NovelToon NovelToon
Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka

Status: tamat
Genre:Thriller / Cintapertama / Reinkarnasi / Matabatin / Cinta Terlarang / Horor / Tamat
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Awal Petaka ini bermula ketika Arini bersama kedua temannya memutuskan untuk pergi berlibur ke sebuah Air Terjun yang berada di desa Neneknya Ida, salah satu teman Arini. Arini tidak pernah menyangka jika niat liburannya kali ini malah membawa dia masuk ke Alam lain. Disana Arini mengalami perjalanan Ghaib, sehingga dia mengingat tentang masalalu nya, karena ternyata Arini adalah titisan Ratu Siluman Ular Roro Ajeng.
Arini pun akhirnya bertemu kembali dengan Rangga Wisesa Raja Siluman Ular, yang ternyata adalah Suaminya pada masa lalu disaat dia menjadi Roro Ajeng. Namun, ada kejadian naas yang Arini alami disana, sebab Arini harus kehilangan Ayah nya untuk selamanya dikarenakan terjatuh dari atas Air Terjun. Akankah Cinta Arini dan Rangga Wisesa kembali bersatu? karena ada dua orang laki-laki lain juga yang berusaha memperebutkan Cinta Arini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 ( Arini sadar dari koma )

"APA?" seketika Arini berteriak dan membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Aditya yang bilang kalau dia adalah istrinya.

Bunda yang mendengar teriakan Arini pun kini masuk ke dalam kamar mereka sampai lupa untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Arini sayang, alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga setelah dua tahun lamanya kamu tidur Nak," ucap Bunda.

"Mana mungkin aku tidur sampai dua tahun Bunda? rasanya aku tidur cuma sebentar saja kok." tanya Arini yang nampak masih heran dengan perkataan Bundanya.

Aditya kini malah mematung melihat Bunda yang sedang berbicara kepada Arini, mungkin Aditya merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan lihat sekarang dengan mata kepalanya sendiri, sehingga akhirnya Bunda menyadarkan Aditya dari lamunannya.

"Nak Aditya kenapa hanya diam saja? Nak Aditya lihat sendiri kan kalau Sekarang Istrimu sudah terbangun dari tidur panjangnya," ucap Bunda dengan antusias kepada Aditya.

Aditya pun secara tiba-tiba kini memeluk erat tubuh Arini dengan berlinang Airmata.

"Terimakasih Ya Allah karena telah mengabulkan do'a hambamu ini," ujar Aditya.

"Mas Aditya maaf ya sekarang mas tolong lepasin pelukan mas, gak sopan banget sih kita kan bukan muhrim !" ucap Arini, dan Aditya pun kini mengurai pelukannya karena merasa tak enak hati.

"Arini sayang, sekarang kalian itu sudah menjadi muhrim, karena dua tahun yang lalu Nak Aditya sudah menikahimu, dan dia sudah menjadi Suamimu seminggu setelah kejadian yang menimpa Ayah supaya dia bisa menjaga serta melindungi kita," ucap Bunda Ria.

"APA? jadi tadi aku gak salah denger saat Mas Aditya berkata jika aku adalah Istrinya?" tanya Arini yang masih nampak kaget.

"Nggak mungkin Bunda, semua ini pasti bohong kan? karena Arini yakin kalau yang menikah dengan Arini itu adalah Rangga Wisesa dan kami sudah memiliki Anak," ucap Arini yang terlihat bingung dan kini memegangi kepalanya.

"Awwww... Bunda kenapa kepala Arini sakit sekali? kenapa Arini tidak bisa mengingat semuanya," ujar Arini.

"Sudahlah Arini, kamu jangan memaksakan diri dulu untuk mengingat semuanya. Ayo Bunda lebih baik kita keluar dulu, biarkan Arini beristirahat, mungkin dia masih syok dengan semua ini," ucap Aditya yang kemudian mengajak Bunda untuk keluar dari kamar dan sebelumnya Aditya telah menyelimuti tubuh Arini yang masih terlihat bingung.

"Nak Aditya maafkan atas sikap Arini tadi ya," ucap Bunda.

"Bunda tidak perlu meminta maaf, lagian Arini juga tidak bersalah, karena mungkin memang dia masih bingung dengan Pernikahan kami," jawab Aditya.

