JANGAN DIBACA!!!!!!!!!!
LAGI TAHAP REVISI
Mira gadis cantik berusia 23th, bertemu dengan Adam, seorang pengusaha muda saat mereka sedang berada di Korea. Mira jatuh cinta pada pandangan pertama pada Adam.
Cinta Mira tidak bertepuk sebelah tangan, karena ternyata Adam yang sudah menutup hatinya selama 13th karena kehilangan cinta pertamanya, akhirnya jatuh cinta pada Mira. Tapi cinta mereka sulit untuk bersatu karena status Adam yang sudah menikah.
Adam menikah dengan perempuan bernama Kinan atas perjodohan orang tua mereka.
Akankah Adam dan Mira mampu memperjuangkan cinta mereka?
Akankah cinta Adam dan Mira bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DITINGGAl SENDIRI
Hari yang super sibuk buat seorang Mira. Meeting dengan klien dari Korea berjalan sangat lama. Selain kemarin meeting dikantor pusat, seharian ini dia juga harus memenani klien Korea meninjau pabrik di Tangerang.
Saat ini dia hanya bersama beberapa manajer, dan staf, tidak ada Adam. Adam pergi ke Singapura bersama Kinan menghadiri pernikahan sahabat Adam yang sekaligus partner bisnisnya juga.
Dua hari sudah dia tidak bertemu Adam. Kerinduannya makin membuncah, rasanya ingin sekali Mira terbang ke singapura untuk menyusul pujaan hatinya itu.
"Sedang apa Adam sekarang? kenapa dia tidak menghubungiku? Apakah dia bersenang senang sekarang? Apa saat bersama Kinan dia melupakanku? I miss u. Rasanya aku hampir gila karena merindukankanmu Adam." Guman Mira dalam hati.
"Mbak Mira, mau dipesenin makanan?" Sarah tiba tiba saja membuyarkan lamunan Mira.
"Gak usah Sarah, nanti aku beli sekalian pulang aja," jawab Mira.
"Aku pulang duluan ya Mbak, kerjaanku udah selesai. Mbak gak mau sekalian pulang?" Mira melihat jam tangannya, ternyata sudah jam 8 malam. Pekerjaan yang menumpuk membuatnya terpaksa lembur 2 hari ini. Tapi Mira justru bersyukur, dengan banyaknya pekerjaan dia bisa sedikit melupakan Adam.
"Ya udah kamu pulang duluan Sar, bentar lagi aku juga mau pulang" Mira membereskan mejanya. Sesekali dia melihat ponselnya. Dia sangat berharap Adam menghubunginya. Tapi nihil, seharian ini sama sekali tidak ada kabar dari Adam.
ceklek, terdengar suara pintu ruangan Mira dibuka.
"Ada apalagi Sar?" Mira masih sibuk membereskan mejanya, dia mengira Sarah yang membuka pintu ruangannya.
"Udah mau pulang ya?" Mira langsung melihat ke arah sumber suara. Ternyata Marvin yang datang. "Pulang bareng yuk, kan gak ada Pak Adam?" Marvin mendekati meja Mira.
"Kak Marvin, kok belum pulang?" Mira balik bertanya.
"Aku nungguin kamu, aku anter pulang ya?"
"Gak usah Kak, aku kan bawa mobil."
"Tinggal aja disini mobilnya, besok pagi aku jemput." Senyum manis tersungging dari bibir pria tampan itu. Dia benar benar berharap Mira tidak menolaknya kali ini.
"Baiklah, tapi besok aku naik taksi online aja gak usah dijemput. Sebelum pulang antar aku beli makan dulu ya, laper banget soalnya" Mira memelas sambil mengelus perutnya yang lapar.
"Siap Nona Bule."
Mira dan Marvin tiba disebuah restoran ikan bakar. Mira memang sangat menyukai ikan bakar. Cacing di perutnya makin meronta ronta mencium aroma ikan bakar.
Seekor ikan gurami besar beserta satu bakul nasi yang terhidang di meja lesehan sungguh menggugah selera makan Mira.
"Pantas aja kamu jomblo, makannya banyak banget. Cowok yang mau ngedekekin pasti takut bangkrut ngeliat makan kamu yang banyak gitu." Marvin menggoda Mira. Lucu sekali rasanya melihat wanita itu makan sangat banyak.
"Karena aku kelaparan, apalagi ini makanan favorit aku. Coba aja tadi Kakak ngajak aku ke warung sate kambing, pasti gak aku sentuh sama sekali, karena aku gak doyan kambing" Mira mencoba membela diri.
Marvin memperhatikan Mira makan sambil senyum senyum sendiri. Melihat Mira sangat menyukai ikan gurami bakar itu, rasanya ia tak tega mau menyantapnya.
"Kok makannya Udahan Kak?" Mira menatap ke arah Marvin yang menyudahi makannya.
"Kamu aja yang habisin, kayaknya menikmati banget" Ucap Marvin seraya meneguk Es jeruk didepannya.
"Kakak sengaja mau bikin aku gemuk?" Mira memasang ekspresi cemberut.
"Gemuk dikit juga Gapapa, biar aku gak ada saingannya" Marvin berkata pelan.
"Maksudnya?"
"Eh... itu.. itu, eh.. " Marvin menggaruk harus kepalanya, dia bingung harus menjawab apa, Dia tidak mengira kalau Mira mendengar apa yang barusan dia ucapkan.
"Apa kamu benar benar gak ada hubungan dengan Pak Fahri?" Marvin memberanikan bertanya. Ya dia ingin sekali mendapat kepastian tentang status Mira.
"Ngapain sih bahas orang itu, bikin nafsu makanku berkurang aja." Mira menghentikan makannya, dia malas sekali kalau harus membahas Fahri.
"Maaf maaf, ya udah lanjutin makannya, keburu guramenya dimakan kucing." Marvin tertawa kecil.
Definisi laki laki itu kalau ga cinta sama cewek ga bisa dipaksa untuk cinta melakukan hubungan sexxx tanpa cinta pun bisa.