Harap bijak dalam membaca.
IG. Ar_Inthan99
FB. Fia than.
Pernikahan yang dilakukan atas perjodohan kedua orang tua mereka.
Membuat persahabatan yang sudah lama mereka lalui berubah seketika menjadi hancur..
Arka yang dulu baik,ramah perhatian saat masih menjadi sahabat Afifah.
kini berumah menjadi arogan,egois dan dingin ketika mereka sudah menikah.
Dan Arka menggagap Afifah hanya sebagai "Istri Diatas Kertas"nya
Bagaimana kah Nasib pernikahan mereka . .
apakah Afifah akan bertahan dengan perlakuan Arka yang terus menyakitinya dengan sikapnya terhadap Afifah..?
atau Afifah akan meninggalkan Arka?
Akan kah takdir mengubah mereka..?
Ikuti Kelanjutannya.
Jangan lupa dukung karyaku.
Like,comen dan Vote.
Terimakasih.
By.Naffia Inthan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
Waktu menunjukan pukul 03.00 pagi,mereka baru saja selesai dengan pergulatan panjang Diatas ranjang nya.Entah berapa kali mereka melakukan penyatuan panas tersebut,yang pasti malam itu menjadi malam yang paling panjang bagi mereka berdua.
" Aaahhhhh......."Terdengar suara desahan panjang, Saat mereka mencapai puncak klimaksnya .
" I love you.." Bisik Arka lalu mengecup bibir Vina sekilas, kemudian Arka tumbang disamping Vina.
"I love you to.." ucap Vina lalu berbalik memeluk Arka. Menarik selimut dan menutupi tubuh mereka yang tanpa sehelai benang pun. Akibat kelelahan.Beberapa menit kemudian mereka akhirnya terlelap dan masuk kedunia mimpinya masing-masing.
Ya malam ini adalah malam pertama mereka,
Pertama bagi Arka ,namun tidak dengan Vina.
Arka bukan yang pertama untuk Vina,karna Vina sudah melakukan hal tersebut dengan mantan kekasihnya dulu, waktu dia masih tinggal di Eropa. Vina memang sudah tidak perawan lagi ,dan Arka sudah mengetahuinya dan karna cintanya begitu besar terhadap Vina Arka tidak mempermasalahkan itu semua.
*******
Seperti biasa Afifah bangun subuh, membersihkan diri, kemudian menunaikan kewajibannya.Setelah selesai Afifah beranjak menuju dapur membantu Bi Sanah membuat sarapan. Pagi ini mereka membuat Nasi goreng.
" Ah akhirnya selesai juga..!" Ucap Afifah sambil meletakan nasi goreng tersebut diatas meja makan.Kemudian Afifah melihat ke arah jam ding-ding waktu sudah menjukan pukul 07.00.
"Mereka belum bangun juga,sebaiknya aku sarapan sekarang saja." lirih Afifah dalam hati ,kemudian dia mengambil nasi goreng tersebut kedalam piringnya.
Sekitar 15 menit Afifah pun selesai,lalu dia beranjak menuju kamarnya mengambil tas dan kunci mobil. setelah itu Afifah pun berangkat menuju butiknya.
*****
Waktu sudah menunjukan jam 1 siang.
Arka dan Vina masih terlelap dalam tidur mereka. Mereka tidur saling berpelukan.
Drett...drettt...Suara ponsel berbunyi..
"Emmm...Siapa sih mengganggu saja." Ucap Arka sambil meraih ponsel diatas nakas,kemudian dia mematikan panggilan masuk tersebut.
Tak lama ponsel tersebut berbunyi kembali..
dreert..dreeert...
Vina pun akhirnya terbangun.
" Sayang ponselmu berisik sekali,angkat dong telponnya.." Ucap Vina dengan nada khas bangun tidur ,lalu dia melepaskan dekapan Arka perlahan..
"Emm...baiklah." Ucap Arka lalu mengangkat telpon tersebut.
"hallo...Oke , 1 jam lagi aku kesana.." Ucap Arka.Lalu mematikan panggilan tersebut.
