Gadis cantik dan hebat itu bernama Laras,hidupnya harus jungkir balik.
Dari serba ada menjadi tidak punya apa-apa,
Diumurnya yang masih sangat muda,
duduk di bangku SMA,ia terpaksa harus bisa hidup mandiri.
ia pribadi yang tangguh,cerdas dan berbakat.
Unsur action,petualangannya dalam meraih apa yang diinginkannya dan kisah percintaannya menjadi bumbu menarik dalam kisah ini.
Siapakah Jodohku???
apakah ia yang selama ini selalu bersamaku ataukah orang lain?
Banyak pria yang mencintai Laras,
siapakah yang pada akhirnya akan selalu bersamanya,menerima segala kekurangannya mengingat kini dia bukan lagi berasal dari keluarga yang kaya raya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni istiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat Yang Begitu Asing
Mohon siapkan minyak kayu putih dan beberapa lembar tissue.
Karena di episode ini banyak mengandung bawang yang akan membuat mata dan hati kita yang membacanya perih!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Dua hal yang pasti akan datang dalam hidup....
Hal yang pasti datang namun kita tak tau pasti waktunya dia akan datang.
Jodoh dan Mati adalah dua hal yang akan datang mewarnai hidup hingga akhir setiap insan.
Segala ruang akhirnya akan menemui kesunyian dan kekosongannya sendiri.
Begitupun tempat yang bernama hati,
dengan mudah ia terisi dan dengan mudah ia akan kembali kosong.
Bahkan yang lebih malang adalah,
ketika kau kehilangan orang kau cintai,
untuk selamanya dari dunia ini,
dan kau tak bisa melihatnya dan menyentuhnya bahkan untuk yang
terakhir kalinya.
***
Kedua ambulance itu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.
Menerobos setiap traffic light yang ia lewati,
membelah macetnya kota,
berharap agar orang yang ia bawa bisa diselamatkan dari bayang-bayang kematian yang menghantui.
Didalam ambulance Justin berusaha keras berdoa apapun yang ia bisa.
Berharap besar doanya akan segera dikabulkan oleh Tuhan.
Luka tembak yang ia derita di lengan kanannya seakan tak digubrisnya saati itu.
Keadaan jauh berbeda di ambulan satunya.
Allex yang menemani Laras justru mendapatkan serangan tak terduga.
JLEB!!!
Jarum suntik dengan kasar mendarat di punggungnya.
Dan dalam sekejap Allex jatuh pingsan akibat suntikan itu.
Segera diubahnya posisi Allex menjadi pasien di dalam mobil itu.
"Segera lepaskan accecoris apapun yang menempel pada tubuh Laras!!!
cepat-cepat waktu kita hanya tinggal 5menit sampai dirumah sakit!!!."
Jacob mulai gusar.
"Sudah Bos!!!
semua accecoris yang Laras pakai sudah saya masukan ke kantong celana pria ini."
Ucap Arman sambil menunjuk ke arah Allex.
"Bagus!!!
setelah tiba kau segera masukan pria ini ke UGD dan setelah itu kau harus langsung pergi!!
tak boleh ada yang sampai curiga kepadamu!!
mengerti ARMAN!!!."
"Siap!! Aman bos!!."Arman berusaha meyakinkan Jacob.
Rencana berjalan dengan sangat mulus malam itu.
Raka,Allex dan Justin diturunkan di Rumah sakit yang sama.
Namun Laras tetap berada di ambulance lalu dipindahkan ke mobil pribadi yang Arman sewa untuk meninggalkan jejak.
Mobil Avanza itu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan seluruh yang perlu ia tinggalkan.
Di lain tempat Jasson sudah bersiap menunggu kedatangan ayahnya yang akan membawa Laras didalam jet pribadinya.
"Lapor tuan,pilot sudah memberi kode jika pesawat sudah siap untuk terbang."
"Bagus,tunggu 5menit lagi seharusnya ayah sudah tiba disini."
"Baik tuan."
jawab pelayan itu.
Benar saja begitu Jasson melirik dari jendela pesawat,
telah terlihat mobil yang membawa ayahnya dan Laras itu.
Diletakkannya Laras ditempat duduk disamping jacob.
"Berbahagialah disana Jacob,
tapi ingat jangan sampai lengah menjaganya!!
apalagi sampai ia kabur!!
ayah sudah menyiapkan beberapa anak buah ayah yang bisa di andalkan untuk menjaga kalian disana.
jika ayah nanti menghubungimu untuk pulang,
kau harus segera pulang.
agar tidak ada yang mencurigai kita dengan kasus ini nanti.
mengerti Jasson!!!."
