Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#32 "Salju Pertama"
Happy reading guys!
Awww... Arghhh...Arti meringis sambil memegangi hidungnya yang mancung karena mengeluarkan darah. Al yang mendengar suara istrinya bergegas menghampirinya lalu membalikkan badannya.
"Sayang hidungmu berdarah." Lirihnya lalu menggendong tubuh wanita yang sangat dicintainya itu.
Dia mendudukkan istrinya di sofa panjang yang ada di sana lalu mencari obat di kotak p3k untuk menghentikan darah yang mengalir di hidung kekasih halalnya itu.
"Makanya hati-hati Sayang." Ujarnya dengan nada sangat lembut sambil membersihkan hidung istrinya dengan kapas.
Karena pendarahan di hidung kekasih halalnya itu belum juga berhenti Al membuka internet untuk mencari cara untuk menghentikan pendarahannya.
"Maafin aku Hubby." Ucap Arti dengan mata berkaca-kaca menahan sakit di hidungnya sekaligus terharu dengan perlakuan suaminya.
Tips yang bisa dicoba untuk menghentikan darah mimisan!
Jangan Condong ke Belakang. Salah satu mitos terbesar dalam pertolongan pertama mimisan adalah bahwa kamu harus mendongak supaya darah tidak turun ke bawah.
Menjepit Hidung dengan Benar.
Menempatkan Es.
Jangan Meniup Hidung.
Jangan Berbaring Telentang.
Al segera mengambil air es untuk mengompres hidung istrinya lalu menegakkan posisi duduk wanita yang sangat dicintainya itu.
"Tunggu sebentar ya Sayang aku ambilkan pakaianmu dulu." Ujarnya sambil beranjak dari duduknya.
Arti menganggukkan kepalanya sembari memencet hidungnya supaya tidak terjadi pendarahan lagi. Setelah mengambilkan pakaian ganti uang istrinya Al kembali menghampiri wanita yang sangat dicintainya itu lalu meletakkannya di atas meja.
"Makasih ya." Ucap Arti sambil meraih bajunya lalu beranjak dari duduknya.
"Ganti baju di sini aja Sayang, aku gak mau kamu kenapa-napa lagi." Al menarik tangan istrinya hingga terduduk di pangkuannya.
"Aku malu Hubby." Lirih Arti sembari menatap wajah tampan suaminya.
"Kenapa harus malu? Aku kan suamimu yang sudah tau dirimu luar dalam." Ujar Al sambil merebut baju yang akan dipakai kekasih halalnya itu.
Dia langsung membantunya melepaskan jubah mandinya dengan menarik tali pengikatnya perlahan, hingga terpampang jelas kulit putih mulus bagaikan kapas itu dihadapannya. Al meneguk salivanya dengan susah payah ketika melihat pemandangan indah di depan matanya, namun Arti segera menutupi tubuhnya kembali dengan jubah mandinya.
"Aku bisa sendiri Hubby." Ujarnya sembari mengambil alih bajunya dari tangan suaminya lalu beranjak dari pangkuan kekasih halalnya itu.
"Yaudah kalau begitu aku juga mau ganti baju." Al langsung berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju walk in closet miliknya, untuk mengalihkan pikirannya dari fantasi liarnya setiap kali menatap wajah dan tubuh istrinya.
Kamu benar-benar sudah membuatku gila karena kecanduan cintamu Sayang." Batinnya sambil memilih pakaiannya lalu mengenakannya dengan cepat.
Setelah selesai memakai pakaiannya masing-masing pasangan suami istri itu melangkahkan kakinya keluar dari apartemen mewah itu, mereka berdua sengaja memilih untuk berjalan kaki sambil bergandengan tangan menyusuri jalanan yang mulai di turuni salju pertama.
"Kamu mau makan apa Sayang?" Tanya Al sembari menatap wajah cantik istrinya yang masuk kedalam jaketnya.
"Terserah kamu aja Hubby yang penting kenyang dan bisa menghangatkan badan." Jawab Arti karena mulai menggigil menahan dinginnya udara di sekitarnya.
"Baiklah kalau begitu kita coba makanan khas daerah sini." Ujar Al sambil merangkul pinggang istrinya supaya lebih merapat kepadanya.
"Saljunya mulai turun ya Hubby, pantesan suhunya dingin banget." Arti menadahkan tangannya menyentuh butiran salju yang turun semakin deras.
Mereka berdua akhirnya berlari masuk kedalam restoran khas Korea yang sudah ada di depannya, keduanya langsung duduk dengan posisi saling berhadapan lalu membuka buku menu yang di sodorkan oleh pelayan restoran tersebut.
"어서 오십시오! 무엇을 주문하시겠습니까?
eoseo osibsio! mueos-eul jumunhasigessseubnikka?
"Dia bilang apa Hubby?" Tanya Arti sambil menutupi wajahnya dengan buku menu itu.
"Dia bilang; Selamat datang! Silahkan mau makan apa?" Al menerjemahkan apa yang dikatakan oleh pelayan itu.
"Ohh." Arti menganggukkan kepalanya lalu menatap foto berbagai macam jenis olahan masakan khas Korea itu.
"Kamu mau makan apa aja Sayang?" Tanya Al sambil menunjuk foto berbagai macam jenis makanan khas Korea itu.
