tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"akhir nya hari yang di nanti nanti tiba juga!!!!
" menurut mu siapa yang akan menang?!
"aku memegang Vesper!!!
" benar kan!!
"aku yakin mereka yang akan menang!!!
" tapi bukan kah Solon itu lawan yang tangguh??
"Tapi bukan kah Vesper juga tangguh??
" festival 6 tahun lalu juga mereka yang menang kan?????
"di hari kedua mereka satu tim kan?
" apa di hari ketiga ini pertarungan mereka bisa memuaskan sebagai lawan?.....
sorak sorai penonton terdengar nyaring dan menyakitkan saat kedua keluarga menampakkan diri.
di hari ketiga ini adalah pertarungan individu, salah satu dari keluarga maju untuk melawan salah satu dari keluarga lawan.
dan karena pemenang dari pertarungan team di hari kedua adalah team A yang berisi grand duke Vesper dan Marquis Solon, di hari ketiga ini mereka akan bertarung sebagai lawan setelah satu hari bekerja sebagai teman.
"kita bertemu lagi" ucap Estevan melambaikan tangan pada Damien yang di balas senyuman oleh pemuda itu.
6 tahun lalu lawan terakhir Vesper bukan lah Solon, selain itu yang bertarung adalah Perez dan Damien, ini mungkin akan menjadi pengalaman baru bagi adik adik nya
beberapa kata pembuka di ucap kan dengan lantang oleh Kaisar, ia memberikan imbalan tingggi untuk pemenang dari kompetisi ini.
yang berupa, satu detix wilayah timur dan pedang suci salah satu dari 12 utusan agung.
1 detix\= 1 hektar
sebenarnya yang diincar ke empat keluarga yang berpartisipasi di festival ini bukan lah wilayah timur atau pun pedang suci 12 utusan agung.
melainkan kristal suci yang terdapat di pedang itu dan juga kehormatan setelah pulang sebagai pemenang.
mereka yang menang akan di pandang kuat oleh banyak orang berkat Festival 6 tahun ini.
"siapa yang akan maju pertama? tanya Ian pada Estevan.
" mari kita lihat siapa lawan kita lebih lebih dulu" balas pemuda itu menatap Vesper di seberang arena.
"kak aku yang pertama ya?!!! Tanya Arsene men goyang-goyang kan lengan Damien semangat.
" apa kau yakin?
"mereka mungkin akan mengirim yang lebih tangguh dari mu? Damien menaikkan satu alis nya.
" apa kau meremehkan kekuatan ku?? kini berganti Arsene yang menaikkan satu alis nya.
"lagi pula kenapa kau begitu bersemangat? tanya Zelka heran.
" karena jika aku menang aku akan mendapatkan cincin hanbin milik Athena! pemuda itu berapi api.
"apa?... Zelka di buat cengo.
" maju lah Arsene" ucap Arthur mengantikan Damien.
"baik!! dengan langkah yang lantang dan semangat pemuda itu naik ke atas arena.
" nah....siapa yang akan menjadi lawan nya?? tanya Estevan.
"biar aku saja" Mikaela mengangkat tangan.
"kau sungguh akan maju? tanya Kevin di samping pemuda itu.
" di hari kedua kita satu kelompok dengan nya, jadi hari ini aku ingin menguji diri ku sendiri " ucap pemuda itu menatap serius Arsene.
"dia kuat loh... ucap Ian memperingati Mikaela.
" aku tidak peduli karena aku sendiri tidak tahu batas kemampuan ku!
Estevan tersenyum tipis.
"naik lah Mikaela" ucap pria itu.
"baik! Mikaela lalu melangkah kan kaki menaiki Arena dan berdiri tepat di hadapan Arsene.
" apa kau yang akan menjadi lawan ku? Arsene menaikkan satu alis nya dengan dahi yang mengernyit.
"lawan aku dengan sekuat tenaga mu!
" memang nya kau pikir kau siapa hingga aku tidak mengeluarkan segenap tenaga ku saat melawan mu??....! ucap Arsene kesal, mata pemuda itu berubah dari putih pucat menjadi merah darah.
"mulai!!
Mikaela melesat ke arah Arsene dan menembak kan sihir angin nya.
" dasar lambat!
"BOOOM!!
Arsene meledak kan mana cahaya nya dan menjadikan nya pengalihan yang kuat.
seluruh orang di podium tidak bisa melihat ke arah Arena karena ledakkan Arsene semua berubah menjadi putih bercahaya.
" Srekhh!!
pemuda itu menusuk perut Mikaela menggunakan tombak Cahaya.
"kau kalah" ucap Arsene datar.
hanya kurang dari dua detik area di sekitar mereka kembali normal.
Arsene berdiri dengan tombak cahaya nya yang penuh darah, di hadapan pemuda itu Mikaela tumbang dengan genangan darah yang mengitari tubuh nya.
