NovelToon NovelToon
POLYGON LOVE

POLYGON LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dame Dha

Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 Maafkan Aku

~ Sudut pandang Yuda ~

Senin pagi di sekolah

Hari ini adalah hari pengumuman tim mana yang meraih posisi teratas dalam ujian khusus.

Aku baru tiba disekolah tapi suasana sudah sangat ramai.

Di papan mading ternyata sudah di pasang lembar hasil nilai ujian. Semua murid mengerumbungi papan mading sehingga aku tidak bisa melihat apa-apa.

Dari pada harus berdesak-desakan lebih aku langsung pergi ke kelas saja.

Aku yakin teman-teman dikelas sudah ada yang melihat hasil ujian itu.

~ Sudut pandang Yuki ~

Tim kami berhasil meraih nilai tertinggi di ujian kali ini, aku tidak sabar untuk merayakan keberhasilan ini.

Apalagi nilai kali ini akan berpengaruh pada hasil akhir ujian tengah semester nanti karena aku mengincar peringkat pertama.

Semua teman sekelas memberiku selamat, sementar Yuda dan Raphtalia masih belum datang ke kelas.

Apa mungkin aku bisa mengajak Yuda untuk merayakan ini. Tapi aku harus memikirkan Raphtalia juga. Bagaimana pun aku tidak boleh egois.

Beberapa saat kemudian Raphtalia masuk ke kelas. Teman-teman juga memberi selamat padanya.

Aku menghampiri Raphtalia dan mengajak dia untuk merayakan keberhasilan kami.

Raphtalia dengan wajahnya yang dingin terlihat sangat mengintimidasi.

"Raphtalia.. kita berhasil dapat nilai tertinggi" ucapku sambil melompat kecil karena sangat senang.

"Ya. Syukurlah" jawab raphtalia dengan santai

"Eeeh. Apa minggu depan kamu sibuk. Bagaimana kalau kita rayakan, tentu saja Yuda juga ikut" ucapku pada Raphtalia.

"Terima kasih tapi maaf, aku ga bisa ikut. Ajak Yuda saja, dia pasti bisa" jawab Raphtalia

"Ah begitukah. Baiklah aku akan ajak Yuda" jawabku

Di sisi lain aku merasa senang dengan penolakan Raphtalia. Artinya aku hanya berdua dengan Yuda.

Aku bisa menghabiskan waktu lebih bersamanya.

~ Sudut pandang Yuda ~

Aku masuk ke ruangan kelas dan disana sudah ada Yuki dan Raphtalia yang sedang mengobrol.

"Pagi Yuki, Raph.." sapa ku pada mereka berdua

"Oh Yuda, kita berhasil dapat nilai tertinggi" ucap Yuki dengan wajah gembira.

"Hah benarkah, aku belum sempat melihat daftarnya tadi" jawabku

"Iya benar. Aku senang sekali Yuda" ucap Yuki

"Syukurlah, aku juga" jawabku

Yuki sangat senang dan bersemangat, dia bahkan sepertinya tidak sadar kalau badannya sangat dekat dan hampir menempel ke badannya.

Raphtalia menyela dengan mengingatkan Yuki tentang sesuatu.

"Kalau sudah selesai kamu boleh kembali ke meja mu Yuki" ucap Raphtalia dengan dingin.

"Oh iya. Yuda, ayo kita rayakan" jawab Yuki

"Rayakan?" tanyaku pada Yuki

"Iya. Nanti jam istirahat kita bicarakan lagi ya" jawab Yuki

Dia pergi menuju mejanya dengan suasana hati yang sangat senang.

Aku duduk dan bertanya pada Raphtalia.

"Apa maksud Yuki tadi Raph?" tanyaku pada Raphtalia

"Masa kamu ga ngerti, dia ngajak kencan lah" jawab Raphtalia

"Kencan, kamu ikut juga kan Raph?" tanyaku

"Iya, dia juga ngajak aku tapi aku tolak" jawab Raphtalia

"Loh, kenapa?" tanyaku

"Aku harus melatih anak-anak di sanggar" jawab Raphtalia

"Oh, sayang sekali" jawabku

"Bukannya bagus, dengan begitu kamu bisa berduan dengan Yuki, wanita yang paling kamu cintai" ucap Raphtalia dengan nada sinis.

"Berhenti bicara seperti itu Raph" jawabku dengan nada serius dan tegas.

