NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Widuri masuk, wanita paruh baya itu terkejut saat melihat kondisi putranya. Terlebih ada orang-orang yang tengah memindahkan barang

Tadinya ia ingin memarahi putranya itu, namun melihat bagaimana kondisi Rizal saat ini membuatnya tidak tega

"Nak" Rizal mengangkat wajahnya, pria itu menangis bak anak kecil dalam pelukan sang ibu

"Hanna Bu, aku ingin Hanna" Ujarnya disela-sela tangisannya

Widuri lebih dulu menghela napasnya "Relakan dia nak, kamu sudah sangat terlambat" Ujar Widuri seraya mengusap punggung sang putra

Rizal menggeleng dalam pelukan sang ibu "Aku tidak ingin kehilangan Hanna! Tolong bawa dia kembali Bu"

Widuri menatap prihatin, ia sibuk mengusap kepala Rizal. Saat ini pria itu telah meletakkan kepalanya diatas pangkuan sang ibu

Rizal bak anak kecil yang tengah mengadu pada ibunya. Cairan bening terus saja membasahi pipinya

"Aku akan bicara dengan Hanna, semoga saja dia mau mendengar" Batin Widuri

Setelah memastikan Rizal lebih tenang, wanita paruh baya itu meninggalkan rumah putranya

Mobil yang ia kendarai tiba didepan sebuah rumah. Widuri tahu dirinya egois, tapi sebagai seorang ibu ia tidak tega melihat putranya hancur seperti ini

Widuri mengetuk, pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya "Ibu cari siapa yaa?"

"Apa Hanum ada dirumah?" Tanya Widuri

"Mari masuk Bu! Saya panggil kan Bu Hanum dulu!" Widuri masuk, ia diarahkan untuk duduk di sofa ruang tamu

Tak lama Hanum datang dan menghampiri sang besan. Keduanya terlihat canggung namun tetap saling melempar senyum

"Mbak Widuri" Sapa Hanum "Mbak apa kabar?"

"Baik, kamu juga apa kabar. Lama banget kita gak ketemu" Keduanya saling berpelukan lalu duduk saling berhadapan

"Ada apa ya mbak? Tumben banget kesini?" Sebenarnya Hanum tahu apa yang ingin dikatakan oleh besannya ini namun ia masih bersikap baik

"Saya kesini ingin bertemu Hanna, apa dia tinggal disini sekarang?" Tanya Widuri penuh harap

Semoga saja dengan bicara dengan Hanna, menantunya itu akan mengerti dan mau memaafkan Rizal, agar putranya itu dapat kembali hidup

"Maaf mbak, tapi Hanna tidak dirumah" Jawab Hanum

"Dimana dia? Ada hal penting yang mau aku bicarakan dengan dia"

Hanum menarik napas panjang demi menghalau amarah yang ada dihatinya "Hanna.. dia sedang menjalani pengobatan diluar negeri"

Widuri mengernyit "Memangnya Hanna sakit apa? Kok sampai berobat diluar negeri?"

Dari suaranya jelas sekali jika mertua Hanna ini tengah khawatir

"Saya rasa mbak sudah tau tentang masalah yang menimpa rumah tangga Hanna dan Rizal" Ujar Hanum

"Masalah itu mengguncang mental putri saya, dia bahkan hampir mencoba untuk bunuh diri"

Jika mengingat itu Hanum pasti kembali menitihkan air matanya karena dirinya merasa gagal menjadi seorang ibu

"Bunuh diri? Lalu bayinya?" Widuri terlihat shock

"Alhamdulillah ada orang baik dan menolong Hanna malam itu, dan setelah itu Hanna melakukan terapinya" Jawab Hanum

"Lalu dimana dia melakukan pengobatan?" Tanya Widuri

"Maaf mbak, tapi saya tidak bisa memberi tahukan apapun pada mbak Widuri! Ini demi kesehatan mental putri saya"

Ucapan Hanum membuat harapan dihati Widuri pupus. Tak ada jejak sedikitpun tentang Hanna, lalu bagaimana kondisi Rizal jika seperti ini

"Tolong beri tahu saya Hanum" Widuri memohon "Saat ini Rizal terpuruk dan hanya Hanna yang bisa membuatnya kembali seperti semula!"

"Maaf mbak, tapi sebagai seorang ibu. Aku hanya ingin memastikan anakku baik-baik saja" Hanum tidak akan luluh hanya karena Widuri memohon

"Tolonglah Hanum! Ini demi pernikahan anak-anak kita, sebagai orang tua, sudah seharusnya kita menjaga keutuhan rumah tangga anak-anak kita, kan?"

Hanum terdiam, ucapan Widuri ada benarnya. Namun dirinya hanya seorang ibu yang ingin memastikan kebahagiaan bagi putrinya

"Jika keadaannya dibalik, jika mbak Widuri adalah ibunya Hanna, apa yang akan mbak lakukan?"

