“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”
Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jordan Dan Zahrana
Teriakan Mama Shela Membuat Roby Dan Zahrana kaget, Dengan Cepat Zahrana membantu Roby Mengenakan kursi Rodanya kemudian mereka Turun menggunakan Lift.
Tampaklah Jordan Yang telah Terbaring di lantai, Darah Yang banyak Mengalir Di lantai,,, Dengan Sigap Zahrana mengangkat Jordan Membawanya ke Dalam mobil,
Mama Shela membukakan Mobil, Mereka Pergi Bertiga Kerumah Sakit Meninggalkan Roby Disana.
Roby Yang Tidak Bisa menyetir Sendirian Langsung Menelpon Aditya, Dan menceritakan kejadian itu kepada sang sahabat, Aditya turun dan mendapati Roby yang Terlihat Cemas Itu.
Roby dan Aditya Menuju Rumah Sakit, Roby Berkali-kali Menelpon Mama Shela dan Istrinya Akan Tetapi Satupun Tidak Ada Yang Mengangkat, Tentu Saja Tidak Ada yang mengangkat, Keduanya Tidak membawa Handphone Sama Sekali.
Roby Hanya Pasrah, Zahrana Atau Mama Shela tidak memberitahu Rumah sakit Yang mana, Roby Dan Aditya Mencoba Mencari Ke Rumah Sakit Mitra Medikha Jaya Dimana Dirinya Di Rawat Saat Peristiwa kecelakaan itu.
Tidak lama Setelah Itu, Sebuah Nomor Baru Menelpon Ke Handphone Roby, Pemuda itu Menerima panggilan itu dengan cepat, Mama Sela menelpon Roby dengan nada sedang menangis, Roby yang sudah tahu itu mama Shela langsung menanyakan keadaan Adiknya jordan.
Mama Shela memberi pernyataan Jordan Sedang Di tangani Sekarang, Sedangkan Zahrana Sedang Melakukan Transfusi darah kepada Jordan Yang Mengalami Pendarahan Serius Di kepalanya Akibat Terbentur Dan Jatuh Dari Tangga.
Mama Shela Menangis Sejadi-jadinya, Kejadian Yang Sama Di Alami Kedua Anaknya, Tidak Bisa Ia Bayangkan Bila Menantunya itu Tidak Ada, Mungkin Dirinya Akan Kehilangan Jordan.
Wanita Itu Merasa Bersalah Atas kejadian itu.
Roby Terdiam Sesaat, Pemuda itu Merasa Ada yang Aneh Sekarang Bagaimana Bisa Zahrana Mendonorkan Darah Kepada Jordan, Golongan Darah Jordan Sangatlah Unik,,, Sepengetahuan Pemuda itu Dirinya Dan Adiknya Memiliki Darah Langkah Yang Sama.
Bagaimana Bisa Zahrana Memilik itu Juga, Bukankah itu Sebuah Kebetulan.
Roby Menanyakan Hal itu Kepada Aditya, Berharap Aditya Mengetahui Sedikit Saja Tentang Argumennya itu.
“Istri Lo Hebat ya Bro,,, Bak malaikat Penyelamat Hidup Lo Sama Jordan”
“Maksudnya” Roby Bingung Dengan Jawaban Aditya itu.
“Emangnya Lo gak Tau, Zahrana itu Pet Darah Yang Di temukan Farel Buat Nyelamatin Lo Bro, Waktu Lo Kecelakaan”
Aditya Berbicara Sesuai informasi Yang Di Dapatnya Dari Pak Ridwan Waktu itu.
Roby Terdiam, Menyaring Perkataan Sahabatnya itu, Bagaimana itu Bisa Terjadi, Kenapa Dirinya Tidak Pernah Tahu Istri Yang Ia Acuhkan Berkorban Begitu Banyak Untuknya.
Tidak Lama Setelah itu, Mereka Sampai Dirumah Sakit Mitra Medikha Jaya, Aditya mendorong Sahabatnya menuju Meja Resepsionis Rumah Sakit itu.
Aditya Menanyakan Ruangan Atas nama Jordan Ardiandres. Petugas itu pun memberitahu Ruangan Jordan Setelah Mencek data Di Hadapannya.
Aditya dan Roby Berjalan Menuju Kamar yang Dimaksud Tadi, Mereka Menemukan Mama Shela Sendirian Menangis Tersedu-sedu.
“Mamah” Roby Memanggil Mama Shela
“Roby,,,,,,,Hiks” Dengan Mata Sembab Dan Air mata yang Terus Mengalir.
“Bagaimana Keadaan Mereka”
“Jordan Sedang Di Operasi Nak! hiks,, Semua Salah mama, Seandainya Mama Tidak Menghampirinya Ke kamarmu Ini Tidak Akan Terjadi Huhu”
Mama Shela Menangis Sejadi-jadinya, Selang Beberapa Waktu Zahrana Datang Bersama Suster Yang mendampinginya.
Roby Tidak Kuasa Menahan Dirinya, Ingin Rasanya Roby Memeluk Istrinya Sekarang.
Zahrana menghampiri mereka Dengan Senyum Manisnya, Mama Shela memeluk Menantu kesayanganya itu.
Roby Juga menginginkannya, Akan Tetapi Hati nya tidak Kuat Melihat Zahrana Saat ini.
Roby Mengingat Keangkuhan Dan Kecuekannya Terhadap istri Sebaik Zahrana. Sekarang Roby Merasa malu Atas Perilaku yang Pernah ia Terapkan itu.
Dokter Keluar Dari Ruang Operasi itu, Mengatakan Operasi Berjalan Dengan Lancar, Sang Dokter Memuji ke Bijakan Mama Shela Dan Zahrana Yang membawa Pasien tepat waktu dan Memberi ijin Untuk operasi
Diwaktu Sesingkat itu.
Disisi Lain,, Mama Rina Menghampiri Farel Yang sedang Mengamati Layar Handphonenya.
Mama Rina Tampak Kepo Dengan Anak Angkatnya itu, Farelpun Dengan Terang-terangan Memperlihatkan Foto Zahrana Disana.
Mama Rina Tampak Tidak Asing Dengan Gadis itu,, Sambil Mengingat-ingat Dimana Ia Melihatnya Mama Rina teringat Dengan Putri Mama Shela bernama Zahrana.
“Bukankah Gadis ini Bernama Zahrana, kalian saling kenal ternyata”
“Bagaimana Ibu Bisa tahu?” Farel Tampak Kaget Saat Mama Rina menyebut nama Zahrana.
“Inikan Putri Sahabat Mama, Kamu Tahu Tidak Istri dari Pengusaha pak Andreas yang terkenal itu”
Farel Hanya Menunduk, Ada perasan Aneh Di hatinya, Saat mengetahui Mungkin Zahrana Sudah Menjadi Istri Tuan mudanya.
“Kamu Tidur Lagi yah, Besok Mama Yang Akan temani Kerumah Sakit”
Seperti biasa, Farel masih harus check up ke rumah sakit. karena jantungnya yang Sakit Karena Penghantaman Yang Di lakukan Davindra dan Anak Buahnya itu.
Jordan Ardianres
Farel Davidshon
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya