Gua bingung gua harus bersikap gimana terhadap lo. Gua suka sama lo dan lo suka sama gua, tapi gua takut saat lo ingat dia lo lupain gua!!
"Tania Azza Lea, gua suka sama lo!!"
Gua berharap kata-kata itu akan terucap dari mulut lo dengan tulus. Gua akan mencari tahu semua nya karena gua gak mau saat kita menjalin hubungan lo teringat bayangan masa lalu.
____________
Follow IG owner: @whylutfi.
jangan lupa like'coment dan vote tentunya.
thank you all😎👍🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whylutfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part30
Tania melihat Alvin seperti orang bingung.
Selly sangat yakin Alvin pasti akan mengingat kakaknya sedikit demi sedikit. Dan mungkin Alvin akan kembali di genggaman nya. Tania menghampiri Alvin.
"Lo kenapa?" Tanya Tania.
"Gak papah." saut Alvin.
Seketika Tania melihat Alvin seperti orang yang berbeda setelah melihat foto itu.
"Eh, gua numpang ke toilet ya." ucap Alvin.
"Oh iya, toilet lo lurus aja Vin, nanti pintu warna hijau lo masuk aja nanti disitu keliatan kamar mandi." jelas Selly.
"Ok." ucap Alvin.
Tania melihat ke arah Alvin dan berniat untuk mengikuti Alvin karena sepertinya Alvin sedang berbohong.
"Eh gua mau ke toilet juga, lo ada dua toilet kan?" Tanya Tania.
"Ada, kok lo lurus aja nanti di situ ada toilet juga." ucap Selly.
"Ya udah yuk kita lanjut!" ucap Sita.
"Ok." saut Panji.
_________________
Tania melihat Alvin bukan ke arah kamar mandi melainkan ke ruang utama yang tadi mereka lewati saat masuk.
Tania melihat Alvin mengambil satu foto yap foto Selly dengan seorang perempuan, yaitu Clarissa.
"Alvin ngapain liat foto itu?" Batin Tania.
"Gak tau kenapa gua gak ngerasa asing sama wajah lo." ucap Alvin.
Tania yang mendengar nya sontak kaget, "gak asing" padahal setau Tania ini pertama kalinya Alvin ke rumah Selly.
Dan Alvin melihat satu foto dimana membuat ia sangat kaget bagaimana tidak di foto itu ada Alvin, cewek itu (Clarissa), Selly, Bagas, Lingga, Aldo, Panji.
Dan di foto itu mereka seperti seorang yang sangat bahagia. Tak ada rasa benci tapi yang Alvin bingung kenapa ia tidak ingat foto ini bahkan ia tak ingat bahwa Bagas adalah temannya.
____________
"Lama banget!!" ucap Maya.
"Ya maaf" saut Alvin.
"Ya udah ayo lanjut, bentar Panji itu kok lo gunting?" teriak Maya yang membuat semua nya terkejut.
"Lah bener kan." saut Panji.
"Yang di gunting kertas warna merah woy." ucap Lingga.
"Lah gua mana tau." ucap Panji.
"Makanya nanya!!" saut Selly.
"Ya udah gak papah, ini rasis." saut Sita.
"Wkwkwkw rasis gak tuh." ucap Selly.
Mereka semua tertawa dengan obrolan yang tak ada menarik nya bagi Tania dan Alvin.
"Kok kalian diem aja?" ucap Sita membuat semua nya menengok ke arah Alvin dan Tania.
"Gak papah." saut Alvin.
Lalu Alvin dan yang lainnya melihat Tania, Tania masih termenung.
"Tan, are you okay?" Tanya Sita.
"Hmm" jawab Tania.
"Eh gua punya manik-manik gua ambil bentar, buat hiasan ya gak?" ucap Selly.
"Ok." jawab Sita.
Selly segera menuju kamarnya. Rencana kedua dimulai.
"Tania lo kenapa?" Tanya Alvin.
"Gak papah." ucap Tania.
