NovelToon NovelToon
Ketulusan Untuk Saliya

Ketulusan Untuk Saliya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Spiritual / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Namaku Saliya, aku disukai seorang pria bernama Rizal, yang menurutku terlalu sempurna, aku sempat menolak saat ia mengajakku menjalin hubungan serius sampai ke jenjang pernikahan. Aku justru memilih mantan pacarku, tapi Rizal tidak menyerah hingga akhirnya kami menikah.
namun, kebahagiaan rumah tanggaku ternyata menyedihkan.
Ayo baca kisah ku di sini, ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cuti Kerja (TAMAT)

Cuti Kerja Selamanya (TAMAT)

“Ibu, Ayah mana?” tanya Ziddan sambil bergelayut manja di lenganku. Sementara aku tengah menunggu di teras rumah kami.

“Ayo! Kita tunggu, Ayah sebentar lagi sampai!”

“Assyik!” seru anakku membuat jantungku semakin sakit. Sakit bagai dihujani ribuan duri.

“Ziddan nanti yang sabar, ya, kalau lihat Ayah?” nasihatku pada anakku.

“Iya!” jawab Ziddan penuh semangat dan wajah berbinar ceria.

Aku akan memilih memberikan kenangan terindah untuk diriku sendiri dan menguatkan anakku agar ia tidak begitu kehilangan ayahnya nanti.

Rizal bilang tadi pagi, kalau dia Cuma mau pergi sebentar karena cuma mau ambil cuti, dan nanti balik lagi. Semua yang dia katakan benar, dia cuma sebentar untuk menghantarkan nyawanya di tengah jalan. Sementara malaikat maut sudah menunggunya.

Dia bilang akan kembali lagi setelah ambil cuti. Nyatanya yang kembali hanya jasad dan namanya, tapi cuti kerja untuk selamanya.

Dicegah seperti apa pun tidak bisa karena sudah tertulis dalam takdirnya, bagaimana kematian dan waktu saat nyawanya akan terlepas dari raga.

Setelah ucapanku selesai, bertepatan dengan suara sirine mobil jenazah yang terdengar semakin lama semakin dekat. Tubuh dan hatiku tidak merespon dengan baik, padahal wajahku sudah sukses berpura-pura tegar.

Beberapa kerabatku datang hampir bersamaan, tapi ada juga yang sudah datang lebih dulu dan menghiburku. Mereka tahu dari ibuku dan Bude yang telah mengabarkan kematian suamiku pada semuanya. Saat rumahku ramai, para tetangga pun bertanya-tanya, lalu semua kerabatku pun mengabarkan pula pada mereka. Alhasil, rumahku sudah dipenuhi banyak orang yang datang melayat padahal jenazahnya saja belum tiba.

Aku tidak mengbarkan pada tetangga dan para kerabat dari ibu dan bapak, atau keluarga mertua, karena aku masih belum yakin kalau suamiku benar-benar pergi meninggalkan kami semua.

Bahkan, saat mobil ambulan tiba di depan mata pun dalam benakku masih merasakan denail, menolak kenyataan yang ada.

Aku berdiri mematung melihat mobil ambulans yang sudah berhenti sirinenya, pertama bude dan pakde turun setelah pintu ambulan terbuka, lalu petugas medis di sana pun turun, kulihat peti mati berwarna coklat berada di dalamnya.

“Tidak! Itu bukan kamu, kan, sayang? Kamu belum pergi, kan? Ya Tuhan! Kuharap ambulans itu salah orang!”

Petugas menurunkan peti mati, tiba-tiba air mata yang sedari tadi ku tahan, meluncur juga walau belum kulihat isinya.

“Ibu?” kata Ziddan yang berada dalam gendonganku. Anak itu tak mau lepas begitu aku keluar dari kamar setelah menangis tadi. Aku pikir aku akan kuat, nyatanya tidak. Aku masih wanita lemah yang dulu.

Kumenghapus air mata dan menoleh, lalu tersenyum padanya. Aku cium keningnya.

“Itu, Ayah pulang, Sayang!”

“Ayah pulang? Mana Ayah? Kok, nggak ada, Bu?” tanya anakku itu seraya celingukan, membuat hatiku tersayat dengan sayatan kecil-kecil hingga hancur tak berbentuk lagi. Sakit.

Aku membiarkan Ziddan terus bertanya, aku juga punya pertanyaan yang sama. Yang tidak ada adalah raga Rizal yang bernyawa, yang selalu membantuku setiap pagi bila ia libur bekerja. Namun, semua itu tak akan aku rasakan lagi darinya.

