NovelToon NovelToon
Barbarian Duke Daughter

Barbarian Duke Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / TimeTravel / Tamat
Popularitas:373.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Erofantic

Clarissa Joanna Lyon Watson, seorang putri Duke satu-satunya yang awalnya punya sifat manja serta lemah berubah menjadi karakter wanita bar-bar setelah siuman dari tidur panjangnya. Dengan jiwa yang berbeda. Konflik antara ayahnya yang seorang Duke dengan Putra Mahkota yang merupakan tunangannya menjadi pemicu ketidak stabilan duchy (wilayah) Lyon yang membuat Clarissa harus turun tangan dengan memberi pelajaran pada Putra Mahkota atau membuatnya mencintai setengah mati.

jangan lupa like, komen, rate dan vote ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erofantic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31: Undangan Pesta

Dari balkon kamarku tidak seperti biasanya aku melihat lampu di ruangan kerja ayah masih menyala dimalam selarut ini. Ayah pasti memikirkan ucapanku tadi mengenai permintaanku untuk membatalkan pertunangan dengan Putra Mahkota. Membatalkan pertunangan sebenarnya tidak sulit untuk ayah, meskipun termasuk suatu kesalahan karena telah mencoreng nama kekaisaran tapi itu bukan suatu kesalahanan yang berakibat hukuman. Pertentangan dari pihak Kaisar dan Putra Mahkota pasti akan terjadi karena akan mengoyahkan posisi Putra Mahkota itu sendiri.

"Putriku, pikirkan baik-baik apa yang menjadi keputusanmu. Bukankah kamu sangat mencintai Putra Mahkota?" ayah berusaha meyakinkanku atas keputusan yang aku buat dalam perbincangan tadi siang.

"Ayah pasti tahu bahwa pertunangan ini hanya ikatan politik saja. Dari awal Putra Mahkota tidak pernah menyukai saya. Pertunangan terjadi karena alasan keegoisan saya yang mencintai Putra Mahkota secara sepihak dan Putra Mahkota membutuhkan dukungan keluarga kita." Aku memberikan alasan.

Ya, karena kenyataannya seperti itu, meskipun dalam belakangan ini sikap Putra Mahkota dirasa berubah, seolah dia memiliki perasaan khusus itu pada padaku. Sedikit perhatian dan perasaan cemburu? Ah, aku segera menepis pikiran itu. Mana mungkin Putra Mahkota memiliki perasaan khusus itu, bisa jadi itu hanya permainan dia agar aku tidak lepas darinya. Agar aku mengira bahwa Putra Mahkota memiliki perasaan yang sama. Perasaan yang Clarissa rasakan. Bukankah akan sangat merugikan dia kalau sosok Clarissa ini dia lepaskan begitu saja?

"Sebagaimana ayah menyayangi saya dan rela melakukan apapun untuk kebahagiaan saya, begitupun saya, ayah. Rasa sayang saya pada ayah tidak akan pernah tergantikan sekalipun oleh Putra Mahkota. Saya ingin menjadi penerus keluarga."

Ayah menatapku lekat. Tatapan yang sulit aku artikan. Tatapan yang seolah penuh pertimbangan. Ah, Clarissa kenapa kamu tidak pernah menyadari betapa ayahmu rela berkorban apapun untukmu. Sekalipun harus menjatuhkan harga dirinya demi kebahagiaanmu. Apa kamu baru menyadari besar rasa sayang ayahmu ketika jiwamu hendak melepas raga?

Ini sudah sangat larut, kenapa ayah masih belum tidur dan beranjak ke kamarnya? Aku jadi khawatir, apa permintaanku terlalu berat untuk dilakukan?. Aku menghela nafas panjang. Sudahlah, lebih baik aku tidur saja.

Aku terbangun ketika sinar matahari menyilaukan mataku yang terpejam. Tidurku cukup nyenyak untuk orang yang sedang khawatir. Aku bangkit seraya badan menggeliat.

"Anda sudah bangun, nona?" tanya seorang pelayan di kamarku. Aku mengangguk.

"Iya. Selamat pagi." sahutku.

"Ini sudah siang, nona. Tadi tuan Duke melarang saya membangunkan nona untuk sarapan." ujarnya.

