follow IG : loneliest.7
DALAM TAHAP REVISI!!
"Bu, dia Daddy kami?"
"bu-"
"Yes, I am your Dad. Kemari lah"
kedua anak kecil itu melangkah mendekati lelaki dewasa berperawakan bak dewa kegelapan di depan sana. Lelaki itu menyambut dengan hangat pelukan anak anak nya. Dia tersenyum iblis saat melihat wajah pias wanita masa lalu nya yang begitu handal melarikan diri
Bantu kasi bintang penilaian di pojok atas episode ,like dan Vote ya 🙏🙏 terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tu es belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex- part 33
Denting tetes air dari keran yang menetes pelan terdengar berbunyi. Lilin aromaterapi di pinggiran buth up, berada dalam gelas kecil tertiup oleh angin yang masuk melalui jendela hingga mampu menggoyangkan api secara perlahan. Seorang wanita yang tengah asyik tanpa sadar tertidur di dalam bak mandi ,dengan sekujur tubuh penuh busa. Suasana malam gelap tanpa bintang tak mampu mengganggu tidur sang wanita. Bahkan daun yang bergerak di sebelah rumah menyapa hingga daun gugur.
Keesokan pagi ,di lantai bawah terdengar suara ribut memekakkan gendang telinga. Ternyata hal biasa terjadi dirumah ini, Ayah dan Ibu akan selalu bertengkar. Apalagi jika bukan hal tentang itu-itu saja. "enough"
"oke!"
"it's done "
"not, it's not over"
"so, what should I do ?"
"kamu tidak pernah mendengar nasihat dengan baik"
"Apa kamu sedang menerangkan, siapa dirimu?"
Wanita itu tidak perduli, dia berjalan ke arah meja makan. Duduk dengan tenang dan mulai menikmati sarapan di antara suara suara sumbang pertengkaran di sekitar. Suara mesin mobil terdengar, pertengkaran berakhir begitu saja . Ketiga manusia itu menoleh, ada dua bocah kecil berlari dari arah pintu masuk. Seorang yang tengah makan pagi terlihat tidak senang dia buru-buru menelan roti dan pergi keluar
"Nenek "
"oh cucuku datang!"
Kedua nya mendekat, setelah memberi salam. Sang nenek membawa kedua nya duduk di kursi makan
"Mana Ibu kalian?"
"Ada nek, di de-"
"Hai, pagi "
"Pagi ,itu mommy nek "
"iya sayang "
Lyn mengecup pipi sang Ibu kemudian memberi salam hormat pada Ayah sambung nya. Mereka sarapan bersama ,ketegangan yang terjadi pagi tadi berakhir begitu saja. Setelah makan Lyn mengutarakan niat nya "Aku akan menikah ma"
Prang.... Suara kunci terjatuh ,semua sontak menoleh ke belakang, saudari tiri Lyn sedang terpaku dengan dengan mata terbelalak. Dari gerakan bibir nya dia seperti bergumam menikah
Jessica tersenyum mencoba mengembalikan pembicaraan awal "Benarkah, kenapa kamu begitu yakin sekarang?"
Lyn memandang anak kembar nya "Aku rasa. Tempat teraman adalah kandang musuh "
"kami juga saling mencintai "
Sebagai sahabat batin Lyn
Ucapan nya terdengar santai tapi bagai siraman air lemon di atas luka hati seseorang. Setelah Lyn selesai berucap saudari tiri nya sudah pergi entah kemana . Ev bertanya pada sang nenek
"Aunty mau kemana nek, pagi-pagi sudah rapi?"
"bekerja " jawab Jessica singkat
"Lyn "
"mmm "
"Are you sure? Ini bukan karena hal lain kan?"
Lyn menggeleng, dia sudah yakin apalagi setelah kejadian semalam. Lyn semakin yakin obatnya adalah di dekat Arya bukan malah menjauh, semakin dia menjauh maka badai besar akan semakin menerjang mundur seorang Lyn.
......................
Kemarin malam
Hutan begitu gelap, seorang wanita hamil tengah berlari sendirian. Dia menghindari kejaran para penjahat berjumlah tiga orang di belakang sana. Gaun putih yang melekat di tubuh sudah tidak berbentuk,bawahnya tersangkut duri-duri ranting. Kaki yang berdarah tidak lagi dia hiraukan. Napas nya tersengal, dia memegangi perut besar yang terasa sakit. Belahan paha wanita itu terasa basah.
"tangkap dia "
"cepat ,tadi dia masuk sana "
Srek..srek... Wanita itu menghilang mereka menjerit frustasi "bisa mati kita di tangan bos "
Setelah merasa aman, Lyn keluar dari balik pohon. Dia sudah tidak sanggup berjalan.
"seperti nya aku akan melahirkan"
Badan Lyn merosot kebawah, berulang kali dia menarik napas. Kaki nya terasa mati Lyn mengoyak bagian gaun atas menyumpal mulut agar tak mengeluarkan suara sedikit pun. Dia perlahan menaik-turunkan pernapasan. Terus mengejan
"aaakkmmppphhhhh-"
"Hah -"
Lyn tersadar dari mimpi buruk itu,dia menekuk lutut menyembunyikan wajah disana. Tiba-tiba Lyn menangis membuat pria di sebelahnya terbangun. Dia menyentuh bahu Lyn ,wanita itu terangkat kaget
Bukan nya aku tidur sendirian ?
Ketika Lyn menoleh dia membelalakkan mata ,itu adalah Arya. Tapi bagaimana bisa? Apa-apaan ini?
Lyn segera berdiri, saat dia akan melangkah Arya menarik pergelangan tangannya hingga Lyn kembali duduk diatas ranjang. Suara Arya sangat lembut saat berkata " kenapa hmm?"
"Kamu mimpi apa?"
Lyn tergugu,dia memukul dada Arya dengan kuat. Dia merasa semua kemalangan ada pada nya sejak menjadi milik Arya bahkan sekarang pun begitu. Arya membiarkan saja apa mau Lyn sampai wanita itu lelah sendiri. Tangisan Lyn sangat sedih, Arya hanya bisa memeluk meskipun wanita itu memberontak.
"Ka-kau badjingan "
"hmm "
"kau ka-u s1alan"
"hmm."
"Ada lagi?" karena Arya tidak lagi mendengar umpatan
Lyn mendongak, mata nya sangat merah. Dia sungguh takut sampai lupa bertanya kenapa pria itu ada di sana. Wanita itu tidak berani lagi mengumpat, Arya membawa nya tidur dalam pelukan yang hangat.
Sekarang keputusan Lyn sangat yakin untuk menikah dengan Arya