Arka pun Bangun dari tempat tidurnya,dia melirik kearah Vina,terlihat Vina sudah tertidur kembali.
kemudian Arka menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dia bersiap-siap menuju kantor. Awalnya Arka berencana untuk tidak masuk kantor namun sang asisten mengabarkan kalau hari ini ada meeting dengan klien penting,jadi mau tidak mau akhirnya Arka harus ke kantornya.
Setelah siap dengan setelan jas nya.Arka pun turun kebawah untuk makan, cacing diperutnya sudah meronta-ronta.Arka menuju meja makan. Tak lama Arka pun selesai.
Bi Sanah menuju meja makan untuk membereskan bekas makan sang majikannya.
" Oh iya Bi nanti kalau Vina menanyakan saya,bilang sama Vina saya kekantor ada meeting penting." Ucap Arka .
" Baik den." Jawab Bi Sanah .
kemudian Arka pun berangkat menuju kantornya.
***
Seperti biasa di butik Afifah menghabiskan waktu untuk menggambar desain- desain baju pesanan klien nya.
"Tok...tok..." Suara pintu ruangan Afifah.
" Masuk..."Ucap Afifah.
Dini membuka pintu ruangan Afifah lalu masuk ruangan tersebut.
" Ada apa Din..?" Ucap Afifah.
" Itu ada yang nyariin mbak didepan,katanya sih teman mbak..!" Ucap dini sopan.
"Teman.." Ucap Afifah terheran.
Dini menggangukan kepalanya,lalu dia permisi untuk melanjutkan pekerjaannya dan keluar dari ruangan Bosnya tersebut.
" Teman, apa mungkin Vina kesini,tapi kurasa gak mungkin,lagian kalau dia kesini pasti langsung masuk keruanganku." Lirih Afifah dalam hati.
Kemudian Afifah memberajak dari ruangannya menemui orang tersebut.
Terlihat seorang laki-laki yang iya kenal melambaikan tangan lalu memanggilnya.
" Afifah..."
" Loh Indra ngapain dia disini" Lirih Afifah lalu menghampiri Indra.
" Hay , apa kabar...?" Ucap Indra.
" Alhamdulilah baik.."Ucap Afifah lalu tersenyum manis..
" Masya Allah senyumnya sungguh menyejukkan hati ." Lirih Indra dalam hati sambil bengong melihat Afifah .
Afifah yang merasakan Indra terus menatapnya meresa tidak nyaman."Mas kok malah bengong sih." Ucap Afifah.
Indra terlihat salah tingkah. "Eh...Ma...aaf." Ucap Indra terlihat gugup.
" Iya gak papa mas, kalau boleh tau mas Indra ada keperluan apa ya kesini ?.." Ucap Afifah dengan sopan.
Indra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Emm, gak ada keperluan apa-apa sih, he..he Aku cuman mau ngajak kamu makan siang bareng, itu juga kalau kamu berkenan." Ucap Indra sambil cengengesan.
"Emm, hanya berdua.." Ucap Afifah.
Indra mengagukan kepalanya.
"Emm, sebenarnya aku mau sih mas,cuman kalau berdua saja aku gak enak takut jadi Fitnah, kan mas tau aku sudah bersuami, bagaimana kalau aku ajak asisten aku?.."
" Emm..iya boleh .." Ucap Indra.
" Yasudah aku ambil tas dulu,sama mau ngajak Dini.." Ucap Afifah
Indra menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Afifah pun berlalu menuju ruangannya mengambil tas dan ponselnya.Kemudian Afifah memanggil Dini.
"Din, kamu temenin saya makan siang ya.." Ucap Afifah.
" Baik mbak,Kalau gitu Dini ambil tas dulu ya mbak..!" Ucap Dini.
"Oke..saya tunggu didepan ya Din.." Ucap Afifah.
Afifah pun beranjak, tak lama Dini menyusul Afifah membuntut dibelakang Afifah.
" Gimana jadi ?." Ucap Indra.
" Jadi dong mas, oh iya kenalin Din ini mas Indra temen mbak.." Ucap Afifah memperkenalkan Indra kepada Dini.