Siang? Apa aku tidur senyenyak itu? Atau karena tidur sangat larut?. Ah, sudahlah, aku lagi males berpikir. Aku berjalan kearah balkon dengan langkah malas-malasan serta rambut yang acak-acakan. Matahari sudah tinggi, ternyata benar hari sudah siang. Aku kembali menggeliatkan badan dengan mulut terbuka lebar menguap. Mulutku seketika terkatup ketika dibawah terlihat Claude tengah memandang ke arah balkon kamarku. Tentu saja dengan bibir menahan tawa.

'Astaga, kenapa dia ada disini?' gumanku.

Aku secepat kilat berlari masuk ke dalam kamar dengan perasaan sedikit malu. Kenapa hal yang memalukan selalu terlihat oleh dia, sih?

Aku menghampiri Claude, Duke muda Arched setelah berias. Tampak Claude sedang berbincang dengan ayah.

"Hallo tuan Claude." sapaku yang langsung disambut picingan tajam mata ayah. Ah, iya lupa, etika.

"Selamat datang di kediaman Lyon Duke muda Arched." ralatku dengan gestur menyapa hormat.

Claude kembali menahan tawa lalu bangkit dari duduknya menghampiriku seraya mengulurkan tangan. Aku menyambut uluran tangan Claude kemudian Claude mencium punggung tanganku.

"Saya kaget karena anda tiba-tiba berkunjung dan melihat yang seharusnya tidak dilihat." sahutku.

"Pfft... Maafkan dengan kunjungan tiba-tiba ini sehingga melihat hal yang menghibur." Ujar Claude menimpali. Tampak kebingungan di raut wajah ayah dengan percakapan kami.

"Lalu, ada keperluan apa anda berkunjung ke kediaman Lyon?" tanyaku basa basi.

"Duke Muda hanya mampir untuk memberikan undangan dari Kaisar untuk keluarga Lyon."

Aku bertanya pada Claude, kenapa ayah yang menjawab.

"Kenapa anda sampai repot-repot memberikan undangan langsung? Bukankah bisa diantar oleh utusan kekaisaran?"

Claude tersenyum manis seraya menatapku.

"Sekalian ingin berbincang dengan nona, kalau tidak keberatan."

Ayah yang mengerti dengan maksud ucapan Claude segera undur diri membiarkan kami berbincang.

"Silahkan berbincang, jangan sungkan. Hidangan akan segera tersaji."

"Terima kasih, tuan Duke." sahut Claude.

Ayah pergi meninggalkan aku dan Claude.

"Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja?" tanya Claude langsung menggunakan bahasa informal selepas ayah pergi.

"Memangnya saya kenapa?" aku balik bertanya, meskipun aku tahu Claude pasti penasaran dengan kejadian sewaktu Putra Mahkota menarikku paksa menuju kamar sewaktu di istana Putra Mahkota.

"Tidak, hanya saja kamu terlihat kurang baik. Begitupun dengan tuan Duke."

Wah, tingkat kepekaan Claude benar-benar diatas rata-rata. Aku harus bisa mengontrol ekspresiku.

"Ah, iya. Ada sedikit hal yang mengganggu pikiran saya, tapi semuanya baik-baik saja. Terima kasih atas perhatiannya." ucapku lirih dan tanpa sadar aku sedikit membuat ekspresi sendu. Ah, kontrol ekspresi, dong! Pria di depanku ini punya kepekaan diatas rata-rata.

"Apa terjadi sesuatu? Kamu bisa ceritakan padaku kapan saja." ujar Claude.

Ada yang aneh, kenapa Claude menatapku lembut seperti itu? Membuatku yang tengah dilanda gulana bertambah melow. Aku memaksakan tersenyum, menanggapi, entah Claude sadar atau tidak.

"Tidak ada apa-apa. Semua baik-baik saja."

Aku melirik undangan yang di bawa Claude dari kekaisaran.

"Ini pesta pertama yang diadakan kembali oleh baginda Kaisar semenjak tiga tahun terakhir. Memangnya ada momen apa sampai mengadakan pesta seperti ini?" aku meraih undangan yang tampak mewah dengan simbol keluarga kekaisaran.

Kekaisaran memang terkadang mengadakan pesta rutin sebagai perayaan hal yang bahagia. Terakhir pesta dirayakan sewaktu debut Putra Mahkota untuk pesta kedewasaan dan itu dilakukan tiga setengah tahun yang lalu, enam bulan sebelum bencana Lyon terjadi.