Widuri terdiam, ia teringat pada pernikahannya yang hancur karena orang ketiga. Saat itu ia sangat marah dan tanpa berpikir dua kali ia menceraikan suaminya

"Maaf mbak, aku hanya ingin agar putriku bisa kembali waras" Hanum menangis

"Pengkhianatan Rizal menghancurkan mental anak saya! Dia terluka dan sebagai seorang ibu, aku hanya ingin memastikan dia bahagia"

Widuri masih diam, dirinya tidak bisa melakukan apapun saat ini. Rizal yang salah dan sudah seharusnya putranya itu mendapat hukumannya

"Tapi kondisi Rizal juga sangat mengkhawatirkan, dia membutuhkan Hanna"

Tetap saja kasih sayang seorang ibu membuat Widuri berpikir egois. Ia tidak sampai hati melihat keadaan Rizal saat ini

"Sekali lagi maaf mbak, sama seperti mbak Widuri yang ingin Rizal bahagia, sayapun juga ingin putri saya bahagia" Kata Hanum

Widuri hanya bisa pasrah, wanita paruh baya itu pulang dengan tangan kosong. Ia tidak bisa membawa Hanna bertemu Rizal karena menantunya itu tidak berada di negara ini

Namun Hanum juga enggan untuk memberitahukan dimana tepatnya keberadaan Hanna, sekarang dirinya tidak memiliki harapan untuk membuat putranya bahagia

Widuri kembali kerumah, Rizal yang mengetahui sang ibu datang segera menghampiri

"Gimana Bu? Apa Hanna mau ikut sama ibu?" Tanyanya dengan tidak sabaran

"Maaf nak, tapi ibu tidak berhasil membawa Hanna" Rizal terlihat lemas, Widuri dengan cepat membawa putra sulungnya itu duduk di sofa

"Nak"

"Dimana Hanna Bu? Aku hanya ingin bertemu dia sekali saja" Rizal kembali menangis dan itu sangat melukai hati Widuri sebagai ibu

"Apa aku tidak pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua Bu?" Lirih Rizal yang masih tidur dipangkuan sang ibu

"Sabar nak! Setelah kamu bisa bertemu dengan Hanna, maka minta maaf kepada dia! Ibu yakin Hanna akan memaafkan kamu"

Rizal mengangguk "Hanna itu wanita yang berhati lembut, dia tidak akan tega melihat aku menangis"

Sementara itu jauh di negeri seberang, Hanna bersama Hanin serta seorang pria yang terus bersama mereka

Tiga orang itu tengah bersenang-senang sambil menikmati eskrim bersama "Mbak udah gak sabar untuk pulang"

"Mbak harus cepet sembuh kalau gitu! Anak-anak pasti udah kangen banget sama mamanya" Ujar Hanin yang diangguki oleh sang kakak

"Mbak udah bertekad akan sembuh!"

"Aku sudah bicara dengan dokter kamu, kamu tinggal hanya menjalani satu pemeriksaan terakhir dan kamu dipastikan sembuh!"

Ucapan dokter tampan itu jelas saja membuat kedua wanita itu senang

"Dokter serius kan?" Tanya Hanna seolah tak percaya

"Tentu saja, kamu menunjukkan banyak perubahan Han, dan itu sangat baik" Dokter Rama tersenyum hangat

"Aku seneng banget dengernya mbak" Hanin memeluk sang kakak penuh kasih

"Artinya mbak hanya perlu menunggu satu bulan lagi" Hanna terlihat begitu antusias

Rasanya ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan anak-anaknya. Dua malaikat kecilnya yang ia tinggalkan demi dapat sembuh dari rasa sakit ini

"Pokoknya mbak harus semangat, semua orang pasti seneng banget kalau tau mbak Hanna sembuh"

Setelah berada diluar hampir seharian penuh, ketiganya kembali ke apartemen tempat Hanna tinggal selama ini

"Gak bisa yaa dek, kamu disini aja temenin mbak?" Tanya Hanna pada sang adik, keduanya tengah berada didalam kamar karena Rama di sofa ruang tengah

"Aku juga pengen nemenin mbak Hanna disini, tapi kan kuliah aku sebentar lagi akan selesai. Toko juga butuh perhatian lebih"

Hanna mencoba untuk mengerti, sebenarnya dirinya merasa kesepian disini. Jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai adalah hal yang berat

"Bulan depan mbak Hanna kan udah pulang" Ujar Hanin saat melihat wajah sedih sang kakak

Hanna menampilkan senyum manisnya "Kamu benar, mbak hanya perlu bersabar. Tinggal satu bulan lagi"

Keduanya tersenyum lalu saling berpelukan, Hanna telah melupakan rasa sakit dan pengkhianatan yang dilakukan Rizal suaminya

Ia akan menjalani hidup ini dengan sangat baik, menjadi ibu yang baik bagi kedua buah hatinya

1
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
falea sezi
cpet cerai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!