NovelToon NovelToon
Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Wanita Karir / Chicklit / Sugar daddy / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:547.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nindi'G

Bercerita tentang seorang wanita yang sedang bekerja di kota lain demi bisa menghidupi anaknya. Nabila Maharani namanya, bekerja sebagai karyawan biasa disebuah perusahaan dikota tempat tinggalnya. Karna tuntutan pekerjaan Nabila terpaksa meninggalkan anaknya bersama sang suami dikampung halamannya....


Apa yang akan terjadi, Ikuti kisah selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindi'G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemuinya

"Assalamualaikum,"salam Nabila. Kaisar dan Clara bersamaan.

"Waalaikumssalam, pengajiannya lancar?"tanya ibu Ros.

"Alhamdulillah lancar, Bu,"jawab Nabila.

"Syukur lah... Dengan begini kamu sudah bisa memulai usaha kamu dengan baik,"sahut ibu Ros.

"Iya, Bu. Pak ustad juga tadi sudah meruqyah rumah itu, jadi sekarang InsyaAllah sudah aman,"sahut Nabila.

"Jangan lupa, sempatkan untuk mengaji, putar murottal,"ujar ibu Ros.

"Iya, Bu. Kaisar udah pikirkan semuanya, besok Kaisar mau cari yang dibutuhkan,"sahut Kaisar.

"Mbak yang mau buat usaha, Kaisar dan Clara yang repot,"ujar Nabila terkekeh.

"Nggak repot, Mbak. Kaisar juga 'kan masih nagnggur, jadi masih bisa bantu-bantu Mbak. Mbak tinggal siapin uangnya aja, nanti saat mulai produksi baru Mbak turun tangan,"ucap Kaisar.

"Oke, kalau butuh uang langsung bilang!"

"Iya, Mbak. Pembahasannya udah diulang berapa kali ini,"sahut Kasiar terkekeh.

"Cuma sekedar mengingatkan, Sar,"sahut Nabila.

"Oke, Kaisar catat di memori dengan baik. Oh ia, besok Mbak jadi berangkat ke Pontianak?"

"Jadi, Sar. Mbak juga sudah pesan tiket, sebenarnya Mbak nggak enak buat ngambil cuti tapi karna keadaan yang mengharuskan saya untuk pergi,"ucap Nabila menghela nafas.

"Jam berapa berangkatnya, Mbak?"tanya Clara.

"Saya ambil penerbangan jam 10,"jawab Nabila.

"Yaa... Aku nggak bisa nganter Mbak ke bandara dong,"sahut Clara.

"Nggak perlu, Ra. Aku pesan taksi aja besok, pergi sendiri juga aman kok,"ujar Nabila.

"Yaudah deh, Mbak. Mau gimana lagi, besok harus ke kantor,"sahut Clara.

***

Nabila saat ini sudah tiba di bandara Pontianak, Nabila sedang menunggu taksi yang akan mengantarkannya pada tempat yang ingin dituju.

"Mau kemana, Bu?"tanya supir taksi.

"Ke kantor p0lisi, Pak,"jawab Nabila.

Hari ini dia ingin bertemu dengan suaminya yang sebentar lagi akan jadi mantan. Nabila di Pontianak akan menghadiri dua sidang, sidang pertama k4sus penipu4n dan yang kedua perceraian.

"Pak? Maaf, saya cuma sebentar di dalam, apa Bapak bisa menunggu? Saya akan bayar lebih,"ujar Nabila ramah.

"Bisa, Bu,"jawab pak supir cepat dan antusias.

"Kalau begitu, saya ke dalam dulu, Pak,"sahut Nabila.

"Iya, Bu. Silahkan!"

Nabila masuk dan melapor selankutnya dia disuri menunggu.

"Nabila?"panggil seseorang pada Nabila.

Nabila sangat mengenal siapa pemilik suara yang memanggilnya itu, "Iya, ini saya,"jawab Nabila dingin.

Samudra tersenyum bahagia dan besar kepala, "Kamu kesini mau bebasin aku, Sayang? Syukurlah, mas sangat bosan disini,"ucap Samudra percaya diri.

"Tidak, saya kesini cuma mau memastikan kamu tetap sehat sampai sidang besok,"jawab Nabila cuek.

Senyum Samudra luntur, "Apa maksud kamu, Sayang?"

"Besok sidang kasus penipu4n yang kamu dan keluarga kamu lakukan, dan selanjutnya sidang perceraian kita, saya harap kamu bisa mengakui semua perbuatan mu dan keluargamu itu."

Samudra kalang kabut, "Aku tidak mau bercerai dari kamu, Sayang. Aku tidak bisa kehilangan kamu dan anak kita, Raksa."

