NovelToon NovelToon
MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: akos

Kisah seorang gadis mengejar cinta seorang pria yang berhati batu. Dalam menemukan cintanya banyak kejadian yang hatus mereka berdua lewati. Mampukah Melly meluluhkan hati Jhony? dan mampuka Jhony membalas dendamnya pada mereka yang telah menyakiti Ibu dan juga dirinya?. Ayo ikuti terus kisah mereka dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. MENGERJAI MELLY.

Kini Jhony sudah menempati sebuah kamar yang terbilang luas dengan beberapa fasilitas yang mirip sebuah kamar mewah yang di lengkapi dengan sofa, kulkas, tivi dan juga dapur kecil.

Sudah semalam suntuk, Melly menjaga Jhony sendiri dalam kamar itu, sambil terduduk diatas kursi di samping pembaringan dan sesekali menidurkan kepalanya diatas kasur tempat Jhony sedang berbaring.

Sebenarnya Tety ingin sekali menemani Melly menjaga Jhony di sana,tapi sayang, tiba-tiba suaminya menelpon dan menyuruh untuk menjemputnya di bandara. Mau tidak mau Tety terpaksa meninggalkan Melly berdua saja dengan Jhony di ruangan itu.

Sudah beberapa kali Melly terbagun tersentak ketika Jhony mengigau memanggil Ibunya.

"Ibu! Kenapa Ibu terlalu cepat meninggalkan kura- kura kecil Ibu ini. Aku mohon Bu jangan tinggalkan Aku sendiri," ucap Jhony dalam ngigaunya.

Ingin sekali Melly tertawa tapi sedapat mungkin dia tahan karna merasa kasihan padanya.

"Tidurlah, Aku ada disini! dan Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." ucap Melly sambil menggenggam tanga Jhony dan mengelusnya dengan sangat lembut.

Jhony seketika berhenti mengigau ketika Melly memperlakukanya seperti itu.Jhony malah menggenggam erat tangan Melly seakan-akan tidak ingin melepaskanya.

Seperti ada sesuatu ketenangan dalam batin Jhony ketika Melly memperlakukanya seperti itu.

Sadar tidak sadar Melly pun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Jhony.

Ada rasa bahagia tersendiri dalam hati Melly ketika tangan mereka besentuhan. Beberapa kali Melly mencoba menepis rasa itu, tetapi tetap saja tidak bisa, karna ini masalah hati.

Pagi pun tiba, kiluan cahaya matahari menembut pentilasi udara masuk kedalam ruangan itu.

Gerakan-gerakan kecil mulai terlihat pada tubuh Jhony, menandakan kalau pria itu sudah tersadar dari tidur lelapnya.

Dengan pelan-pelan sekali Jhony membuka mata.

Suasana ruangan yang asing baginya membuat Jhony beberapa kali mengedipkan matanya.

Jhony mencoba menarik tangan kananya karna tangan kirinya susah sekali dia gerakkan karna luka bekas belati kemarin.

Sama saja halnya dengan tangan kirinya, tangan kanannya pun sedikit susah dia gerakkan karena ada sesuatu yang menghimpitnya dibawah disana.

Jhony mengangkat sedikit kepalanya keatas untuk memastikan ada apa gerangan dengan tangan kananya, kenapa susah sekali untuk di gerakkan!. Dan alangkah terkejutnya Jhony ketika melihat Melly tertidur begitu lelap sambil memegangi tangannya seakan akan tidak mau melepaskanya.

Lama Jhony memandangi wajah Melly hingga dirinya tak sadar, kalau sekarang ini dia sedang tersenyum-senyum sendiri.

Melihat Melly bergerak Jhony kembali berbaring seperti semula, seolah-oleh dia belum sadar dari obat bius yang di suntikkan Dokter kemarin padanya.

"Ah....! , ternyata sudah pagi," Melly merenggangkan otot-ototnya lalu berdiri dari tempat duduknya.

