Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerang Jack
"Kurang ajar!" umpat Justin dengan nada baritonnya.
"Hancurkan bisnis milik pria breng$3k itu!" perintahnya dengan tegas.
Saat istirahat makan siang, Gery melaporkan Jack yang menjadi dalang semuanya. Jadi semua ini dirancang sedemikan rupa olah Jack. Hak tersebut membuat amarah Justin meledak-ledak.
"Gue nggak mau tahu! Sore ini semua bisnis miliknya harus hancur!" tegasnya sekali lagi.
"Cepat lakukan!" lanjutnya dengan menggebrak meja kerjanya.
Pria arogan itu sudah mondar-mandir dibalik jendela kaca ruangan. Tubuhnya memanas karena amarah yang dia rasakan. Ingin rasanya dia turun langsung untuk menangani semua itu. Tetapi hal tersebut tidak bisa dia lakukan. Karena tipenya adalah menyerang dengan cara elegan alias menggunakan orang-orang suruhannya.
"Saya sudah mengerahkan pasukan, Tuan," ucap Gery.
"Secepatnya kabari jika sudah beres," pinta Justin.
"Saya usahakan hari ini anda sudah mendapatkan kabar baik, Tuan," kata Gery.
Untuk memenuhi janjinya, Gery segera meninggalkan ruangan sang atasan. Siap untuk melaksanakan tugasnya.
*
*
"Tuan, tempat hiburan malam milik Jack berhasil kami tutup. Dan dipastikan sang pemilik bangkrut." Gery melaporkan tugasnya hari ini.
Sesuai dengan janjinya tadi siang, malam ini tugasnya berhasil terlaksana. Pertama-tama Gery mencari kelemahan dari tempat hiburan malam itu. Salah satunya adalah tempat tersebut sebagai salah satu lokasi pr0stitusi untuk kalangan menengah atas di kota itu.
"Satu jam yang lalu pihak kepolisian sudah menggerebek lokasi Tuan," ucap Gery melanjutkan laporannya.
"Membekuk semua perempuan malam dan semua pekerja yang ada didalamnya."
Terukir sebuah senyuman lega, namun tampak sinis dari bibir pria arogan itu. Puas dengan kerja para bawahan malam ini. Tetapi tidak ingin terlihat begitu bangga. Terlalu gengsi baginya menunjukkan rasa bangganya kepada Gery.
"Bagus! Lalu bagaimana dengan si breng$3k itu?" tanya Justin kemudian.
Si asisten pribadi sekaligus pengawalnya yang tadinya terlihat bangga dan percaya diri. Kini pria itu menundukkan kepalanya. Takut kalau tuannya akan kembali tidak terima dengan laporan berikutnya.
"Tetapi maaf tuan---" ucapan pria itu sejenak terjeda.
"Kenapa?" tanya Justin cepat dengan perubahan raut wajah mengintimidasi.
Perasaan pria arogan itu sudah tidak enak. Jika si asisten sudah mengatakan kata maaf. Pasti sesuatu diluar dugaan telah terjadi.
"Ada apa?" bentak Justin sudah tidak sabar.
"Maaf Tuan, si pemilik tempat itu alias Jack berhasil kabur saat polisi datang."
Deg.
Sepersekian detik mata Justin membulat sempurna. Benar dugaannya bahwa sesuatu diluar dugaan terjadi. Tak lama kemudian gebrakan meja yang sangat keras terdengar.
"B0d0h! Kenapa bisa?" bentaknya dengan amarah yang kembali muncul.
Baru saja merasa lega, ini buat amarahnya kembali berapi-api. Berbagai umpatan dia keluarkan untuk Gery dan anak buahnya. Tak lupa pria itu marah dengan menunjuk-nunjuk Gery yang hanya diam menunduk.
"Erika ..." gumamnya lirih.
Tiba-tiba pikiran Justin mengarah pada perempuan yang berstatus istri bohongannya. Ada sedikit rasa khawatir kepada perempuan itu. Setelah mengetahui percakapan Jack dan Erika melalui rekaman audio CCTV. Justin tahu bahwa Erika melakukan semua itu karena ancaman dari Jack.
"Perketat keamanan di rumah utama!" perintah Justin kepada Gery.
"Amankan Erika! Jangan sampai pria breng$3k
itu masuk kearea rumah utama!" titahnya.
Gery langsung menelepon keamanan rumah utama untuk memperketat penjagaan. Kebetulan malam itu Justin masih berada di kantor. Menunggu kabar misinya untuk menghancurkan Jack sekaligus menyelesaikan masalahnya. Jadinya Erika saat ini berada di rumah sendiri.
"Tuan ... ada kabar buruk," ucap Gery tiba-tiba.
Pria itu memberikan ponselnya kepada Justin. Untuk melihat sesuatu yang tertera dari layar ponsel milik Gery. Lagi dan lagi mata pria arogan itu membulat sempurna.
##
Apa yang diberitahukan Gery kepada Justin? Kok sampai melotot begitu. Jadi ikutan deg-degan. Kira-kira ada apa ya?
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...