_Tiara hanya ingin hidup tenang di kampusnya. Belajar dengan baik dan lulus tepat waktu tanpa ada drama. Namun, tak lama setelah kehidupannya di dunia kampus, desas-desus tentang dosen baru yang luar biasa ganteng merajalela di antara mahasiswi._
_"Ganteng banget, loh!" kata-kata ini selalu menghiasi telinga Tiara, tapi dia tak terlalu tertarik._
_Namun, nasib memiliki rencana lain. Suatu hari, kecelakaan kecil membuat Tiara bertemu dengan seorang pria misterius. Keduanya terlibat dalam momen singkat yang tak terlupakan, meski awalnya hanya sebuah pertemuan kebetulan._
_Sekarang, pandangan pria itu terus mengikuti Tiara, dan sebuah obsesi yang mengerikan tumbuh di dalam hatinya. Bagaimana jika obsesi ini berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap dan berbahaya daripada yang pernah dia bayangkan?_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Pagi ini Tiara tak merasakan sakit pada perutnya, ia merasa lebih baik dari sebelumnya.
Adit benar benar memperlakukan Tiara sebaik mungkin, bahkan Tiara sendiri tak pernah menyangka dengan apa yang ia dapatkan sekarang.
Adit berdiri di halaman balkon kamar Tiara, laki laki itu tak tega untuk membangunkan Tiara jadi ia lebih memilih untuk menunggu di luar kamar.
Begitu Adit melihat Tiara yang sudah bangun, iaa langsung masuk kedalam kamar Tiara.
" Morning " sapa Adit dengan raut wajah yang bahagia
" Morning to pak Adit " ucap Tiara yang juga membalas dengan raut wajah bahagia
Adit duduk di pinggir ranjang Tiara, ia memperhatikan raut wajah Tiara yang cantik walaupun wanita itu baru saja bangun dari tidurnya.
" Mandi terus kita sarapan, nanti aku tunggu di depan yah " Adit mengelus pipi Tiara
" Iyah Pak " Tiara mengangguk setuju
Setelah mendapatkan jawaban Adit pun keluar dari kamar Tiara, sedangkan Tiara langsung bergegas untuk mandi.
Adit duduk di sofa depan kamar Tiara, sambil menunggu ia pun memainkan ponselnya untuk membalas beberapa pesan dan email yang masuk.
Ceklek
Adit mendengar suara handel pintu yang terbuka, dan benar saja Tiara pun sudah selesai dan menghampiri Adit.
" Cantik " pujian Adit berhasil membuat wajah Tiara memanas
" Boleh saya minta sesuatu Tiara??" tanya Adit yang kini ada dihadapan Tiara
" Boleh asal jangan aneh aneh "
" Jangan panggil saya Pak, bisa ?? "
Tiara mencoba berfikir karena ia sendiri pasti bingung dengan sebutan apa ia memanggil Adit selain Pak
" Tapi masa saya manggil dit dit dit, ga enak dong Pak ga sopan apalagi bapa lebih tua dari saya " ucap Tiara menekankan ucapannya
" Bisa Mas ?? Mas Adit, emang saya setua apa sih Dimata kamu ? Usia saya belum menginjak 30 " jawab Adit dengan candaannya
" Sudah sudah pokonya saya gamau dengar kamu memanggil saya Pak, ayo kita sarapan " ucap Adit yang dibalas senyuman oleh Tiara.
Adit dan Tiara menuruni setiap anak tangga pelan pelan, lebih tepatnya Adit yang menyuruh Tiara untuk pelan pelan.
Mereka pergi menuju meja makan yang dimana sudah banyak makanan yang Adit siapkan, Tiara terkejut melihat banyaknya makanan yang ada di sana.
" Ayo duduk, ko malah diem aja " ucap Adit mengajak Tiara untuk duduk
Adit menarik kursi Tiara dan Tiara pun langsung duduk, ia menoleh kearah Adit yang tengah meletakkan nasi beserta lauk untuk Tiara.
" Saya bisa sendiri Pak eh Mas " ucap Tiara canggung dengan panggilannya
" Ga apa apa biar saya saja, kamu makan dulu saya mau buatin susu untuk kamu ya "
Tiara hanya diam melihat semua yang terjadi, Adit yang dulu ia kenal berbeda dengan sekarang.
Bahkan Tiara sendiri tak terpikir jika sikap dan sifat Adit yang seperti ini, Tiara mengelus perutnya karena merasa ia dan sang kandungan tak merasa sendiri.
" Kenapa perutnya sakit yah " Adit yang baru saja kembali dengan segelas susu langsung merapatkan duduknya di sebelah Tiara
" Engga ko ga sakit " jawab Tiara dan memberikan senyuman
Adit mengelus perut Tiara yang masih cukup rata, ia tak sabar melihat perut Tiara yang besar nantinya.