"Mengerti ayah,
terima kasih ayah!!
aku pasti akan berbahagia bersamanya di Swiss nanti ayah."
Jasson memeluk erat ayah Jacob.
"Sudah segera berangkat!!
selamat berbahagia anakku!!."Lambaian tangan Jacob mengakhiri pertemuan mereka.
Jacob segera melajukan kembali mobil itu dengan kecepatan tinggi.
Jika polisi mencurigainya,dia punya bukti bahwa dia sedang berada dirumah.
***
Bak di sambar petir!!
Martin dan Adinata sangat terkejut mendengar kabar ini.
Mereka semua langsung berhambur menuju rumah sakit Moewardi.
Setelah sampai Martin dan adinata dirumah sakit,
kejutan kembali datang.
Raka telah tertutup kain putih dan Justin terus menangis sesenggukan dilantai,
sambil perawat mencuri-curi kesempatan mengobati luka tembak dilengan kanannya itu.
"Apa yang terjadi ini nak!
tidak mungkin anakku mati!!!
anakku pasti masih hidup!!!
bangun nak!!
ayah sudah datang menjemputmu!!!
ayo kita pulang!!
apa kau tidak ingin melihat anakmu dilahirkan nanti,Raka!!
bangun!!!
ku perintahkan kamu untuk bangun Raka!!!
bagaimana jika Laras melihat ini nanti!!
Laras!! dimana Laras Justin!!!."
Justin tak menjawab sepatah katapun,
ia tetap dengan tangisan dan lamunannya.
"Katakan dimana Laras Justin!!!."Ucap ayah Martin sambil menggoyang-goyangkan tubuh anaknya itu.
"Dimana Laras Justin??."Adinata ikut bertanya.
Tyas hanya bisa menangis sambil memeluk gio,tubuhnya sudah bergetar hebat.
firasat seorang ibu begitu kuat,
sejauh mata memandang ia tak melihat Laras berada disini.
"Tenang pak,anak bapak masih kami coba obati.
dia juga terkena luka tembak,
sudah banyak darah yang keluar dari tubuhnya.
Diruang sebelah ada satu lagi pasien yang datang bersamaan dengan mereka dari lokasi kejadian pak."Ucap suster untuk bisa segera menyelesaikan penanganan pertamanya kepada pasien yang terus menangis dan melamun ini.
Martin dan adinata segera berlari keruang yang dimaksud suster tadi.
Mereka menoleh ke kanan dan ke kiri tak ada tanda Laras berada disana.
"Bapak mencari siapa??
apa yang bapak cari korban yang datang bersamaan dari lokasi penembakan di restaurant tadi?."
"iya,betul dok!!
dimana Laras??."
"Laras?
tapi yang datang tadi hanya 3 laki-laki pak.
2laki-laki di ruang sebelah dan yang disini pria ini."Ditunjuknya Allex yang masih pingsan.
"Allex??."
"kamu kenal adinata?."
"Dia anakku yang pernah ku ceritakan di adopsi oleh Gunawan,Martin.
lalu dimana anakku Laras?."Bulir airmata kini jatuh dipipi pria paruh baya itu.
"Pasien masih tak sadarkan diri pak,
karena dia terkena obat bius dosis tinggi.
saat kita mencoba mencari identitasnya,
kita malah menemukan ini di kantung celananya."
Diamatinya benda-benda itu.
"ini semua milik anak saya Laras dok,lalu dimana dia?
apa dia tadi tidak datang bersama 3laki-laki itu?."Adinata mulai panik.
"Tadi saya sudah menjelaskan pak,
yang datang turun dari ambulance tadi hanya 3 laki-laki tidak ada korban wanita yang datang."Ucap dokter jaga mencoba menjelaskan yang ia lihat.
Tak lama polisi langsung datang ke rumah sakit meminta keterangan dari Justin.
Polisi tak bisa berbuat banyak,
sepertinya Justin masih syok.
Sedangkan saksi satunya Allex juga masih tak sadarkan diri,
sehingga mengorek keterangan dari pihak korban ditunda sampai para korban siap dimintai keterangan.
DiTKP polisi berhasil mendapat sedikit keterangan dari beberapa saksi yang melihat kejadian,
dan polisi telah berhasil mendapatkan ciri-ciri pelaku dari keterangan beberapa saksi dan dibantu cctv.
Polisi telah berusaha semaksimal mungkin agar segera mendapatkan titik terang dari kasus ini.