Alvin merasa Tania seperti sedang marah kepadanya tapi Alvin bingung apa yang ia lakukan sehingga membuat Tania marah.
_______________
"Gua akan taro gelang ini, CLA." ucap Selly.
Selly turun dengan membawa box yang ada di tangannya.
"Nih guys kalian ambil aja." ucap Selly.
Maya dan yang lainnya mulai memilih pernak pernik yang ada di box. Tania memilih secara asal hingga ia melihat sebuah kalung yang menarik perhatian nya.
Alvin yang masih sibuk memilih dan melihat Tania mengambil sebuah kalung yang terdapat logo CLA membuat Alvin segera mengambil dari tangan Tania.
"Apa sih Vin!!" ucap Tania yang kaget karena Alvin mengambil kalung nya.
"Gua ini ya Tan?" ucap Alvin.
"Ya ilah masih banyak kali pernak pernik nya, gak usah rebutan!!" ucap Panji.
"Gua mau yang itu!!" ucap Tania.
"Tapi Tan..." Ucap Alvin.
"Gua bilang gua mau yang itu." tegas Tania. Tania merasa Alvin menjadi sangat aneh setelah masuk ke rumah Selly.
Selly sangat senang kalau Alvin sudah masuk ke rencananya dengan mulus.
________________
"Selesai juga." ucap Sita.
"Eh Encek gara-gara lo punya kita kayak norak banget." ucap Rangga.
"Seni ini men." ucap Encek.
"Yah tapi kenapa harus mengkilap banget, ahhhh tidak." ucap Ucup.
"Gak papah, cakep udah. Percaya sama gua." ucap Encek.
"Tania kelompok kita jelek banget ini hasilnya." ucap Rangga.
"Biarin aja." saut Tania dengan wajah tanpa ekspresi.
"Tuh kata Tania aja gak papah." ucap Ucup.
Alvin melihat Tania seperti seorang yang sedang dilema.
"Oh ya makan dulu yuk!" Ajak Selly.
"Selama makanan gratis kita gas ya kan." ucap Encek.
"Dih lo aja." saut Rangga.
"Gratis men." ucap Ucup.
Membuat yang lainnya tertawa. Tania mengambil tasnya.
"Gua balik duluan ya." ucap Tania.
"Lah kenapa Tan?" Tanya Sita.
"Gua ada urusan." jawab Tania.
"Makan dulu lah Tan!" tambah Selly.
"Gak, gak papah gua pulang duluan aja," ucap Tania dan meninggalkan mereka.
"Tan." teriak Alvin membuat langkah Tania terhenti.
"Gua anterin." ucap Alvin.
"Gak usah, lo makan aja dulu." ucap Tania.
Saat menuju pintu keluar Tania melihat sebuah foto dimana foto Alvin dan Selly dan juga satu cewek yang menarik perhatian Tania. Dan Tania melihat Bagas juga ada membuat Tania semakin bingung.
_______________
Tania jelas bingung apa yang terjadi mungkin semuanya terlihat tak jelas dan sangat abstrak tapi Tania yakin semua ini sudah sangat jelas.
Tania bingung untuk apa otak nya terngiang foto tadi lagi kenapa ada foto Alvin. Mengapa ada Bagas juga bahkan dengan senyuman yang sangat akrab.
Hujan deras membasahi tubuh Tania, Tania juga heran mengapa semuanya seakan menyimpan misteri yang harus ditemukan satu-satu.
"Gua nih kenapa sih sebenarnya, kenapa hati gua gak enak gini." ucap Tania. Tiba-tiba seseorang memakai kan jaketnya untuk Tania.
"Neduh dulu," ucap Alvin.
Alvin menarik tangan Tania. Membuat Tania menatap genggaman nya.
"Ngapain sih ujan-ujanan." ucap Alvin.
"Gak makan?" Jelas Tania.
"Gak." ucap Alvin. Alvin melihat tangan Tania bergetar.