Semua kerabat yang ada didekatku saling menenangkan, memberikan semua ucapan positif dan memotivasi. Mengusap punggung, lengan dan bahuku dengan tulus dan penuh kasih sayang.

“Yang sabar, ya, Sal!”

“Kamu yang kuat, ya, Sal!”

“Sal, dia orang yang baik, orang baik biasanya di sayang Allah. Dia pergi dalam perjalanan berangkat bekerja menunaikan kewajibannya, mencari rezeki untuk anak istri, jadi, termasuk syahid kecil!”

“Dia tampan luar dalam, hati dan fisiknya semua baik, tutur katanya pun baik, kami tidak pernah melihat kejelekan darinya selama ini!”

“Dia sudah meninggalkan anak sebagai kenang-kenangan terindah, jaga dia, yang kuat di hadapannya, karena Ziddan lebih membutuhkan dirimu dari pada dunia dan seisinya!”

Peti jenazah sudah di turunkan dan dibawa oleh orang-orang ke dalam rumah. Ambulans pun sudah pergi, setelah mereka menceritakan kronologi kejadian bagaimana Rizal pergi.

Menurut polisi dan saksi yang ikut datang tadi, mereka menjelaskan bahwa, motor suamiku telah di tabrak oleh sebuah mobil dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi, karena diduga pengendara tidak stabil dalam menjalankannya. Rizal terpental sejauh beberapa meter dari motornya dan ia berada di tengah jalanan yang kebetulan sepi, hingga mudah bagi penabraknya untuk melarikan diri.

Rizal diselamatkan oleh warga yang langsung melapor pada kepolisian setempat, beberapa menit setelah kejadian. Kemudian, mereka membawanya ke rumah sakit umum Daerah dengan ambulans. Dia terluka di bagian perutnya. Sementara motornya ringsek parah dan di bawa ke kantor polisi sebagai barang bukti.

Semua barang bawaannya, seperti tas, laptop, handpone, dompet dan semua isinya utuh, saat diserahkan polisi padaku. Aku menerimanya dengan tangan gemetar. Kalau bisa, aku ingin berteriak saat itu juga untuk menolaknya. Menolak karena semuanya bukan milik Rizal.

Namun, pada akhirnya aku harus melihat kenyataan yang lebih pahit, saat penutup peti di buka dan memperlihatkan wajah suamiku di sana. Wajah yang aku rindukan saat ini dan nanti, wajah yang kuharap menunjukkan senyum hangat, tapi justru datang sudah tak bisa tersenyum lagi.

Ya Allah, bagaimana bisa dia yang terbujur di sana, dengan balutan kain kafan putih yang menutupi seluruh tubuhnya?

“Sayang! Bangun! Kumohon, bangun sekarang juga! Ziddan menunggumu dari pagi. Sekarang sudah siang, kita mau makan siang bareng, kan? Jadi, ayolah! Bangun! Kamu pikir bisa pergi begitu saja? Tidak!”

Hanya hatiku yang mengajaknya bicara, tidak ada yang bisa mendengar kecuali diriku saja.

“Ayah! Itu, Ayah, Bu! Kenapa ayah di tutup? Kenapa Ayah tidur di situ?” Ziddan memaksa turun dari gendonganku, dan ia berteriak di sisi peti mati itu.

“Ayah! Ayah bangun!” katanya, lalu naluri Fitroh sebagai anak pun muncul seketika. Ia menangis dan kembali menoleh padaku, meminta jawaban mengapa ayahnya dalam kondisi demikian.

Aku lagi-lagi tersenyum, melihat wajah teduh suamiku yang begitu manis di dalam peti mati itu. Seolah dia berpesan padaku.

“Saliya, semua akan baik-baik saja! Jangan bilang ini tidak adil, karena semua yang kamu rasakan sekarang adalah cara-Nya menunjukkan kasih sayang, dalam ujian rumah tangga kita! Aku titip Ziddan, ya! Sabarlah, kita pasti akan ketemu lagi nanti! Maaf ... aku pergi!”

Aku peluk Ziddan yang menangis, ia seolah tahu bahwa terjadi sesuatu pada ayahnya itu dan tidak akan bertemu lagi.

“Biarkan Ayah pergi, Ayah memang maunya seperti ini!” aku menghibur anakku sekuat hati.

“Pergi ke mana?”

“Bertemu sama Allah, di surga!”

“Kita ke sana juga, yuk, Bu!”

Ya Allah, kuatkan hatiku, aku tidak ingin mengeluarkan air mataku di sini!

“Nanti kita susul Ayah, kalau sudah tiba waktunya kita berangkat!”

“Kapan?”

“Ibu nggak tahu, Sayang!”

