Namanya Alesha Khalila seorang office girls di sebuah perusahaan besar yang berada di Ibukota. Dia mempunyai cowok yang bernama Dani Pratama . Alesha berpacaran sama Dani sudah lama sekali tapi setiap Alesha meminta untuk meresmikan hubungan mereka Dani selalu menghindar dan mempunyai seribu alasan untuk menolak.
Suatu hari Alesha sengaja pergi ke Bandung untuk memberikan surprise untuk sang pacar tapi sampainya di Apartemennya sang cowok. Alesha terkejut ketika membuka pintu Apartemennya, Alesha mendapatkan Surprise yang sangat menyakitkan dari sang Cowok...
Apakah Surprise yang didapatkan Alesha dari sang Cowok..
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
SELAMAT MEMBACA !!!
Opa Kusuma diam mempertimbangkan jawaban apa yang harus dikasihkan ke Alesha. " Semua baik saja Nak, kalau anak-anak akan kamu kasih apa Nak ?" Tanya Opa Kusuma.
" Mama nanti Lala tiup lilin ya Ma, tayak mbak Talina ya Ma ."Ucap Rara sambil bermain.
Alesha tersenyum. " Tapi jangan minta kado dari teman-temannya ya. Nanti akan dibelikan sama Mama yang banyak. Mengeri Sayang ?" Tanya Alesha ke Rara.
Rara hanya menganggukan kepalanya, mengerti apa yang diucapkan oleh Mamanya.
" Bagus, Rara nggak boleh minta kado. Nanti Opa Buyut juga akan kasih kado buat Rara. Mau kado dari Opa apa Sayang ?" Tanya Opa Kusuma.
Rara menoleh ke arah Mama dan bertanya, " Mama apa Lala boleh minta tado cama Opa, Ma ?" Tanya Rara ke Mamanya.
" Iya boleh Sayang, memang Rara mau minta apa sama Opa ?" Tanya Alesha.
Rara terdiam mikir mau minta apa, menoleh ke Mamanya lalu ke Opa Buyutnya.
************
Diperjalanan pulang ke kampung istrinya, Bang Fahrul mengobrol sama istrinya.
" Dek! Kita beruntung sekali ya Dek. Mendapatkan majikan yang sangat baik seperti Dek Alesha !" Seru Bang Fahrul mengawali obrolan mereka, supaya perjalanannya nggak sepi.
Mbak Widya menoleh ke arah suaminya. " Benar Mas, dulu Mas kerja di pabrik, aku kerja cuci gosok saja nggak pernah bisa kirim ke kampung lebih dari dua juta ya Mas. Tapi setelah kerja di rumahnya Dek Alesha kita bisa kirim uang empat juta kadang lima juta ya Mas. Sampai-sampai Bapak pas dikasih uang dari Neti bilang, nggak mau menerimanya Mas. Bapak juga bilang kenapa kirim uangnya sangat banyak sekali ." Ucap Mbak Widya, dia belum cerita ke suaminya.
Bang Fahrul menganggukan kepalanya ." Benar sekali Dek, ya walupun gaji kita empat juta satu orang tapi gaji kita utuh Dek. Nggak sah bayar kontrakan dan nggak belanja buat makan kita berdua. Dan kita juga bisa kasih Ibunya Mas, uang belanja satu juta tiap bulannya ." Ucap Bang Fahrul lagi.
Tanpa mereka sadari tiga jam sudah berlalu. Sekarang mobilnya Bang Fahrul sudah memasuki pintu gerbang menuju rumah Mertuanya.
" Kita sudah lama nggak pulang ya Mas, kita beli sembako dan oleh-oleh dulu Mas sebelum pulang ke rumah. Tadi dikasih uang bensin sama Dek Alesha berapa Mas ?" Tanya Mbak Widya ke suaminya.
Bang Fahrul memberikan tasnya yang berada di sebelahnya.
" Coba Dek, uang yang berada di tas tengah yang ada amplopnya itu semua uang yang dikasihkan Dek Alesha ." Jawab Bang Fahrul .
Mbak Widya membuka tas suaminya. " Masya Allah banyak sekali Mas, ini mah lebih dari satu juta Mas !" Seru Mbak Widya kaget. Dia langsung menghitung uang pemberian Alesha, mungkin Alesha ingin memberikan uang ini ke Bang Fahrul dengan alesan uang bensin. Mbak Widya tau betul sifat Alesha, dia nggak mungkin mau menerima uang yang sudah dikasihkan ke mereka dan dia akan marah kalau ada yang mengembalikan ke dia lagi walaupun uangnya sisa. Alesha selalu bilang ya sudah buat kalian saja.
