TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).
Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.
Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAKA KEMBALI
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 31
Pesawat telah mendarat di bandara Kota M. Keluarlah segerombolan pria yang menggunakan seragam polisi. Wajah lelah tampak mendominasi, namun ada juga pancaran kebahagiaan. Terlebih ketiga polisi muda yang kini sedang berjalan beriringan. Mereka kembali berkumpul sebelum dibubarkan.
“Terimakasih atas kerja keras kalian. Misi kita berhasil dengan baik dan juga tepat waktu. Kalian semua akan mendapat libur dua hari dihitung dari hari ini. Apa kalian mengerti?” ucap komandan.
“Siap. Mengerti” jawab mereka kompak.
“Bagus. Selamat menikmati hari libur kalian dan selamat beristirahat” ucap komandan.
“Siap. Laksanakan” teriak mereka lagi.
Pasukan dibubarkan dan mereka dengan senang hati pulang ke kediamannya masing-masing.
“Akhirnya misi ini berhasil. Aku akan segera mengurus surat pengunduran diri agar segera diproses. Semoga lekas turun surat acc nya” ucap Raka senang.
“Hem, sepertinya aku juga akan mengurus suratnya. Kita akan mundur sama-sama. Kamu sudah menghubungi Mila?” tanya Nathan pada Raka.
“Belum. Setelah sampai rumah nanti, aku akan menghubungi dia. Badanku capek banget. Sumpah. Rasanya mau copot. Butuh istirahat dan berendam air hangat kayaknya enak” ucap Raka yang sebenarnya sudah sangat merindukan kekasihnya ini.
“Oh ya, aku juga ada janji dengan Mila akan menemui orang tuanya. Menurut kalian bagaimana?” tanya Raka pada dua temannya.
“Sebaiknya kamu lakukan, itupun kalau kamu serius” jawab Ali menimpali.
"Hem, tentu saja aku serius. Dia adalah berlian yang sangat cantik tiada tanding” ucap Raka bangga.
“Oh ya, tiga hari lagi, kalian datang ya ke rumahku. Akan ada acara penentuan hari pernikahanku dengan calon pilihan orang tua. Kalau perlu, bawa pasangan kalian. Biar dia ada temannya nanti. Pasti suasananya akan canggung” ucap Ali dan diacungi jempol oleh Nathan dan Raka.
“Kalian emang the best” ucap Ali merangkul bahu Nathan dan Raka yang ada disamping kanan dan kirinya.
“Tentu. Kita akan terus menjadi sahabat. Selamanya” ucap Nathan dan mereka tertawa bersama.
Mereka terpaksa berpisah saat berada di parkiran bandara. Mereka telah mendapat jemputan masing-masing. Tangan melambai dan masuk ke dalam mobil masing-masing. Dalam mobil, Nathan merai ponselnya dan menghubungi salah satu nomor yang ada di kontaknya.
Mode telepon.
📞“Assalamualaikum bidadariku”
📞“Waalaikumsalam. Masih hidup kamu?” tanya Suci yang sebenarnya senang, namun dia juga kesal. Ya, nomor yang dihubungi Nathan adalah Suci.
📞“Kok gitu sih? Ya masih hiduplah. Buktinya sekarang aku bisa menyapa bidadari cantikku” jawab Nathan dengan gombalannya. Suci tersenyum malu-malu. Dia beruntung karena Nathan tidak bisa melihatnya.
📞“Ish. Bagaimana misinya? Sukses?” tanya Suci senang.
📞“Alhamdulillah sukses. Ini aku baru pulang dan masih diperjalanan. Aku hanya memberi kabar kalau aku sudah kembali. Aku tahu kamu kangen sama aku, jadi aku menghubungimu lebih dulu” ucap Nathan membuat Suci mendengus, namun bibirnya juga tersenyum mendengar ucapan Nathan.
📞“Siapa yang kangen? Yang ada kamu tuh yang kangen sama aku. Secara aku kan bidadari cantik. Ya khan?” balas Suci membuat Nathan tertawa.
📞“Kau terdengar menggemaskan. Andai saja kamu ada didepanku, sudah kucium kamu” ucap Nathan gemas dengan kekasihnya.
📞“Ck, dasar polos, polisi otak mesum” kekeh Suci dengan pipi merona seperti kepiting rebus.
📞“Ya sudah, aku mau istirahat dulu. Sabar ya kalau mau ketemu, besok aku libur. Kita bisa habiskan waktu bersama” ucap Nathan dengan senyum yang terus berkembang di wajahnya.
📞“Hem. Besok aku kabari lagi” jawab Suci.
📞“Ok. Jangan capek-capek. Juga jangan lupa makan. Aku tutup dulu. Assalamualaikum”
📞“Kamu juga langsung istirahat dan jangan lupa makan. Waalaikumsalam”
Mode telepon berakhir.
Nathan tersenyum membayangkan wajah kekasihnya yang menurutnya sangat menggemaskan. Senyum tak pernah pudar dari bibirnya hingga tanpa dia sadari, mobil yang dia tumpangi sudah memasuki halaman rumahnya. Tidak terlalu mewah, namun juga tidak bisa disebut sederhana.
*****
Raka telah merebahkan tubuhnya ke kasur kesayangannya. Rasa rindu untuk tidur nyenyak di kamar tercintanya membuatnya senang.
Tok tok tok. Pintu kama Raka diketuk dari luar.
“Masuk. Nggak dikunci kok” teriak Raka yang sudah malas karena sudah PW, posisi wuenak.
