NovelToon NovelToon
Analepsis

Analepsis

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: aytysz_

Analepsis : Pertemuan yang mendatangkan perpisahan

Ini bukan soal mempertaruhkan waktu di usia muda tuk masa depan. Ini hanya tentang siapapun yang berusaha untuk bertahan hidup jauh lebih baik lagi.

Jika kita bisa sedikit menghargai kehadiran orang lain di hidup kita. Mungkin batin tidak akan merasa perih untuk merasakan penyesalan, karena sulit mempertahankannya tuk tetap menunggu esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aytysz_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Analepsis ^ 30

Kaki jenjang yang terus melangkah tanpa henti, melibatkan kedua matanya untuk mencari keberadaan seseorang. Tanpa menjauhkan benda pipih dari daun telinga lamanya. Berharap panggilan itu dapat di terima orang di seberang sana secepat mungkin. Karena benaknya terus merasa gelisah.

Takut, jika hal tidak diinginkan itu terjadi. "Aku harus menemukan mu." Gumamnya, kini masuk ke dalam bangunan yang membantu para artis untuk tampil di layar televisi.

Yumna berjalan ke arah toilet bangunan itu berada, dengan kepala yang sesekali mengangguk sembari tersenyum kecil untuk menyapa beberapa orang lalang di sekitarnya.

Saat berada di dalam toilet, Yumna menjauhkan handphonenya lebih dahulu dari telinganya. Karena tangan itu dengan tergesa mendorong satu-persatu pintu bilik toilet yang kosong. Tidak ada satu pun orang di tempat itu kecuali Yumna.

Dengan wajah frustasi, Yumna menyisir rambut panjangnya ke belakang. Melihat layar handphonenya yang bergetar. Satu pesan dari seseorang membuat Yumna membuang napas berat. "Aku kira Malla."

Berjalan keluar untuk mencari keberadaan Malla yang entah ada di mana saat ini. Jika Malla tidak bisa ditemukan hari ini juga. Masalah besar akan menimpa semua karyawan di perusahaan Sirius entertainment. Apalagi posisi Malla masih menjadi artis pendatang baru, dan banyak media yang terus mengincar Malla.

Saat berada di lorong yang mengarah ke toilet langkah Yumna terhenti akan panggilan dari seseorang. Membuat Yumna mau tidak mau membalikan tubuhnya untuk melihat siapa pemilik suara berat itu.

"Yumna? Apa kau benar Yumna?" Tanya seorang pria familiar yang untuk saat ini tidak mendatangkan getaran sedikit pun di dada Yumna. Karena Yumna harus melakukan tugasnya secepat mungkin. Agar tidak ada artikel baru yang mengarah pada kehilangan Malla hari ini.

"Benar aku Yumna. Kau perlu sesuatu?" Walaupun Yumna ingin secepatnya pergi dari tempatnya berdiri saat ini. Tapi dengan hati yang baik, Yumna menawarkan diri jika pria itu butuh bantuan."

"Wahh__" senyum lebar yang begitu tulus itu sudah lama tak Yumna lihat. Namun tidak membuat Yumna memiliki niat untuk tetap bertahan, dengan alasan yang sama. Yumna harus segera mencari keberadaan Malla sekarang.

"Bukankah ini kebetulan. Tidak, tidak, ini bukan kebetulan. Ini takdir! Karena kita bisa bertemu lagi." Sambungnya yang terlihat sangat riang. Dan itu malah membuat Yumna merasa tidak enak jika harus pergi begitu saja tanpa memberi respon yang antusias. Bertemu dengan teman lama.

"Benar, ini takdir yang aku ingin sejak dulu. Bisa bertatapan langsung dengan mu. Tapi aku juga ingin segera mengakhiri pertemuan kali ini." Jika Yumna memiliki keberanian untuk mencetuskan kalimat itu secara langsung, Pasti kini telah Yumna lontarkan. Sayangnya Yumna hanya bisa mengucapkannya dalam hati. Karena Yumna tidak ingin menyakiti perasaan teman lamanya itu.

"Di perusahaan mana kau bekerja? Kau sudah lulus bukan dari sekolah mu?" Dengan rasa antusias yang tinggi, pria itu melontarkan pertanyaan untuk Yumna.

"Apa kau punya waktu lain kali?" Bukannya memberi jawaban, Yumna malah membalikkan pertanyaan untuk lawan bicaranya saat ini.

"Apa?" Gumam sang pria secara spontan.

"Aku tidak bisa lama-lama menanggapi mu. Karena aku harus mencari seseorang?" Seketika Yumna menutup rapat mulutnya, setelah sadar akan kali mata yang Yumna cetuskan. Niatnya Yumna ingin mengakhiri obrolan itu dengan cara yang halus. Tapi, Yumna malah menjawab dirinya sendiri di dalam lingkaran yang tidak memiliki pintu keluar.

"Mencari seseorang?" Alis tebal itu sedikit naik ke atas, dan kedua mata pria itu kini baru melihat ke arah tanda pengenal milik Yumna.

"Oh__" kepala Yumna mengangguk pelan. "Aku harus mencari teman ku."