***
**Langit seakan menjadi saksi kesedihan dari dua keluarga ini.
bumi sepertinya terdiam tak mampu mengungkapkan turut kesedihannya.
Matahari pun enggan memunculkan cahayanya yang bersinar terang.
Gulungan awan-awan hitam menjadi pemersatu cuaca pagi itu.
Beberapa mantan jajaran dari kepolisian turut hadir dalam pemakaman itu,
Rekan-rekan bisnis,teman-teman Raka dan Justin semua turut hadir mengikuti proses pemakaman Raka.
Isak tangis mewarnai pemakaman pagi itu**.
Tyas terbaring lemah di kasur,
di temani beberapa tetangga ibu-ibu di kompleks itu.
Badai besar tengah melintas di keluarga ini,
di satu sisi kehilangan suami dari anaknya,
disatu sisi ia juga kehilangan anaknya sendiri yang tengah hamil muda.
Tak ada kata yang sanggup untuk menggambarkan kesedihan hati mereka yang ditinggalkan.
Rasa ikhlas dan sabar sangat kritis diposisi saat ini.
Stok air mata terasa sudah kering dari mata Justin.
Dia lebih banyak diam,diam dan melamun.
Hati mana yang mampu,
mata mana yang sanggup melihat,
ketika kakakmu meregang nyawa dihadapanmu.
Menghembuskan nafas terakhirnya didepanmu,
mengucapkan kata-kata terakhir untukmu.
Begitu juga dengan Ayah Martin dan adinata yang berbicara seperlunya saja.
Para pelayat berusaha memberi kekuatan sebisa mungkin namun itu tak mampu mengurangi kesedihan keluarga itu.
Dukungan dari beberapa lembaga dan institusi yang mendengar pemberitaan ini seolah menjadi angin segar untuk segera mengungkap pelaku penembakan ini.
Perusahaan-perusahaan yang menjadi relasinya pun banyak menawarkan bantuan apapun yang bisa mereka lakukan untuk membantu penyelidikan ini.
"Raka dikenal dengan orang yang baik,ramah dan tidak mempunyai musuh.
Bagaimana bisa dia menjadi korban penembakan,
apa mungkin dia korban salah sasaran?
dan dimana menantu ku berada?
apa sudah ada petunjuk dia berada dimana?."ucap Martin dengan menahan perasaan kecewa menggebu-gebu.
"Kami masih menyelidiki semua ini pak,
apa Laras ini ikut menjadi dalang dari peristiwa ini atau tidak.
Kita juga sudah menyebarkan kasus ini ke seluruh tim kami diseluruh kawasan agar ikut membantu mencari keberadaan Laras ini."
"Anakku begitu mencintai suaminya pak,tidak mungkin dia ikut ambil andil dalam membunuh suaminya sendiri."
Adinata mencoba memberi opininya.
"Tenang pak,Kitakan sudah jelaskan tadi.
Jika kami masih mendalami kasus,menyelidiki berbagai kemungkinan.
Berbagai kemungkinan ini akan dipersempit jika saksi satunya yang berada di tempat kejadian sudah bisa kita mintai keterangan.
Info dari rumah sakit dia baru saja siuman, tapi keadaannya masih lemah.
Jadi kita tunggu sampai nanti siang untuk minta keterangan darinya.
Kami pamit undur diri pak,semoga bapak di beri ketabahan dari semua yang terjadi.
Kami akan berusaha semaksimal mungkin."
"Terima kasih pak."
Jawab Martin lemah.
***
Penerbangan dari S*l* ke swiss ditempuh selama 25jam oleh Jasson dan Laras.
Mereka kini telah sampai dikota Zurich pukul 14.09 waktu setempat.
Indonesia memiliki perbedaan waktu 6jam lebih cepat dari negara Swiss.
Zurich merupakan kota besar,dan menjadi pusat perdagangan di Swiss.
Kota yang padat namun begitu indah,
dikelilingi danau yang begitu luas dan bersih.
Gunung-gunung berdiri kokoh menambah asri pemandangan dikota itu.
Setiap mata yang pernah memandang kota itu,pasti akan selalu mengingat dengan indah kota itu.
Para pelayan begitu heran dengan Jasson yang tak henti-hentinya memandangi dan menciumi wanita yang tak sadarkan diri dipesawat sejak berangkat dari Indonesia itu.
"Sepertinya tuan kita ini pshyco ya."
bisik-bisik lirih pramugari dibalik tirai kabin pesawat.