"Ya sudah sekarang Bunda lebih baik beristirahat saja, biar Aditya tidur di sofa buat nungguin Arini jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan."

"Tapi Nak, kalian kan suami Istri, Kenapa harus tidur terpisah?" tanya Bunda.

"Aditya hanya berusaha untuk memberikan waktu kepada Arini agar dapat menerima semuanya," jawab Aditya dengan bijak.

"Terimakasih banyak ya Nak Aditya karena selalu sabar menghadapi semua ini," ucap Bunda yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Aditya.

Akhirnya Bunda pun masuk ke dalam kamar untuk melanjutkan lagi tidurnya yang sempat terganggu, dan kini Aditya merebahkan tubuhnya di kursi untuk beristirahat.

Baru juga Aditya mencoba memejamkan matanya, kini Aditya mendengar suara Arini yang menjerit dari dalam kamar.

"Aaaaaaaa Tidak, Ayah..jangan tinggalin Arini Yah, Tolong_tolong_bantu Ayah agar tidak jatuh ke bawah air terjun !" teriak Arini.

Aditya yang mendengar teriakan Arini pun langsung masuk ke dalam kamar, dan ternyata Arini sedang mengigau, mungkin karena teringat tentang kejadian yang menimpa Ayahnya saat terjatuh dari atas Air terjun, Sehingga Aditya pun kini mencoba untuk membangunkan Arini.

"Arini, ayo bangun, kamu tidak boleh seperti ini, ikhlaskan semuanya," ucap Aditya.

Arini pun kini terbangun dengan nampak ketakutan sehingga dia langsung memeluk tubuh Aditya yang membalasnya dengan usapan lembut di kepala Arini.

"Kamu yang sabar ya, Ayah pasti sudah bahagia di alam sana, kasihan Ayah kalau kamu seperti ini terus, Ikhlaskan beliau pergi supaya Ayah pun merasa tenang. Sekarang kamu minum dulu air ini biar kamu juga merasa lebih tenang," ucap Aditya dengan memberikan segelas Air putih kepada Arini.

"Terimakasih Mas Aditya, Kejadian yang menimpa Ayah disaat terjatuh ke bawah Air terjun selalu saja terngiang-ngiang di kepalaku, aku selalu merasa menyesal karena di depan mata kepalaku sendiri aku melihat semuanya tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolong Ayah," Arini kini nampak menangis seakan merasa terpukul dengan semua yang ia ingat tentang kejadian disaat meninggal Ayahnya.

Aditya mencoba untuk menenangkan Arini dengan cara memeluknya, sehingga kini Arini terlelap dalam dekapan Aditya.

Adzan subuh kini terdengar berkumandang dari Masjid yang berada di Pesantren, Aditya pun mencoba untuk membangunkan Istrinya yang masih terlelap dalam pelukannya.

"Arini, ayo bangun sekarang udah subuh, yuk kita solat dulu," ajak Aditya.

"Maaf ya mas karena semalam saking takutnya aku malah tertidur dengan memeluk mas Aditya," ucap Arini yang kini terlihat malu.

"Gak apa-apa, lagian kita muhrim jadi gak bakalan dosa juga," jawab Aditya dengan tersenyum.

"Sudah ah aku mau ke toilet dulu," Arini kini nampak berlari ke toilet, mungkin karena merasa malu dengan Aditya.

Aditya yang melihat tingkah laku Arini pun malah merasa gemas di buatnya, dan rasanya sekarang ingin sekali memeluk tubuhnya dengan erat.

Akhirnya Aditya dan Arini pun melakukan Sholat Subuh berjamaah di dalam kamar karena sudah tidak keburu untuk ikut berjamaah di Masjid.

Aditya merasa sangat bahagia, karena ini adalah pertama kalinya mereka melakukan Sholat berjamaah setelah resmi menjadi Suami-istri.

Setelah selesai sholat Arini pun dengan malu-malu mencium tangan suaminya, dan Aditya malah diam terpaku karena jantungnya kini merasa berdetak lebih kencang saking groginya.

Beberapa saat kemudian Bunda Ria terdengar memanggil Arini dan Aditya untuk melakukan sarapan.

"Nak Aditya, Arini, yuk sarapan dulu mungpung makanannya masih hangat."

"Iya sebentar Bunda, Arini lagi beresin kamar dulu tanggung nih sedikit lagi," jawab Arini.

