Belasan tahun terpisahkan dari sang ayah biologis, kini Kagami Rui telah kembali dan menemukan keluarganya kembali.
Saatnya memimpin Doragonshadou, sebuah yakuza legendaris yang selama ini dipimpin oleh sang ayah!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan Mematikan Rui
Hadess terlihat semakin tak sabaran dan ingin segera menikmati tubuh Rui malam ini. Hingga akhirnya dengan sangat kasar Hadess mulai menarik tangan Rui dan segera menggiringnya ke dalam sebuah kamar.
Rui hanya menurut dan tidak melawan sama sekali. Karena saat ini Rui juga masih sedikit mengulur waktu agar keempat pria yang lainnya sudah lengah karena bercinta dengan gadis pilihannya masing-masing. Dan disaat itulah Rui akan mulai menyerang mereka.
Bukan hanya menggunakan kekuatan otot saja, namun kali ini Rui juga memadankannya dengan rencana liciknya, agar keempat pria itu bisa lebih mudah dan lebih cepat untuk dikalahkan.
"Apa mau aku siapkan red wine, Tuan?" tanya Rui menawari dengan nada bicara yang sedikit lebih berbeda dari biasanya. Terdengar lebih lembut dan hangat.
"Hhm? Boleh!" jawab Hadess tersenyum nakal menatap Rui sambil duduk bersandar di atas pembaringannya.
Rui mulai menuangkan red wine itu ke dalam sebuah gelas. Tak lupa diam-diam Rui juga mencampurkan sebuah serbuk obat ke dalam minuman berwarna merah pekat itu tanpa sepengetahuan Hadess.
"Silakan, Tuan." ucap Rui mulai memberikan segelas red wine itu untuk Hadess.
Namun dengan cepat Hadess malah meraih pinggang ramping Rui dan mendekatkannya padanya. Sepasang matanya seakan tersenyum licik menatap Rui. Lalu Hadess mulai meraih tangan Rui yang sedang membawakan segelas red wine itu lalu meneguknya. Pandangannya juga seakan tak mau terlepas dari wajah ayu Rui.
BRAKK ...
Usai menghabiskan minuman berwarna merah pekat itu, Hadess meletakkan kembali gelas itu dengan cukup keras di atas meja. Perlahan Hadess mulai memiringkan wajahnya dan mendekatkannya pada Rui dengan senyuman nakalnya.
"Malam ini akan aku mengajari kamu cara menikmati hidup, Sayang. Kamu pasti akan menyukainya." ucap Hadees setengah berbisik dan sengaja mengatakannya di dekat telinga Rui.
Rui yang agak merasa risih, sedikit mengangkat bahunya karena merasa aneh. Hadess segera mendorong tubuh Rui dan membaringkannya di atas pembaringan.
Kini Hadeea mulai melepaskan sabuk pinggangnya karena berniat untuk segera menuntaskan keinginannya dan menyalurkan hasraatnya dengan Rui. Hingga kini akhirnya Hadess hanya mengenakan sebuah celana santai pendek berwarna hitam.
Perlahan Hadess mulai mendekati Rui yang sudah kembali terduduk di atas pembaringan dan berusaha untuk segera menikmati tubuh Rui.
"Aku penasaran sekali dengan apa yang tak terlihat itu. Aku sudah cukup lama tak menikmati yang masih asli." ucap Hadess menatap bagian dada Rui. "Ayo! Aku bantu melepaskan pakaianmu, Sayang ..." ucap Hadess kembali mendekati telinga Ru dan membuat Rui sedikit memalingkan wajahnya.
Mengapa lama sekalu obat itu bereaksi?!
Batin Rui kesal.
Disaat Hadess ingin mencium leher jenjang Rui yang begitu menggodanya, tiba-tiba saja pandangan Hadess menjadi sedikit berbayang.
Hadess mulai melepaskan Rui dan duduk dengan tegap. Dia memegangi kepalanya yang seakan-akan menjadi berputar-putar dan sedikit pusing.
"Arghh!! Sialan!! Apa yang sudah kamu masukkan ke dalam minumanku?! Dan sebenarnya siapa kamu?!!!" tandas Hadess mulai mencurigai Rui.
Disaat Hadeea sudah menjadi sedikit lengah dan tidak berdaya, kini Rui mulai bergerak. Dengan cepat Rui segera berguling dan mendarat di belakang Hadess. Lalu Rui mulai mengalungkan sebuah slayer pada leher Hadess.
Dengan cepat Rui segera menariknya dengan cukup kuat. Namun rupanya Hadess masih bisa menghentikan semua itu dengan baik. Hadess menarik slayer itu hingga sobek begitu saja.