"Hanya pesta rutin saja, sekaligus merayakan untuk kesehatan baginda Kaisar dan pengokohan pewaris yang akan diterima Putra Mahkota." jawabnya menjelaskan. Dan seketika ada perasaan tertusuk ketika Putra Mahkota disebut.

Aku tersenyum, lalu terdiam sesaat. Sebenarnya aku sedang tidak ingin bertemu Putra Mahkota, tapi kenapa malah ada acara pesta yang memungkinkan aku untuk bertemu dengannya.

"Untuk pesta nanti, apakah Claude sudah ada partner pendamping?" ragu aku bertanya.

Claude mengernyit dengan pertanyaanku.

"Belum ada partner. Memangnya kenapa?"

"Kalau tidak keberatan, apakah Claude mau menjadi partner pendamping saya dipesta nanti?"

Claude tidak menyahut dan semakin mengernyit, mungkin heran dengan ajakanku yang tiba-tiba.

"Kalau tidak bisa, saya akan..."

"Kenapa?" tanya Claude memotong ucapanku.

"Ya?"

"Bukankah harusnya kamu menjadi partner Putra Mahkota sebagai tunangannya?" sahutnya heran.

"Bukankah bukan suatu kewajiban seorang tunangan untuk selalu mendampingi Putra Mahkota dalam setiap pesta? Saya menjadi pendamping Putra Mahkota hanya beberapa kali, selebihnya Putra Mahkota selalu didampingi wanita lain." ujarku sedikit terdengar sinis ketika nama Putra Mahkota terucap.

"Bukankah saya juga punya hak untuk memilih pendamping saya sendiri? Tapi kalau Claude tidak bisa, saya akan mengajak pria lain."

"Pria lain? Siapa?" tiba-tiba terdengar ketidak sukaan dari nada Claude.

Hei hei... ada apa dengan nada tidak suka itu?

1
Taris
Luar biasa
Ary Suwetty
Kecewa
Ary Suwetty
Thor??? gimana kisah lanjutnya sdh mau 6 bln g update....ditunggu thor
Dede Mila
adegan legen....😜😜😜
Mi Nu Chie
knp cerita ini ga d lanjutin Thor 😭
Mi Nu Chie
outhor nya kmna y iniii....Uda staun lebih ga upp😭😭
Mi Nu Chie
masih berharap novel ini ada lanjutan nya masih nunggu akuu,,,😭😭😭
kunel
kalau menurutku sih perasaan yang dimiliki sama putra mahkota itu lebih ke obsesi dari pada cinta, karna diakhir nya dijelaskan suka atau tidaknya clarisa dia akan tetap di sisi nya


(Ini pendapat pendapat aku pibadiya)
kunel
hmm....menarik awal yang bagus
Cty Badria
hiatus ya thor ...g up2 lg
Ary Suwetty
thoor ini sudah lama g update...di-update lagi yg thoor...
senja
wah hiatus
Ririn Santi
kapan up ceritanya lagi Thor? please....
Wiwuk Putri
tamat nya gantung
Wiwuk Putri
logan anggota array? jangan2 pemimpinnya lg
⍣⃝⃞🌈ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ★᭄᭄R⃟нǟᰔᩚянǟ☯︎⃟࿐❥
∧_∧  
( ・∀・)
⊂_へ つ
 (_)| 🙋‍♀️ 💕 янǟ࿔ янǟ࿔ ☘
◦•●◉✿ Terima kasih ✿◉●•◦
ʕっ•ᴥ•ʔっ 💜 ⭕ ( ͡°ᴥ ͡° ʋ) (๑•́ ₃ •̀๑)
💐🌻🌹🥀🌻⚘🦋🎀💎💘⚘🌻
✾༊᭄◉absent 🆁‏‏‏🄷🅰✿🆁‏‏‏🄷🅰 ∘̥⃟⸽⃟ ೄྀ
Wiwuk Putri
kok mirip2 komik yg tak baca udah tamat ya
mirip loh tp aq suka
Fatma Intan
lama gk up ya
Fatma Intan
woooowwww ungkapan cinta yg bgt dalam
sehingga meleleh kan hatiku😂😂😂🥰🥰🥰🥰
Fatma Intan
uhuhhu pantassss lah pertunangan d batalkan.
Pokoknya gk rela bngt clasisa sm si pengecut putra mahkota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!