NovelToon NovelToon
Salah Pengantin

Salah Pengantin

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:402.7k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

Brisa tiba-tiba terbangun di tempat asing, ia di culik dan kini sudah mengenakan pakaian pengantin. ia tak tau kenapa dan siapa yang sudah melakukan semua ini. Sampai ia tau jika ia sudah menjadi seorang istri dari pria misterius yang tak pernah ia temui bernama Tuan Adam.

Hidup Brisa berubah, menjadi istri seorang tuan Adam menjadikan seorang Cinderella. Ia membalas semua perbuatan keluarga yang pernah menyia-nyiakan dirinya. Sampai suatu ketika, pria bernama Tuan Adam berdiri didepan mansion tempat tinggal Brisa.


"siapa wanita ini?" tuan Adam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

"Berhenti berbicara omong kosong!" Tuan Adam tak ingin lagi mendengar Brisa mengatakan hal-hal yang tak ia suka. "Jangan berbicara seperti ini lagi!"

"Berbicara seperti apa?" tukas Brisa.

"Berhentilah membahas tentang Brisa Alen! Aku tidak ingin membicarakannya denganmu!"

"Kenapa? Keberadaan Brisa Alen juga akan berdampak pada keberadaanku, kan? Kenapa aku tidak boleh membahasnya?"

Tuan Adam menatap Brisa lekat-lekat sembari mencengkeram erat bahu wanita itu. "Kamu benar-benar ingin mengalah? Kamu benar-benar ingin aku pergi?" tanya Tuan Adam.

Sama seperti Tuan Adam yang sudah menaruh hati pada Brisa Fidden, Brisa sendiri juga tidak mau merelakan Tuan Adam. Tapi Brisa sendiri juga sadar akan posisinya saat ini. "Kalau aku tidak ingin kamu pergi, apa kamu tidak akan pergi?" tanya Brisa.

"Aku tidak akan pergi. Aku tidak akan ke mana pun," ungkap Tuan Adam membuat Brisa tertegun.

"Apa maksudnya? Kenapa dia berbicara seperti itu?" batin Brisa.

"Jika aku tidak pergi, kamu juga tidak akan pergi, kan?" tanya Tuan Adam.

"Kenapa kamu tidak ingin aku pergi? Kamu sudah memiliki Brisa Alen!"

Tuan Adam menatap Brisa Fidden dengan tatapan tajam. Berhentilah menyebut nama Brisa Alen! Emangnya kenapa kalau aku tidak ingin kamu pergi? Sampai kapan pun juga aku tidak akan melepaskanmu!" tegas Tuan Adam.

Brisa makin dibuat kebingungan dengan kata-kata Tuan Adam. "Apa maksud pria serakah ini? Dia tidak ingin meninggalkan Brisa Alen, tapi dia juga tidak ingin melepaskanku?" batin Brisa makin dibuat geram.

"Jangan bicara yang tidak-tidak! Kamu tidak akan melepaskanku? Kamu akan mengurungku selamanya di mansion ini? Kamu pikir aku ingin menjadi pengganggu antara dirimu dengan Brisa kekasihmu itu?" sungut Brisa.

"Pengganggu? Siapa yang bilang aku akan menjadikanmu sebagai pengganggu?"

"Dasar playboy! Pria brengsek ini Ingin mempermainkan aku dengan Brisa?" gerutu Brisa dalam hati.

"Lalu maksudmu apa? Kamu tidak akan melepaskanku? Lalu bagaimana dengan Brisa Alen?" tanya Brisa.

Tuan Adam meraih kedua tangan Brisa Fidden, kemudian menggenggamnya dengan erat. "Tolong beri aku waktu. Aku akan menjadikanmu sebagai satu-satunya Brisa yang ada di hidupku. Aku akan segera menyelesaikan urusanku dengan Brisa," ungkap Tuan Adam.

Brisa benar-benar terkejut mendengar perkataan Tuan Adam. Wanita itu mengira, ia tak memiliki kedudukan apa pun di hadapan Tuan Adam. Brisa selalu merasa kalau dirinya bukanlah siapa-siapa.

