”ADINDA PUTRI SIMA... saya bicara dengan kamu!”
”PAK ANDREAS PRATAMA NUGRAHA, bisa tidak anda tidak usah teriak-teriak”
”saya tidak akan teriak jika kamu mendengarkan saya!” ucap pak Andreas dengan penuh penekanan.
”bapak tahu hal yang paling menjengkelkan adalah bertemu dengan orang seperti Bapak!”
Cerita tentang Adinda, seorang siswi yang mempunyai paras cantik yang hobby bikin onar di sekolahnya. Lalu Andreas seorang guru baru yang memiliki wajah tampan yang hampir digilai oleh seluruh sekolahnya.
Dan Bagaimana jadinya jika kedua orang itu dipertemukan?
Cerita tentang perjalanan dari sebuah hubungan dan perjalanan persahabatan. Lika-liku dari sebuah kehidupan yang di iringi oleh senyum, tangis dan kebahagiaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim_Silvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab32
" jadi pak Andreas itu temen Abang?" tanya Dinda saat marvel selesai bercerita.
" iya, Abang juga kaget banget pas tahu guru kamu temen Abang sendiri, tau ngga dek.." ucap marvel sambil merubah posisi duduknya menghadap ke Dinda
" ngga bang kan Abang belum kasi tahu" jawab dinda polos
" eh markonah dengerin Abang dulu apa" ucap marvel sambil menatap malas Dinda .
" yaudah cerita Dinda Dengerin kok" perintah Dinda yang membuat Marvel gemas sendiri dengan tingkah adiknya
" tau ngga kamu betapa malunya Abang.. "
" ngga tahu bang" sela Dinda
" kakak jitak nih yah" kesal marvel yang dibalas cengengesan oleh Dinda
" yaudah lanjut" jawab Dinda
" dah ah ngga jadi males Abang ladenin kamu mending Abang masuk ke kamar bhayyy" ucap marvel sambil berdiri dari duduknya melambaikan tangannya ke arah Dinda lalu berjalan menuju ke kamarnya.
" eh.. Abang kok gitu si.." teriak Dinda kesal
" yah.. sendiri lagi .." lanjut Dinda dengan sebal.
" masuk kamar lagi ajha deh" monolog nya
Dinda pun segera berdiri dari tempat nya dan berjalan menuju kamarnya, sesampainya di kamar Dinda mengambil laptopnya dan duduk di kasurnya . Dinda menghidupkan laptopnya lalu menonton drama Korea kesukaan nya.
sudah satu jam Dinda menekuni menonton Drakor hingga tiba-tiba suara dering ponsel membuyarkan fokus Dinda yang sedang menonton.
dengan kesal Dinda meraih ponselnya dan menjawab telepon tanpa melihat siapa yang menelpon nya.
" Dinda........." teriak di seberang sana, sontak saja Dinda menjauhkan ponselnya dari telinga , Dinda meringis merasa gendang kupingnya rusak akibat orang yang menelpon
" kaga usah teriak-teriak" jawab Dinda ketus yang dibalas kekehan dari sebrang sana.
" ada apa?" tanya Dinda to the point.
" huu... Dinda jahat deh, huaaaa Dinda sekolah sepi ngga ada Lo... huaaaa gua kangen huuu" ucap orang di sebrang sana
" alay tau ngga Mon baru juga sehari belum setahun" ucap Dinda asal .
Iyah orang di sebrang sana ada Mona sahabat dekat Dinda dan Nina .
"laknat yah Lo din sekarang"
" up to you" jawab Dinda malas yang dibalas decakan kesal dari Mona
" Nina mana?" ucap Dinda mengalihkan pembicaraan.
" gitu Lo yah sekarang, yang kangen siapa yang ditanyain siapa"
" Ck , cetek bener pemikiran Lo Mon, lahk Napa gua harus nanyain lu orang lunya lagi telponan sama gua, lhk gua nanya Nina karena ngga ada suaranya kaga kedengeran" kesal Dinda
" heheh ampun nyai, ngamuk deh" ucap Mona meledek
" nin nin di cariin sama sohib Lo yang laknat ini nih" ucap Mona Kepada Nina , Dinda yang mendengar suara Mona hanya memutar bola mata malas
" halo Din ada apa?.." ucap Nina saat sudah mengambil alih ponsel Mona
" ngga ada apa-apa sih , cuma mau bilang mau keluar ngga ntar malem jalan-jalan gitu, suntuk gue nih di rumah " ucap Dinda santai
" oke atur jadwal ajha dah"
" yaudah gua matiin yah lagi ngedrakor nih"
" sip " setelah Nina mengatakan itu Dinda langsung saja mematikan sambungan telepon dan melanjutkan maraton Drakornya .
tidak lama kemudian pintu kamar Dinda terbuka menampilkan wanita paru Bayah , wanita tersebut berjalan kearah Dinda yang sedang fokus menonton Drakor..
