Syafira Andriani terjerat siluman ular yang dendam dan benci padanya, akibat kesalahan yang tak ia sengaja, ia harus terjebak di dalam sebuah istana yang di penuhi dengan ular-ular berbisa, ular-ular itu bukan ular-ular biasa, mereka semua adalah siluman ular yang begitu mengerikan di mata gadis berusia 20 tahun tersebut.
Syafira yang phobia dengan ular hidup dalam ketakutan di istana yang megah dan menawan itu, ia sangat takut dengan sekelilingnya, di sana tak ada satupun orang yang ia kenali.
Bagaimana hidup Syafira selanjutnya, apa kesalahan yang sudah ia perbuat? lalu apakah Syafira bisa keluar dari istana dan terlepas dari jerat siluman ular tersebut?
Penasaran dengan kelanjutan kisahnya! jangan lupa pantengin terus dan ikuti kelanjutannya. Dan jangan lupa pula beri dukungan agar author bisa lebih semangat!
Jangan lupa follow akun media sosial author!
Tik-tok:makhlukangkas4
Ig: makhluk_angkas4
Snack Video: Makhlukangkas4
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertekan dengan ide pangeran Andara
"Selain kau, kau juga harus membantu ku" arah tatapan pangeran Andara jatuh pada dayang yang mengerutkan alis.
"Aku, kenapa harus aku" dengan terkejut dayang menunjuk dirinya karena juga di jadikan sasaran.
"Yah kau, kau bantu kami dalam perang dingin ini. Jika mereka mendatangkan seorang putri ke kerajaan Chartions demi mendapatkan segala informasi maka aku akan balas dengan cara mengirim Wiliam ke kerajaan Maheskara"
Mulut pangeran Wiliam terbuka lebar."Jadi kakak aku mau ngirim aku ke kerajaan ini lagi. Apa-apaan ini, kakak ini gak mikir apa kalau hidup ku pasti hanya tinggal beberapa menit lagi kalau sampai aku kembali ke sana lagi. Aku yakin orang-orang di kerajaan akan menangkap ku dan membunuh ku"
"Pokoknya aku gak mau bantu, aku gak mau ngorbanin nyawa ku. Aku masih sayang sama nyawa ku sendiri" tolak pangeran Wiliam keras.
Pangeran William tak menyangka sebelumnya kalau kakaknya akan mengeluarkan ide yang dapat membuat jiwa dan raga tertekan hingga tak dapat berkutik.
"Wil dengarin aku dulu, aku belum selesai ngomong" ucap pangeran Andara.
"Enggak, pokoknya enggak, apapun alasannya aku gak akan mau, aku gak mau mati secepat ini" tolak pangeran Wiliam lagi.
Hembusan nafas kasar pangeran Andara lakukan."Wil tadi kau sudah setuju, kau tidak bisa berubah pikiran secepat ini. Aku mohon tolong beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya biar kau tidak marah-marah kayak gini"
Wajah pangeran Wiliam bagai bom atom, sebab merasa kalau kakaknya sengaja akan membuatnya mati di kerajaan musuh.
Beberapa tahun yang lalu saat pangeran William di tugaskan dalam misi besar saja pangeran begitu keberatan dan ingin waktu segera berakhir, tapi lagi-lagi ia harus melakukan hal yang sama gara-gara ide gila kakaknya.
"Begini Wil kerajaan Maheskara mengirim Maura untuk memata-matai kerajaan kita maka kita harus balas dengan hal yang sama" pelan-pelan pangeran Andara mencoba menjelaskan ide yang memutar-mutar di benaknya.
Dengan tak semangat pangeran Wiliam kembali bertanya."Terus apalagi?"
"Aku punya niatan ngirim kamu kembali ke sana lagi tapi kali ini gak boleh ada yang tau kamu sebenarnya kemana termasuk Maura karena itu akan berbahaya" jawab pangeran Andara.
"Caranya gimana, dulu aja pas aku berada di sini aku ngerasa kayak gak aman aja, takut sewaktu-waktu aku ketahuan. Kali ini aku takut kak, takut gak bisa balik ke kerajaan dengan selamat" risau pangeran William.
Hidup berdampingan dengan musuh bukan hal yang mudah, keresahan pangeran Wiliam sudah mulai terasa padahal ia belum menginjakkan kaki di tempat yang akan menjadi misi besar.
"Kau tenang aja aku yang akan mengatur segalanya. Dia akan membantu mu lolos dari penjagaan dan segala hal ketika berada di dalam kerajaan Maheskara" Lagi-lagi pandangan pangeran Andara jatuh pada dayang itu.
