NovelToon NovelToon
Cinta Ksatria Yudha Di Ufuk Cakrawala

Cinta Ksatria Yudha Di Ufuk Cakrawala

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:824.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

Deminya ia rela mempertaruhkan nyawa. Pengabdian dan sumpah setia selalu menjadi prinsip di atas segalanya. Namun ketika pengabdian dan sumpah setia itu diuji dengan penghianatan, akankah ia berpaling dari janjinya?

"Kami mengabdi tanpa menghitung untung, berjuang di atas harapan sang bumi pertiwi, di seluruh penjuru langit khatulistiwa kami mengudara, mengumandangkan sumpah setia pada negri."

Bersama gadis pujaan hati, kisah Lettu Pratama Adiyudha mengudara melintasi cakrawala bumi pertiwi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Meet you again

Eyi melihat catatan yang dibuatnya tempo hari untuk sang putri, sementara Clemira sendiri malah sibuk liatin ponsel dan ketawa-ketiwi menghibur hati sendiri yang kepalang jengkel tanpa obat. Bagaimana tak kesal, pria java itu cuma balas pesannya sependek rambutnya, sesingkat waktunya memakai caweettt.

Alhamdulillah, do'akan saja cepat pulang.

Just it! Apakah Clemira mesti lempar granat dulu ke wilayah timur biar pria itu tau jika wanita butuh dikasih kata-kata manis? Biar harinya ngga seasem ketek kingkong?

"Lotion anti nyamuk, skin care, persabunan...udah masuk semua belum di satu clutch?"

"Udah." Jawab Cle manggut-manggut singkat meskipun matanya justru sibuk memperhatikan adegan komedi, pengendara motor nyungseb di genteng orang.

"Dia ngga fokus tuh, mi. Kebanyakan dicekokin kedataran bang Tama jadi gitu, gila sendiri..." ledek Panji yang baru saja bergabung membawa setoples chesse stick lalu duduk dan memindahkan channel televisi.

"Ck. So tau. Gini-gini gue fokusnya ngalahin kamera DLSR abi Fath."

"Lanjut mi," lanjutnya.

Eyi yang sempat terdiam sejenak karena menyimak perdebatan kedua anaknya kembali membaca, "obat-obatan, jamu tolak bala, obat sakit hati?"

"Ad----miii..." Clemira mencebik dan mendelik, menghentikan aktivitasnya, sementara Panji sudah cengengesan. Kini Eyi menatapnya tajam, meraih ponsel Clemira, "fokus!"

Setelah mengabsen barang bawaan yang udah mirip orang pindahan, Clemira menjatuhkan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit kamar, dimana gerombolan awan menjadi lukisan aesthetic pertamanya dan tak pernah di cat ulang oleh abi, lukisannya pertama kali saat pindah ke rumah dinas ini di usia sd.

.

.

.

.

Satu koper besar dan tas ransel loreng milik abi turut serta mengiringi kepergian Clemira, terhitung 7 orang termasuk dokter dan nurse berpengalaman pendamping dari rs umum daerah yang disertakan dalam field trip kali ini.

Dokter Ryan, ia memperkenalkan dirinya. Dokter setengah tua, menurut Clemira. Disebut tua banget engga, disebut muda juga engga lebih muda dari Russel. Ada nurse Hani, Tyas, Dian, Novi, Wawa.

Dari kampus mereka berangkat menggunakan mobil menuju bandara, dengan spanduk besar di lapangan sebagai agenda besar kampus kali ini, kalimat penyemangat dan sumpah mengabdi menggema sebagai kata pembuka, udah mirip relawan covid!

Abi, umi....Cle berangkat. Ijinnya dalam hati setelah sebelumnya terjadi drama pelepasan keberangkatannya bak pelepasan orang berhaji di rumah, lebay bin alay ala umi Eyi.

Bukan topi umi yang ia pakai untuk pergi kali ini, melainkan topi loreng dinas lapangan bekas abi Ray. Entah kenapa ia suka sekali memakai itu, mungkin karena bau Rayyan selalu tertinggal disana. Definisi daddy's little girl banget!

"Bagus topinya, pasti beli di mangga dua..." ujar dokter Ryan, ketika mereka baru memasuki kabin pesawat dan sibuk menata duduk masing-masing.

Clemira mengangkat sebelah alisnya lalu terkekeh renyah, "iya, 50 ribuan, lumayan..." jawab Cle yang memang kebagian duduk di samping sebrangnya, berjarak jalanan untuk lewat.