"Ehh....maaf Yuda, aku ga bermaksud" ucap Raphtalia

"Iya. Bukan apa-apa, Sudahlah lupakan saja" jawabku dengan tenang.

~ Sudut pandang Raphtalia ~

Sepertinya aku sudah mengatakan sesuatu yang sensitif. Aku harusnya bisa mengerti situasi, siapapun pasti marah kalau diingatkan soal masa lalunya.

Aku terlalu menganggap enteng semua hal sehingga aku lupa kalau setiap orang punya perasaan yang berbeda-beda.

Mungkin itu yang dirasakan Yuda. Aku seharusnya tidak mengungkit-ungkit masalah itu. Masa lalu orang bukan sesuatu hal yang bisa dibercandakan. Apalagi ini menyangkut perasaan.

Selama pelajaran berlangsung aku tidak bisa fokus,

Aku melirik ke arah Yuda yang duduk di sampingku dengan perasaan cemas.

Aku sudah minta maaf dan Yuda sendiri sudah memaafkan. Tapi aku seperti tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Apa yang membuatku begitu menyesal sampai begini. Tidak, bukan hanya menyesal tapi ada rasa kesal yang tidak bisa dijelaskan.

~ sudut pandang Yuda ~

Jam istirahat telah tiba. Seperti kata Yuki, dia menghampiri ku dan mengajak istirahat bersama.

Kami pergi ke kantin dan makan bersama, disela itu Yuki menjelaskan rencananya.

"Jadi gini.. kamu sibuk ga minggu ini" tanya Yuki

"Ga sibuk kok" jawabku

Apakah seperti kata Raphtalia, apakah Yuki benar-benar mengajakku berkencan.

"Gimana kalau kita jalan-jalan Yuda. Ah, tentu saja kalau kamu mau" ucap Yuki

"Oh, mau jalan-jalan kemana" tanyaku

"Ayo kita nonton" jawab Yuki dengan semangat

"Tentu saja, ini perayaan jadi kita harus bersenang-senang" jawabku dengan antusias

Aku tidak harus menolak ajakan Yuki, lagi pula ini hanya bentuk perayaan dan tidak ada yang spesial.

Aku juga sudah berdamai dengan masa lalu ku dengan Yuki. Harusnya bukan masalah.

Singkat cerita jam istirahat selesai dan kami kembali keruang kelas.

Aku duduk dikursi dan sekilas melirik ke arah Raphtalia. Dia sepertinya sedang tidak dalam kondisi yang baik.

Dari awal pelajaran dia terlihat gelisah, karena itu aku memilih untuk tidak terlalu banyak bicara padanya.

Raphtalia bukan tipe orang yang suka dicampuri urusan pribadinya. Jadi lebih baik diam dan biarkan dia menenangkan dirinya sendiri.

Jam pelajaran akhirnya selesai. Tanpa berbicara sepatah kata pun aku langsung keluar dari kelas untuk pulang kerumah.

~ sudut pandang Raphtalia ~

Ketika jam pelajaran selesai, Yuda langsung pulang tanpa berbicara satu kata pun.

Dia benar-benar marah padaku. Apa yang harus ku lakukan, aku tidak biasa berada dalam situasi seperti ini. Gelisah dan cemas menghantui pikiranku.

Tunggu dulu, kenapa aku harus gelisah. Yang harus kulakukan sekarang adalah mengejar Yuda.

Benar, aku yang mengatakan sesuatu yang buruk sehingga membuat dia marah.

Aku bergegas keluar dari kelas. Dari koridor lantai dua aku melihat ke arah halaman sekolah untuk mengetahui dimana posisi Yuda saat ini.

Aku menemukannya. Aku langsung berlari tanpa memikirkan apapun. Aku menuruni tangga dengan tergesak-gesak.

Aku sampai dihalaman sekolah dan aku melihat Yuda menuju taman dari kejauhan. Aku langsung berlari menghampirinya.

Pikiranku saat itu kosong dan tanpa sadar aku sudah dalam situasi yang rumit. Aku menarik tangan Yuda dari belakang dan Yuda menoleh ke arahku dengan wajah bingung.

Tapi yang kulakukan sudah terlalu jauh dan sia-sia jika aku pada akhirnya akan lari. Aku akan hadapi ini dengan semampuku.

