NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

​"Aku penasaran di mana Padepokan Awan Beku menemukan murid seperti itu. Setelah turnamen ini, nama 'Ratna' akan mengguncang seluruh pelosok negeri. Gelar pendekar muda terkuat harus segera berpindah tangan."

​Hampir semua pembicaraan terpusat pada Ratna. Hanya segelintir orang yang menyinggung nama Arka, lawan Ratna di final besok. Memang, pertarungan Arka dan Yogi sangat seru, tapi jika dibandingkan dengan fenomena Ranah Kekuatan milik Ratna, levelnya dianggap jauh di bawah. Lagipula, Arka harus bersusah payah mengalahkan Yogi hingga senjatanya hancur. Rasanya mustahil ia bisa menang melawan Ratna yang baru saja menjatuhkan Yoga.

​Sekali Ranah Kekuatan itu dilepaskan, barangkali di seluruh tingkatan Alam Jiwa, tidak ada seorang pun yang sanggup menandingi Ratna.

​Di sisi lain, suasana di kediaman Perguruan Pedang Surgawi sangat muram.

​Yoga belum juga sadarkan diri meski enam jam telah berlalu. Tubuh dan jalur energinya membeku akibat Ranah Kekuatan Ratna, ditambah dampak buruk dari teknik Sukma Pedang Kembar. Wajahnya yang pucat tampak merintih dalam tidur... Entah karena rasa sakit di tubuhnya, atau karena batinnya tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia, sang jenius yang tak tertandingi, telah kalah dan mempermalukan nama besar perguruan.

​"Yoga belum bangun juga?" Luhur berjalan masuk dengan raut wajah datar, mencoba menyembunyikan badai di hatinya.

​"Belum, Ayah. Teknik Sukma Pedang miliknya hancur secara paksa, bukan ditarik kembali. Sukmanya terluka cukup parah," jawab Yogi cemas.

​"Hah..." Luhur Pangestu mendesah panjang sambil memejamkan mata. "Dalam dua pertarungan ini, kau dan kakakmu sudah mengerahkan segalanya. Tidak ada lagi yang perlu disesali. Sepertinya selama bertahun-tahun ini aku terlalu congkak dan buta... Era kejayaan Perguruan Pedang Surgawi mungkin memang harus berakhir di sini."

......................

​Malam semakin larut dengan rembulan sabit yang menggantung tinggi. Cahaya perak menyiram permukaan kolam teratai tempat Ratna duduk terdiam. Kedua tangannya menopang dagu, menatap kosong ke langit malam. Matanya yang jernih menyimpan rahasia yang dalam.

​Angin malam berembus dingin, dan sesosok bayangan putih muncul di sampingnya tanpa suara. Ratna menurunkan pandangannya, berdiri, lalu membungkuk hormat. "Guru Senior."

​Citra mengangguk tipis. Ia mengulurkan tangan gioknya yang memegang sebuah butiran obat berwarna putih salju yang berpendar lembut. "Pil Sukma Salju. Kau menggunakan Ranah Kekuatan tadi, itu sedikit melukai vitalitasmu. Dengan kondisi ini, kau hanya akan pulih enam puluh persen besok. Telan ini, kau akan pulih sepenuhnya."

​"Pil Sukma Salju?" Ratna tertegun. "Itu pusaka yang sangat berharga, Guru. Jangan disia-siakan untukku."

​"Kau adalah pilar masa depan Padepokan Awan Beku. Jabatan Pemimpin Padepokan akan menjadi milikmu suatu hari nanti. Tidak ada yang sia-sia jika itu untukmu. Minumlah."

​Ratna tidak lagi menolak. Begitu pil itu masuk ke tubuhnya, hawa dingin di sekitarnya mendadak meningkat, dan energi alam dengan cepat mengalir masuk, memulihkan tenaga batinnya yang terkuras.

​Citra menatap Ratna lama dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ratna, untuk pertarungan besok, jangan sekali-kali meremehkan lawanmu. Dan yang lebih penting, jangan berasumsi kemenangan sudah di tangan."

​Ratna mendongak heran. "Tolong beri petunjuk, Guru."

​"Dia... Arka Yudistira... masih menyembunyikan beberapa rahasia. Meski dengan Ranah Kekuatanmu kau seharusnya tak tertandingi di bawah Alam Langit, dia memiliki dua hal yang jauh melampauimu."

