Sosok wanita Cantik dan Ceria bermata biru menjalani harinya dengan semua masalah yang ada, Kisah misteri dan juga Asmara yang datang silih berganti ikut menyertai.
Teman dan musuh tak bisa terlihat dengan nyata, bahkan cinta dan obsesi sulit untuk dibedakan.
Lalu bagaimana semua bisa terlewati, bahkan kematian menyertai perjalanannya, bagaimana kisah ketegangan penuh trik dan intrik akan berakhir, dan misteri terungkap dengan segala tipu daya, bahkan kekonyolan yang ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat tak di kenal
Nampak wajah cemas diambang pintu, dengan tatapan aneh dan butuh pertolongan.
"Ada apa Arsy?" Tanya Prof Mark
"Alina Dad" ucap Arsy.
"Ailina?"
Seketika Aftan langsung berdiri dan segera mendekati.
Begitu juga prof Mark, langsung menghampiri Arsy dengan cepat.
"Ada apa dengan Ailina?" Intonasi Aftan lebih ditekankan.
"Katakan sayang, ada apa?" prof Mark berusaha menenangkan.
"Ada pesan masuk, aku tau pasti itu dari Ailina, dia butuh bantuan dan sedang berada di suatu tempat yang tidak dia tahu sama sekali"
"What?!'
Aftan langsung menyambar ponsel milik Arsy, lalu segera membaca dan terlihat wajah cemas disana.
"Aku pinjam ponselmu sebentar" ucap Aftan yang kini sudah menjelajahi ponsel Arsy dan memasukkan beberapa sandi untuk meretas.
Aftan dengan wajah seriusnya seolah tak bernafas dan tak peduli dengan dua orang yang masih mengamati.
"Dad?"
"Tenanglah Arsy, Dady akan menghubungi beberapa teman lama untuk membantu"
prof Mark segera mengambil ponsel dan berbicara dengan beberapa orang.
Aftan segera memejam beberapa kali, merasa sangat frustasi saat ini dan_
"Sial!"
Umpat Aftan saat terdengar ponselnya berbunyi dan menunjukkannya salah satu saudara kembar Ailina menghubungi.
"Apa terjadi sesuatu dengan Ailina?" Begitulah ucapan pertama setelah salam yang terdengar.
"Sorry, Aku kehilangan kontak keberadaan Ailina, sepertinya memang terjadi sesuatu" jawab Aftan dengan menarik nafas dalam, jelas akan mendapat kemarahan dari saudaranya.
"Kak Aftan tidak benar sama sekali!"
Teriaknya dengan murka.
"Maaf Ev, aku sudah berusaha, Ailina sendiri yang tidak mau aku mengawasinya" jawab Aftan.
"Aku akan melakukan telepati, semoga bisa menembusnya, kak Aftan terus saja lacak ponsel itu" sahut Evan.
Segera sambungan mati, rupanya Evan yang tak lain adalah saudara kembar Ailina sedang berusaha menggunakan kekuatan supranatural.
Tak beberapa lama.
"Done!"
Aftan tersenyum miring, lalu segera melesat begitu saja tanpa permisi lagi.
"Dad?!" Teriak Arsy saat sang Daddy juga tiba-tiba berlari mengikuti langkah Aftan di belakangan.
"Kamu disini, kunci Apartemen dan jangan di buka kalau bukan Daddy yang datang!" Teriak Prof Mark yang sudah berlari.
Aftan masih tak menyadari keberadaan seseorang yang mengikutinya di belakang, dalam pikirannya saat ini adalah cara tercepat menyelamatkan Ailina.
"Aku ikut!" Teriakan yang membuat Aftan terkejut.
"Apa?!"
"Ijinkan aku ikut, aku lebih tau tempat itu."
"Maksud prof Mark?"
Aftan segera berhenti dan tidak jadi masuk dalam mobilnya.
"Aku tau dimana Ailina, teman baikku yang masih bisa membantuku, sudah memberikan kabar di mana Ailina, dan sesuai yang kamu tau, aku pernah menjadi bagian dari mereka"
"Bre-ng-sek, masuklah!"
Aftan benar-benar emosi mendengar sendiri pengakuan prof Mark, namun saat ini tak bisa berbuat apapun karena harus segera pergi ke tempat Ailina.
Keduanya kini sudah masuk dan duduk berdampingan, Aftan menarik nafas dan segera melesatkan mobilnya.
"Perjalanan kurang lebih 20 menit" ucap Prof Mark memecah keheningan.
"Hem, dan anda bisa menceritakan sesuatu yang harusnya aku tau, jadi jangan berani membohongiku!" sahut Aftan berkonsentrasi.
"Baik, namun aku tekankan lagi, semua aku lakukan demi Arsy dan keselamatan kami" prof Mark berusaha memberikan pengertian akan alasan perbuatannya.
"Itu penilaian ku, Prof Mark tidak perlu membahas itu, sebaiknya jelaskan tempat dimana Ailina berada saat ini" Nampak Aftan sangat mengkhawatirkan adik sepupunya.
Prof Mark terdiam sejenak, berusaha memaklumi bagaimana marahnya Aftan saat ini.