“Sayang” panggil mamanya setelah membuka pintu.
“Eh, mama” jawab Raka, namun dia tidak bangun dari tidurnya.
“Pasti capek ya? mau mama bantu nyiapin air?” tawar mamanya dan dijawab gelengan oleh Raka.
“Mau rebahan dulu aku Ma. Nanti aku siap-siap sendiri” jaawab Raka. Mamanya hanya tersenyum menanggapi ucapan Raka.
“Harusnya kamu cari istri. Biar pas pulang, capek, ada yang melayani kamu. Nyiapin air hangat buat mandi, baju ganti, terus masakin makanan kesukaan kamu” bujuk mamanya berharap Raka segera mencari istri. Tanpa mamanya ketahui, Raka sudah memantapkan hatinya untuk anak dari David, idola putranya.
“Raka sudah punya calon istri ma. Tenang saja, kali ini dia tidak seperti Larasati yang tak tahu malu. Dia sangat berbeda. Kalau mama ketemu dia, pasti mama langsung suka deh” jawab Raka dengan senyum merekah. Mama melihat itu ikut merasa bahagia. Senyum Raka yang sedang jatuh cinta seperti ini sangat dirindukan oleh mamanya. Setelah hati putranya dipatahkan oleh Larasati, mamanya hanya melihat senyum senang dan kadang terlihat terpaksa. Namun hari ini, dia melihat senyum penuh cinta dibibir anaknya.
“Mama senang mendengarnya. Semoga apa yang kamu katakan adalah benar. Kali ini mama percaya kalau pilihan kamu tidak akan salah. Anak mama yang ganteng ini tidak mungkin jatuh di lubang yang sama bukan?” ucap Bu Wijaya membelai lembut rambut putranya yang rebahan. Raka tersenyum manja pada mamanya dan mengangkat
kepalanya hingga kini dia menggunakan paha mamanya sebagai bantal.
Begitulah Raka. Seorang polisi yang tegas namun ramah, itu jika dia sedang bertugas. Namun jika dia di rumah, Raka akan menjelma menjadi anak pada umumnya, manja pada orang yang disayanginya.
Saat Raka menikmati belaian dari mamanya, ponselnya berdering. Dia meraih ponselnya dan tersenyum lebar setelah melihat nama yang tertera di ponselnya.
“Calon makmum?” tanya Bu Wijaya pada anaknya.
“Hehehehe, pacar Raka ma” jawab Raka cengengesan.
“Hem. Loudspeaker. Mama mau dengar” paksa Bu Wijaya. Raka tahu kalau sudah menggunakan nada perintah, artinya kanjeng mami tidak mau dibantah.
“Baik ndoro” ucap Raka dan mendapat jitakan di keningnya.
“Sakit ma” rengek Raka.
“Sudah jangan manja. Cepat angkat telepon dari calon mantu mama” perintah Bu Wijaya dan Raka langsung menggeser warna hijau dan menekankan tanda speaker sesuai permintaan mamanya.
Mode telepon.
📞“Assalamualaikum. Kak?” sapa Mila.
📞“Waalaikum sayang, eh maksudnya waalaikumsalam” jawab Raka dan mamanya hanya tersenyum melihat ulah anaknya.
📞“Alhamdulillah, akhirnya nomor Kak Raka bisa dihubungi. Kenapa nggak pernah kasih kabar sih sama Mila?” tanya Mila kesal pada kekasihnya.
📞“Maaf sayang. Aku mau fokus dan biar cepet pulang. Kan mau menepati janji buat ketemu calon mertua” jawab Raka dengan manis tanpa dia sadari kalau ucapannya membuat Mila merasa malu. Pipinya sudah merona seperti tomat matang.
📞“Iya, Mila tahu. Kakak kapan pulang?”
📞“Ini baru aja nyampe kamar”
📞“Oh, pasti capek ya? Ya sudah, kakak istirahat aja dulu. Nanti kalau sudah hilang capeknya, kakak hubungi aku” putus Mila yang merasa kasihan pada kekasihnya.
📞“Capek sih. Tapi mendengar suaramu, capek aku hilang”
📞“Ish, dasar portugal” gemas Mila yang mendengar gombalan Raka.
📞“Apa hubungannya sama portugal, Yang?” tanya Raka tidak mengerti.
📞“Iya, portugal. Porisi(polisi) tukang gombal. Hahahaaha” Mila menerjemahkan artinya portugal. Bu Wijaya menahan tawa mendengar Mila mengatai anaknya portugal.
Ada-ada aja pacarnya Raka ini. Pake plesetan polisi jadi porisi lagi.~ Bu Wijaya.
📞“Hem” hanya itu jawab Raka mendengar arti portugal dari bibir Mila. Namun bibirnya tersenyum.
📞“Kakak istirahat aja dulu, nanti kita sambung lagi. Ada yang mau aku bicarakan sebenarnya, tapi nanti aja nggak apa-apa. Selamat istirahat”
📞“Terimakasih sayang. Nanti pasti akan aku hubungi kamu. See you”
📞“See you. Assalamualaikum”
📞“Waalaikumsalam”
Mode telepon berakhir.
*****
NEXT
*****
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA YAH? BERI JUGA HADIAH JIKA BERKENAN. TERIMAKASIH!
JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA KARYA AUTHOR YANG LAIN. VOTE DAN BERI HADIAH JUGA UNTUK KARYA AUTHOR DENGAN JUDUL PERNIKAHAN DADAKAN DAN OH SUAMIKU. TERIMAKASIH!
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