Arsene menyugar rambut nya kebelakang dan mata pemuda itu kembali normal menjadi putih pucat.
"bersyukur lah karena aku bisa mengontrol kemampuan ku" ucap pemuda itu berjalan pergi meninggalkan Mikaela.
hening.
tidak ada yang bersorak tidak ada yang bertepuk tangan, semua nya hening hingga Mikaela di bawa turun dari atas Arena untuk di obati.
"Mikaela kalah hanya dengan satu serangan" gumam Ian.
"aku sudah menduga nya" sahut Ryan di samping pemuda itu.
"di hari hari sebelum nya Arsene begitu tersiksa karena yang ia temui dan lawan adalah hewan berlendir"
"sekarang lawan nya adalah seorang manusia, dia benar-benar tidak memberi ampun" lanjut pemuda itu mulai waspada.
"kau benar Ryan" ucap Estevan.
"Arsene tidak lemah, dia hanya memiliki ketakutan ekstrem terhadap hewan berlendir"
"maju lah kevin" ucap pria itu meboleh ke arah kevin di belakang nya.
"aku?? kevin menunjuk diri nya sendiri cengo.
" benar"
"kau!
" hufffttt" pemuda itu menarik nafas panjang, ia lalu melangkah menaiki Arena dengan lesu.
"menang lah untuk kami ya!!
" Sekarang siapa yang akan naik?? gumam Damien.
"biar aku kak" Ashley mengangkat tangan.
"kenapa? tanya Arthur.
" karena aku ingin berguna" ucap gadis itu melangkah ke atas Arena.
"aku mengkhawatirkan nya" ucap Damien menatap Ashley sendu.
"memang nya dia anak kecil?? tanya Arsene, pemuda itu saat ini sedang berbunga-bunga karena berhasil mendapatkan cincin yang ia ingin kan dari Athena.
" huffffttt" gadis itu menarik nafas panjang saat cincin nya di rampas oleh Arsene.
"dia memang masih anak kecil"
"benar dia anak kecil"
"Srakhh!!
" srakhhh!
"boom!!
Ashley dan Kevin adalah petarung jarak jauh mereka bertarung dengan saling melemparkan sihir mereka.
" Menyerah lah,, aku tidak tega melukai seorang gadis yang masih kecil " ucap Kevin terus menyerang Ashley dengan sihir api milik nya.
"tidak!! balas Ashley kewalahan.
" Ck!!
"boom! Kevin melayangkan sihir api tingkat menengah yang berhasil membakar Ashley.
" arrrrrgggkkkhhhhh!!!!! erang Gadis itu kesakitan di dalam kobaran api milik Kevin.
"aku tidak akan menyerah!! gadis itu dengan sekuat tenaga mengaktifkan sihir nya dan membuat pelindung dari sihir angin.
" hosh! hosh! hosh! dengan nafas yang masih terengah-engah ia mencoba untuk terus berdiri dan bertahan.
"srakh!!
" srakh!!
"srakh!!
ia melukai kevin dengan pisau angin milik nya dan membuat pemuda itu terkoyak koyak.
" ha,,,,,rasakan itu....
"Brukh!! Ashley tumbang dengan luka bakar yang parah di sekujur tubuh nya.
" Ashley!! teriak Damien dan Arthur bersamaan.
dengan raut wajah khawatir mereka terus memperhatikan Ashley di atas arena.
kevin tetap berdiri tegap meskipun darah membanjiri tubuh nya, pemuda itu menatap Ashley di hadapan nya dengan tatapan prihatin.
pemuda itu mengangkat tangan nya memberitahu bahwa ia masih mampu berdiri.
ia memenangkan pertarungan.
Damien memijit pelipis nya pelan saat Ashley di bawa pergi.
kemampuan gadis itu memang masih terlalu kurang.
Estevan tersenyum tipis saat Kevin turun dari arena dan pergi ke ruang medis.
sekarang mereka seri 1-1
"aku akan naik" ucap Athena berdiri dan hendak melangkah ke arena.
namun kerah baju nya tiba tiba saja di tarik dari belakang.
"kali ini aku yang maju! ucap Zelka menyalip gadis itu.
ia lalu dengan langkah lantang menaiki arena meninggalkan Athena yang menatap nya tajam.
" kembali lah duduk Athena,,, ini bukan panggung mu! ucap Arsene mengejek dengan wajah menyebalkan.
"bugh! gadis itu memukul tepat di perut Arsene yang membuat pemuda itu kesakitan.
" dasar sialan....!!
"aku akan membalas mu..!!
" aku akan melawan nya" Ryan bangkit.
"kenapa? tanya Estevan.
" karena dia seperti nya cocok melawan ku" ucap pemuda itu tersenyum, ia lalu melangkah ke atas arena dan menatap Zelka serius.
"jangan menahan diri"
"kau juga!