Jangan menilai seseorang hanya karena masa lalunya. Setiap orang pasti mempunyai masa lalu yang buruk.
Semua orang pasti pernah berbuat salah, hanya letak kesalahannya saja yang berbeda, dan berbeda juga cara orang menanggapinya.
Jenny adalah seorang model cantik yang sudah go Internasional. Kehadiran nyawa baru dalam rahimnya membuat Jenny memilih mundur dari pekerjaannya saat
ini.
Hamil dari seorang pria yang sama sekali tidak dicintainya ditambah lagi pria tersebut sangat membencinya, membuat Jenny yakin akan keputusannya untuk memulai kehidupan baru bersama calon Anaknya.
Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Jenny?
Baca kelanjutan kisahnya dengan masukan cerita ini dalam rak buku kalian atau tekan favorit. Like, komen, vote dan masukan dari kalian juga diperlukan agar kisah ini semakin menarik. Terima kasih.🙏🤗
Follow Ig: NonaFi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Esok hari nya Jenny terbangun Saat adzan subuh berkumandang. Jenny dapat merasakan tangan, yang melingkar memeluk pinggang nya dari belakang.
Ya Allah, Ampuni aku. Aku tidak bisa terus terusan melakukan dosa seperti ini, Nanti aku harus membicarakan semua ini kepada nya. Batin Jenny perlahan melepaskan pelukan Niko dan bangkit membersihkan diri lalu menunaikan Sholat Subuh.
Setelah mendengar Jenny masuk kedalam kamar mandi, Niko membuka mata dengan senyum mengembang di wajah nya.
Maafkan aku Jen, Namun ini semua demi melancarkan Rencana kakek. Gumam Niko kembali tidur
Jenny turun ke bawah setelah menunaikan Sholat Subuh, karena Jenny ingin memasak untuk Niko dan Kakek nya.
"Selamat pagi Nyonya, Nyonya sedang apa?" Ucap Salah satu pelayan saat melihat Jenny di Dapur
"Pagi Bi, Tidak apa apa. Saya hanya ingin memasak untuk mereka. Bibi bisa lanjutkan pekerjaan yang lain nya." Jawab Jenny tersenyum ramah.
"Tapi nyonya, Tuan besar akan marah." Ucap Pelayan takut
"Percaya padaku, Kakek ataupun mas Niko tidak akan marah." Jawab Jenny santai
"Baiklah Nyonya, Panggil saya jika membutuhkan bantuan." Ucap Pelayan tersebut menunduk hormat
Jenny menyajikan beberapa makanan di meja makan. Bisa di bilang lumayan banyak, lauk yang tersaji. Karena Jenny tidak tau makanan yang disukai mereka.
"Selamat pagi Tuan Besar." Sapa pelayan menunduk hormat membuat Jenny ikut menoleh mendengar ucapan Pelayan
"Selamat pagi Kakek." Ucap Jenny tersenyum
"Pagi Jen, Kenapa kamu harus repot memasak. Disini sudah banyak pelayan, yang sudah punya tugas mereka masing masing." Ucap Kakek
"Mereka sudah melarang Kek, Namun aku sendiri yang ingin memasak untuk Kakek dan Mas Niko." jelas Jenny lembut
Kakek Sangat senang dengan kehadiran Razka dan Jenny di sini. Ia seperti kembali merasakan kehangatan keluarga yang sudah lama tak dirasakan nya lagi. Sejak istri, anak, dan menantu nya pergi.
Niko yang dari jauh melihat senyum bahagia di wajah Kakek nya ikut tersenyum melihat nya.
Kamu dan Bunda mu memang membawa kebahagian untuk kami Nak. Ucap Niko mengecup Pipi Razka yang berada dalam pelukan nya
Kakek melihat beberapa menu masakan di atas meja membuat nya semakin merasa lapar.
"Wah... seperti nya enak. Kakek sudah tidak sabar untuk mencicipi nya." Seru Kakek penuh semangat
Tak lama kemudian Niko masuk ke ruang makan bersama Razka di gendongan nya.