"Aku minta maaf, sekali lagi aku minta maaf." Hanya itu yang bisa dikatakan Yumna saat ini kepada temannya. Sebelum Yumna berjalan pergi dari pandangan pria itu, yang diam dengan kening mengerut samar. Dan kini pria itu memilih berjalan kearah parkiran tempat itu.

Sedangkan Yumna sendiri kini berada di halaman luas bantuan itu dengan jemari lentik menari di atas layar handphonenya untuk membalas pesan dari seseorang di seberang sana.

"Aku harus mencari Malla kemana sekarang?" Monolog Yumna, pandangan melihat. Dan berniat ingin berjalan kearah zebra cross untuk menyeberangi jalan raya itu. Akan tetapi mobil asing berhenti begitu saja di depan matanya. Membuat kening Yumna mengerut samar.

"Masuklah, mungkin aku bisa membantu mu." Ucap sang pemilik mobil itu, setelah menurunkan kaca mobil hitam pekat itu.

Yumna yang merasa di ambang kebingungan, kini akhirnya masuk ke dalam mobil itu tanpa memikirkan resiko ke depannya nanti. Yumna hanya berharap, tidak ada satu pun pasang mata yang melihat.

Mobil biru tua milik teman Yumna melesat keluar dari lingkungan itu, dengan kecepatan sedang. Karena sang pemilik mobil tahu, jika Yumna harus menemukan temannya.

Sekilas menoleh ke samping untuk melihat Yumna yang melibatkan pandangan matanya itu keluar jendela. Membuat sang pria ragu ingin bertanya lagi. Tapi jika mulutnya diam tidak bersuara, kehadirannya saat ini akan berakhir sia-sia.

"Apa kau mencari artis mu?" Mungkin basa-basi saat keadannya seperti ini bukanlah jalan yang tepat. Karena pria itu tahu, apa akibatnya jika para karya kehilangan tanggung jawab mereka.

"Kau tahu?" Kini Yumna melihat temannya itu.

"Bukankah gadis itu sudah pulang bersama Yudha? Tadi aku sempat melihatnya masuk ke dalam mobil. Tapi__" diam sejenak pria itu terlihat seperti memikirkan suatu hal yang masih abu-abu. "Aku tidak melihat Yudha saat itu."

"Jika Malla pergi dengan Yudha, dia tidak akan meminta ku untuk membantunya." Jelas Yumna, dengan benak yang semakin merasa gelisah.

"Apa kejadian itu terulang lagi?" Sangat rendah pria itu mengatakannya. Tapi telinga Yumna dapat mendengarnya dengan jelas.

"Kejadian itu?" Ulang Yumna yang entah kenapa mulai takut. Takut jika terjadi sesuatu pada Malla.

"Saat Lingga menjadi pendatang baru, dia juga sempat hilang. Dan pelakunya sangat gila. Orang itu benar-benar gila. Bagaimana bisa seorang penggemar menculik artisnya sendiri." Ungkap pria itu.

Satu fakta yang baru saja Yumna tahu hari ini. Jika Lingga pernah hilang karena di culik oleh penggemarnya sendiri. Mungkin berita itu tidak menyebar luas, hingga Yumna baru mendengarnya.

"Tapi jika Malla, aku tidak begitu yakin." Sekilas pria itu melihat Yumna. "Apa kau tahu, di mana tempat yang sering dia kunjungi? Mungkin bisa saja dia ada di sana untuk membuang penatnya."

"Malla baru pindah, dan aku tidak tahu di mana tempat yang sering dia kunjungi." Jujur Yumna.

"Apa kau ingin kembali ke perusahaan? Karena kau harus berdiskusi lebih dulu dengan rekan-rekan kerjamu." Pria itu memberi tawaran untuk Yumna yang langsung menyetujuinya. Karena mau bagaimanapun Yumna harus menemui saudaranya lebih dulu.

Dan Yumna yakin, jika tempat kerjanya saat ini tengah ricuh. Semua staff perusahaan pasti tengah sibuk mencari keberadaan Malla melalui apapun. Karena mereka juga tidak ingin mendapat serangan bertubi-tubi dari wartawan ataupun para publik yang senang mencari opini tanpa kebenaran itu.

"Kau tidak perlu merasa bersalah, karena itu memang bukan salah mu." Hanya kalimat penenang yang bisa pria itu katakan saat ini. Karena pria itu tidak mau melihat ekspresi frustasi Yumna.

1
Lepidoptera
Penulisannya unik, semangat jugaaaa❤️
najmun_huda
ganba kakak
Storyginal Finger
izin mampir. mau baca cerita kamu ya👍
dilla11
semangat kak 💪
Maru De Hehe
Makasih kakak, saling support, mantap
Agung Khan: ceritanya bagus kak, terimakasih sebelumnya sudah mengunjungi profil saya, mohon bimbingannya ya, saya belajar menulis.🙏
total 1 replies
Adelia Putri
semangat kk,saling support yaaa
yupiana
lanjuttt saling support 💪😍
Kiara Maulida Aizaaa
saling support ya kk💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!