"Ailina sedang ada di Kastil"
Ciit
Seketika mobil terhenti, Aftan terus terang sangat terkejut.
"Kastil?" Ucap Aftan memastikan.
"Iya, ada dipinggiran kota Paris, dan letaknya jauh dari keramaian, Kastil tempat seseorang yang sedang merancang sesuatu yang besar dan mengerikan.
"Apa maksud prof Mark?"
Aftan masih belum bisa menarik kesimpulan.
"Lanjutkan perjalanan, kalau kamu ingin segera sampai, Ailina butuh bantuan" prof Mark menatap mata Aftan yang penuh dengan setumpuk rasa penasaran.
Aftan terhenyak, lalu segera melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan diatas rata-rata.
"Siapa mereka?" Tanya Aftan masih dengan konsentrasinya.
"Mereka adalah orang paling berkuasa di kota Paris saat ini, mempunyai banyak perusahan besar"
"Aku sudah bisa menduga hal itu, lalu?" Sahut Aftan tak sabar lagi
"Perebutan kekuasaan sedang terjadi dalam keluarga besar itu, sudah terjadi cukup lama, dan aku sempat terlibat di dalamnya" kembali Prof Mark melanjutkan ceritanya.
"Jelaskan dengan rinci Prof, aku tidak mengerti sama sekali" Aftan merasa pusing sendiri dengan penjelasan prof Mark.
"Ada perang saudara, tak segan saling membunuh, bahkan Arsy yang masih bayi pun terkena imbasnya"
"Arsy?"
Lagi-lagi Aftan dikejutkan kembali.
"Hem, Arsy adalah bayi yang juga saudara mereka, kekuatan Arsy membahayakan anggota keluarga yang lain, dan mereka berniat menghabisinya" Prof Mark Menarik nafas panjang, seolah begitu sesak saat teringat akan nasib Arsy saat kecil.
"Jadi Arsy ada hubungan juga dengan hal ini?"
"Iya ,maaf_"
"Bre-ng-sek, kalian benar-benar keterlaluan dan sudah menyeret kami!" Teriak Aftan begitu murka, namun berusaha ditahan karena saat ini dirinya sedang mengemudi.
"Aku tau kami salah"
"Diamlah!" Teriak Aftan mengeratkan rahangnya, lalu segera menerima panggilan di ponselnya.
"Kami sudah ada di belakang anda tuan" terdengar seseorang tengah berbicara dalam sambungan ponsel.
"Bagus, aku melihatnya, ikuti kemana pun aku pergi, dan persiapkan diri kalian" jawab Aftan lalu segera menutup ponselnya.
Prof Mark dibuat tertegun melihat beberapa mobil yang kini sudah mengikuti dibelakang, ada perasaan lega ternyata kabar yang selama ini di dapat tentang keluarga NUGRAHA tidak salah.
*
*
Beberapa saat yang lalu, Ailina segera membuang ponsel yang berhasil di ambil diam-diam dari pengawal yang sempat membawanya masuk ke sebuah kamar megah dan sangat luas.
Setelah itu mengirim sebuah pesan ke Nomor handphone Arsy dengan cepat.
Ailina mengamati sekitar, bisa di pastikan ini bukan hunian biasa, dan pengawasan di kamarnya sangat ketat dengan alat canggih yang juga ada disana.
"Sial, dimana sebenarnya ini?"
Ailina kembali mengitari ruangan luas itu, lalu mendekati jendela dan menyibak perlahan, sungguh pemandangan yang sangat mengejutkan.
"Ini sebuah Kastil?"
Matanya menyusuri semua hal yang bisa di lihat saat ini, nampak sekali kalau kamar yang ditempati berada di lantai atas yang entah ke berapa, belum lagi beberapa penjaga yang berada hampir di semua tempat.
"Ini bukan Kastil biasa" ucap Ailina dalam hati.
Ailina segera terdiam, saat merasakan ada kekuatan telepati yang sangat dikenal menembus dirinya, lalu segera memejamkan mata dan berbicara dengan kekuatan supranaturalnya.
"Hentikan!"
Suara itu sangat nyata dalam perasaan Ailina, dan telepati itu pun terputus begitu saja.
"My God, kekuatan apa yang berada di kastil ini, bahkan kak Evan sangat kesulitan menembusnya" ucap lirih Ailina.
Sejenak Ailina mendengar langkah yang makin lama makin terdengar nyata, dan pintu pun terbuka perlahan.
"Sky?"
Ailina melebarkan mata indahnya, lalu menatap sosok yang kini terus melangkah maju mendekati dirinya, senyuman tipis sangat jelas terlihat.
"Selamat datang"
"Kau?"
Ailina waspada, menatap kembali mata itu, kali ini ada yang aneh, wajah itu begitu mirip, tapi tatapan matanya jauh berbeda, tidak selembut dan senyaman seperti biasanya.
Kira-kira tambah penasaran nggak ya?, jangan lupa KOMEN yang banyak, HADIAH, VOTE, LIKE, dan Tonton IKLANnya juga.
Bersambung.
kalau brian nugraha itu turunan alex
penasaran in q nya😊😊