"Terserah kamu aja Hubby, aku gak ngerti mana yang enak dan mana yang enggak." Jawab Arti sambil menutup buku menu itu.
"Kamu kan suka nonton film drama Korea kok gak pernah cobain makanannya?" Al mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik istrinya.
"Karena aku takut harganya terlalu mahal dan gak cocok dilidahku." Jawab Arti sejujurnya.
Padahal Al sudah memberikan black card kepadanya, namun tidak pernah digunakannya. Arti justru memilih memakai uang sisa tabungannya sendiri yang dulu disimpannya didalam celengan Doraemon miliknya.
"Aku kan sudah memberikan black card untukmu Sayang? Kenapa kamu selama ini gak pernah menggunakannya?" Al kembali bertanya karena bingung dengan sikap istrinya.
"Karena aku masih punya tabungan sendiri Hubby." Jawab Arti seraya mengulas senyumnya.
"Kamu itu sudah menjadi tanggung jawabku lahir batin Sayang, jadi kamu juga berhak atas apa yang aku miliki." Jelas Al sambil menggenggam tangan istrinya.
"Aku tau Hubby, tapi aku gak mau hidup boros dan menghamburkan uangmu untuk sesuatu yang tidak penting." Sahut Arti menjelaskan alasannya.
Kamu benar-benar sangat berbeda dengan wanita yang pernah mendekatiku Sayang. Kebanyakan dari mereka hanya menginginkan harta dan tahta, bukan cinta yang tulus dan ikhlas dari hati." Batin Al sambil terus menatap wajah cantik istrinya.
"I love you so much my wife." Ujar Al sambil mengecup punggung tangan wanita yang sangat dicintainya itu.
"I love you too my husband." Balas Arti seraya mengulas senyum manisnya.
-
Tidak lama kemudian datanglah makanan yang sudah di pesan oleh Al. Dia langsung menyuapi wanita yang sangat dicintainya itu terlebih dulu, untuk mengekpresikan kebahagiaan yang membuncah dalam hatinya karena merasa sangat beruntung memiliki istri sepertinya.
"Tadi waktu di kamar kamu bilang udah laper banget, tapi kenapa aku yang kamu suapin duluan?" Tanya Arti setelah menelan makanannya sembari menatap wajah tampan suaminya.
"Karena aku mau makan dari sendok yang ada bekas bibirmu, sebab kamu adalah canduku Sayang." Jawab Al lalu memakan makanannya.
Hahhh...Arti melongo mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya. Al yang melihatnya kembali menyuapi wanita yang sangat dicintainya itu lalu berkata.
"Bilang aja kalau mau aku suapin lagi Sayang, aku akan dengan senang hati melakukannya." Ujarnya sambil terus menyuapi istrinya dengan semua makanan yang tersaji di meja.
Hingga membuat Arti benar-benar kekenyangan dibuatnya.
"Cukup Hubby, perutku rasanya mau meledak." Arti menyandarkan tubuhnya di kursi sambil mengusap perutnya.
Al mengulum senyumnya melihat apa yang dilakukan kekasih halalnya itu, lalu melahap makanannya sembari menatap wajah cantik istrinya yang mulai memejamkan matanya. Seusai makan dia langsung beranjak dari duduknya untuk membayar semuanya lalu kembali menghampiri wanita yang sangat dicintainya itu.
"Sayang bangun Sayang." Al menepuk pipi istrinya dengan lembut.
Arti membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya itu.
"Kita cari pakaian hangat yuk!" Ajak Al sambil mengulurkan tangannya.
Arti menganggukkan kepalanya lalu menyambut uluran tangan suaminya, dia segera beranjak dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya keluar dari restoran tersebut. Al langsung menyetop taksi untuk membawa mereka berdua ke pusat perbelanjaan terbesar yang ada di sana, sepanjang perjalanan keduanya disajikan pemandangan salju yang turun semakin deras saja. Hingga membuat jalanan menjadi sedikit licin dan terhambat karena mengurangi jarak pandang sang pengemudi taksi.
"Hubby kayaknya enak dech salju itu dibikin es campur." Ujar Arti seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
"Kamu tuh ada-ada aja Sayang." Al mengacak-acak rambut istrinya dengan gemasnya.
Sesampainya di depan pusat perbelanjaan terbesar itu mereka berdua segera keluar dari taksi setelah membayarnya, Al kembali menggandeng tangan istrinya dengan posesif karena tidak mau wanita yang sangat dicintainya itu hilang dari pandangan matanya. Mereka langsung menuju ke toko pakaian pria dan wanita, yang menjual berbagai macam jenis mantel celana dan sepatu boot yang biasa digunakan untuk musim dingin.
"Pilihlah yang mana aja kamu suka Sayang, aku mau ke toilet dulu ya." Ujar Al sambil mengusap kepala istrinya lalu mengecup keningnya.
Arti menganggukkan kepalanya lalu melakukan apa yang di perintahkan suaminya. Dia berkeliling kesana-kemari mencari pakaian yang cocok untuk dipakainya, namun tiba-tiba ketika Al sudah menghilang dari pandangan matanya ada seseorang yang menarik tangannya lalu membawanya masuk kedalam kamar ganti yang ada di toko itu.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Siapakah orang itu?
Apa yang diinginkannya terhadap Arti?
Mau tau jawabannya?
Silahkan tunggu episode selanjutnya.
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
See you next time!
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