" Ayo makan, setelah ini saya ingin ajak kamu pergi " ucap Adit yang kini juga menyiapkan makan untuk dirinya sendiri
Tiara mengangguk ia langsung menyantap makanan yang sudah Adit siapkan, makanan itu benar benar nikmat.
" saya boleh nambah ?? " bisik Tiara karena malu
" Boleh sayang " Adit tersenyum melihat Tiara yang seperti ini
Adit kembali meletakkan nasi dan beberapa lauk ke piring Tiara, dan Tiara kembali memakannya dengan lahap
Selesai makan Tiara langsung meminum susu yang sudah Adit siapkan, kini ia merasa perutnya sangat terisi.
" Kita mau kemana ?? " tanya Tiara penasaran
" Saya sudah siapkan baju untuk kamu, nanti kamu ganti ya " Adit masih belum ingin memberitahu kemana ja akan pergi bersama.
Selesai dengan sarapannya, Tiara kembali bergegas naik ke kamarnya dan disana sudah ada sebuah dress berwarna putih.
Tiara langsung memakainya, selesai itu ia kembali turun untuk menemui Adit
" Cantik ' puji Adit begitu melihat Tiara
" Ayo " ajak Tiara dengan semangat
Adit langsung mengajak Tiara pergi, sejujurnya ia sendiri juga tak sabar ingin mengajak Tiara untuk keluar berjalan jalan.
" Kita mau kemana sih ?? " tanya Tiara yang masih penasaran dengan ajakan Adit
" Hemm nanti juga kamu tau, saya harap kamu suka sama tempat tersebut" jawab Adit yang tengah menyetir mobilnya
Tiara tak kembali menjawab, ia menatap lurus kearah jalanan dan ia tak sabar ingin segera sampai disana.
Begitu sampai Adit langsung memarkir mobilnya, ia langsung turun dan membukakan pintu mobil milik Tiara.
" Ayo turun " ajak Adit dengan mengulurkan tangannya
Tiara meraih tangan Adit, dan mereka pun langsung berjalan bersama sambil berpegangan tangan.
Raut wajah Tiara langsung berubah melihat Laut yang begitu cantik, begitu juga dengan Adit yang ikut bahagia melihat raut wajah bahagia Tiara.
Keduanya saling hanyut dalam rasa bahagia, terlebih kini bukan hanya mereka berdua tapi mereka bertiga yang akan bahagia.
Adit memeluk Tiara dari belakang, begitu pun dengan Tiara yang menyandarkan tubuhnya ke tubuh Adit yang kini di belakangnya.
" Saya masih punya kejutan untuk kamu nanti " ucap Adit
" Apaa .?? " tanya Tiara penasaran
" Nanti saja, kita nikmati dulu seperti ini "
Tiara memejamkan matanya menikmati angin laut , rasanya ia ingin dunia berhenti sejenak agar ia bisa menikmati hal ini lebih lama.
" Kamu tunggu sini yah aku pergi sebentar " ucap Adit dan Tiara mengangguk
Tiara mengambil beberapa gambar untuk ia simpan di galerinya, ia merasa sudah lama tak pergi ke tempat seperti ini.
Setengah jam menunggu Adit membuat Tiara bingung, karena Adit hanya berkata sebentar tapi sudah setengah jam lebih belum juga kembali.
Tiara pun berniat untuk menghampiri Adit, sebab ia juga takut dengan hal yang terjadi nantinya.
Namun rasa bahagia Tiara seketika hilang, tubuhnya terasa lemas, bahkan untuk berdiri saja rasanya ia tak sanggup.
Tiara melihat Adit tengah berdua dengan wanita lain, bahkan ia lupa jika dirinya tengah bersama dengan Tiara.
Tiara pun segera pergi dari sana sebelum Adit mengetahuinya, ia berjalan menuju jalan raya untuk mencari taksi atau sejenisnya.
Ia mencoba menghubungi Alya, ia berencana untuk pergi kesana.
Alya : Hallo Ti, kenapa kamu kenapa ??
Tiara : Al, aku ke tempat kamu yah
Alya : Iyah Ti, sekarang kamu dimana
Tiara : Aku Di...
Bruk ..
Alya mendengar suara yang tak jelas dari sana, dan ia tak kembali mendapatkan suara dari Tiara
Alya terus menghubungi Tiara berkali kali, namun wanita itu tak juga mengangkatnya.
Hingga panggilan kesekian kali, Tiara kembali menghubungi dirinya. Namun Alya terkejut bukan suara Tiara yang berbicara, melainkan orang lain dengan menggunakan ponsel Tiara
harus banget ya narik uang di jalan
bukan sikap dewasa tapi konyol
Sayang penulis tidak mempunyai pengetahuan dlm hukum pernikahan....
Yg membuat isi novel tidak jelas...dan mengecewakan.....
Aku nyesel baca novel ini....
Semoga bisa bikin novel bagus.....
mending baca kopingho & nick carter...
yg jelas ada ceritanya
Maaf... suwun