NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakila

Tasya Fitra Shakilah Haris, gadis cantik bertubuh mungil itu menjadi korban keegoisan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya, walaupun menolak berkali-kali Tasya akan tetap dijodohkan dengan pria yang memiliki umur jauh lebih tua darinya bahkan ia tidak mengenalinya dan tidak pernah memikirkan akan berjodoh dengan pria yang di anggapnya tua itu, namun karena suatu kejadian akhirnya Tasya menerima perjodohan itu dengan penuh keterpaksaan.

Akankah pernikahan mereka akan menimbulkan cinta?

Yukk baca kisah Tasya selanjutnya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah baru

"Maafkan Papa. Papa melakukan hal itu karena ada alasannya, kau akan tahu nanti." Kinaya menyendokan makanan untuk anak bungsunya itu lalu berlalu mengambil stok obat yang berada di ruang keluarga, sebelumnya ia menyuruh Bi Una untuk memanggil Rey agar ikut makan malam.

Tasya hendak memasukan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya namun aktifitas tersebut terhenti tak kala ia melihat Rey yang melangkah masuk ke dapur dan hendak mendudukan tubuhnya di kursi meja makan.

Drekk, Tasya meletakan sendoknya dengan kasar lalu ia beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya dengan gontai meninggalkan dapur.

"Non, nona belum makan." ucap Bi Una yang jalan dengan tergogopoh-gopoh mengejar Tasya yang sudah melangkah jauh. Tasya menghentikan langkahnya dan memutar kepalanya.

"Aku sudah tidak napsu makan lagi Bi. Aku mau kembali ke kamar saja." ucapnya sesaat setelah menatap Rey dengan tatapan penuh kebencian begitu juga dengan Rey yang menatapnya dingin.

"Ta-tapi Non--."

"Selamat malam Bi." ucap Tasya lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.

***

Di kamar, Tasya menutup pintunya dengan keras lalu menguncinya, ia ingin sendiri, ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun termasuk mamanya sendiri, saat ini ia hanya ingin sendiri memendam rasa sakitnya yang tidak bisa di rasakan orang lain. Tamparan papanya masih membekas di pipih putihnya, sungguh itu kali pertama om Haris menamparnya selama 21 tahun ia hidup di dunia ini, tasnya mengusap pipinya dengan gusar lalu menyandarkan tubuhnya di pintu tersebut.

"Aku belum bisa menerimanya." ucapnya lirih. Lalu ia melangkah menuju meja sofa di mana ponsel yang sudah seharian ia tidak membukanya tergeletak di sana.

Tasya terperanjat sesaat setelah melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan masuk. Tasya membuka satu persatu pesan tersebut, seketika air matanya terjatuh saat melihat satu pesan masuk yang di kirim secara berunut yang membuat hatinya begitu terluka.

"Kenapa tidak menjawab telponku? apa kau sudah menemukan orang yang lebih baik dariku? atau kau sudah menjadi wanita simpanan pria tidak tahu diri itu?"

"Aku menelponmu bukan karena hal lain, aku hanya ingin mengatakan jika aku ingin mengakhiri hubungan kita."

"Aku rasa kita sudah tidak cocok lagi, kau sudah banyak berubah."

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa dan jangan menghubungi dan berhubungan dengan keluargaku lagi!"

Jantung Tasya mendadak berhenti, tubuhnya seakan tak di aliri darah lagi, kepalanya masih mencerna isi pesan dari seseorang yang sudah beberapa hari ini memenuhi pikirannya, ia sangat merindukan pria itu, tapi kenapa? kenapa rindunya bukan terobati malah menjadi sebuah kekecewaan baginya, kenapa dunia begitu kejam?.

Tasya menghapus air matanya yang jatuh dengan jarang, ia segera menghubungi Ryo namun ponselnya tidak aktif, Tasya masih belum menyerah ia mengulangi hingga berkali-kali namun tetap sama. Tasya memutar otaknya mencoba menghubungi seseorang. Dalam deringan ke empat terdengar suara wanita dari seberang sana.

"Hallo Din." sapa Tasya.

"Kak Tasya, ada apa?" tanya Dina sedikit kebingungan, pasalnya baru kali ini Tasya menghubunginya setelah beberapa minggu yang lalu mereka bertukar nomor ponsel

"Mm, Din apa kak Ryo ada? aku sudah menghubunginya berkali-kali tapi ponselnya tidak aktif."

Seketika suasana menjadi hening, tidak ada jawaban dari Dina.

"Din, kau mendengar suaraku?" tanya Tasya memastikan

"Eh, iya kak. Apa kakak tidak tahu?"

"Tahu soal apa?" Tasya mengerutkan dahinya bingung.

"Apa kak Ryo tidak memberitahu kakak jika kak Ryo akan melanjutkan studynya ke Amerika?"

Bagai tersambar petir di siang bolong, tubuh Tasya menjadi kaku. Masalah apa lagi ini? batinnya.

"Ti-tidak. Di mana kak Ryo sekarang Din?"

"Kak Ryo sudah berangkat ke Amerika tadi pagi kak."

Seketika tubuh Tasya merosot ke lantai, ponsel yang di gengamnya tadi terjatuh membentur lantai. Air mata yang sebelumnya masih bisa ia tahan kini membanjiri wajahnya.

"Kak, apa kakak baik-baik saja?" terdengar suara Dina yang menjadi begitu khawatir saat ia mendengar suara isakan Tasya. Tasya meraih ponselnya dan memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak lalu meletakan ke sembarang arah.

