NovelToon NovelToon
Affair With Kakak Ipar

Affair With Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:241.3k
Nilai: 5
Nama Author: rubyna

***
cinta datang karna terbiasa, seperti itu yang terjadi pada barata lais menikah dengan tyas Luisa karna perjodohan orang tua, sedang Tyas yang sudah mempunyai seorang kekasih, tidak mau menerima pernikahan nya, bagi tyas pernikahan hanya sekedar menyenangkan ke dua orang tua nya semata sering nya mengabaikan kan sang suami, lambat laut Bara terbiasa dengan hadir nya sang adik ipar adik dari istri nya yaitu jihan Luisa kedua nya saling jatuh cinta karna terbiasa bersama,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

harga mati

Bara menghela nafas nya berat, mata nya sungguh tidak bisa dibajak bekerja berat menahan kantuk dan juga nyeri di kepala nya,

''Pak sebaik nya anda beristirahat saja biar ini saya yang selesaikan anda seperti nya kurang tidur,'' ucap Julian kuatir ''Apa perlu saya Carikan obat sakit kepala,'' lanjut Julian melihat Bara beberapa kali memijat pelipis kening nya,

''Tidak perlu perintah kan bodyguard membawa Jihan kemari sekarang juga,'' ucap bara mengibas kan tangan nya

''Nona Jihan masih kuliah pak,'' ucap Julian mengingat kan

''Aku tidak peduli sekarang juga,'' titah nya lagi

Segera Julian menghubungi bodyguard yang menjaga Jihan di kampus dan meminta mereka membawa Jihan segera datang

di kampus Jihan heran jenie membawa Jihan segera ke kantor atas permintaan Bara tentu nya,

''Ada apa sih mbak kok buru buru sekali,'' tanya Jihan heran tergopoh gopoh Jihan mengikuti langkah kaki jenie dan Nelly

''Jihan,'' ketiga gadis itu menghentikan langkah kakinya serempak dan menoleh ke sumber suara Tyas sedang berdiri tak jauh dari sang adik dan dua pengawal nya,

''Bisa bicara sebentar,'' ucap nya menatap Jihan

''Tidak bisa nona kami sedang buru buru,'' cegah Nelly

''Tidak apa apa ini kakak ku,'' ucap Jihan memberi tau

''Kami tau nona tapi psk Bara ingin anda segera datang menemui nya,'' lanjut Nelly berkata,

''Lima belas menit,'' Tyas meminta waktu

''Kima menit,'' ucap Nelly

''Sepuluh menit,'' tawar Tyas meminta waktu

''Lima menit atau tidak sama sekali,'' tegas jenie harga mati,

Tyas mendesah pelan

''Ada apa mbak,'' tanya Jihan mengawali pembicaraan

''Jihan kembali lah ke rumah, mbak minta maaf, mama nelpon terus ingin bicara dengan mu, masak iya mbak berbohong terus,'' mohon Tyas agar adik nya mau kembali pulang,

''Jihan susah bicara sama papa dan mama mbak, hanya menanyakan kabar, bilang saja mbak Tyas di luar saat mama atau papa telpon dan ingin bicara dengan ku aku sendiri yang akan menghubungi mama,'' terang Jihan

''Jihan mbak minta maaf atas perbuatan Denis, sungguh mbak tidak tau, motif nya apa mbak juga tidak tau,'' lirih Tyas

''nona waktu anda sudah habis,'' Nelly dan jenie mendekat sambil melihat jam di pergelangan tangan nya,''

''Jihan apa Bara memperlakukan mu dengan baik,'' tanya Tyas ingin tau

''Seperti yang mbak tyas lihat, aku sudah seperti ibu negara kemana mana harus di kawal karna ulah Denis hari itu,'' terang Jihan

''Nona mari pergi sekarang pak Bara sudah menunggu anda,'' suara tegah jenie dan Nelly kembali terdengar

''Aku pergi dulu mbak,'' pamit Jihan segera menaiki mobil yang sudah di buka pintunya oleh jenie

Mau tidak mau Tyas melepas adik nya pergi, lima menit harga mati, susah nya sekarang bertemu dengan Jihan sang adik, ada rasa iri menggelitik rulung Tyas bodyguard mengelilingi adik nya dua bodyguard cantik dan selebih nya pengawal dengan tubuh kekar dan gagah sebagai bayangan jelas terlihat saat mobil Jihan melesat pergi di susul dia mobil di belakang nya dengan pengawal berpakaian serba hitam