"Ini tidak mungkin, kan? Tuan Adam akan memilihku? Tuan Adam lebih memilihku daripada kekasihnya itu?" batin Brisa merasa terkejut sekaligus terharu.

Tuan Adam mengecup punggung tangan Brisa dan mencoba meyakinkan wanita itu untuk tidak pergi meninggalkan dirinya. "Aku tidak akan pergi ke mana pun. Aku tidak akan meninggalkanmu. Kamu juga tidak akan pergi meninggalkanku, kan?" tanya Tuan Adam.

"Kamu mau menungguku, kan? Kamu mau memberiku waktu, kan? Aku akan segera menyelesaikannya dengan Brisa. Setelah itu, aku akan kembali padamu," ucap Tuan Adam.

"Kamu yakin kamu akan memilihku daripada kekasihmu itu?" tanya Brisa tak percaya. "Kamu yakin, kamu akan meninggalkan kekasihmu itu demi aku?"

"Aku sudah memilihmu, Brisa! Aku tidak akan melepaskanmu! Tolong beri aku waktu, ya?" pinta Tuan Adam.

Brisa terdiam sejenak. Ia benar-benar tak menyangka, kebersamaan mereka selama ini ternyata juga cukup berarti bagi Tuan Adam. Ia tak menyangka, perasaan yang ia simpan selama ini ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. "Kalau kamu memang ingin menyelesaikannya dengan Brisa Alen, aku akan memberimu kesempatan," ucap Brisa kemudian.

Brisa bukan wanita berpikiran kolot dan mencoba memberikan kesempatan bagi Tuan Adam untuk menyelesaikan masa lalunya dengan Brisa Alen. Wanita itu akan membiarkan Tuan Adam pergi dan membereskan semua urusan dengan Brisa Alen.

"Aku janji, aku akan segera mengurusnya secepat mungkin!"

Namun, meskipun Brisa memberikan izin, Brisa juga tidak serta-merta memberikan kebebasan bagi Tuan Adam. "Tapi aku tidak bisa menunggu selamanya. Jika kamu tidak juga kembali, aku akan pergi jauh dan menghilang dari hidupmu!"

"Kamu tenang saja, Brisa! Kamu bisa mempercayaiku. Aku tidak akan membuang-buang waktu," sahut Tuan Adam mencoba meyakinkan Brisa.

"Terima kasih sudah mau menungguku! Aku janji, aku tidak akan mengecewakanmu!" ucap Tuan Adam, kemudian melayangkan kecupan ke dahi Brisa.

****

Tuan Adam saat ini sudah berdiri di depan pintu masuk Mansion Lavender, yaitu mansion kedua yang ditempati oleh Brisa Alen. Sesuai janjinya pada Brisa Fidden, Tuan Adam akan segera mengakhiri hubungannya dengan Brisa Alen demi bisa bersama dengan Brisa Fidden.

"Kamu sudah datang?" tanya Brisa Alen sudah menanti kedatangan kekasihnya dengan senyum lebar. "Aku sudah menunggumu sejak tadi!" ucap Brisa Alen sembari berlari kecil menghampiri Tuan Adam.

Wanita itu melingkarkan tangannya ke lengan Tuan Adam dan bertingkah manja pada pria itu. "Maaf aku baru datang," sahut Tuan Adam.

"Tidak masalah. Aku tahu kamu sibuk," sahut Brisa Alen.

Meskipun Tuan Adam sangat kejam, tapi pria itu juga masih memiliki hati. Mendadak Tuan Adam merasa bersalah pada Brisa Alen, karena disaat wanita itu sedang menunggunya, Tuan Adam justru menyibukkan diri dengan menghabiskan waktu bersama wanita lain.

