Bertemu kembali dengan mantan Kekasih, setelah bertahun-tahun putus. Bagaimana rasanya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Penggoda
Siang menjelang.... Nina tengah menunggu Axel keluar dari kelas. Tak lama mobil Mas Adi berhenti didepan Nina, lalu Mas Adi keluar dari mobilnya
"Nina,,," Ucap mas Adi
"Mas,, mas mau jemput Axel juga??" ucap Nina
"Iyaa kalau boleh mas mau ajakin dia dan kamu makan bareng siang ini" ucap mas Adi
"Kita tunggu Axel aja mas, bentar lagi juga keluar dia" Ucap Nina
Triiiinggggg!!!!
Bel sekolah berbunyi, anak-anak pun berhambiran keluar dari kelas. Axel dan Aurel berjalan bersama ke depan sekolah dan menyapa Nina juga papanya. Mobil Reza sampai di sekolah, namun yang keluar adalah asisstent Reza untuk menjemput Aurel. Lalu Aurel pamit kepada Nina dan masuk kedalam mobilnya.
"Axel kita makan siang bareng yah, sama mama juga" Ucap mas Adi
"Iya pa, axel mau" ucap axel
Kemudian Axel masuk kedalam mobil papanya dan Nina menaiki motornya. Mereka menuju salah satu resto yang tidak jauh dari sekolah Axel. Setelah sampai mereka bertiga masuk kedalam Resto dan duduk di meja yang sama.
Kemudian mereka memesan makanan dan makan siang bersama.
"Gimana hubungan kamu sama Reza?" Ucap mas Adi
"Emm baik-baik aja mas, dan mas Reza udah ngelamar aku" ucap Nina
"Alhamdulillah,, bagus kalau gitu. Berarti dia memang serius sama kamu dan mas ikut bahagia" Ucap mas Adi
"Makasih mas" Ucap Nina
"Axel,,, sebentar lagi kan mama Nina mau menikah dengan om Reza, Axel ikut tinggal dirumah papa aja mau gak??" Ucap mas Adi
"Kenapa begitu pa?? Axel mau tinggal sama mama. kLena ada Aulel disana nanti. Jadi Axel punya temen pa" Ucap Axel
"Hm.. kalau kalian disana nanti ganggu mama Nina" Ucap mas Adi
"Nina gak masalah kok mas, malah Nina seneng dan Nina rasa mas Reza gak akan keberatan sama sekali karena mas Reza juga mengajak Aurel bersama kami nanti" Ucap Nina
"Hmm... mas yang ngerasa gak enak Nin. Axel itu anak mas, seharusnya dia mas yang mengasuhnya bukan kamu" ucap mas Adi
"Nina mohon mas,, biarkan Axel ikut bersama Nina, nanti jika Axel sudah besar, Nina yakin Axel bisa menentukan pilihannya sendiri mau ikut mas, Nina atau ikut neneknya kan" Ucap Nina
"Hmmm terserah kamu saja kalau begitu" Ucap mas Adi
Saat mereka menikmati makan siang bersama, tanpa diduga Ratu juga berada disana dan akan keluar dari Resto itu. Langkahnya terhenti saat pandangannya menemukan Nina yang tengah makan bersama seorang pria lain dan juga putranya. Ratu pun mengambil ponsel ya dan memotret Nina juga pria yang tampak berbincang hangat dengan Nina, pria itu hanya nampak dari belakang. Lalu Ratu menghampiri Nina
"Ehm... ternyata gini kelakuan kamu di belakang Reza?! Dasar wanita penggoda!" Ucap Ratu kasar
Nina langsung berdiri dan menatap tajam kearah Ratu. Sementara Adi menutup Mata dan telinga Axel karena mas Adi tidak mau putranya mendengar dan melihatnya, untungnya Axel menurut dan tidak memberontak.