Lalu Hadess mulai melayangkan siku kanannya ke belakang dan hampir saja mengenai Rui. Namun Rui malah menggunakan kesempatan itu untuk menarik tangan Hadess dan sedikit memplintirnya hingga terdengar sebuah bunyi retakan tulang.
KRAAKKK ...
"Argghh, Jaalang sialan!! Siapa kau sebenarnya?" pekik Hadess mengerang kesakitan.
"Aku adalah malaikat mautmu!! Malam ini matilah kamu, Hadess!! Hiaatthh ..." Rui mulai melayangkan sebuah pisau lipat milik Hadess dan menggunakannya untuk menikam perut Hadess
JLEBB ...
"Aargghh ..." pekik Hadess sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya.
Kini Rui mulai membersihkan jejaknya di dalam kamar ini agar pergerakannya juga tak dikerahui oleh siapapun. Setelah memastikan semuanya sudah beres, kini Rui mulai mendatangi sebuah kamar.
Rupanya di dalam ada Yoichi yang sedang bercumbu dengan seorang gadis tanpa sehelai benangpun. Dan nampaknya mereka berdua sudah begitu terbuai akan kenikmatan surga dunia itu hingga tak menyadari kehadiran dari Rui di kamar itu.
Dan tentu saha itu malah semakin mempermudah pergerakan dari Rui dan menguntungkan Rui. Dengan cekatan Rui segera membereskan Yoichi begitu saja. Rui menjambak Yoichi dan langsung saja menghempaskan tubuh Yoichi hingga menabrak dinding.
Sebuah tendangan maut mulai Rui layangkan dan mengenai pembiluh darah pada leher Yoichi hingga pecah.
"Jika masih ingin selamat dan tetap hidup, makasegera tinggalkan tempat ini!! Jangan pernah berkata apapun tentangku kepada siapapun atau nyawamu juga akan melayang seperti pemuda ini!!" ucap Rui menandaskan dengan tegas sambil menatap tajam gadis yang masih terduduk di atas pembaringan dan bersembunyi dibaik sebuah selimut.
"Ba-baik ... ak-aku tak akan pernah mengatakan tentang kamu kepada siapapun ... asal jangan membunuhku ..." ucap wanita itu ketakutan melihat Rui.
Bahkan tubuhnya juga bergetar saking ketakutannya.
Kini Rui mulai meninggalkan kamar itu dan segera mengendap-endap untuk memasuki kamar lainnya lagi. Kali ini dia memasuki kamar Mario begitu saja dengan berani. Dan rupanya Mario sedang asik memainkan sebuah gaya aneh bersama seorang wanita penghibur.
"Kau ... mengapa masuk kemari begitu saja?" tanya Mario keheranan menatap Rui yang sudah memasang ekspresi ketakutan.
Kali ini Rui akan sedikit mengelabuhi pria hidung belang itu dengan sedikit dramanya, karena keberadaannya sudah kepergok oleh pria itu.
"Aku hanya merasa sedikit kesepian. Hadess malah meninggalkanku tidur begitu saja. Padahal dia sama sekali belum menyentuhku ... jujur sekali aku sedikit kecewa malam ini." ucap Rui berakting.
"Apa?! Dasar Hadess bodoh!! Dia yang memilih sendiri nanun dia yang mencampakkannya sendiri sebelum disentuh! Dia menyia-nyiakan seorang peraawan sepertimu. Terkadang dia sangat gila dan bodoh." gerutu Mario dengan mudahnya mempercayai ucapan dari Rui.
"Baiklah!! Bagaimana jika kita bermain bersama saja? Kemarilah dan kita bersenang-senang bersama, Sayang ..." imbuh Mario seakan mendapatkan sebuah durian runtuk karena mendapatkan 2 wanita sekaligus malam ini.
Sebuah senyuman miring kini mulai menghiasi wajah Rui, dan Rui juga mulai melenggang unruk mendekati pembaringan yang berukuran king itu.
"Kemarilah, Sayang ... dan bergegaslah ..." ucap Mario tersenyum penuh binar dan tak semakin tak sabar untuk menyambut Rui.
Disaat Mario berniat untuk mendekati Rui dan menciumnya, dengan cepat Rui menghunuskan sebuah pisau yang sudah dia sembunyikan di belakang tubuhnya sejak awal dia memasuki kamar ini.
Dan lagi-lagi pisau itu adalah milik mereka! Sedangkan Rui melakukan semua itu dengan memakai sepasang hand gloves agar tak meninggalkan sedik jari dimanapun.