''Seandainya itu aku, seandainya aku menerima pernikahan ini, tidak mengabaikan Bara dan menawari nya perceraian setelah satu tahun kami menikah,'' gumam Tyas

Terasa getaran di saku celana Tyas ponsel nya meraung minta di angkat

''Denis,'' Tyas mengerut kan kening nya ada rasa malas marah dan benci tapi Tyas masih sangat mencintai Denis,

''Ada apa,'' suara Tyas terdengar datar tidak seperti biasa nya yang lah lembut penuh cinta

''Ke apartemen ku sekarang ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu,'' ucap Denis dari sebrang

''Ya,'' jawab Tyas singkat memutus sambungan telepon meski begitu Tyas masih sangat cinta,

mobil yang Jihan naiki sudah berada di lobi cakrawala group Nelly dan jenie mengawal nya menaiki gedung tertinggi perusahaan Bara

''Silahkan masuk nona pak Bara menunggu di dalam,'' Julian susah menunggu di ruangan Bara,

Jihan memasuki ruang rahasia di balik lemari sebagai ruang untuk Bara istirahat seperti saat ini pria itu tampak sangat lelap hanya mengenakan bokser dengan kaos polos tipis,

''Mas Bara kenapa tidur di jam kerja,'' gumam Jihan heran melihat pria yang mengingin kan diri nya tidur sangat nyenyak meski ruangan tampak temaram karna gorden tebal menutup dinding kaca padahal di luar sana matahari sedang terik

''Mas aku sudah datang ada apa menyuruh ku buru buru kesini,'' ucap Jihan mengguncang pelan bahu kekar bara yang tidur sambil memeluk guling

''Sini,'' dengan suara serak Bara menyingkirkan guling yang di peluk nya menepuk sisi kosong di hadapan nya meminta Jihan berbaring di sisi nya

''Mas Bara kenapa tidur ini kan masih jam kerja,'' lirih Jihan meremas dress selutut nya

''Mas hampir tidak tidur dua hari ini karna sibuk mengecek proyek,'' suara serak itu kembali membelai telinga Jihan, ''temani mas tidur sayang,''

Jihan bergerak naik ke atas ranjang, Bara segera Memeluk tubuh kecil Jihan layak nya guling, hening hanya hembusan nafas Bara terdengar lembut dan teratur belaian lembut di perut Jihan membuat nya nyaman perlahan Jihan ikut terlelap,

Di luar ruangan para karyawan banyak yang berbisik siapa gadis yang sering datang ke kantor Bara masuk ke ruang Presdir cukup lama istri nya kah, bukan nya istri Bara adalan Tyas Luisa desainer yang sedang naik daun,

''Cepat kerjakan pekerjaan kalian jangan bergosip, kecuali kalau kalian sudah bosan bekerja,'' suara tegas Julian membuat nyali para karyawan menciut takut,

Siang berganti sore meski matahari masih menampak kan sinar nya akan tetapi sudah tak se terik siang tadi Jihan melenguh dengan mata terbuka menatap langit kamar yang masih temaram

Jihan kembali mengeluarkan suara lenguhan saat ada benda lunak dan terasa basah memutari puncak dada nya, pandangan Jihan segera jatuh pada Bara yang ada di atas nya

dress selutut nya sudah tersingkap menampil kan buah dada nya yang mencuat ke luar dari bra nya, lidah bara memutar menyesap kuat membuat Jihan sadar sepenuh nya,

''M-mas,'' Jihan meremas kuat rambut tebal Bara yang terlihat acak acakan

''Sudah sore mas harus membangun kan mu,'' ucap Bara, mengeluarkan satu lagi buah dada Jihan, bra yang Jihan pakai tampak kekecilan menampung bongkahan besar benda kenyal milik nya,

''S-sore,'' tanya Jihan kaget, ''Astaga berapa jam aku tidur,

''Mas stop berhenti, ayok kita bangun sekarang,'' Jihan menahan sedikit kepala Bara yang terus bermain di dada nya,

''Tidak sebelum kamu menidurkan ini,'' dengan sengaja Bara menekan pinggul nya menusuk kan Junior yang sudah bangun sempurna di dalam boxer ke inti Jihan

''Mas,'' Jihan suara Jihan tertahan saat Bara membangun kan diri nya untuk melepas dress dan bra nya,

''Di lepas saja ini mengganggu,'' Bara kembali merebah kan tubuh Jihan dengan posisi masih sama bibir Bara berganti menelusuri perut mulus Jihan berakhir di paha dalam Jihan,