"Ya Allah, kenapa cobaanmu begitu berat" ucapnya lirih, Tasya menangis dengan sejadi-jadinya, ia menoleh ke atas meja di mana nampan berisi buah-buahan tergeletak di sana. Bibir Tasya mengembang sempurna tak kala ia melihat pisau yang juga tergeletak di antara buah-buahan tersebut.

Pikiran Tasya menjadi kosong, ia beranjak berdiri lalu meraih pisau tersebut, dan mengarahkannya di pergelangan tangannya di mana urat nadinya berada. Sesaat kemudian nampak darah mengalir dari pergelangan tangannya hingga ikut mengotori lantai, semakin lama mata Tasya menjadi layu, pandangannya mulai buram, tak lama kemudian tubuhnya tergeletak di lantai dan matanya sudah terpejam dengan sempurna.

***

"Syaa setelah makan, minum obat dulu ya." ucap Kinaya yang baru memasuki dapur dengan beberapa tablet obat di tangannya.

"Eh, Tasya mana Bi?" tanyanya sesaat setelah menyadari anaknya tidak ada di sana.

"Ta-tadi nona Tasya tidak jadi makan Nyonya." Bi Una memandang Rey sejenak kemudian kembali menatap majikannya itu.

"Astagaa anak itu. Apa Tasya kembali ke kamarnya?"

"Sepertinya begitu Nyonya." jawab Bi Una. Kinaya hendak pergi menuju kamar anaknya itu namun terurungkan karena melihat Rey yang tenga menyantap makanannya. Kinaya mendudukan tubuhnya di kursi tepat di depan menantunya itu.

"Nak Rey, maafkan Tasya ya. Tasya masih sangat muda dan dia masih bersifat kekanak-kanakan." ucap Kinaya merasa tidak enak hati.

Rey meletakan sendoknya di atas piring kemudian ia menatap mertuanya tersebut.

"Tidak perlu minta maaf Tante. Rey bisa mengatasinya."

"Tante harap begitu, tante harap kau bisa memakluminya."

"Iya tante."

"Makasih ya. Tante mau menemui Tasya dulu." Kinaya beranjak berdiri sesaat setelah mendapat anggukan dari Rey. Lalu ia berlalu pergi menuju kamar anak bungsunya itu.

Rey menghela napas panjang setelah mertuanya itu benar-benar sudah meninggalkan dapur. Sebenarnya Rey juga belum siap menerima pernikahan ini tapi demi papanya ia mencoba membuka hatinya untuk menerima pernikahan yang sudah dituliskan Tuhan dalam scenario hidupnya. Walau belum seutuhnya menerima pernikahan itu tapi setidaknya ia akan belajar walaupun berat baginya. Entah ia bisa mencintai wanita itu atau tidak karena saat ini hatinya masih miliki Sasya seutuhnya. Rey beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya menuju balkon.

Di balkon, Rey mengambil ponselnya hendak menelpon seseorang namun suara Kinaya yang mememanggil-manggil namanya dan juga Haris dengan keras membuatnya mengurungkan niatnya, ia segera berlari menuju asal suara mertuanya tersebut yang ternyata berada di depan pintu kamar Tasya.

"Ada apa tante?" tanya Rey dengan napas yang tersengal-sengal.

"Ada apa Ma?" tanya Haris dengan wajah yang terlihat khawatir tak kala ia melihat istrinya itu sudah berderai air mata.

"Pi-pintu kamar Tasya terkunci dari dalam Pa. Aku takut terjadi apa-apa dengan Tasya, Mama sudah mencoba memanggilnya tapi tidak ada sahutan dari dalam." tutur Kinaya, seketika Rey membulatkan matanya dengan sempurna, ia sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Tasya, namun ia membuang pikiran buruknya tersebut dengan mencoba berpikiran positif.

"Mungkin Tasya sedang berada di kamar mandi tante." ucap Rey menenangkan mertuanya itu.

"Tasya tidak pernah mengunci pintu kamarnya, sekalipun ia tidur." teriakan Kinaya semakin membuat Rey membenarkan pemikirannya sendiri.

"Syaa." Haris memutar-mutar handle pintu mencoba membukanya sambil memanggil-manggil anaknya itu, namun rasanya percuma saja.

"Om, apa sebaiknya kita dobrak saja pintunya." pinta Rey, seketika Kinaya dan Haris mengiyakan. Dengan segera Rey mendobrak pintu tersebut di bantu oleh Haris, dalam dobrakan ke empat pintu tersebut terbuka dengan sempurna.

.

.

.

.

.

Happy Reading ❤️

1
Haila Bsisb
./Good/
Haila Bsisb
maaf aku masik baca terus jadi belum kasih like
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Haila Bsisb
maaf Bari kasih like
Eni Fatar
ceritanya bagus cuma kelamaan thor
Andi Bahraeni
Luar biasa
Yustina Ina
ini cwe krjaan nya nyusahin mlu munafik
Anak Lanang
sasya yg meninggal kaka y tasya kemungkinan pacar y rey ....
Anak Lanang
mantan y rey..
Ayie Banjar
jangan² nisa cew yg dicari sama adx nya rey..
Rosmina Sumang
tdk sholat subuh tasya
reddy
dihh kase tnggal anj
Pariyah Iyah
peran si Tasya tidak mencerminkan istri Sholehah,,merengkel,,egois,, tutur katanya pun terhadap suami kurang sopan..
Detti Siregar
Luar biasa
Detti Siregar
Kren tor
Nur Afifah Syafira
sopir rey adam author..bukan pak khomar. pak khomar dibandung supir papa haris.
Nha Hegi
sorry thor boring bacanya. aq keluarya.
sukses selalu buat othor nya
Nha Hegi
dititik ini sepertinya sudah mulai bosan.
Suhaida Ghani
bestnya ceritanya
Diandra Dhi
Biasa
Eka Zainal
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!