Bang Fahrul membelokkan mobilnya ke depan toko kelontong yang sangat besar sebelum masuk ke desa mertuanya.
" Ayo Dek, kita beli sembako buat Ibu dulu dan jangan lupa Neti juga dibelikan. Untuk oleh-oleh nanti beli buah saja disebelahnya lagi kan ada penjual buah buahan . " Ucap Bang Fahrul.
Mbak Widya turun langsung memesan beras yang sepuluh kiloan empat kantong, minyak empat botol yang satu literan, gula pasirnya juga empat kilo, kopi sachet an empat renteng, teh celupnya dua kotak. mi instantnya satu dus, sarden ikan nya sepuluh kaleng, tepungnya dua kilo sama jajanan buat keponakannya.
" Semuanya satu juta dua puluh ribu Bu ." Ucap Karyawan toko.
Mbak Widya langsung mengambil uang di tas suaminya dan meminta karyawan toko itu mengantarkan ke mobil suaminya.
Bang Fahrul yang melihat istrinya dan karyawan toko datang dengan sigap langsung membuka pintu mobil bagian belakang dan membantu menata ke dalam bagasi mobil.
" Sudah semua Dek ?" Tanya Bang Fahrul.
" Sudah Mas habis satu juta Mas !" Seru Mbak Widya menunduk takut suaminya marah.
Bang Fahrul tersenyum dan mengusap tangan istrinya. " Sudah nggak apa-apa Dek, lagian kan itu uang dari Dek Alesha, kalau kamu nggak enak sama Mas. Nanti pulang dari sini kita mampir ke kostan Bapak juga belikan mereka yang sama dengan Bapak sama Ibu kamu biar adil. Kamu juga nggak punya pikiran nggak enak sama Mas !" Seru Bang Fahrul menenangkan hati istrinya. Bang Fahrul tau apa yang dipikirkan istrinya.
Mereka masuk ke mobil dan akan membelikan buah untuk orang tua dan adiknya.
" Beli buat Rama sama Reni juga Dik, nanti sore kalau ke Jakarta ada yang dimakan di dalam mobil !" Ucap Bang Fahrul kepada istrinya.
Mbak Widya langsung turun membelikan buah buat orang tuanya, adiknya sama anak-anaknya.
Bang Fahrul menjalankan mobilnya setelah istrinya masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya ke rumah mertuanya. Tinggal lima belas menitan lagi sampai ke rumah mertuanya.
Sampainya di depan rumah mertuanya, mobil di belokkan ke halaman rumah sederhana milik mertuanya.
Sedangkan di depan rumah mertuanya, ada Ibu-ibu yang berbisik menebak siapa yang datang ke rumah Bu Heni.
" Itu siapa yang datang ya, mobilnya bagus banget. Apa mungkin orang yang menagih uang ke Bu Heni ya Bu ." Ucap salah satu dari mereka.
Neti yang mendengarkan ucapan tetangganya sangat sakit sekali hatinya. Tapi mau bagaimana lagi memang lingkungannya seperti itu.
" Lho itu kan Widya sama siapa ya. Masak suaminya kan suaminya cuma buruh pabrik apa bisa membawa mobil bagus begitu ." Ucap mereka lagi.
" Lho itu memang suaminya Widya ." Jawab mereka sendiri.
" Mbak, Mas !" Sapa Neti langsung memeluk tubuh Mbaknya yang baru datang. Langsung mencium tangannya Bang Fahrul.
Bang Fahrul tersenyum dengan adik iparnya itu. " Bagaimana kabarnya Dek ?" Tanya Bang Fahrul .
Neti balas tersenyum. " Alhamdulillah Mas, sangat baik Mas ." Jawab Neti kemudian.
" Dek! Suami suruh kesini Dek !" Seru Bang Fahrul menyuruh memanggil adik iparnya itu.
Neti langsung berjalan ke sebelah rumah ibunya dan memanggil suaminya yang lagi selesai mandi habis dari sawah.
" Mas Fahrul baru datang !" Sapa Reza adik iparnya.
" Ya Dek, tolong Mas dibantu menurunkan barang-barang yang di bagasi belakang Dek. Semua turunkan saja masukkan dulu ke rumah Bapak, Dek ."
Sedangkan orang-orang yang di dalam rumah, semua keluar ingin melihat siapa yang mengobrol di halamannya.
" Ibu !" Seru Reni langsung berlari memeluk tubuh Ibunya dengan ceria sekali. Karena ibunya pulang dia belum tau kalau mau diajak ke Jakarta sama orang tuanya.
semangat kk 💪💪
semangat