" nak turun yuk makan dulu terus ntar lanjut lagi nontonnya" ucap mami Rania sambil mengelus rambut sang putri
Dinda yang mendengar suara sang mami pun mengangguk kan kepalanya lalu langsung saja mematikan laptopnya dan menaruhnya ketempat asal .
Dinda berjalan menuruni anak tangga dan duduk di salah satu kursi di meja makan. di meja makan sudah tersedia berbagai macam makanan. Dinda menunggu kedatangan Sang abang dan maminya setelah semua sudah lengkap kecuali sang papi, Dinda langsung saja menyendokkan nasi dan lauk-pauk ke dalam piringnya , Dinda memakan makanannya dengan khidmat.
suasana yang tercipta hening hanya terdengar dentingan sendok dan piring, setelah selesai makan Dinda berdiri lalu menaruh piring kotor di wastafel Dinda pamit kepada mami dan abangnya untuk kembali ke kamarnya.
setelah sampai di kamar Dinda duduk di meja belajarnya sambil membaca novel kesukaannya ia tengah fokus ke novelnya hingga tak terasa hari sudah sore suara dentingan pesan dari ponsel Dinda membuyarkan fokus Dinda membaca novel.
Dinda meraih ponselnya lalu membuka ponselnya terpampang nama Nina yang mengirimi pesan. Dinda yang sudah membuka chat dari sahabat nya pun langsung saja membalasnya
***Nina : jadi ngga nih?...
Me : Sip ntar pukul 7 malem ntar gue jemput Lo berdua***..
setelah membalas pesan dari Nina , Dinda mematikan ponselnya lalu menaruhnya asal dan melanjutkan membaca novel nya .
Dinda yang sudah bosan membaca novel nya pun keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju ke arah dapur . ketika sudah berada di undakan tangga terkahir Dinda terkejut melihat sosok pria yang menurut Dinda sangat menyebalkan.
" loh.. pak Andreas ngapain kerumah saya ?" tanya Dinda bingung .
sedangkan sang pemilik nama pun menoleh ke sumber suara yang memanggil nya .
" kenapa?.." tanyanya santai Dinda yang mendengar itu pun kesal sendiri.
" kenapa apanya? aneh tau ngga? kalo masalah yang di sekolah kan udah clear saya terkena skros dan wali saya di panggil dan untuk apa bapak kerumah saya? mau laporin saya iyh gitu?" tanya Dinda kesal sambil bersedekap dada sedangkan pak Andreas hanya acuh tak acuh tidak memperdulikan muridnya itu, yang menambah kadar kekesalan Dinda .
Marvel yang berada di dapur mendengar suara ribut-ribut pun keluar dari area dapur dan menghampiri asal suara sambil membawa nampan berisi dua gelas kopi dan cemilan.
" kenapa sih dek? kesel banget keliatannya" ucap Marvel sambil berjalan kerah Andreas dan meletakkan nampan yang dibawanya.
Dinda yang mendengar suara abangnya pun beralih menatap sang Abang .
" itu kenapa pak Andreas ada disini bang?" tanya Dinda
" lohk emangnya kenapa ? kan Andreas temen Abang yah ngga papah lahk dia main kerumah Abang" ucap Marvel belum mengerti situasi.
" Ck suka-suka Abang lah" ucap dinda kesal lalu berjalan kerah dapur mengambil beberapa cemilan dan susu pisang lalu berjalan menuju ke kamarnya
" itu kenapa sih dia?" heran Marvel
" ngga suka dia gua ada disini" ucap Andreas.
" lahk kenapa gitu?"
" eh ege kan disini situasi nya gue guru yang menyebalkan menurut adek Lo"
" ohh.. ini diluar sekolah juga , dah lahk lupakan yang tadi " ucap Marvel sambil duduk di sebelah Andreas dan berbincang-bincang.
sedangkan di sisi lain Dinda kini sedang kesal dengan abangnya, bisa-bisa nya membawa pak Andreas ke rumah ntahlahk Dinda tak habis pikir dengan abangnya , Dinda melirik kearah jam Dinding rupanya jam sudah menunjukkan jam setengah tujuh malam langsung saja Dinda bergegas siap-siap .
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hai 🤗 saya pribadi ingin berterimakasih kepada seluruh pembaca yang sudah membaca cerita saya🤗 saya harap kalian suka dengan cerita yang saya buat. Dan jangan lupa like dan votenya yah😉 sekian dari saya
salam hangat
Kim slsh_🌼