"Raph.. kamu kenapa?.." tanya Yuda padaku

Dengan posisi kedua tanganku masih menggenggam erat lengan sebelah kiri Yuda, nafasku masih tersedu-sedu setelah berlari dari ruang kelas dilantai dua.

"Tenang dulu Raph.. ayo kita duduk dulu" ucap Yuda sambil mengajakku duduk disebuah bangku taman

Yuda menggiringku untuk duduk dibangku taman dekat kami berada.

Kedua tanganku masih menggenggam erat lengan kiri Yuda. Dengan nafasku yang tidak teratur Yuda mulai mengusap punggungku dengan tangan kanannya untuk menenangkanku

"Tarik nafas Raph... coba tenangkan diri dulu" ucap Yuda padaku

Saat aku mulai tenang, aku melepaskan genggamanku dari lengan Yuda.

"Maaf Yuda... Aku terbawa suasana" jawabku

"Kenapa?.. coba jelasin pelan-pelan saja?.. dari tadi di kelas kamu kelihatan sangat gelisah Raph?." tanya Yuda.

Kenapa Yuda, kenapa kamu begitu baik padaku. Aku khawatir karena aku takut ucapanku membuatmu marah, tapi malah kamu yang jadinya khawatir padaku.

Tanpa tahu sebabnya air mataku mengalir tiba-tiba "Yuda...maaf... Sekali lagi aku benar-benar minta maaf.." ucapku sambil menyekat air mataku.

"Raph...kamu kenapa?.. jangan menangis, aku jadi bingung harus apa.." ucap Yuda dengan panik

Aku menangis, kenapa aku bisa menangis begini. Aku juga tidak tahu.

"Ucapanku pagi tadi... maaf Yuda..." ucapku pada Yuda

"Bukankah sudah kubilang tidak apa-apa, jangan membuatku merasa bersalah begini" jawab Yuda

"Tidak Yuda.. kamu tidak salah.." ucapku pada Yuda

"Kenapa?..Kamu bukan seperti Raphtalia yang selama ini ku kenal?" tanya Yuda dengan bingung.

"Memangnya kenapa.. kamu keberatan kalau aku seperti ini.." ucapku sambil marah pada Yuda.

Sambil mengusap pipiku yang basah karena air mata, aku berusaha tetap kelihatan kuat di depan Yuda.

"Tidak, kamu boleh menangis sepuasnya kalau kamu mau" jawab Yuda

Jujur aku takut sekali kalau kamu marah apalagi sampai menjauhiku, aku tidak ingin kehilang sesuatu yang berharga.

Dan kamu termasuk berharga bagiku Yuda, aku sudah lupa kapan terakhir kali aku menangis dan hanya karena masalah remeh seperti ini aku sampai gelisah tak beralasan.

Aku tidak ingin menampiknya. Apa ini yang disebut dengan cemburu.

Aku berkata seolah aku tidak peduli pada Yuki, tapi sebenarnya aku takut dia dan Yuda kembali bersama.

Aku merasa seperti orang yang sangat munafik. Tapi tak bisa ku bantah kalau aku mulai merasa nyaman saat berada disisi Yuda. apa mungkin aku jatuh cinta padanya. Aku tidak tahu perasaanku saat ini seperti apa tepatnya.

-Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa lihat di Trending akun saya.

Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D

1
Kak Umi
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Kak Umi
Pingin berlanjut karena ceritanya menara k🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Kak Umi
Lanjutkan, lanjutkan🙏🙏
Kak Umi
Hay, aku datang meramaikan, datang juga meramaikan novel aku🙏🙏
༺⬙⃟⛅𝘿𝘼𝙈𝙀ᵀᵘʸᵘˡ ᴮᵒᵏᵉᵉʳ
.
♥♨⃟🌼⃤VinaXvina zgb
Lanjutkan
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
gula gula gula 😍🥰
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
wah masih ada kah
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
🥰🥰
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
Andini 😘😘
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
dan aku mengira citra yang bakal win 😶‍🌫️
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
tamat happy ending 🤩🥰
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
🤣🤣
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
andini ngeri
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
😘😘
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
semakin bersinar 🤩🤩
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
belum tamat sampai disini👀
☕︎⃝❥💕⃝🅐🅩🅘🅩🅘④⑨
wah apa tuh
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
pemikiran dewasa yuda 🙏
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
Heroine terbaik dengan segala effortnya 🫡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!