"Kamu sudah kehilangan kami saat sejak pertama kali kamu menikahiku, Mas. Kamu menikahiku cuma karna ingin uang ku 'kan? Kamu bahkan sangat tau Mas, uang itu hasil jerih payah ku saat masih gadis dan warisan dari ayah ku,"ujar Nabila dingin.

"Sayang, Maaf. Dari awal pernikahan niatku memang sudah salah, tapi percayalah saat ini aku sangat sayang dan cinta sama kamu,"jawab Samudra panik.

"Semua sudah terlambat, Mas. Kenapa baru sekarang? Selama kita hidup bersama, hanya kebohongan yang kamu persembahkan padaku dan Raksa. Setiap hari, Mas, hanya kebohongan dan kebohongan."

"Sayang, mas mohon... Jangan lanjutkan perceraian kita, mas tidak mau kehilangan kalian, mas akan akui kesalahan mas dipengadilan asal kamu membatalkan perceraian kita." Samudra memohon pada Nabila.

"Maaf, Mas. Tapi aku tidak bisa, selain kamu berbohong tentang semuanya, kamu juga sudah berani men4mparku didepan keluargaku. Kalau didepan mereka saja kamu bisa melakukan itu, bagaimana jika kita hanya berdua? Mungkin jika aku masih bertahan, akan masih ada kejadian seperti itu lagi, bahkan bisa saja lebih dari itu."

Samudra tidak bisa menjawab, dia hanya menundukkan kepalanya tanpa berani menatap mata istrinya.

"Sudah cukup pertemuan kita hari ini, sampai ketemu besok dipengadilan,"ucap Nabila seraya berdiri.

"Sayang? Mas mohon, jangan tinggalkan mas..." Samudra mendongak menatap istrinya.

"Maaf, saya permisi. Oh ia, titip salam untuk keluargamu, Assalamualaikum,"ucap Nabila, berbalik meninggalkan Samudra yang masih menatapnya.

"Waalaikumssalam,"jawab Samudra lirih menatap kepergian istrinya.

Nabila memandang lurus kedepan tanpa ada niat sedikitpun berbalik menatap suaminya.

"Si4l... Ini semua karna rencana mama, aku akan kehilangan keluargaku,"rutut Samudra kesal.

"Semua akan segera berakhir. Seandainya kamu jujur dari awal, Mas... Mungkin aku masih bisa menerima semuanya, tapi kamu memilih berbohong, jadi terima saja apa yang kau tabur,"gumam Nabila.

"Kita berangkat sekarang, Bu?"tanya pak supir.

"Iya, Pak."

"Mmm... Maaf, Bu. Mungkin Ibu mau singgah disuatu tempat?"tanya pak supir melihay Nabila melalui kaca.

"Tidak, Pak. Saya mau langsung pulang ke rumah,"jawab Nabila.

"Baiklah, Bu."

Nabila mengangguk sebagai jawaban. Dia mengambil ponselnya di dalam tas dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari adiknya.

^^^[Assalamualaikum, Sar. Maaf, tadi Mbak tidak sempat membuka ponsel. Mbak sudah dalam perjalanan menuju rumah.]^^^

[Waalaikumssalam, Mbak. Syukurlah, Mbak. Ibu tadi sangat khawatir.]

^^^[Bilang sama ibu, jangan terlalu banyak pikiran. Mbak baik-baik aja, setelah semua selesai, mbak akan segera kembali.]^^^

[Iya, Mbak. Mbak hati-hati disana, kalau ada apa-apa hubungi Kaisar.]

^^^[Iya. Sudah dulu ya, Mbak sudah sampai. Nanti mbak akan menelfon. Assalamualaikum.]^^^

[Waalaikummsalam, Mbak.]

Nabila menyudahi obrolan dengan adiknya melalui pesan di aplikasi berwarna hijau itu.

^^^[Assalamualaikum, Pak Gerry. Saya sudah ada di Pontianak.]^^^

Lama Nabila menunggu balasan chat dari Gerry, namun belum ada balasannya.

"Mungkin masih sibuk di kantor, sebaiknya aku hubungi nanti saat jam istirahat,"gumam Nabila seraya memasukkan ponselnha ke dalam tas.

"Rumah yang sebelah mana, Bu?"

"Sebelah kanan, Pak. yang warna putih abu,"jawab Nabila.

Mobil berhenti tepat di depan rumah ibu Ros, rumah tetap terlihat bersih karna Nabila membayar seseorang untuk membersihkannya.

"Kita sudah sampai, Bu."