"ssst..lu mau kepala lu ditembak apa,
berani-beraninya ngomongin anak bos pshyco.
Tapi kasian juga tu cewek,sampe harus di buat pingsan gitu buat dibawa ke Swiss.
iih!! udah diem jangan ngomong lagi ntar ketauan mati kita."
Setelah sampai di mansion yang berada di dekat danau itu,
Laras langsung di kunci di sebuah kamar yang begitu besar.
satu kamar yang Laras tempati itu sudah mewakili luas sebagian rumah jika dibandingkan dengan rumah umum biasanya.
Didalamnya ada kasur yang begitu besar,
ada beberapa kursi di tengah bisa untuk beberapa orang.
Ada pantry room,mini bar dan ruang bisokop pribadi.
"Dengarkan saya baik-baik!!
jaga wanitaku ini baik-baik jika saya tidak berada disini untuk beberapa saat,
jangan sampai terjadi apa-apa padanya,
apalagi sampai dia melarikan diri dari sini.
Jika sampai itu terjadi tamatlah riwayat kalian semua yang berada disini.
Apa kalian mengerti!!!."
Teriak Jasson kepada seluruh pelayan itu.
"Mengerti tuan."
Jawab beberapa pelayan itu.
"saya akan istirahat sebentar,
jika wanitaku sudah siuman,
langsung kalian urus dia agar segera makan dan mandi.
Aku mau wanitaku yang cantik itu bertambah cantik dan bertambah harum sebelum bercumbu denganku.
Paham!!??."
"Paham tuan."
jawab para pelayan wanita itu.
Perlahan Laras membuka matanya,
mulai ia pandangi tempat di sekelilingnya.
"Dimana gue?
kenapa tempat ini asing buat gue?
dimana suamiku?
kak Raka!!
kak Raka!!!
Justin!!
dimana kalian?."
Laras mencoba turun dari tempat tidur itu,
dia mencoba mencari pintu untuk keluar.
"Kak Raka dimana kamu??
Laras takut sendirian kak??
kakak dimana??
Justin kamu dimana??."
Seakan ruangan itu tak berujung,
Laras terus berjalan sambil berteriak dan menangis.
Akhirnya dia menemukan pintu,
tapi saat dia akan membuka pintu itu ternyata terkunci.
"Hallo!!
tolong buka pintunya!!!
hallo!!!
Aaarghh!!
Perutku kram.
Maafkan mama nak,kamu pasti lapar didalam.
Tapi mama ga tau ini dimana nak,
dimana mama bisa mendapatkan makanan untuk kita makan."
Hiks...hiks...hiks...
Kak Raka tolong aku..
kamu dimana??
bagaimana keadaanmu??
Laras baru ingat terakhir dia melihat Raka telah tertembak di bagian dadanya,
begitu juga dengan Justin yang tertembak di bagian lengannya.
Ya Tuhan dimana suamiku?
Tolong jaga dia agar selalu baik-baik saja Tuhan..
jangan biarkan dia terluka lagi,
segera pertemukan kami Tuhan.
Aku takut.
Aku takut bersama anakku disini sendirian,
entah aku sekarang berada dimana😭😭😭
Tempat ini BEGITU ASING bagiku.
😭😭😭😭😭
Tubuhnya kini beringsut ke lantai,
sudah lemah sudah tak berdaya untuk sekadar berdiri.
...----------------...
*Ya ampun nyesek Thor!!!
Doanya Laras sudah terkabul
Raka sudah baik-baik saja,
Raka tidak terluka lagi,
tapi Raka sudah berada di alam lain.
😭😭😭😭😭😭 sedih aku Thor..!!
Sama Mak aku juga😭😭😭😭😭😭*
Lalu habis ini Laras sama siapa Thor kalo Raka meninggal??
Rahasia dong Mak,
kalau mau tau Mak ikutin terus up nya buat tau jawabannya okey.
iye-iye ujung-ujungnya promosi lu Thor!!
😁😁😁
***
Sampai sini dulu ya teman-teman,
author ikut nyesek buat nulis di adegan ini.
😭😭😭😭😭😭😭
Buat teman-teman yang sudah mampir ke karya ini,
jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak biar q juga bisa mampir ke karya kalian,
selalu
Like,
Vote,
Favorite,
And Comment di setiap episodenya yah..
karena like dari kalian semua sangat berarti untukku.
and boleh follow juga
IG aku
Nama IG: yistiyanti
Salken ya..
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER
Makasih🙏😍
😁
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
nungguin si Ramadhan SM Khansa Up
coba baca yg lain,mksihhh