"Kedinginan?" Tanya Alvin.
"Ya engga lah," ucap Tania.
Alvin segera mengambil minyak aiputih dan menaruh nya di tangan Tania.
"Eh apa tuh," ucap Tania.
"Udah pake aja." ucap Alvin.
Tania merasa tangannya menjadi hangat saat ia cium ternyata minyak aiputih.
"Lo bawa?" Tanya Tania.
"Buat jaga-jaga kalo lo kenapa-napa tadi di sekolah," ucap Alvin.
Alvin melihat ada tukang kopi keliling Alvin segera menghampiri tukang kopi itu dan memesan satu kopi dan satu teh.
Tania hanya melihat tingkah laku Alvin saja.
"Nih," ucap Alvin.
"Makasih," ucap Tania.
"Yang lain gimana?" Tanya Tania.
"Makan terus pulang." jawab Alvin.
______________
Sekitar 15 menit hujan tak juga reda malah semakin deras. Tania menerima telpon dari kak Edward.
"Siapa?" Tanya Alvin.
"Kak Edward." jawab Tania.
***
"Halo kenapa kak?" Tanya Tania.
"Dek...." Ucap kak Edward. Tania mendengar suara tangisan dari suara kakaknya.
"Kak, kakak nangis?" Tanya Tania panik.
" Dek....... Pesawat papah jatuh." ucap Edward yang tak kuasa menahan air matanya.
"Bercanda nya gak lucu is." saut Tania.
"Kakak gak bercanda. Hari ini papah pulang ke Jogja ada sesuatu yang tertinggal. Tapi....." Ucap Edward yang tak sanggup melanjutkan pembicaraan nya.
"Tapi kenapa kak?" Tanya Tania semoga yang Tania pikirkan tidak terjadi.
"Pesawat papah jatuh." ucap Edward.
Tiba-tiba badan Tania sangat lemas ia seperti tak percaya apa yang kakaknya katakan kepadanya.
"Kakak, kakak bohong kan. Tania gak suka bercanda ya kakak." ucap Tania yang masih berusaha menahan air matanya.
"Dek, sekarang kakak lagi menuju Jogja kamu tunggu kakak di rumah ya, doain papah selamat." ucap kak Edward..
"Kak, kakak bohong kan!!" teriak Tania. Mata Tania sudah tak sanggup menahan air matanya. Tania segera mengecek berita terkini dan yap trending satu "Pesawat Ty 243 jatuh" Tania membeku melihat hp nya.
"Kenapa Tan?" Tanya Alvin panik yang melihat Tania sudah menangis.
"Vin papah, pesawat papah kata kak Edward jatuh." ucap Tania dengan mata yang sudah memerah.
Alvin segera mengambil hp Tania dan saat Alvin liat Alvin tak percaya. Alvin langsung memeluk Tania dan mencoba menenangkan Tania.
"Sabar ya Tan, gua ada di samping lo. Lo harus kuat, ok." Ucap Alvin sambil mengelus pala Tania.
Tania segera mengecek hp nya, dan ternyata hp nya sudah penuh dengan berita bahwa pesawat Ty 243 telah jatuh.
Alvin sangat yakin bahwa ini sangat berat bagi Tania dan juga temannya Edward.
______________
Edward masih tak percaya apa yang terjadi. Ia hanya berharap bahwa papah nya selamat. Sekarang Edward ingin memeluk adiknya. Edward sangat yakin bahwa sekarang adik nya sangat tidak berdaya.
Sebuah pesan terakhir dari ayahnya.
"Kamu pasti bisa jadi orang sukses, papah percaya sama kamu. Kamu bisa jagain adik kamu kan."
Itulah pesan terakhir papahnya kepada Edward.
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa Jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
aku mohon
aku suka ceritanya♡
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
jdi pusing bacanya..
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏
mampir juga ya kak
mampir juga yahh
Salam dari
•Cinta Terlarang
•Mencintai Pelayanku
-AKU BUKAN LESBIAN.