Mendapat beasiswa di sekolah populer yang isinya anak-anak orang kaya membuat Kika menyembunyikan identitas aslinya.
Tapi Kika tidak menyangka kebohongannya justru membuat dirinya terjerat dengan 2 cowok terpopuler di sekolah barunya.
Siapa kira-kira mereka? Dan siapa yang Kika pilih menjadi Perfect Boyfriend-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang Kaya Absurd
“Kika, apa kau sudah sampai di rumah?“ tanya Ed di sambungan telepon.
Kika yang baru sampai rumahnya setelah menembus hujan bersama Bern, menjawab panggilan telepon itu.
“Iya, baru sampai!“ jawab Kika.
“Di luar hujan, aku mengkhawatirkanmu!“ ungkap Ed jujur. “Kau mau tahu, aku habis melakukan apa?“
“Apa?“
“Di mansion Opa-ku ada ritual pengusiran setan mesum!“ ucap Ed dengan terkekeh. “Kau tahu Black seperti orang kesetanan karena ingin berciuman terus!“
Kika ikut tertawa, dia jadi penasaran seperti apa ritual pengusiran setan mesum itu secara langsung karena Kika hanya melihat videonya dari ponsel Bern.
“Oh iya, Kika. Apa Red sudah mencium mu?“ tanya Ed mengingat Red yang playboy.
Tidak ada jawaban karena Kika langsung teringat momen ciuman gagalnya sebelumnya.
“Pertanyaanku lancang banget, maafkan aku! Jangan lupa besok hari minggu kita berkumpul di sekolah untuk dekorasi panggung!“ ucap Ed lagi.
“Okay!“ Kika menutup panggilan itu dan buru-buru mengecek ponselnya. Gadis itu berharap Red akan menghubunginya juga tapi sayang lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan.
Sikap Red membuat Kika bingung. Kadang pemuda itu begitu cuek tapi kadang juga perhatian. Kika jadi tidak mau berharap lebih dan menjaga batasan mereka.
“Kenapa kau berubah-ubah seperti bunglon, Red!“ gumam Kika.
Masih dalam lamunannya tak berselang lama pintu rumahnya diketuk yang membuat gadis itu beranjak dari kamarnya untuk membuka pintu.
“Bapak, Ibu....“ Kika segera mengambil handuk karena orang tuanya pulang dalam keadaan basah kuyup.
Simi dan Herman segera membersihkan dirinya, sementara Kika di dapur membuat teh hangat untuk orang tuanya.
“Minum dulu!“ ucap Kika saat orang tuanya selesai mandi dan duduk di sofa lusuh yang banyak lubangnya.
Kika belum mengganti bajunya, tentu saja gadis itu memakai baju dan accessories mahal sebagai penunjang agar penampilannya terlihat seperti orang kaya.
“Bergayalah sesuai kantongmu!“ ucap Herman seakan menyindir Kika.
“Baru tahu kalau sekolah bagus ternyata bisa mengubah kepribadian seseorang!“ timpal Simi.
Bukannya apa, orang tua Kika begitu kecewa dengan perubahan putrinya akhir-akhir ini bahkan makanan pun jadi pemilih. Biasanya makan kerupuk sama garam aja, gadis itu tidak pernah protes.
*****
Keesokan harinya, Ed ingin menjemput Kika ke rumahnya tapi gadis itu mengirim pesan padanya jika dia sudah berada di sekolah.
“Padahal aku sudah meminta Oma membuat martabak manis!“ gumam Ed mengingat budaya Indonesia jika datang ke rumah anak perempuan harus membawa martabak manis.
Saat Ed ingin pergi dari mansion, Black menahannya karena ingin ikut juga.
“Kau itu memang beban keluarga, Black!“ gerutu Ed yang kesal karena Black terus mengganggunya. Bahkan sekarang bajunya yang dia pakai.
“Aku kan mewakili kelasku saat pensi nanti jadi hari ini harus latihan!“ ucap Black membela diri.
“Apa setan mesumnya sudah keluar? Nada juga mewakili kelasnya!“
“Benarkah?“
Kika memang sengaja berangkat ke sekolah duluan karena tidak enak hati dengan orang tuanya semenjak kejadian semalam.
“Kika...,“ panggil Nada yang baru sampai.
Nada mewakili kelas untuk lomba pensi nanti jadi gadis itu datang untuk latihan.
“Ish, kau gak asyik tahu tadi malam di Kafe Bomboloni pas live musik, keren parah!“ tutur Nada mengingat acara semalam.
“Aku nyesel juga, mana diganggu Susini lagi!“ sahut Kika.
“Hiii.... untung kau gak dibawa tuh!“
Keduanya berjalan ke lapangan sekolah dengan terus berbincang sampai Kika mengingat video yang Bern perlihatkan semalam.
“Sepertinya Black menyukaimu!“ ucap Kika menarik kesimpulan. “Kau tidak punya panu, 'kan?“
“Memangnya kenapa?“ tanya Nada penasaran.
“Kau pasti akan disuruh untuk menjinakkan Paul!“
“Paul harimau si kembar 4 itu?“
Kika mengangguk mengingat peliharaan yang anti mainstream dari keluarga Red.
“Oh tidak masalah, kalau di keluargaku justru harus bisa menjinakkan buaya!“ balas Nada dengan santainya.
“Wah, ternyata peliharaan orang-orang kaya bisa membuat beda alam, ya!“ batin Kika sambil menelan ludahnya susah payah.
*****
Apa jadinya kalo Black anak mommy itu disuruh jinakkan buaya ya?😅
walopun tetap dengan gaya khas kocaknya, tapi feel ceritanya tetap ada dan lebih terasa..
suka banget bacanya, nagih..
walopun sempat greget karena udah baca sampai bab 74 bahkan sampai termehek-mehek, eh g taunya malah kena prank klo itu cuma mimpinya blue.. 😱😱😱
blue emang beda tapi tetap keren..
justru karena keunikannya lah, karakter Blue jadi berbeda..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat berkarya walau apapun yg terjadi.. 😘😍🤩🥰