Min jiana, gadis cantik yang berprofesi sebagai ketua mafia terkenal di kota A
pengkhianatan membuatnya harus menemui dewa, namun siapa yang menyangka jika dewa malah menolaknya begitu saja, neraka membuangnya dan syurga?, tentu saja tak akan menerima manusia yang berlumuran dosa, hal yang semakin menyulitkan adalah ia di buang ke tubuh gadis lemah, jiwanya terdampar di dunia antah berantah, perjalanan waktu menggantikan gadis lemah yang mati dengan penyesalan, meskipun sudah tak ingin mengarungi drama kehidupan ia harus tetap hidup dengan satu misi, yaitu mengurangi dosa agar bisa menuju neraka dengan tenang, sangat memalukan jika kau tak di terima di manapun, bahkan neraka yang merangkap tempat para pendosa menolak kehadirnaya, benar benar nasib yang malang, kehilangan orang tua sejak muda dan pas mati pun tak ada yang menerima keberadaanya, di paksa hidup untuk menjalani misi pengurangan dosa, menyedihkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab33#
Mentari baru saja menujukan diri dari balik bukit, begitu pun dengan seorang Mian Li yang baru saja sampai di tempat yang ia tuju, ah ternyata benar yang di katakan orang orang, ternyata hutan larangan ini memiliki begitu banyak energi spiritual seperti ia dengar selama ini hutan ini suram dan sedikit mengerikan,
Aura di sini seperti sedang berada di sebuah hutan mati, tanah yang terlihat gersang dan tumbuhan yang tak menunjukan tanda tanda kehidupan, sudahlah beberapa buruk pun tepat ini kita juga tak bisa melakukan apapun
Lagi pula Mian Li akan tetap Berkultivasi di tempat ini, ia sudah menghabiskan banyak tenaga untuk ke sini dan mana mungkin seorang Mian Li jiana abai akan hal penting ini, dalam diam ia melangkah lebih jauh, jauh ke dalam hutan siapa yang menyangka jika semakin jauh hutan semakin terlihat lebih hidup,
Jangan percaya pada apa yang di lihat, terkadang kecantikan itu seperti racun, huh baiklah, ia sudah menemukan tempat yang terlihat nyaman meskipun belum tentu aman, huh, baiklah ia akan mulai berkultivasi di siang hari dan akan berburu hewan spiritual saat malam sedikit lebih larut, dan yah untuk saat ini ia harus mengumpul tenaga untuk persiapan perburuan nanti malam, semoga saja ia mendapatkan hewan buruan yang cukup kuat, lagi lagi ia menghela nafas dan perlahan duduk di bawah pohon sambil menatap aliran air mengalir, membiarkan angin menyapanya lembut
"Kriuk kriuk" Mian Li terkekeh sambil mengelus perut datarnya, ternyata manusia memang tak bisa terlepas dari hal pokok ini, makan untuk memperpanjang hidup memberikan energi dan semangat
"Ah ternyata aku sedang lapar, perjalanan ke perbatasan barat sangat melelahkan ternyata, beruntung aku sempat belajar ilmu peringan tubuh di buku kultivasi itu, jika tidak, mungkin aku baru sampai setelah 1 minggu kemudian" Ia menyeringai dengan penuh semangat, hutan ini sangat menarik ia sangat sumringah sejak memasuki hutan ini, ia selalu menanti hal hal ajaib yang akan terjadi setelahnya
Ternyata memiliki kekuatan zaman kuno seperti ini sungguh menyenangkan, di zaman modern semua tergantung kekuatan fisik, tak ada pedang terbang, teleportasi dan ilmu peringan tubuh seperti ini, sial jika ia belajar ilmu teleportasi tentunya bisa menembus waktu dengan cepat, tampa harus berlari lari seperti ini, akan tetapi untuk mempelajari ilmu teleportasi setidaknya harus memiliki tingkat kultivasi ke 9, akan tetapi Mian Li belum sampai ketahap itu
Ia tak boleh berfikir terlalu jauh hingga melupakan perutnya yang sedari heboh berteriak, ia segera berjalan pelan mendekati sungai, ia juga harus membersihkan diri dan menangkap ikan, Setelah menangkap 2 ekor ikan Mian Li kembali ke daratan dan membuat perapian, setelah menunggu beberapa saat akhirnya ikan bakar siap, ia segera menyantap ikannya dengan lahap
Ia harus mengumpulkan energi ia harus mulai berkultivasi seharian, mencari tempat yang aman agar tidak ada gangguan dari siapapun yang datang tiba tiba
"Ah sepertinya tempat ini lebih aman"
Mian Li melipat kakinya mengambil duduk posisi teratai dan mulai memejamkan mata, ia berharap ia akan mendapatkan buruan yang besar nanti malam ia akan segera menyelesaikan misi penyelidikan keluarga Chen itu, secepat mungkin.