Aditya yang daritadi membantu Arini beres-beres kini nampak tertidur lagi, mungkin karena semalam dia kurang tidur.

Arini yang melihatnya pun kini mendekatinya serta menyelimuti tubuh Aditya yang sedang terlelap,

"Mas maafin aku ya yang belum bisa menjadi Istri yang baik buat mas Aditya, tapi aku akan berusaha untuk menerima Pernikahan kita, karena aku yakin Ayah beserta kedua orangtua mas Aditya juga akan merasa bahagia jika melihat kita yang sudah menjadi sepasang suami Istri," ucap Arini yang secara perlahan mengelus lembut rambut Aditya kemudian berlalu ke dapur untuk menemui Bunda Ria.

"Lho Nak Aditya kemana sayang?" tanya Bunda pada Arini.

"Mas Aditya barusan tertidur lagi Bunda, kasihan juga kalau di bangunin, mungkin dia kecapean karena semalam terus menjagaku sampai mas Aditya sepertinya gak tidur," ucap Arini.

"Bunda harap kamu bisa membuka hatimu untuk Nak Aditya ya sayang, Bunda yakin dia adalah pemuda yang baik yang telah Allah SWT kirimkan untuk menjaga kita."

"Iya Bunda, Arini akan berusaha untuk mencintainya."

Hingga sesaat kemudian tiba-tiba ada angin yang berhembus kencang menerpa wajah Arini dan Bunda .

Wuuuuuuuuush

"Astagfirulloh...." ucap Arini dan Bunda secara bersamaan.

1
Nur Bahagia
wah Arga bukan manusia toh
Nur Bahagia
ini ga di jelasin kah penyebab arini muntah2 binatang kecil2 🤔
Nur Bahagia
kayaknya Arga akan menjadi penolong arini saat nanti mau dijadikan permaisuri di dunia gaib
Nur Bahagia
oh ternyata Arga.
Nur Bahagia
kalo dia namanya rangga wisesa.. trs Arga tuh siapa 🤔
Nur Bahagia
👍👍👍🥰
Nur Bahagia
nih 3 bocah labil moga ga kenapa2.. belum apa2 udah banyak yang gangguin soalnya
Nur Bahagia: sami2 kak.. semangat terus untuk berkarya kak 🙏🥰
total 2 replies
gaby
Novel horror yg seru. Seremnya dapet, sedihnya dapet, lucunya apalg. Syg aja aq br nemu novelnya. Jadi like & komenku ga ngaruh apa2 ke othornya
Rini Antika: makasih banyak 🙏
total 4 replies
gaby
Sumpah bagus bgt critanya. Jarang2 ada novel kerajaan jin ular yg bereinkarnasi jd manusia
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
gaby
Lah kan emang Arini istrinya Rangga, knp mesti di jauhkan??? Ksian Rangga dah setia menanti Arini kembali
gaby
Baru gabung ka, karena baru nemu. Aq baca endingnya kayanya bagus. Jd aq mulai baca dr bab awal
Rini Antika: makasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya, semoga berkenan baca karya saya yang lainnya 🙏
total 1 replies
Nurhayati Hsy
Luar biasa
Rini Antika: terimakasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
estycatwoman
Wuih seruuu cinra segi4 , enkya jadi rebutan cogan2 hikkkks , yg jomblo ckup gi2t jari 😭🤣🤣
estycatwoman: Sama2 ka q tggu crta laen yg lbih creeepy yak 🤭

Semngt
Thanks 🙏😘😘
total 2 replies
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🙏
total 1 replies
Dehan
mampir kak
Dehan: sama2 kak.. sudah aku kirimin mawar juga buat kakak semoga bisa makin up
total 2 replies
Dehan
dua iklan mendarat kak thor..
Rini Antika: makasih banyak say, 🤗
total 1 replies
Dehan
satu mawar lagi buat author mendarat disini
Dehan
setangkai mawar buat author
Ina Sukiana
haha...g da serem"nya malah ngakak q bcanya
Rini Antika: aku gak bisa nulis yg seram" Kak, soalnya suka takut sendiri. Terimakasih sudah berkenan baca Karya receh saya, 🙏
total 1 replies
Dehan
halo thor, udh aku kasih dukungan banyak..
dukung balik ya hehehe🤣
Rini Antika: oke siap, nanti aku nyempetin baca ya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!