JUARA 1 Event Sweet Marriage
Rania, gadis tomboi yang memiliki saudari kembar terpaksa menikahi kakak iparnya sendiri karena wasiat terakhir dari kakak kembarnya sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Evan Anthony. Kakak ipar super jutek dan menyebalkan adalah pria yang akan menjadi suami Rania. Lantas, mampukah Rania bertahan dalam kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dicintainya?
"Aku menikahimu hanya karena wasiat istriku, tidak lebih! Jadi, jangan berharap aku akan menyentuhmu dan menganggapmu sebagai seorang istri!" (Evan Anthony)
"Aku tidak pernah bermimpi untuk disentuh oleh pria sepertimu. Jadi, tidak perlu khawatir! Aku tidak akan mengganggumu!" (Rania Tyas Permata)
Lantas, bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apa jadinya jika tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obrolan Evan dan Farel
"Alhamdulillah, kamu masih mengenali suaraku. Selamat ya atas pernikahan kalian. Maaf, aku tidak bisa datang," jawab Farel dari balik sambungan telepon.
Rania pun seketika melihat ke arah sang suami yang sedang menatap dirinya. Evan tampak mengerutkan keningnya saat ia mendengar sang istri menyebut nama sang kakak.
"Emm iya nggak apa-apa, Mas." jawabnya singkat sambil melihat ke arah sang suami. Tiba-tiba saja Evan mendekati sang istri dan berniat mengambil telepon itu dari istrinya.
"Biar aku yang bicara," ucap Evan sambil meminta gagang telepon itu agar sang istri menyerahkannya. Rania pun tersenyum dan segera menyerahkan gagang telepon itu kepada suaminya.
Setelah itu, Rania sedikit menjauh dan Evan yang kini beralih menerima telepon tersebut. "Halo assalamualaikum, Mas! Ini aku Evan!" sapa Evan kepada sang kakak.
"Waalaikum salam hai Evan adikku! Apa kabar kamu?" balas Farel yang terkejut karena bukan Rania lagi yang menjawabnya tapi sang adik.
"Alhamdulillah baik." jawab Evan.
"Oh iya, aku minta maaf jika tidak bisa datang ke pernikahan kalian. By the way, selamat ya adikku. Akhirnya kamu juga yang bisa menikah dengan Rania." ucap Farel.
"Iya nggak apa-apa, Mas. Ya mungkin kami sudah berjodoh," jawab Evan sambil tersenyum.
Rania terus memperhatikan Evan yang sedang mengobrol dengan kakaknya di telepon. Ia berharap, Evan tidak tahu jika dulu sang kakak pernah mengirimkan surat cinta kepada dirinya dan sampai sekarang Rania tidak pernah membalasnya.
Farel adalah kakak kelas Rania. Pemuda itu pernah memiliki rasa kepada Rania. Namun, Rania tidak pernah menganggapnya serius. Saat itu, Rania menganggap semua cowok adalah temannya, tidak lebih.
Entah Evan tahu perasaan sang kakak atau tidak. Hanya saja Rania merasa tidak enak jika suaminya tahu bahwa Farel pernah menyatakan cinta kepadanya. Sampai akhirnya, Farel lulus sekolah dan tidak pernah bertemu Rania lagi. Karena Farel kuliah di Mesir dan setelah kuliah ia langsung menikah dengan seorang wanita bernama Lisa.
"Semoga saja Evan tidak tahu kalau mas Farel pernah suka sama aku!" Rania terus memperhatikan sang suami yang masih mengobrol bersama Farel. Keduanya terlihat begitu gembira dan saling bercanda.
"Inshallah, dalam waktu dekat mas akan datang ke rumah. Mas sudah kangen kalian, sekalian mas mau bawakan kado untuk pernikahan kamu dan Rania," seru Farel.
"MasyaAllah tabarakallah terima kasih banyak, Mas. Kamu tidak usah repot-repot memberikan kado untuk kami. Cukup berikan amplop yang tebal saja berwarna coklat, itu sudah lebih dari cukup!" seloroh Evan yang membuat Farel tertawa.
"Hahaha ... ya ya kamu dari dulu selalu saja begitu. Eh ngomong-ngomong kamu nggak dismackdown sama Rania, secara dia itu cewek badas loh di sekolah. Anti cowok dia, ada yang mencoba senggol dikit, dia tendang tuh cowok!" ucap Farel yang juga tahu bagaimana kepribadian Rania sejak dulu.
"Hehehe ya enggaklah, Mas. Kata siapa dia disenggol langsung nendang. Justru semakin disenggol dia semakin pasrah dan terlentang!" ungkap Evan yang tentunya membuat Farel terkejut.
"Waah keren dong kamu! Bisa naklukin Rania."
"Ya iya lah! Adek kamu ini memiliki daya tarik tersendiri. Cukup dengan menyentuh pas ditengahnya. Dah! Klepek-klepek dia. Apapun pasti diberikan!" Evan dan Farel tampak saling tertawa.
"Astaghfirullah! Kenapa pikiranku jadi kotor ya! Dasar adek sableng! Emangnya kamu sentuh di bagian tengah yang mana?"
"Ya di tengah hatinya lah, Mas. Emangnya di mana wkwkwk!" balas Evan sembari tertawa.
"Ya ya, emang tidak bisa diragukan lagi adikku ini. Dari Rina yang cantik dan anggun sampai adiknya yang tomboi bak preman. Bisa kalah juga. Aku saja yang sudah berusaha mendekati Rania, nggak bisa-bisa bikin dia nengok Mas." ungkap Farel yang keceplosan mengatakan hal itu.
Seketika pengakuan Farel membuat Evan terkejut karena sang kakak mengakui bahwa dirinya pernah berusaha mengejar sang istri.
"Apa, Mas? Kamu pernah suka sama Rania?" tanya Evan penasaran, karena ia tidak pernah tahu jika sang kakak pernah menyukai gadis yang sama yakni Rania yang sekarang sudah menjadi istrinya. Seketika Farel menepuk jidatnya karena ia baru saja keceplosan.
"Astaghfirullah! Gimana sih bisa-bisanya keceplosan!" sesal Farel dalam hatinya.
BERSAMBUNG