleh semua orang. Namun bagi Naysilla, sosok itulah satu-satunya tempat aman untuk pulang. Di balik sikapnya yang cupu, Naysilla perlahan menemukan sisi lain yang hanya ia bisa lihat sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.

Matahari terik menyapa saat Naysilla menginjakkan kaki di Bandara Hang Nadim, Batam. Langkahnya ringan membawanya menuju taksi yang menunggu di depan, melaju membelah jalan lebar khas Batam.

Para karyawan dengan berbagai seragam berbeda mewarnai jalanan. Matanya tak henti meliar, menatap deretan pabrik raksasa yang berjajar sempurna.

"Bunga itu...!" hatinya menjerit histeris ketika ia memasuki area yang sepanjang jalan dipenuhi pohon bunga tebebuya.

Bunga dengan kelopak berwarna ungu kemerahan menggantung lembut, seolah menaburkan keindahan yang terlalu sayang untuk dilewatkan hanya dari balik kaca jendela. Tanpa ragu, Naysilla meminta berhenti dan turun.

Di antara rindangnya pepohonan, tampak sebuah minimarket tak jauh di depan. Ia berniat mampir sejenak, namun langkahnya terhenti lagi ketika pandangan menangkap sebuah toko roti yang sudah buka.

Seolah ditarik oleh panggilan hati tak kasat mata, kakinya melangkah ke sana, mengikuti naluri tanpa ada tujuan pasti.

Aroma manis memenuhi indera penciuman ketika pertama kali kakinya menginjak ruangan. Deretan roti dan kue menggoda matanya, ia memutuskan memilih beberapa, sampai matanya tertuju pada kue ulang tahun berukuran kecil, dan ia membelinya.

Tanpa sengaja matanya tertuju pada lembaran kalender kecil di sudut etalase, napasnya tercekat seketika. "Tanggal 22 Juni…?"

Sebuah rasa asing namun sangat akrab merayap dalam dada. Ini tanggal yang selalu terasa istimewa, yang entah sejak kapan terukir di sudut hatinya. Setiap tahun ia merayakan, namun tak sanggup mengingat untuk siapa persembahan itu ditujukan.

Naysilla melangkah perlahan dengan kantong berisi kue dan roti di tangan, lalu duduk tenang di atas bangku, tepat di bawah rindangnya pohon tabebuya. Beberapa kelopak bunga berwarna ungu kemerahan jatuh lembut, menghampiri dan menyelimuti sisi kue ulang tahun yang baru saja ia buka.

Ia mengangkat ponsel, mengabadikan momen dirinya bersama kue kecil itu, terhampar indah di antara keelokan bunga yang kini menjadi favorit hatinya. Seperti tahun‑tahun sebelumnya, foto serupa selalu ia simpan rapi dalam sebuah album tersembunyi, tak pernah ditunjukkan kepada siapa pun.

Selama ini, rasa hangat yang samar selalu melingkupi hatinya setiap kali melakukan perayaan tanpa nama itu. Namun hari ini terasa berbeda. Sepintas bayangan Mohan tiba‑tiba memenuhi ruang pikirannya, begitu jelas hingga terasa nyata.

“Momon… aku sudah berlari sejauh ini, tapi kenapa bayangmu masih tetap mengikuti?” bisiknya lirih, terbawa hembusan angin pagi.

Seolah ada secarik benang merah tak kasat mata yang menyambungkan kerinduan dan janji yang samar terpendam. Ia merogoh tasnya, mengambil selembar kertas dan pensil, lalu mulai menorehkan garis demi garis, melukis sektsa wajah seseorang yang selalu saja memenuhi isi kepalanya.

Setelah selesai, sketsa itu diletakkannya tepat di samping kue ulang tahun, dikelilingi kelopak‑kelopak bunga yang jatuh perlahan. Sekali lagi ia memotret pemandangan itu, lalu mengunggahnya, sebagai story di aplikasi hijaunya, dengan satu kalimat sederhana sebagai penutup.

"Selamat ulang tahun, untuk siapapun yang merayakannya hari ini"

Tanpa ia sadari, di tempat yang terpisah ribuan kilometer, hati lain sedang berdetak merayakan hari yang sama, menyimpan nama dan janji yang sama, yang menunggu saatnya terungkap kembali.

...****************...