Melly kemudian memegangi kening Jhony menggunakan telapak tanganya.

"Allhamdulillah, suhu badanya sudah mulai normal kembali." ucapnya

Setelah memastikan keadaan Jhony sudah mulai membaik, Melly melangkah kearah dapur yang masih satu ruangan dengan ruang Jhony dirawat.

Melly mengambil baskom kecil lalu mengisinya dengan air kemudian merendam sebuah handuk kecil didalamnya.

Setelah merasa cukup, Melly kembali ke arah pembaringan di mana Jhony sedang pura-pura tertidur.

Melly meletakkan baskon kecil yang berisi air serta handuk yang dibawahnya tadi keatas nakas yang berada samping tempat tidur, lalu kemudian mengambil handuk kecil yang ada di dalam baskom tersebut, kemudian memerasnya hingga sedikit kering.

Melly kemudian melap tubuh Jhony, Mulai dari wajah, leher lalu lengannya.

Sementara itu Jhony yang masih pura-pura tidur merasa sangat geli dengan perlakuan Melly itu, ingin sekali rasanya dia terbahak tapi sedapat mungkin dia tahan.

Melly kemudian memasukkan kembali handuk bekas lap tadi kedalam baskom dan berencana menyimpanya kembali di dapur.

Tapi belum juga dua kali kakinya diayun, melly berbalik dan meletakkan baskom kecil itu kembali di nakas seperti semula.

Melly memandang kearah pintu, setelah dirasa aman Melly sedikit menundukkan tubuhnya dan menbuka satu persatu kancing baju milik Jhony.

Jhony yang merasa aneh dengan perlakuat Melly sedikit membuka matanya dan terus memperhatikan apa selanjutnya yang akan di lakukan perempuan itu atas dirinya.

Setelah semua kancing baju kemeja Jhony terbuka dan memperlihatkan dada bidang yang sedikit di tumbuhi bulu-bilu halus.

Melly kembali memeras kain kecil yang ada dalam baskom itu hingga sedikit kering dan melap dada bidang milik Jhony turun naik hingga sampai ke pusatnya.

Perlakuan Melly yang seperti itu membuat Jhony tidak bisa menahan diri lagi untuk tertawa..

"Ha ..ha..ha...Gelii........." seketika tawa Jhony pecah.

Melly yang asyik melap tubuh Jhony sontak terhenti dari aktifitasnya dan melotot kearah Jhony.

"Ternyata kamu sedari tadi sudah sadar dan sengaja mengerjaiku." Melly dengan mata melotot.

"Siapa bilang," kilah Jhony.

"Terus kalau kamu tidak pura-pura tidur kenapa kamu langsung terbahak-bahak seperti itu," bentak Melly.

"Itu karena kamu mengelitikiku hingga Aku langsung terbangun sakin gelinya, makanya aku langsung terawa seperti tadi." ucap Jhony yang masih terus mencari alasan agar Melly tidak marah padanya.

"Hiii...kamu itu!, tidur maupun bangun sama-sama menjengkelkan." ucap Melly lalu menukul Jhony memakai handuk kecil yang sedari tadi dia genggamnya.

"Awo......." ringis Jhony sambil memegangi lukanya.

"Adu maaf-maaf." ucap Melly yang tak tahu harus berbuat apa melihat Jhony yang terus meringis seperti ayam yang baru saja di sembelih.

"Aku panggilin doktenya ya!," ucap Melly yang begitu panik.

"Ah tidak usah!, Pasti kamu segaja bukan untuk balas dendam padaku," ucap Jhony sedikit pura-pura marah pada Melly.

"Hiii....!, ini orang di baik- baikin malah nuduh yang engak-engak." balas Melly yang tidak terima dengan ucapan Jhony.

"Terus yang kamu lakukan barusan apa coba kalau bukan untuk balas dendam!,"

"Tadi tu gak segaja kali!, Hah ...sudalah karna kamu masih hidup berarti tugasku sudah selesai dan Aku mau pulang, sudah sehari semalam Aku belum pulang kerumah karena menjagamu disini." Melly mengambil tasnya diataa nakas di samping baskom.