Tuan Adam nampak bingung bagaimana ia harus menjelaskannya pada Brisa Alen? Bagaimana ia bisa menyampaikan maksud Tuan Adam yang ingin mengakhiri hubungan dengan Brisa Alen? Tuan Adam tidak tega dan tidak ingin melihat Brisa Alen terluka. Bagaimanapun juga, wanita itu pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Hal ini pun membuat Tuan Adam menjadi murung dan tidak bersemangat selama ia mengunjungi Brisa Alen. Meski begitu, Tuan Adam masih berusaha untuk bersikap baik pada wanita itu dan menemani Brisa selama di mansion kedua.

"Apa yang sedang kamu lakukan? Memangnya kamu tidak bosan berada di dalam mansion terus?" tanya Tuan Adam berbasa-basi pada Brisa.

"Aku sangat bosan, karena itu aku ingin kamu ada di sini untuk menemaniku," timpal Brisa Alen. "Kamu mau menemani aku melukis?"

Tuan Adam pun menemani Brisa Alen melukis sembari berbincang ringan. Perbincangan yang mereka obrolkan pun juga cukup membosankan. Brisa Alen mulai merasakan ada hal yang berbeda dari Tuan Adam.

"Apa yang terjadi dengannya? Kenapa Adam terlihat tidak bersemangat?" batin Brisa Alen.

"Kamu terlihat lelah? Sepertinya pekerjaanmu sedang banyak, ya?" tanya Brisa Alen.

"Begitulah! Pekerjaan di kantor memang sedang menumpuk," ujar Tuan Adam.

"Kalau begitu, aku akan menemanimu istirahat," sahut Brisa Alen kemudian menarik Tuan Adam menuju ke kamar.

Brisa Alen membawa Tuan Adam ke ranjang, kemudian wanita itu bergelayut manja pada Tuan Adam. "Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang menyenangkan? Siapa tahu aku bisa menghiburmu dan membantumu menghilangkan rasa lelahmu," ujar Brisa Alen.

Melihat sikap Brisa Alen yang terlalu agresif pada Tuan Adam justru membuat pria itu merasa risih. Brisa Alen hanya ingin mengajak pria yang ia anggap sebagai kekasihnya itu untuk bermesraan, tapi sayangnya Tuan Adam tidak menunjukkan antusias sedikitpun dan bahkan menolak dirinya.

"Maaf, aku ingin pergi ke kamar mandi!" sahut Tuan Adam segera menjauh dari Brisa Alen.

Brisa Alen yang sudah bersiap membuka baju di atas ranjang, justru ditinggalkan begitu saja oleh Tuan Adam. Tentu saja hal ini pun membuat Brisa Alen merasa sedih dan kecewa. Sikap Tuan Adam, semakin lama semakin dingin padanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia menolakku?" gumam Brisa Alen kecewa.

****

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
jiah tamat pula

kk ku nantikan karya2 mu lagi yaa 😘😘😘
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
pasangan gila rupanya
setlah drama sekian lama akhirnya adam memilih brisa yg gila
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lanjutkan kk makin seru lhoo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lama sekali g up kk
apa kabr smoyn
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : pantes un folow rupanya
polo ulang deh mbk yuu
apa kabar di jogja
total 2 replies
Eka Sih
cerita nya menarik, beda dengan yang lain
Rina Christina
nggak jelas ini
Rose_Queen
apakah saat menikah, adam tidak melihat wajah bisa ?
jangan sampai dipikirnya ia menikahi kekasihnya
Rina Christina
Luar biasa
" sarmila"
mmpir lagi semngt
Haryanti Haryanti
kalo gk ada terusanya seenggaknya bilang gk sanggup nulis lagi
prasmiwari
seruu sih penuh dgn teka teki
Haryanti Haryanti
sekarang penulis pda mandeg di jln ada apakah
Ma Malikha
hayooo sapaniih
Rieta Natasyah
bodoh amat menjadi seorg wanita
Sri Wahyuti
Kecewa
Daniah
di tunggu kak upnya 🙏
suket teki
kok Lum update Thor, rindu loh
etna winartha
gila dah lho tuan adam salah mu sendiri
etna winartha
Luar biasaceritranta sadis
Ovi Malik
Thor kmn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!