Mohan terbangun dengan perasaan tak menentu, campur aduk antara gelisah dan rasa hampa yang samar. Seperti kebiasaan rutinnya, ia melangkah menuju kamar Naysilla untuk mengajak gadis itu berangkat ke sekolah bersama.

Namun saat ia mengetuk pintu, tak ada sahutan sedikit pun. Ruangan di baliknya terasa sunyi, dingin, dan hampa, seolah tak pernah ada nyawa yang menghuni tempat itu.

Tanpa banyak kata, ia kembali berjalan, sendiri, dengan harapan pasti akan ketemu lagi nanti, pikirnya.

"Mohan, kok tumben sendirian. Mana Naysilla?" sapa Dewi, yang entah sejak kapan sudah berdiri persis di sisi.

"Entah" jawabnya singkat. Ia terus melangkah dengan sikap dingin dan acuh, seolah tak melihat siapa pun.

"Mau sarapan bareng?"

"Nggak"

Dewi terdiam sejenak, sadar akan penolakan itu, ia memilih langkah mundur dengan segenggam hati yang hancur.

Tak lama kemudian, Angela menyapanya, gadis itu terlihat berbeda hari ini dengan rambut yang terurai lurus rapi, lalu mendekat dengan gerakan menggoda tapi tak mempan baginya.

"Mohan..." ucapnya lembut. Ia menyentuh lengan kekar pemuda itu yang seketika langsung di tepisnya.

"Jangan sentuh...!" ucapnya dingin, penuh peringatan. lagi‑lagi tatapan dan sikap pemuda itu tak berubah, tetap tertutup dan tak tergoyahkan.

Hingga getaran ponsel di sakunya memecah suasana. Sebuah pesan masuk dari bundanya.

“Selamat ulang tahun, anak bunda tercinta. Maaf kali ini bunda nggak bisa nemenin dan rayain hari istimewamu. Bunda sedang bersiap berangkat ke Batam, menyusul Naysilla. Kamu boleh meminta apa saja sebagai hadiah, tapi maaf sekali belum bisa merayakannya bersama.”

Mohan tertegun, napasnya tercekat sejenak. Bukan karena ucapan selamatnya, bukan pula karena rasa kecewa, melainkan pada satu nama yang tertera jelas.

Naysilla, gadis itu ternyata berada di Batam, tempat yang ribuan kilo meter jauh darinya? Pantas saja hatinya terasa kosong dan hampa.

Tanpa berpikir dua kali, ia berlari kembali menuju asrama, langsung menuju kamar Naysilla yang aksesnya sudah ia ketahui selama ini. Begitu masuk, matanya tertuju pada sebuah benda tertutup kain putih di sudut ruangan.

Langkahnya pelan dengan hati penasaran dan berdebar, ia membuka penutupnya perlahan, dan seketika senyum terukir sempurna di bibirnya.

Di hadapannya tergambar jelas sebuah lukisan dirinya, terukir dengan ketelitian dan rasa yang mendalam, karya tangan gadis yang selalu menghuni hatinya.

Spontan ia meraih ponselnya, berniat menghubungi Naysilla saat itu juga. Namun sebelum sempat menekan nomornya, matanya menangkap notifikasi cerita baru.

Ia membukanya, dan detak jantungnya seolah berhenti sejenak, terlihat foto kue ulang tahun di bawah rindang bunga tabebuya, lengkap dengan tulisan sederhana. “Selamat ulang tahun untuk siapa pun yang merayakannya hari ini.”

Kebahagiaan meluap di dadanya, tanpa ia sadari bahwa jauh di sana, gadis itu sendiri masih bertanya‑tanya dalam hati, untuk siapa sebenarnya perayaan sunyi itu ia persembahkan?

1
kelinci kecil
gemes banget sama kisah cinta mereka. suka banget sama ceritanya, ada manisnya, gregetnya, kecewanya, sakit hatinya semuanya jadi satu.
arina_ar: terimakasih sudah mampir, semoga suka.
total 1 replies
Sofyan Sofyan
jangan lama2 ya😭
arina_ar: terimakasih sudah setia menunggu, terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
arina_ar: terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
kelinci kecil
penasaran, kira-kira siapa anak pemilik sekolah yang asli yah
arina_ar: ikuti terus kelanjutan ceritanya, nanti akan terjawab semuanya. terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
🔵🌹Widian,🧕🧕🌹
hai......
cupu tuh apaan ?
arina_ar: culun kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!