Orang yang pangeran Andara tunjuk panik dan terlihat keberatan.
"Aku tidak bisa, aku tidak bisa menjamin keamanannya. Aku tidak bisa mengambil resiko membawanya masuk ke dalam kerajaan Maheskara" tolak dayang tak berani mengambil resiko karena takut dampak yang akan di terima setelahnya.
"Benarkah? Kau takut dengan resikonya? Lantas bagaimana cara mu saat mencoba untuk meracuni pangeran Lucas, itu jauh lebih berbahaya bukan. Jika sampai ada yang tau bukankah kau akan di hukum mati seperti dayang tadi"
"Sial, pria ini tidak bisa ku tipu, mereka tidak akan bisa untuk ku tolak. Mereka sudah tau kalau itu aku sekarang mereka malah mencekik ku dengan misi mereka. Sungguh kenapa aku bisa seceroboh ini sampai mereka tau siapa aku sebenarnya" batin dayang memekik kesal di dalam hati.
Pangeran Andara menyunggingkan senyum sinis penuh kemenangan saat menatap wajah dayang yang tertekan di buatnya.
"Oke baiklah aku akan menjamin keamanannya, aku akan bantu dia dalam setiap hal. Dia akan akan bersama ku" terima dayang itu walau sedikit merasa tak ikhlas. Sebab kesepakatan ini terjalin tidak di sertai dada yang lapang.
"Nah kau dengar sendiri kan, ada dia yang akan membantu mu dalam segala kesulitan yang menanti mu. Dia tidak akan membuat mu dalam bahaya, dia yang menjamin segalanya. Kau hanya tinggal duduk manis mencari informasi penting dan kabarkan pada ku biar kita tidak ketinggalan berita" perintah pangeran Andara.
Pangeran Wiliam tak memberikan tanggapan, dalam hati tak setuju tetapi kakaknya tidak akan membiarkan dia menang. Mulai dari kecil pangeran Andara tidak pernah terkalahkan dalam berbagai hal sebab otaknya terlalu lincah dan licik.
"Nanti kau ikut dia pulang ke kerajaan musuh, kau pastikan adik ku mendapatkan suatu pekerjaan yang sekiranya segala informasi dapat dia ketahui" perintah pangeran Andara pada dayang.
Kepala dayang mengangguk paham."Itu masalah gampang, aku bisa memasukkannya dengan mudah ke dalam kerajaan Maheskara. Kau tidak perlu khawatir adik mu akan aman bersama ku"
Dayang memberikan jaminan, di dalam kerajaan itu ia juga sama-sama ular berbisa yang bisa mengancam kedaulatan kerajaan Maheskara.
Pangeran William berdecak kesal, kakaknya sungguh tak bisa di ajak kompromi. Tak ada rasa manusiawi jika sudah berada di titik ini.
"Kenapa dayang ini pake setuju lagi, kenapa dia gak bilang gak tau aja aku kan bisa punya alasan. Sekarang aku udah gak punya alasan untuk menolak lagi" batin pangeran William tertekan.
"Kalau boleh tau kenapa kau mencoba meracuni Lucas. Secara dia itu putra mahkota yang kelak akan menjadi raja, kenapa kau senekat itu ingin menghabisinya?"
Rumor terdapat racun di dalam minuman pangeran Lucas terdengar hingga ke telinga pangeran Andara.
Pangeran Andara bertanda tanya mengapa dayang itu melakukan hal serendah ini untuk melenyapkan musuh.
"Lucas memang pangeran di kerajaan ini, tapi dia bukan putra mahkota. Ada lagi anak raja yang di sembunyikan, dia berada di alam manusia. Tujuan ku mencoba melenyapkan Lucas tak lain karena aku dendam sama kerajaan ini"
"Karena mereka keluarga ku mati, mereka membunuh orang tua ku dengan sadis. Sebagai putrinya aku tidak terima mereka melakukan itu!"
Aura dendam terlihat tanpa dapat di sembunyikan. Darah dayang mendidih, di matanya tersemat dendam yang tidak akan pernah pupus sebelum orang-orang jahat itu mati di tangannya.
"Apa kata mu tadi, raja Angkara memiliki anak lain selain Lucas?" Kaget pangeran Andara.
Berita itu tidak di ketahui sedikitpun. Semua orang hanya tau jika anak raja Angkara yang bergelar putra mahkota hanyalah Lucas.
"Benar, raja Angkara punya anak pertama tapi dari seorang manusia. Dia tinggal bersama ibunya di alam manusia, mungkin anak itu sekarang sudah besar" jelas dayang.