NovelToon NovelToon
Biarkan Hati Yang Memilih

Biarkan Hati Yang Memilih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nuryanthi Sudarma

Sepenggal kisah mereka kalian sudah tau di novel sebelumnya. Disinilah aku akan melanjutkan Siapa pilihan Arga selanjutnya.

Arga berusia 34 tahun memiliki perawakan yang tinggi, tampan, dan memiliki usaha sendiri.

Revina berusia 25 tahun, Cantik, baik hati dan pekerja keras.

Shepa berusia 21 tahun, Pintar hingga ia mendapat beasiswa untuk kuliah. Cantik, humble.

for info novel ini tidak akan up everyday
Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Ledya di panggil oleh bu Jess dan memintanya untuk mengantarkan berkas yang Arga minta tadi melalui sambungan telpon.

"Kenapa harus saya bu?" ucap Ledya dengan kening yang berkerut, sebenarnya ingin rasanya ia berkata "Jangan saya, yang lain saja" tapi ia tak berani mengatakan itu.

"Memangnya mau siapa lagi? ini kan tugas mu" ucap bu Jess sedikit ngegas "Sudahlah cepat jangan membuat pak Arga menunggu"

Ledya meraih berkas yang disodorkan oleh bu Jess. Ia melangkah dengan cepat dengan hati yang menggerutu. Percuma saja ia datang pagi kalau pada akhirnya harus bertemu juga dengan Arga.

"Ini mah akal akalan pria brengsek itu saja ingin mengerjaiku" gerutu Ledya sambil melangkahkan kaki.

Ara menarik nafasnya dalam dalam saat ia sudah tiba didepan pintu ruangan Arga. Rasanya menghadapi calon mertua yang galak lebih baik daripada menghadapi Arga. Baginya Arga tidak lebih dari seorang penggangu.

Ledya mengetuk pintu ruangan Arga. Setelah terdengar suara yang mempersilahkan dirinya untuk masuk, Ledya memutar handle pintu dan melangkah masuk. Aaaaahhh kakinya saja tahu bahwa ia tidak ingin bertemu dengan Arga apa pun caranya. Terasa sekali dari langkah kakinya yang terasa berat untuk melangkah.

"Kau akan tetap berdiri disana?" tanya Arga sambil pura pura sibuk. Nyatanya tadi ia memang sempat disibukan oleh tugas dari papa nya.

"So soan memasang wajah so cool. Tidak cocok pak" ucap Ledya dalam hati sambil mencebikkan bibirnya.

Meski berat Ledya menyadari jika ia terlalu lama disana maka itu akan semakin memberi kesempatan pada Arga untuk mengerjainya. Dengan langkah tergesa ia segera menghampiri Arga. "Saya di suruh bu Jess untuk mengantarkan berkas ini" ucap Ledya sambil menyodorkan berkas yang tadi diberikan bu Jess.

Arga mendongakan wajah menatap wajah cuek yang dipasang Ledya. Salah satu sudut bibirnya tertarik keatas. Sudah bisa ditebak, memang gadis yang ada dihadapannya saat ini dan hanya terhalang oleh meja kerja tidaklah mudah untuk didekati. Dan hal ini mampu membangkitkan kembali rasa penasaran Arga terhadap perempuan.

"Tidak sopan sekali kau memasang wajah seperti itu dihadapan atasan mu. Kau tahu kan aku adalah atasan baru mu" ucap Arga seperti biasa saat saat tertentu jahil Arga memang tidak bisa dikondisikan.

"Maaf pak Arga, saya disuruh bu Jess tadi untuk menggantarkan berkas ini kepada anda. Dan saya harus segera kembali pak. Permisi" ucap Ledya sambil membalikkan badan setelah sebelumnya ia harus memaksa diri untuk memasang wajah semanis mungkin. Padahal hal itu bukan keahliannya.

"Eh, tunggu! Siapa yang mengizinkanmu pergi dari sini? Duduk" ucap Arga sambil menunjuk kursi di sebarangnya menggunakan dagu.

Ledya menangkap seringai yang membuat dirinya ingin lari dari sana atau teriak minta tolong sekencang mungkin. Bukan karena takut dengan Arga namun ia tidak ingin berada dalam satu ruangan lebih lama lagi dengan manusia yang super menyebalkan menurut versi Ledya.

Arga menatap Ledya dengan tatapan yang sulit untuk dimengerti. Ia menatap Arga dari atas kepala hingga ujung kakinya. Lagi lagi hati Arga terasa ditarik magnet yang menggetarkan perasaannya.

"Mau apa lagi sih manusia ini?" Ledya.

"Apa ada yang harus saya kerjakan lagi disini pak?" Tanya Ledya saat Arga tak kunjung bicara dan malah memperhatikan dirinya.

Arga berdeham untuk mentralisir rasa yang datangnya secara tiba tiba dan masuk kedalam hatinya tanpa izin. Arga membenarkan posisi duduknya kemudian biacara kembali. "Kau belum melakukan tugas mu yang kemarin sore. Masih ingat kan?" ucap Arga dengan seringai yang membuat orang yang melihatnya tiba tiba bergidik ngeri.

Ledya memutar bola matanya jengah, jika saja bukan dikantor mungkin ia sudah memaki maki pria yang kini masih menatapnya dan tak sekalipun mengalihkan pandangan dari dirinya.