"Cita-citamu jadi tentara ya?" tembaknya lagi lebih so tau, Clemira mengangguk sekali, "tadinya sih iya. Tapi denger kabar jadi tentara mesti bangun pagi terus buat fisik, jadinya ngga jadi karena udah pesimis ngga mampu..pindah haluan jadi nurse aja, biar nanti matinya jadi suster ngesot." Jawabnya lagi memancing tawa mereka yang ada di sekeliling mereka.

"Punya pacar prajurit aja Cle, biar cita-citanya kesampean..."sahut nurse Hani yang duduk di samping dokter Ryan.

"Aamiin." Balas Cle.

"Jangan mau!" sahut dokter Ryan, "jadi pacar prajurit itu banyak ditinggal perang, kebanyakan dilatih keras ntar kamu dikerasin."

"Dokter so tau," sahut Tyas, teman kursi Clemira.

"Eh, bener....temen saya kaya gitu. Gimana ngga keras, dia kalo ngomong pake toa, siap tah?! Iya sayangg!!!..." seloroh dokter Ryan diakhiri berbicara dengan nada tegas dan air muka tentara jika menerima tugas, kembali memantik tawa mereka. Dan tawa Clemira yang paling kencang, karena ia membayangkan jika Tama seperti itu.

Sepertinya field trip kali ini akan membuat Clemira nyaman dan betah dikelilingi rekan tim yang solid.

"Hayooo! Ntar kalo disini ternyata ada tentara atau keluarganya, dokter kena getahnya...mulutmu harimaumu dok!" ucap nurse Hani membuat dokter Ryan menggeleng, "eh engga. Canda ya...canda."

Perjalanan kali ini, Clemira sudah tak aneh lagi, karena ia yang sudah sering ikut umi Fara dan abi Fath mengunjungi timur. So, ia sudah tau medan dan waktu, berbeda dengan rekan lainnya yang berulang kali mabuk perjalanan.

"Huweekkk!"

Dian dan Novi, harus tumbang karena kondisi.

"Haduhhh, ambyar ini mah! Masa nurse yang harusnya nolong orang malah tumbang, kalo lagi bawa pasien gimana nasib pasiennya?" dokter Ryan memberikan koyo dan permen mint pada kedua calon nurse itu, sementara nurse Hani, Clemira, Tyas, dan Wawa ikut terkekeh seraya memijit dan membantu keduanya.

"Namanya juga musibah, dok. Siapa yang mau..." jawab Novi masih bisa membalas meski wajahnya sudah pucat pasi.

"Ini masih jauh ngga sih, dok?" tanya Wawa.

"Masih harus naik mobil, lewatin jalanan jelek juga..." jawab Clemira memasukan sisa koyo ke dalam kotak obatnya.

"Tau?" tanya nurse Hani.

Clemira mengangguk, "pernah kesini."

Dan benar saja, setelah 2 kali naik pesawat komersil rombongan tim ini masih harus berhenti di satu titik dimana mereka akan dijemput menggunakan mobil. Belum lagi saat nanti acara field trip mereka, yang mengharuskan mereka menaiki boat atau sampan milik warga untuk menjangkau daerah pelosok.

Mereka berohria mendengarnya. Menunggu, adalah hal yang sedang mereka lakukan. Clemira kembali menyalakan ponselnya saat baru saja ingat. Ada sesuatu yang membuatnya senang tiada terkira saat ini, satu pesan dari pria yang ditunggunya. Namun demi membalas perlakuan Tama sebelumnya Clemira memilih mengabaikannya kali ini.

Mas masih di timur, dek. Batalyon XXXXX. Asrama kamu dimana?

"Gantian ya, mas. Kalo sekarang posisinya aku yang abai, gimana toh rasanya?!" gumamnya pada layar ponsel lalu menaruhnya di tas.

"Tam, danyon manggil..."

Tama menoleh sejenak lantas mematikan ponsel dan memasukannya ke dalam saku celana, setelah bermenit-menit ia menunggu jawaban dari Clemira namun gadisnya itu tak jua membalasnya, kok bikin kesel juga ya! Karena biasanya Clemira akan langsung membalasnya.

"Oh iya." ia bergegas menuju ruangan danyon.

Tama mengerutkan dahinya sedikit kecewa dengan surat perintah saat ini, berharap ia yang mendapatkan tugas mengawal tim medis namun rupanya ia justru mengawal alat medis yang mereka bawa. Sementara Prasasti dan rekan lain mengawal tim medis dari ibukota. Meskipun begitu, ia bersyukur, setidaknya Tuhan masih mengijinkannya bertemu dengan Clemira di saat begini, mungkin inilah jodoh.

"Lapor! Letda Laila siap bertugas!" lamunannya dikejutkan oleh laporan seorang rekan lain yang bertugas bersamanya, ia hanya mengangguk tanpa menjawab.