Belum juga dia melangkah Jhony sudah mengancamnya.

"Sekali kamu keluar dari pintu ruangan ini maka kamu di pecat menjadi model, kamu tahu sendirikan konsekuensi yang harus kamu terima.!" ucap Jhony dengan wajah datar.

Melly seketika melotot, tubuhnya terasa lemas mendengan ucapan Jhony.

"Kejam bangat si," ucap Melly dan kembali meletakkan tasnya di tempat semula.

Jhony masih saja dengan wajah datarnya menatapi Melly tapi hatinya begitu gembira bisa mengancam meong betina yang tidak pernah mau kalah darinya itu.

"Tapi bangai mana dengan pakaianku!, masa

Aku harus memakai ini terus,"

"Itu gampang, nanti Aku suruh sekertarisku untuk membawakanmu baju, ban dalam serta kaca mata kuda made in timor leste kemari. Cepat kamu ambil handponeku dalam saku celanaku," perintah Jhony

"Aku yang ambil!, " ucap Melly sambil menunjuki dirinya.

"Iya siapa lagi.....!," balas Jhony.

"Ogah ah.....," tolak Melly.

"Ya terserah kamu. Aku juga gak rugi, baju baju siapa yang mau pake juga siapa," ucap Jhony santai.

Melly kemudian berpikir sejenak....

"Iya juga si, Baiklah-baiklah....," Melly maju mendekati Jhony lalu dengan hati- hati sekali merogoh kantong celana milik Jhony.

Tiba tiba mata Melly melotot seketika setelah memegang benda lunak dan sedikit hangat di dalam sana.

'"Hah......dasar mesum." ucap Melly sambil memukul paha Jhony dan berlari menuju kamar kecil.

Jhony yang mendapat perlakuan seperti itu dari Melly tertawa terbahak-bahak. Sunggu senang hatinya bisa mengerjai Melly sampai dia lupa kalau saat ini dirinya sedang sakit.

👉terus beri like, coment, serta votenya ya ....terima kasih.

1
Mazree Gati
heran setiap novel pasti ada cerita ganti baju,,padahalkan gausah di ganti ga apa apa bikin masalah aja
Lisa Maria
Luar biasa
Noeyfen Chabhy
Thor ga di lanjutin bikin cerita anak2 Aldo dan Gisel ,sama Joni dan melly
Itin
anggap aja the power of kepepet.

kayak ibu² yang rumahnya kebakaran tiba² bisa ngangkat kulkas 2 pintu.. padahal biasanya juga untuk ganti air galon nunggu suami pulang kerja🤭✌️
Itin
Kayaknya nanti si Melon aka Meong pekuburan 🤭✌️✌️
Nunik
ada sj 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aslinda Linda
ceritanya sangat luar biasa, pokoknya mantap deh authornya.
Isli Herlina
masih banyak orang baik di sekitar mu jhony, semangat
Isli Herlina
semangat jhony, roda kehidupan berputar suatu saat ayahmu akan butuh dirimu, untuk bapak satpam sehat selalu
Ekin Quen Linzyu Pioh
kayanya si Lina tukang ojek deh itu yg bar2 jodoh nya dokter😀
Ekin Quen Linzyu Pioh
neneknya meong yha,,😂
Purvideeshida Shida
❤️❤️❤️❤️
Supartini
ayo ayah gantian jaga
Supartini
sopo maneh
Supartini
la gisel piye snaknya juga perempyan kan
Supartini
gak terasa ya mau ada anggota baru
Supartini
hahaha melly panjat pohon mangga
Supartini
wah beneran hebat ya mereja orang orang kaya
Supartini
ha ha ha tidak nolak iya rindu piye sakiki kbre
Supartini
hahaha melly bisa aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!