Indra tersenyum lalu mengulurkan tangannya kearah dini.
" Indra.." Ucapnya memperkenalkan diri.
Dini meraih tangan Indra mereka bersalaman.
" Nama saya Dini asistennya mbak Afifah." Ucap Dini dengan sopan.
"Yaudah ayo kita berangkat." Ucap Indra.
" Kita maksudnya..?"Ucap Dini.
" Iya kita Din, aku ,kamu sama mas Indra kita makan siang bareng biar rame." Ucap Afifah sambil tersenyum.
"Tapi mbak,saya takut ganggu kalian ,kayanya aku makan siang sendiri aja deh." Ucap Dini.
" Din...." Ucap Afifah memberi isyarat kepada Din dengan sedikit membulatkan bola matanya.
Dini pun yang melihat bos nya tersebut memberi isyrat mengerti.
" Eh...iya yasudah ayo kita berangkat.." Ucap Dini yang terlihat gugup.
" Hadeuh bisa jadi nyamuk deh gw" Lirih dini dalam hatinya.
Afifah pun tersenyum melihat ke arah Dini.
Mereka pun keluar dari butik ,menuju sebuah resto. Didalam mobil tampak hening tidak ada yang berbicara satu pun. Setelah menempuh perjalan kurang lebih 15 menit akhirnya mereka pun sampai diresto tersebut.
Mereka masuk lalu memesan makanan.
Tak lama pesanan mereka datang. Terlihat mereka sangat menikmati makanan tersebut sambil sesekali tertawa renyah karna memang Indra orang yang humoris.
"Setidaknya aku bisa membuatmu tertawa bahagia,walau tidak bisa memilikimu.."lirih Indra dalam hati sambil memandangi Afifah yang tertawa karna kekonyolannya.
"Eh aku permisi ketoilet dulu ya.." Ucap Dini.
Afifah dan Indra pun mengagukan kepalanya,lalu dini berajak dari tempat duduknya menuju toilet resto tersebut.
"Afifah boleh aku tanya sesuatu...?" Ucap Arka.
" Tanyakan saja.." Ucap Afifah santai sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.
" Apa kamu bahagia menikah dengan suami kamu..?" Ucap Indra dengan wajah yang serius menatap Afifah.
Afifah yang sedang mengunyah makanannya pun nampak tersentak..
"Uhuukk...uhuuukk..."
" Pelan-pelan dong." Ucap Indra sambil menepuk bahu dan memberikan minum kepada Afifah.
Afifah meraih minuman yang diberikan oleh Indra lalu meminumnya.
" Terimakasih .." Ucap Afifah.
" Maaf ini salah aku,harus nya aku tidak memberikan pertanyaan itu..maaf aku sudah lancang.." Ucap Indra dengan nada menyesalnya.
" Tidak apa-apa kok.." Ucap Afifah mencoba tersenyum.
" Maaf menunggu lama.." Ucap Dini yang baru saja selesai.
Dini melihat Afifah dan Indra nampak Meraka berdua agak canggung.
"Kenapa mereka, perasaan tadi masih tertawa-tawa,sekarang pada diem-dieman." Lirih Dini didalam hatinya.
"Emm, udah selesai kan makannya,kalau gitu kita langsung kembali kebutik saja." Ucap Afifah.
Indra dan Dini mengangukan kepalanya.
Indra memanggil pelayan resto tersebut,lalu membayar makanannya.
mereka pun pergi meninggalkan resto tersebut.
Terlihat seseorang memotret kebersamaan Afifah dan Indra. Dia tersenyum sinis melihat kearah mereka.
"Ternyata dia tak sepolos yang aku kira." Ucap wanita tersebut.
@@@@@
Maaf baru sempat Up. lagi repot ngurusin baby..😅😅😁
Jangan lupa Like,comen dan Votenya ya🤗
Biar Author lebih semangat nulisnya..😋😘
wlo udh jd saudra tiri.tpi masih bisa nikah kok.
kan gk ada hub darah.
ya semoga afifah klo gk sama angga ya sama indra.
msih bnyak typo yg harus di benahi semangat berkarya thor