"Ini letda Fadli mana?" tanya Tama.

Seseorang berlari dari kejauhan, "lapor ndan. Maaf terlambat! Letda Fadli siap bertugas!" hormatnya.

.....

"Lama!" decak Tyas. Sementara Clemira baru saja keluar dari satu toko kelontong membeli minum bersama nurse Hani. Mereka benar-benar menunggu di pinggir jalan besar sebuah terminal.

Clemira meneguk air dengan botol yang mengembun, setidaknya bisa memberikan kesegaran di kala cuaca panas timur. Dokter Ryan duduk diatas kopernya bersama Novi dan Dian yang berjongkok lemas kaya gembel. Begini amat nasib tim medis.

"Gilakk, panas ih!" Wawa mengipasi wajahnya dengan kipas kecil yang sengaja ia bawa.

"Sama aja kaya ibukota." Balas Novi, tadi ia dilanda mual kini panas, nasib---nasib...

Dua buah truk reo melintas dan berbelok di tempat mereka berdiri.

"Itu kali..." tunjuk Hani.

"Engga..." geleng dokter Ryan, "engga salah lagi."

Beberapa tentara turun berusaha memarkirkan dan memberi ruang diantara keramaian terminal.

Deru mesin diesel sepaket bau solar dari knalpotnya memancing deheman dan batuk Clemira.

"Dokter Ryan dan tim?"

Dokter itu berdiri dan menepuk-nepuk ujung kemejanya, "iya. Lettu Wijaya?" keduanya berjabat tangan.

Clemira mengedarkan pandangannya dengan hati yang sudah excited dan deg-degan.

Mereka berjumlah 6 orang turun dari truk Reo, sementara lettu Wijaya bercengkrama teknis pada dokter Ryan.

Deg!

Senyum Clemira merekah demi melihatnya begitupun Tama yang siap menyambut Clemira.

"Clemira," panggil yang lain namun gadis ini justru sibuk bergumam, i miss you.

"Beuhhh, kepincut tentara ganteng ini mah!" dengus dokter Ryan berdecak saat kuping Clemira tak mendengar panggilannya.

"Sayang!" selorohnya memanggil Clemira. Tama mengernyit mendengarnya.

.

.

.

.

.

1
Mahira Batari
kok aletta anakny bulek Yuni ..bukannya bulek Wulan Thor....
Dicky Sugandi
kereen
Mini Amora
jadi inget mommy sha demo
Mini Amora
pasti ini taktik Tama sihhh
Kim_Nia⁹⁶ 💞
akhirnya papa ngerasain juga ke hutan kaya dulu zea juga
Vitriani
👍
Netiihsan
nih..tugas yg jauh ulah calon bpk mertua..rayyan🤭🤣🤣
luh jingga
ini mak paknya si panji tohh
💞Putri Chania💞
Gara' Nemu novel Panji-Ivy..aku jadi berburu karyamu Thor...serru cerita nya..👍
Kim_Nia⁹⁶ 💞: eh sama lagi KA Shania.. aku udh lama gak di lapak ini krna berkelana di lapak sebelah eh pas balik Nemu cerita jingga&mei terus panji ternyata seru... sambil nunggu up aku maraton klan ananta lainnya
total 2 replies
novel destiny
selalu suka sama karya tetehh.. klan ananta tuh punya sifat dominan di masing2 karakter 😍😍😍
novel destiny
aku udah baca om pras-dina duluan, gio-letta, russel-gala, baru kesini 😅
💜 Shin_Chan 💜: makasih 🥰🥰🥰
total 3 replies
novel destiny
wohohohoho ternyata ada pernikahan nyaa 😁😁
novel destiny
kirain sampe nikahan, sampe pedang pora, sampe lahiran.. tapii.. gapapa.. tetap semangat tetegggh 😍💪
novel destiny
akhirnya cimoy ngerasain ber manuver ya moyy..untung udah sehat, kalo nggak mah uwekkk kali ya 😅
novel destiny
bang tama harus berguru dulu nih ama calon mertuanya 🤣🤣
novel destiny
akhirnya ngerasain di suapin ya cle.. hihihii
novel destiny
mau berbuat baik adaa ajah halangan nya 😭
novel destiny
ga bisa berkata kata lagi deh sama teh sin tuhh!! itu idenya dapet dari mana si tetehh.. otak teteh tuh lancar banget kayanya buat nulis cerita yg nyentil kaya gini 😍😍
novel destiny
hahahah syok berjamaah ga tuh?? 🤣🤣
novel destiny
romantis nya mereka tuh bukan jalan ke mal, atau manja2 di taman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!