"Jaga bicara anda ya Ny. Ratu! jangan sembarangan anda mengucapkan kata kasar di depan putra saya!" Ucap Nina dengan sangat tajam
"Aku gak perduli! dan aku gak akan pernah rela melepas Reza bersama dengan perempuan seperti kamu!" Ucap Ratu dengan tidak kalah tajam
"Cukup! jangan membuat keributan disini!!" Ucap mas Adi
"Jangan ikut campur!! aku hanya memiliki urusan dengan wanita penggoda ini!" Ucap Ratu sembari menunjuk kearah Nina dengan jari telunjukkannya yang mengeras.
Plaaaakkkkkkkkk
Tangan mulus nina berhasil mendarat bebas ke wajah Cantik Ratu saat itu dan membuatnya merah padam.
"Beraninya kau!!!" Ucap Ratu yang akan membalas tamparan Nina namun segera Nina tahan tangan ratu dengan sangat kuat.
"Kau yang memulai kegaduhan ini! maka kau pantas menerima hukumannya! ingat satu hal yah Ny Ratu yang terhormat! Jangan pernah anda mengatakan hal kasar kepada saya, atau anda akan mendapatkan hal yang lebih dari sebuah tamparan itu!" Ucap Nina membungkam mulut Ratu.
Kemudian Nina melepaskan tangan Ratu dan tampak Ratu begitu marah kepada Nina. Dia pun langsung beranjak pergi menjauhi Nina. Lalu Nina mengatur nafasnya dan kembali duduk langsung minum sebotol air minum hingga habis.
Kehebohan pun selesai, semua orang kembali fokus terhadap makanan mereka meski sesekali mereka masih membicarakan kejadian tadi namun Nina tidak peduli. Mas Adi melepaskan Axel dan mereka kembali melanjutkan makan mereka
"Mas salut sama keberanian kamu" Ucap mas Adi dengan tersenyum
"Biasa aja mas. Nina cuma gak seneng sama ucapan dia aja, kalau ngomong gak bisa di kontrol ya harus di beri pelajaran. Makasih udah lindungin Axel dari pendengaran dan penglihatan jahat" Ucap Nina
"Tentu, mas juga gak pengen lihat Axel melihat semuanya" Ucap mas Adi
"Melihat apa pa??" Ucap Axel
"Gak papa sayang, kamu makan aja" Ucap papa
Setelah mereka selesai makan, Mereka berpisah di resto. Nina dan axel melaju ke gerai sementara mas Adi kembali ke kantor. Ratu yang tidak bisa terima karena dirinya di permalukan didepan umum oleh Nina. Kemudian Ratu mengirimkan foto Nina dan pria yang tidak dikenal oleh Ratu kepada Reza.
Saat itu Reza tengah mempersiapkan perencanaan pembangunan di gerai Nina, saat ponselnya bergetar, Reza pun melihat pesan masuk dari Ratu, lalu Reza membuka pesan tersebut adalah sebuah foto Nina bersama pria dan Nina tampak sangat bahagia. Pesan singkat dikirimkan Ratu
"Wanita yang kau puja ternyata tak lebih dari seorang wanita penggoda!"
Reza meremas ponselnya dengan sangat kuat. Untung saja bahannya sangat keras jadi tidak langsung rusak.
"Kalian lanjutkan pembahasannya, saya ada urusan sebentar!" Ucap Reza dengan sudah merah padam.
Para tim perencanaan pun heran melihat bossnya yang tiba-tiba menjadi sangat marah dan pergi meninggalkan mereka.
Dengan cepat Reza mengendarai mobilnya menuju Gerai Nina, Reza tidak peduli lagi dengan ucapan orang tuanya untuk tidak menemui Nina selama seminggu. Dengan terbakar cemburu Reza pun sudah menyusun beribu pertanyaan didalam pikirannya yang akan di tanyakan kepada Nina nanti.
.
.
.
Cemburu menguras hati💔
yg tau kasih info ya terima kasih