"Tuan, biar saya saja yang menjaga Tuan muda Razka, sementara kalian makan." Tawar Pelayan pada Niko dan Niko setuju lalu memberikan Razka Kepada Pelayan.
Niko duduk di sebelah Jenny, namun sebelum nya mengecup lembut Kening Jenny di hadapan Kakek. Membuat Jenny yang sebenarnya Marah kepada Niko, menjadi semakin Marah saja. Namun tetap berusaha tenang di depan Kakek.
Maaf Jen, Ini semua termasuk dalam rencana kakek. Batin Niko
Jenny mengambilkan piring untuk Niko lalu mengisi nya dengan nasi dan menambahkan beberapa lauk. Setelah itu memberikan kepada Niko.
"Kakek mau makan apa? Biar aku ambilkan." tawar Jenny lembut
"Kakek mau yang ini dan ini." Tunjuk Kakek pada beberapa lauk yang tersedia.
Mereka makan dalam diam. Niko dan Kakek dapat merasakan kelezatan dari masakan Jenny.
"Gimana Kek? Masakan Istriku enak bukan?"Tanya Niko
"Sangat Enak, Mirip seperti rasa masakan Nenek dan Ibu mu." Jawab Kakek setelah menelan makanan nya.
Setelah selesai makan. Niko dan Kakek Duduk di ruang keluarga sembari memberikan Razka Makan. Sedangkan Jenny kembali membereskan bekas makanan mereka di bantu oleh pelayan.
"Mas, bisa bicara sebentar." Ucap Jenny menghampiri Niko, yang baru saja selesai menyuapi Razka makan.
"Kek, Titip sebentar ya." Ucap Niko memberikan Razka pada Kakek
"Aku tidak menyangka akan terjadi secepat ini." Bisik Niko pada Kakek saat memberikan Razka
"Lebih cepat lebih baik." Jawab Kakek
.
.
.
"Ada apa Jen?" Tanya Niko seolah tidak tahu saat sudah berada di dalam Kamar
"Nik, Aku tidak bisa terus terusan membohongi Kakek seperti ini. Aku juga tidak bisa selalu berdua dengan mu, Apalagi membiarkan mu menyentuku sesukamu. Kenapa saat terbangun tadi kamu bisa tidur seranjang dengan ku?" Ucap Jenny bertanya dengan nada sedikit tinggi
"Aku terpaksa melakukan nya Jen. Karena tadi malam. Aku mendengar Saat kakek membuka Pintu kamar, dengan kunci cadangan ingin mengintip Kita. Mungkin Kakek sedikit curiga dengan kita." Jawab Niko santai
"Kita Bukan pasangan yang halal Nik. Tolong mengerti lah, Aku setuju mengikuti sandiwaramu, tapi tidak seperti ini juga Nik. Apalagi tadi kamu berani mencium ku, Ini semua sudah melewati batas." Ucap Jenny kesal
"Ini semua juga aku lakukan agar Kakek tidak curiga Jen. Tidak ada pasangan Suami Istri yang terlihat kaku seperti kita Jen, Tidak ada juga Suami Istri yang menjaga jarak seperti kita. Aku rasa aku tidak berlebihan, Aku hanya melakukan sandiwara seperti Suami Istri sungguhan di depan Kakek." Ucap Niko Sengaja mengeraskan suara nya
"Tapi Kita bukan Suami Istri sungguhan Nik, Kita hanya bersandiwara." Ucap Jenny
"Jika kamu tidak mau bersandiwara seperti ini. Maka ayo kita menikah sungguhan, agar kita tidak perlu membohongi Kakek dengan pura pura menjadi suami istri seperti ini." Ucap Niko lebih keras lagi, membuat Jenny membeku di tempat nya saat mendengar ucapan Niko. Di tambah lagi kehadiran Kakek yang sudah berdiri di depan Pintu Kamar yang sudah terbuka.
"Ka.. kek..." Ucap Jenny tergagap menatap Kakek yang terlihat Marah
Tugasmu saat ini selesai Nik, Sekarang giliran Aku yang menjalan kan tugasku. Batin Kakek
Maafkan Aku Jen, Karena Kamu harus terjebak dalam rencana Kakek. Batin Niko