“A-aku suka padamu, Rel-Rela!” Haikal, anak remaja laki-laki culun tengah mengungkapkan perasaan cintanya pada seorang gadis yang paling cantik di kelasnya, di sudut sekolah saat jam istirahat.
Gadis cantik berambut panjang itu mengernyit, dengan kasar mendorong Haikal, kemudian berlari pergi.
Setelah kejadian itu, mereka tidak pernah lagi bertemu. Hingga gadis cantik itu tiba-tiba menangis meraung sejadi-jadinya di hadapan Haikal.
“Apa kau masih mencintaiku? Jika masih ayo kita menikah!”
Cup! Rella langsung memagut bibir Haikal dengan rakus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Teman di Restoran
“Haikal!” Dua orang itu langsung berjalan mendekat ke arah Rella dan Haikal.
“Hai, apa kabar kalian berdua?” sapa sang pria tersenyum hangat, lalu mengulurkan tangan pada Haikal dan Rella.
“Alhamduillah, kami baik,” sahut Haikal, sedangkan Rella tampak canggung dan tegang.
“Oh, ya, kenalin ini istri dan anakku.” Pria itu tersenyum, memperkenalkan seorang wanita ber-dress panjang dengan hijab yang senada sedang memakai penggendong anak, anaknya tampak tengah tertidur pulas.
Wanita berhijab itu tersenyum, mengatupkan kedua tangannya pada Rella dan Haikal.
“Selamat ya Rella, Haikal, atas pernikahan kalian. Maaf aku nggak bisa hadir, waktu itu istriku baru saja melahirkan, tidak bisa di tinggal.” Pria itu menjelaskan alasannya tidak hadir.
“Tidak apa-apa Kak Khalil, hadiahnya sampai kok,” jawab Haikal tersenyum.
“Hahaha. Semoga kamu suka ya,” sahutnya lagi tertawa.
“Tentu saja Kak.”
“Ah, kalau begitu, kami permisi dulu, nanti kita berbincang-bincang lagi!” Pria yang dipanggil Khalil itu menepuk pundak Haikal.
“Permisi Rella,” ujarnya, begitu pula istrinya mengangguk sopan pada Rella dan Haikal saat pergi ke meja mereka.
“Ayo, makan Sayang,” ucap Haikal pada Rella. Dia tahu, jika istrinya itu kini sedang canggung karena berjumpa dengan Khalil.
“Iya.”
Beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat Rella dan Haikal masih SMP.
“Ciiiee, di tembak Culun, nih!” Beberapa orang mengejek-ngejek Rella yang tengah berjalan. Bukan hanya murid wanita, tetapi juga murid pria.
Rella menemui Andi di kantin belakang, dia menarik kerah baju Andi kasar.
“Kamu 'kan yang nyebarin ini semua?”
“Eh, kok datang, langsung marah-marah sih Cantik, mari kita omongin baik-baik dulu! Ada apa ini?” jawab Andi santai sambil tersenyum.
“Jangan kebanyakan gaya deh! Kamu 'kan yang nyebarin di sekolah, si culun nembak aku?” geram Rella.
“Bukan kok, banyak yang denger selain aku, kenapa kamu sewot dan nuduh aku? Apa sebenarnya kamu berharap ... aku yang nembak dan ngejar-ngejar kamu, ya?” kata Andi terkekeh di ujung kalimat.
Ck! Rella berdecih dan melepaskan cengkraman nya yang ada di kerah baju Andi.
“Sialaaaan!” gerutu Rella dan menendang sepatu Andi, kemudian berlalu pergi. Andi yang melihat Rella pergi dengan marah semakin tertawa keras bersama teman-temannya.
Rella langsung menuju ruangan OSIS. Mengetuk pintu ruangan itu.
Toktoktok! “Permisi, saya Rella. Apa saya boleh masuk?”
Ceklek! Pintu di buka.
Di dalam ruangan ada dua murid pria, mereka adalah Ketua dan Wakil ketua OSIS serta bendahara nya murid wanita, tengah duduk di meja rapat, sedangkan yang membuka pintu tadi adalah sekretaris OSIS.
“Oh, lagi rapat ya? Maaf jika saya mengganggu.”
“Tidak kok, ini sudah selesai, ada apa Rella?” tanya ketua OSIS.
“Ada hal yang ingin aku bicarakan berdua dengan ketua OSIS,” jawab Rella.
Ketua OSIS itu mengangguk. “Baiklah, tunggu aku di taman samping ya, aku akan segera menyusul setelah ini,” katanya.
“Baiklah, kalau begitu aku permisi, aku akan menunggu di taman samping sekarang,” pamit Rella dan ketua OSIS menganggukkan kepalanya.
Ketua OSIS menyudahi rapat kecilnya dengan anggota inti, sebenarnya tadi memang sudah siap, hanya tinggal memastikan. “Masih ada yang kita bahas atau diragukan?" tanyanya lagi menatap anggota inti.
“Kalau saat ini, dari saya sudah tidak ada lagi, jika nanti ada hal yang saya ragukan, saya akan menyatakan kembali. Kalau yang lain bagaimana?” tanya wakil ketua Osis menatap Sekretaris dan bendahara.
“Kami berdua pun juga tidak ada yang diragukan lagi, Ketua,” jawab mereka.
“Baiklah, kalau begitu mari kita sudahi.”
Mereka pun menyudahi rapat kecil, setelahnya Ketua OSIS langsung berjalan ke arah taman samping untuk menemui Rella.
DAN TK NYANGKA, BELASAN TAHUN GK KTEMU, MLH RELLA YG NGAJAK HAIKAL NIKAH,, TPI TTP PENASARAN, DRIMNA RELLA TAU ALAMAT APARTEMEN HAIKAL, DN MSH KNALI WAJAH HAIKAL..
SAMA SBNARNYA DGN RELLA BKA USAHA TAHU TEMPE.. TPI RELLA LAKUKN STELH TAMAT SKOLAH.. ITUPN UANG MODAL PINJAM DRI PAPANYA, SDGKN HAIKAL DARI TABUNGAN UANG JAJANNYA YG DIINVESTASIKN
HNY MNANG PNAMPILAN & GAYA..
BEDA DGN HAIKAL, GK PTG PNAMPILAN, YG PTG HSIL..
TPI TDI RELLA MNGATAKN MANTAN2, BRRTI RELLA SEMPAT BNYK PACARAN DGN LAKI2 SELAIN DGN ANDI, KLO LIAT AGRESIFNYA RELLA CIUMAN, TK MUNGKIN SLAMA PACARAN DGN MNTAN2NYA RELLA GK PRNAH CIUMAN. MSKI BIBIR RELLA DN TUBUH RELLA UDH GK SUCI, PASTI UDH DIPELUK2 DN DIGREPEK2 PARA MNTAN NYA RELLA, TPI KSUCIANNYA TTP BUAT HAIKAL...
AKU MP DGN MNTAN ISTRI PRTAMA DN MP DGN ISTRI BARU, JARI2 KAKINYA AZA KUKULUM LEMBUT SATU PRSATU TNPA JIJIK... 😊😊😊😊😊😊
BRRTI TU ANDI OMONG BESAR SAMA TEMAN2 GENGNYA..