Hari beranjak senja, cahaya kejinggaan kini sudah mulai memudar, mentari pun sudah kembali ke persembunyian, di gantikan oleh sang rembulan beserta gelapnya langit malam,
Waktu berjalan dengan begitu cepat, perlahan tapi pasti Mian Li membuka mata indahnya, hal yang pertama kali ia rasakan adalah ketenangan, tubuhnya terasa jauh lebih baik dari sebelumnya terasa begitu ringan, ia mendongak menatap keindahan langit malam, kehidupan yang ini tak pernah ia bayangkan, ia hanya seorang Min Jiana jiwa modern yang terjebak di masa ini,
Ia hanya bisa bertahan agar bisa sampai ke garis akhir, kembali ke neraka dengan nyaman tampa ada penolakan lagi, itu lah tujuannya saat ini, selalu bersemangat untuk mencapai neraka dengan nyaman, semangat
"Tubuh ini jauh lebih baik dari sebelumnya, ternyata hutan ini cukup bagus untuk berkultivasi, lihat lah aku sudah mencapai awal tingkat 8 dengan hanya berkultivasi seharian, benar benar mengagumkan" Mian Li tersenyum sumringah,
Ia berdiri dan berjalan ke arah aliran air, untuk membersihkan diri dalam waktu beberapa hari saja ia sudah bisa meningkatkan kultivasinya
ia hanya akan mencapai tingkat penyempurnaan 9 jikapun sangat beruntung maka ranah awal tingkat 10 ia tak memiliki niat untuk naik ke tingkat 11 atau dua belas karena mahluk yang mendapat tingkatan itu hanya bisa menjadi mahluk abadi, jika ia menjadi abadi maka ia akan gagal dalam misi mempercepat menuju neraka
Mian Li melangkah semakin dekat, selain membersihkan diri ia juga akan menangkap ikan beberapa ,untuk makan malamnya, ia datang untuk berlatih kultivasi akan tetapi ia juga pelan makan dengan baik untuk energi
"Ah sialan" Mian Li mengoceh saat sebuah akar kini menyerangnya, Mian Li sampai lupa, ia harus sangat berhati hati di sini, hutan ini penuh dengan hewan dan hal hal yang mistis, awalnya ia hanya ingin ke sungai siapa sangka ia malah tanpa sengaja menganggu tumbuhan spiritual
ini adalah hutan larangan dan tak boleh sembarang menyentuh apapun, demi keselamatan diri sendiri kali ini anggap saja ia sial karena menganggu tumbuhan ini dan ia harus menghadapinya semuanya sudah terjadi dan ia hanya bisa mengikuti alur yang ada saja,
Dengan gerakan cepat Mian Li terus menghindar, akan tumbuhan sialan itu benar benar ingin membunuhnya, ia terpaksa melawan dan melumpuhkan tumbuhan itu secepatnya, setelah beberapa saat akar menjalar itu tiba tiba menghentikan aksinya, ada apa?, Mian Li sedikit kaget saat darah mengalir dari pergelangan tanganya, yang benar saja?, seorang Mian Li terluka hanya karena akar sialan ini,
Cahaya merah datang entah dari mana, dan itu sangat menyilaukan, membuat mata Mian Li terasa perih, ia memilih untuk menutup matanya, ia benar benar tak menyukai cahaya cahaya seperti ini, ia sudah sedikit berpengalaman,
Setidaknya ia sudah melewati cahaya cahaya aneh ini sejak saat berada di ruang aneh itu, beberapa saat kemudian kalian sendiri tau kan jika seorang Min jiana di usir dari neraka, dan ia harus bertahan di tubuh yang lemah dan tak di inginkan benar benar menyedihkan,
Setelah beberapa saat cahaya itu perlahan memudar, dengan samar Mian Li dapat melihat jika seorang gadis berjalan mendekatinya, apakah si gadis ini hantu penunggu hutan larangan?, huh semoga saja tidak, mari kita berdoa untuk keselamatan seorang Min jiana
"Apa apaan ini?" Ia bergumam pelan
penasaran aja ceritanya mau dibawa kemana...
Thor tlg tanda baca dan perhatikan tulisan dan ejaannya,,,bingung bacanya