Ziddan diam dan tidak bertanya tentang ayahnya lagi, ia terus menatap peti jenazah bergantian dengan menatap wajahku.

“Ibu, nangis?”

Aku hanya menggelengkan kepala dan tersenyum padanya. Aku ingin memberikan kenangan termanis untuk anakku dan diriku sendiri, seperti inilah caraku melepaskannya pergi.

Siapa bilang aku kuat karena tidak menangis?

Aku tidak sekuat itu, tapi aku harus memperlihatkan padanya dan pada semua orang bahwa, aku kuat! Dan keputusanku adalah, terlihat tegar sampai Rizal diantar ke tempat terakhirnya, tempatnya menunggu hari kebangkitan kelak. Dan aku menyaksikan semuanya sampai di kuburan dan jasadnya tertutup tanah.

Ibu dan semua kerabat yang perempuan, memelukku satu persatu sambil menangis, aku tidak bisa mencegah sikap mereka itu.

Namun, ada yang lebih parah, saat ibu mertuaku tiba, satu jam kemudian, sedangkan jenazah anaknya sudah di kuburkan. Wanita itu menangis jauh lebih keras dari semua orang. Dia berteriak padaku sambil memelukku tak terkendali. Bahkan memukul-mukul dadanya sendiri.

Aku tahu, sakit memang di tinggalkan pergi seseorang yang sangat berarti. Apalagi kalau orang itu adalah suami, ibu mertuaku telah kehilangan suaminya beberapa tahun yang lalu, dia pasti tahu dengan apa yang aku rasakan sekarang.

“Terima kasih, Bu, sudah datang!” kataku, pasti ibuku juga tahu rasanya hatiku saat ini, kami bertiga mengalami nasib yang nyaris sama, kehilangan suami tercinta.

Bagaimana bisa baik-baik saja setelah kepergian suami tercinta?

Semua tidak mudah dalam menghadapinya, entah kapan aku bisa kembali seperti sedia kala, entah butuh waktu berapa lama untuk hatiku kembali tertata ... setelah hancur dan tersayat dengan darah di mana-mana.

Semua punya kenangan manis bersama Rizal, aku, ibu dan mertuaku, kenangan indah, manis dan bahagia, tapi sekali lagi, tidak ada yang sempurna.

TAMAT

Terima kasih telah membaca, terima kasih juga buat sepupuku yang sudah menjadi inspirasi dalam cerita ini. Maaf aku nggak bisa ungkapin kisah kamu semuanya ... Nggak ada dalam cerita ini bagaimana kamu menghadapi kematian ibumu karena virus vorona ... tidak ada di sini cerita tentang anakmu yang memiliki keistimewaan luar biasa, di balik ketidak sempurnaannya. Karena kalau aku ceritakan semua itu, bakalan aku nangis waktu nulisnya. Makanya aku sampai Hiatus lama, padahal aku cuma nulis, tapi nggak kuat ngerasain sedihnya.

Sekali lagi terima kasih buat semua pembaca yang sudah kasih dukungan buat ceritaku kali ini, kalian semua hebat, kalian semua begitu berarti! 👍🙏❤️

Jangan lupa baca ceritaku yang lainnya, ya! 😊😊😊

Salam hangat dariku, El Geisya Tin!

❤️❤️❤️❤️

1
luxius
bagus luar biasa
El_Tien
😭😭😭😭😭😭😭😭
El_Tien
iya bener aku setuju
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ALLAH tau kemampuan hambaNYA. sesakit apapun itu, harus tetap kuat bertahan hingga waktu kita berakhir. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 3 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
innalillahi.... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ziddan anak yg pintar.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baguslah rizky sudah berubah. semoga rizal & saliya akur2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga rizal kembali dengan selamat berkumpul dengan saliya & anaknya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wow ada nama mantan di hape?? apalagi calling,mau ngapaim tuh
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
El_Tien
udah aku revisi
Dede01
cerita yang bagus semoga sukses
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa harus begitu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
zidan koq kampungan sih? Annisa aneh ih.
El_Tien: eh, itu Ilmara, salah tulis nama 👉😊😔
total 1 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ini bu ibu yaaa... bukannya nasehatin yg bagus2 aja, malah bikin saliya khawatir dengan suaminya selingkuh. kacau ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nariya unik, saliya baik, siapa nama anak saliya?
Elmimar02
cerita yang menarik ayo buruan baca
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Pipitz👻ᴸᴷ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bahagia liat dirimu kenapa mantan ya
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga anak saliya sehat2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: alhamdulillah
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naria komentarnya memang aneh ya. bukannya kasih selamat, malah begitu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁😁anu banget
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pasti rizal ikut menyaksikan saliya melahirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!