"Iya, Pak." Nabila keluar mobil dan meminta tolong untuk menurunkan barangnya.

"Ini kopernya, Bu."

"Iya, Pak. Terimakasih, ini ongkosnya,"ujar Nabila menyerahkan beberapa lembar uang merah ke tangan pak supir.

"Ini terlalu banyak, Bu,"ucap pak supir tidak enak.

"Tidak apa-apa, Pak. Itu rejeki Bapak dan keluarga. Terimakasih sudah mau mengantarkan saya,"ucap Nabila ramah.

Pak supir terharu mendapat rejeki yang tak terduga, "MasyaAllah, terimakasih, Bu. Saya doakan semoga semua urusan Ibu berjalan dengan lancar,"ujarnya bergetar.

"Aamiin. Terimakasih, Pak."

"Iya, Bu. Kalau begitu saya permisi mau langsung pulang kerumah,"ucap pak supir antusias.

Nabila mengangguk dan tersenyum ramah pada pak supir tang terlihat sangat bahagia.

1
salma
penasaran
Jasmin Melor
Luar biasa
Fetty Fineke
apalagi aku yg suaminya tukang ojek,,tiba2 dikasih ma suami duit segitu,,,,
mustahil .....
Memyr 67
𝗶𝗻𝗶 𝗴𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗮𝗹𝗮𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮? 𝗸𝗼𝗸 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻? 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗽𝗼𝗸? 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿 𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸, 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘁𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝘀𝗲𝗺𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮.
Astrid valleria.s.
lama banget Thor update nya....apa udah ditamatin...ga enak digantung...
Sulfia Nuriawati
kok blm up lg udah lama sekaleeeee
Erina Munir
halluu loh samud....udh dehh ...klo udh ga mampu ya udhh
Jue
Aku ingatkan Caca dan Mamanya aja yang Gila tapi rupanya yang lebih parah adalah Samudra , Sungguh keturunan keluarga yang tidak sedar diri .
AZ & AR
sudahlah samudra. ke kota fokus aja cari adek & mama kau. trus balik ke kampung sono. gk usah cari pintu masuk kehancuran..

udh bener2 di kasih kesempatan buat bahagia eh malah cari kehancuran lagi..
Nindi: Tiupin ketelinga Samudra supaya cepat kembali sadar kak🤭
total 1 replies
Tarminah Tarminah
lo sampai ga bahagia ku skip thor
Sulfia Nuriawati
dih g nyadar, dulu aja cm d jd kan sapi perah, skrg mw d ambil lg, telaaat mantan udah bahagia skrg, jgn d ganggu kalo g mw msk penjara pg
Rizky Sandy
kirain sdh insaf ternyata msh sama saja,,,,,
ros
yg terlanggar nabila pasti cici
Jue
Lucu nih Samudra , Kalau Nabila sendiri ngotot mahu cerai kena pula harus susah-susah rujuk kembali , Kamu aja sudah kek sampah yang layaknya hanya dalam Tong MDKT
Nindi: Entah apa yang dipikiran Samudra ini
total 1 replies
Ali aziz
pokoknya keluarga nabila jangan ada sangkut paut lagi sama keluarga samudera dan jangan pula galaksi dg cici pokoknya putus hubungan telak ga boleh ada ikatan apapun dlm kelurga nabila
Nindi: Oke siap dicatat kak
total 1 replies
Jue
Sungguh muka tak malu Samudra kalau masih tak sedar diri untuk berharap kembali kepada Nabila dan Raksa , Seluruh keluarga Samudra enggak ada benarnya , Nabila yang sudah hidup bahagia dengan Wahyu yang kaya raya serta Galaksi sebagai anak tiri yang baik , Jadi jangan pernah jodohkan Galaksi dan Cici Author , Ya mungkin sikap Cici berubah tapi dia bukanlah jodoh yang baik buat Galaksi , Tambah-tambah lagi kalau harus terikat kembali dengan keluarga mantan sampah , Euuh ... , Sungguh akan merosakkan jiwa Nabila kembali Author .
Nindi: Kapan tobatnya keluarga Samudra
total 1 replies
Erina Munir
niat jelek mah ga bakalan berhasil neeng....prett deh iihh...
Erina Munir
ya...ampuunn....anak n maknya sama aja klakuaan...klakuaan....
Ira
Makin serem aja kelakuan caca
Nindi: Hy, Kak. Terima kasih masih setia jadi pembaca karya author. lopeu sekebooon/Joyful/
total 1 replies
Memyr 67
𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 𝗲𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗵𝗼𝗰𝗸. 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻, 𝗾𝗸𝗶𝗿𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗴𝗶𝘁𝘂
Nindi: /Smirk/ maafkan author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!