"Jangan terpancing oleh tatapan yang seperti itu Led, ini trik biasa yang sering dilakukan para brengsek untuk merayu agar bisa mencapai apa yang ia mau" ucap Ledya mengingatkan hatinya Agar tidak terpengaruh oleh tatapan maut Arga.

"Pak ini masih jam kerja saya, dan bapak tidak bisa bermain main dalam jam kerja karyawan anda." ucap Ledya dingin bahkan saking dinginnya malah semakin menggetarkan perasaan Arga.

Arga menghampiri Ledya dengan senyum penuh arti. Ia berdiri dekat sekali dengan Ledya bahkan kulitnya hampir saja bersentuhan. Melihat apa yang dilakukan Arga, sontak membuat Ledya segera berdiri dari duduknya dan mundur satu langkah serta mengacungkan tangannya untuk memberi peringatan. "Ini kantor pak, jika anda berbuat macam macam maka saya akan teriak" ancam Ledya.

"Terlalu banyak bicara" ucap Arga tepat ditelinga Ledya hingga hembusan nafasnya menyapu permukaan kulit Ledya.

Ledya sempat memejamkan mata mengira jika Arga akan menciumnya, namun betapa malunya ia telah berpikir yang tidak tidak. Ternyata Arga hanya berbisik dan setelah itu Arga menghampiri pintu kemudian berbalik ke arah Ledya. "Silahkan kembali bekerja!" ucap Arga sambil membukakan pintu untuk Ledya keluar.

Aaaaahhhh ingin rasanya Ledya menggali tanah dan mengubur dirinya saat itu juga karena rasa malu yang teramat sangat. Ia segera melangkah dengan cepat untuk segera meninggalkan ruangan Arga.

Ledya membuang nafasnya secara kasar saat ia sudah berada diluar ruangan Arga. Sempat melirik pintu kembali pintu yang kini sudah tertutup kembali. "Jangan gila Led!" ucap Ledya mengingatkan dirinya.

Sementara Arga masih masih memperhatikan Ledya dari balik pintu yang dilapisi kaca. Senyum masih terukir disana. "Cepat atau lambat aku pasti bisa menaklukan hatinya. Akan ku buktikan pada diriku sendiri bahwa cinta memang tak serumit yang aku pikirkan dulu" ucapnya sambil berjalan kembali ke meja kerja.

"Kerja Ga, untuk membangun masa depan dengan si dia" ucap Arga pada dirinya.

Perasaannya benar benar digetarkan oleh gadis itu. Padahal setahun yang lalu ia sempat berpikir sulit untuk berpindah pada perasaan dan hati yang baru. Namun pada kenyataannya tidaklah sesulit itu. Dan sebenarnya hal ini tak akan terjadi jika ia duli tegas akan perasaanya. Pengalaman membawa pelajaran baginya.

Ia tidak ingin mengulang kembali kenangan itu. Dan jika ia boleh memaksa, kali ini ia inginkan Ledya untuk jadi teman hidupnya, sekarang dan masa yang akan datang.

Kata orang jatuh cinta itu hanya sekali, masa sih?

.

.

.

.

.

.

.

.Baru up lagi nih, lagi stag soalnya.

1
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Faidhol Baroka
awalnya aku berharap arga sama rev.
Ferfa Ferdian
Biasa
HARTIN MARLIN
aku sependapat dengan Arga lebih baik hidup masing masing gak ada yang di pilih
HARTIN MARLIN
Arga juga masih berhubungan dengan Shepa
HARTIN MARLIN
langsung mampir nih
Elke Lengkey
arga.. itulah akibat mempermainkan 2 hati wanita.
Sofia Askana
ceritanya cukup bagus. tidak beribet. sama seperti cerita sebelumnya. keren 👍👍👍
Dedlik Lik
ko cepat sih tamatnua
Alriani Hespiapi
penasaran saya
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Siti Kodariah
kayaknya aku agak kecewa...karena Revina incaran pertama tambatan hati pertama Arga, kenapa di keoranglainkan thorrr, kok malah shepa siih buat arga 😿😾
Bunda Beygum Hermawan
Thor apakah si LEDYA itu masih adiknya si LEELA sma si SHEPA,kan katanya si LEELA punya adik 2/3gitu klu nga salah ?
Rafi Aditya
kok ceritanya jdi melencong ya ...
kirain Arga jdi shepa Napa da pemeran lain 😡😇
Anonim
Arga emng pantas kecewa sma lu Shepa karena lu sok kecantikkan di ajak serius malah nolak
Anonim
Emng lu pembawa sial Shepa, karena gara" lu Wiji kecelakaan trs meninggal cba lu gk ke bandung gk mungkin Wiji nyusul dan terjadi kecelakaan. Makanya jdi orng jngn sok cantik deh lu Shepa. Mampus lu di salahin mama mertua, emng itu slh lu jg sbg istri gk becus
Mifta Rosida
aku serahkan sn author wkwk
Mifta Rosida
wkwkwkwkk rasain loh arga ngkak sumpah, rumit kali hidup arga🤣🤣🤣
Mifta Rosida
ooh andi adiknya arga.. seru nih seruu lanjut thor bikin arga kebakaran jenggot wkwk
Mifta Rosida
yaaahh arga gk dpt dua" nya tu nnti RASAIN LOH EMANG ENAK!!!🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!