Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 - Para Penjahat
Diruang Keluarga.
Setelah Gisel dan Brams serta putri mereka Thalia masuk ke kamar meninggal kan Ruang keluarga.
Pricil dan Clara tampak masih di duduk di ruang keluarga sembari tersenyum melihat foto yang baru Clara Ambil bersama Thalia dan Brams.
"Sekarang fotonya yang ada bersama Ku,suatu hari nanti orang nya yang akan bersama ku." Ucap Clara tersenyum sinis.
"Iya,kau harus semangat untuk mendapatkan perhatian dari Kak Brams." Ucap Pricil.
.
.
.
Keesokan harinya
Dipagi Hari Gisel sudah dengan pakaian rapi dan mengantar suami nya sampai ke teras rumah untuk,karena Brams akan berangkat ke kantor.
"Kau sudah rapi,Mau kemana?" Tanya Brams pada Gisel sembari melangkah mendekati mobil.
"Aku akan berbelanja keperluan dapur Mas,Bibi sedang sibuk,aku menyuruh nya untuk membersihkan loteng." Jawab Gisel.
"Apa mau ku antar?" Tanya Brams.
"Tidak perlu Mas Brams,aku bisa pergi sendiri dengan mobil ku,aku juga akan mengantar Thalia ke rumah Mama Papa Mas Brams,kata Thalia ia merindukan Nenek dan Kakek nya.
"Baiklah,kalau mau berangkat hati - hati ya,aku berangkat dulu." Ucap Brams tersenyum menatap Istri nya.
"Iya Mas,tenang saja,Mas Brams juga hati - hati di jalan." Balas Gisel dan Brams pun mengangguk kecil dan tersenyum.
Sebelum ia masuk ke mobil dan berangkat,Brams mengecup kening gisel,membuat Gisel merasa senang dan tersipu malu.
Perubahan sikap Brams akhir - akhir ini mulai membuaT Gisel terbiasa,ia merasa senang karena Brams sudah sangat berubah,tidak seperti saat ia mengenal nya.
Setelah mobil Brams berlalu pergi dari hadapan nya,Gisel pun masuk ke dalam Rumah dan mengambil tas nya,sementara Thalia sudah menunggu untuk berangkat ke rumah kakek dan Nenek nya.
Gisel pun berjalan memghampiri putri nya.
"Ayo sayang,kita berangkat." Ajak Gisel.
"Ok Mama." Saut Thalia dan meraih tangan Ibu nya dan berjalan keluar rumah di ikuti pengasuh Thalia.
Dalam perjalanan menuju ke rumah orang tua Brams.tidak ada yang aneh dan semua tampak biasa - biasa saja,Thalia pun bernyanyi di dalam mobil,membuat suasan Mobil menjadi sangat santai.
Disaat memasuki jalan yang sepi,Tiba - tiba sebuah motor mencegat mobil Gisel dan membuat Gisel mengerem mendadak dan membuat thalia dan Pengasuhnya terkejut.
"Apa yang mau mereka lakukan." Gumam Gisel sembari memastikan kembali pintu mobil nya terkunci rapat semua.
"Siapa itu Bu." Ucap Pengasuh Thalia yang tampak ketakutan melihat 2 Orang menghampiri mobil majikan nya,2 pria itu mengunakan pakaian seperti Preman dengan mengunakan masker.
"Tidak tahu Mba,mungkin saja Begal,jangan buka pintu nya." Ucap Gisel.
"Iya Bu."
Tuk
Tuk
Tuk
Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil Gisel.
Gisel menurun kan sedikit kaca nya,hanya 1 jari luas nya,agar bisa mendengar jelas apa yang mereka ingin kan.
"Kalian mau apa?" Teriak Gisel dari dalam mobil.
"Buka pintu nya." ucap Pria itu.
"Kalian mau apa,jangan macam - macam atau aku telefon polisi." Ancam Gisel yang tangan nya sudah gemetaran.
Pria itu tampak melihat sekitaran dan mengambil sesuatu dari tanah.
"Buka atau ku pecahkan kaca mobil nya." Kata Pria itu sembari memegang batu besar.
"Gisel sudah tampak binggung,ia pun bermaksud mundur atau menabrak saja motor yang menghadang jalan nya,dari pada kaca mobil nya di pecahkan oleh para penjahat itu.dan terlihat Thalia sudah menangis ketakutan sembari di peluk pengasuh nya.
Saat Gisel bermaksud akan menjalankan mobil nya,tiba - tiba sebuah motor besar di kendarai seorang pria bertubuh tinggi dan kekar mengklakson berkali - kali,membuat para penjahat itu lansung terkejut.
Pria itu turun dari motor nya dan mendekati 2 pria yang bermaksud jahat pada Gisel.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Pria itu.
"Bukan urusan mu."
"Jadi urusan ku kalau kalian bermaksud melakukan hal yang jahat pada orang lain"
"Banyak Bicara."Ucap Penjahat itu sembari ingin memukul Pria yang baru datang itu dan berhasil di tangkis.
Terjadi lah saling adu pukul,dan Pria itu pun berhasil mengusir 2 pria jahat itu meski ia juga terkena pukulan di perut nya.
Dengan cepat gisel turun dari mobil,untuk memgucap kan terimakasih pada Pria itu.
"Mas,apa mas baik - baik saja?,apa mau saya antar ke dokter?" Tanya Gisel khawatir.
"Tidak apa - apa,saya baik - baik saja,tidak perlu ke rumah sakit,apa kalian terluka?" Tanya Pria itu.
"Kami baik - baik saja,terimakasih sudah menolong kami Mas." Ucap Gisel tersenyum lega.
"Panggil saja Andra." Ucap Pria itu mengulurkan tangan.
"Saya Gisel,sekali lagi terimakasih,kalau begitu saya pergi dulu ya Mas,Mas Andar." Ucap Gisel.
"Baiklah,hati - hati di jalan" Ucap Andra tersenyum.
Gisel pun kembali ke dalam mobil nya dan menjalan kan nya.sementara Andra masih mematung sejenak ia melihat mobil Gisel berlalu pergi,Andra pun naik kembali ke atas motor nya sembari tersenyum karena Gisel sangat Cantik.
.
.
.
.
.
Bersambung.