​Citra melanjutkan dengan nada serius, "Pertama, pengalaman bertarungnya dan ketajaman panca inderanya. Kemampuannya mengambil keputusan dalam situasi maut, jangankan kau, bahkan aku pun merasa kalah darinya. Kedua, kegigihannya. Jangan pernah merasa dia sudah kalah meski dia sudah terdesak hebat. Di bawah tekanan ekstrim, orang normal mengeluarkan tenaga terakhir dari tubuhnya, tapi dia... dia mengeluarkan kekuatan dari jiwanya. Pertarungan besok bisa jadi sangat sulit."

​"Bahkan jika kau kalah, aku tidak akan terkejut."

​Ratna terpaku. Ini pertama kalinya sang Guru yang dingin dan jarang bicara itu memberikan penilaian setinggi itu pada seorang pemuda. Jika ia tidak mendengarnya sendiri, ia tidak akan percaya.

​"Baik, Guru. Aku akan mengingat nasihatmu," ucap Ratna lembut. Ia ragu sejenak, lalu bertanya, "Boleh aku bertanya sesuatu yang lancang?"

​"Kau ingin tahu kenapa aku begitu memahaminya?" Citra menutup matanya perlahan.

​"Iya..."

​"Dulu, saat aku pergi mencari inti energi hewan buas di hutan terlarang, aku terkena racun mematikan. Dia yang menemukanku, mengobatiku, dan menyelamatkanku. Aku berhutang budi padanya. Lima bulan aku menghilang dari Padepokan, aku menghabiskan waktu bersamanya karena ingin melindunginya sebagai balas budi. Tapi pada akhirnya, justru dia yang berkali-kali menyelamatkan nyawaku. Karena dialah aku bisa menembus Alam Raja."

​Bibir Ratna sedikit terbuka. Ia tak sanggup menyembunyikan keterkejutannya.

​Citra sendiri tidak tahu kenapa ia menceritakan rahasia ini pada Ratna. Mungkin, jauh di lubuk hatinya, ia merasa sedikit rendah diri di depan Ratna... Bagaimanapun, Ratna adalah istri sah Arka, sementara dia...

​"Rahasia ini jangan pernah kau ceritakan pada siapa pun, termasuk Pemimpin Padepokan."

​"Baik, Guru."

​"Sebagai gantinya, bisakah kau menjawab pertanyaanku?" Citra menatap balik. "Selama aku mengajarimu, aku merasa kau sebenarnya tidak terlalu suka berlatih bela diri, tapi kau punya keinginan yang sangat kuat untuk menjadi perkasa. Kenapa?"

​Tatapan Ratna seketika meredup, menyimpan kesedihan yang mendalam.

​"Karena... Ibu..." jawab Ratna lirih. "Pertemuan Ayah dan Ibu sangat ajaib. Ayah menemukan Ibu pingsan bersimbah darah di luar kota. Saat bangun, Ibu hilang ingatan dan tubuhnya sangat lemah. Mereka menikah, dan melahirkan aku yang hampir merenggut nyawanya."

​"Saat aku berumur empat tahun, ingatan Ibu tiba-tiba kembali. Dia pergi begitu saja... Dia terbang menjauh seperti bidadari sambil menangis. Dia bilang, jika dia tidak pergi, dia akan membawa malapetaka bagi kami. Dia bilang dia pergi ke sebuah tempat yang sangat jauh, tempat yang mustahil bisa kami capai..."

​"Ayah tidak pernah menikah lagi. Selama sepuluh tahun lebih, aku sering melihatnya menangis diam-diam saat sendirian. Aku hanya ingin keluarga kami bersatu kembali. Aku percaya, dengan menjadi semakin kuat, suatu hari nanti aku bisa melihat bayangan Ibu lagi..."

​Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari luar halaman. Sebuah suara yang dibuat-buat ramah terdengar dari balik gerbang:

​"Saya Guntur dari perguruan Wijaya. Saya datang ingin bertemu dengan 'Dewi Ratna'... Saya tidak punya niat buruk, saya hanya punya tusuk konde giok es yang sangat cocok untuk Nona. Harta ini akan sia-sia jika tidak dipakai oleh Nona. Dan juga—"

​Belum sempat Guntur menyelesaikan kalimatnya, Citra mengibaskan tangannya. Gelombang hawa dingin melesat, dan dalam sekejap, pintu gerbang itu tertutup dinding es setinggi tiga meter.

Guntur yang ketakutan langsung pucat pasi dan lari terbirit-birit sambil mengumpat kesal.

​Di seluruh negeri ini, mungkin hanya Padepokan Awan Beku yang berani memperlakukan putra dari Jatmika Wijaya dengan sehina itu.

1
Jojo Shua
yu
Jojo Shua
c
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🇨🇵
Jojo Shua
🫰🫰
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
☕️
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
🔥🔥🔥
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
🔥🔥🔥
Jojo Shua
✅️✅️
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!