''M-mas,'' suara Jihan tertahan merasakan sensasi geli dari jilatan lidah Bara,

''Aaa mas,'' pekek Jihan kaget saat Bara merobek paksa kain tipis yang menutupi area inti Jihan, sontak Jihan menutup sensitif nya dengan tangan

''Jangan di tutup kamu sungguh sangat cantik,'' semakin bara membuka lebar paha Jihan dan menahan ya dengan kepala, lidah nya lembut membelai bibir bawah Jihan

''Kamu sudah basah sayang, mas suka menjerit lah keluarkan suara indah mu,'' bara menyesap kuat bibir bawah Jihan lidah nya mengobrak Abrik di dalam sana, Jihan merancau tidak jelas Menik mati sensasi geli bercampur nikmat luar biasa, bara yang selalu tau bagai mana membuat Jihan tidak berdaya mata nya sayu meminta lebih dari sekedar sesapan di bawah sana,

''Mas ba-bara,''

''Kenapa sayang mau di masuki sekarang,'' ucap bara menyeringai, ''iya mau sekarang,'' tanya Bara lagi tanpa malu jihan mengangguk pelan

''Gadis pinter, cantik sekali milik ku ini,'' perlahan bara melepas kain yang masih menutup tubuh, dalam sekejap tubuh gagah nya polos tanpa sehelai benang mata Jihan mengerjap dan berpaling ke samping rasa nya malu sendiri, setiap kali mereka melakukan adegan panas jihan sering berteriak nikmat merasakan benda tegak dan besar itu,

''Jangan berpaling, kamu belum pernah menatap nya secara langsung, lain kali nikmati milik ku ini pakai bibir atas mu, ucap bara sudah siap di posisi nya ingin menghujam surga dunia milik wanita nya,

Pergumulan Pasan sore hari di kantor berakhir dengan satu sesi, saat Julian memanggil Bara untuk segera keluar saat pak Wiguna menghubungi Julian mengatakan sedang dalam perjalanan menuju kantor cakrawala, Bara tetap menyembunyikan Jihan di ruang tersembunyi nya, sedang bara sudah bersiap menanti sang papa datang,

1
Qaisaa Nazarudin
TYPO THOR MASKER DENIS,BUKAN MASKER JULIAN..
Qaisaa Nazarudin
Di sini lah KeEGOISAN Ortu harus di pertanyakan..Gak semua Perjodohan berakhir bahagia..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menunggu sampai setahun kalo terpaksa? nisa 3 bulan atau 4 bulan langsung cerai dgn alasan gak sejalan,Gampang kan,dari pada maksa diri..
mampir thor🙋
Hidriati Idefasa
Luar biasa
Kazugata
ga ada komen, pdhl ceritanya bagus lho
Kazugata
suka sama ceritanya Thor
Greenenly
knpa dia ngk jujur ke papanya aja dlu ya? biar ada peningkatan
Hani Agil
Luar biasa
Hani Agil
Lumayan
Ririn Nursisminingsih
nikahin jihan dulu bara
Defi Danny Firmansyah
msh ada Extra part nya ga.....
Defi Danny Firmansyah
Thor extra part nya donk......
Verawaty
setelah sekian purnama..
Kikan dwi
Brandon kak jgn Brendon 😁
Kikan dwi
knp lama bgt up nya kakak😌
Rubyna: iya kak selain sibuk di dunia nyata, author juga melanjut kan cerita MAHRAM UNTUK FATIMA
total 1 replies
Sivia
Tyas, Denis Kalian berdua lebih bahagia setia dengan pasangan masing-masing. itu sudah lebih dari segalanya. Lupakan ambisi mu buat menjatuhkan Bara. Buatlah kebahagiaan mu sendiri tanpa bayang bayang Bara juga Jihan,

Sebenarnya Kalian berdua pemenangnya berhak bahagia🙂

lanjut Thor 👍🏻
Kikan dwi
syukur lah aku jg berharap Tyas bahagia 🥰
Kikan dwi
nah bagus , buat Denis menyadari perasaan nya
Kikan dwi
ketar ketir tuh Julian 🥰
Sivia
Bara sebagai suami seharusnya dimana Tiyas masih istrinya bertanggung jawab.
harusnya membuat tyas bisa jatuh cinta sama Bara. bukan sama malah tergoda sama iparnya.

kalau semua suami seperti bara begitu mah itu laki laki
bukan lelaki setia.

Tapi semangat buat Authorny

Buat Tyas bahagia juga ya.. thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!