NovelToon NovelToon
Turun Ranjang (Sang Pengganti)

Turun Ranjang (Sang Pengganti)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik etika / Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:143.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Sehari setelah menikah, Ryan kehilangan istri dan mertuanya dalam sebuah kecelakaan. Kemudian ia harus menikahi adik dari istrinya. Namun setelah menikah, ia memperlakukan istri keduanya dengan begitu buruk. Dengan alasan ia tak pernah menginginkan pernikahan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Bab 31

Ryan makan malam bersama dengan Rose dan juga papanya, serta dengan Sinta. Meskipun suasana makan malam begitu menyenangkan. Tapi wajah Ryan tak bisa berbohong. Dia seperti tidak nyaman berada di tempat itu. "Kamu kenapa Ry? Kamu nggak enak badan?" tanya Sinta.

"Iya. Agak capek aja." jawab Ryan tersenyum kecil.

"Kamu sakit?" Rose nampak khawatir.

"Cuma capek aja. Banyak kerjaan tadi." jawab Ryan. Dia memang terlihat agak lesu. Entah karena malas atau karena emang dia sedang capek.

"Ry, om nitip Rose ya. Dia memang agak manja, tapi dia baik kok, dia bisa jadi istri yang baik." kata Hartawan, papanya Rose.

"Tapi untuk saat ini, aku belum bisa nikahin Rose. Om tahu aku masih punya istri. Dan papaku belum kasih semua warisan ke aku. Jadi aku harap kalian sabar. Setelah semua lancar, aku pasti akan nikahi Rose. Akan kasih Rose pernikahan yang tak terlupakan." ucap Ryan yang membuat senang Hartawan dan juga Rose.

"Ryan.." Rose merajuk.

"Iya, om akan sabar kok. Kalau istri kamu masih halangin hubungan kalian. Om akan beresin. Gampang itu." ucap Hartawan lagi.

"Nggak perlu lah om. Tinggal sama aku itu udah siksaan buat dia." jawab Ryan. Ia hanya tersenyum kecil.

"Oke.." Hartawan tersenyum kecil.

"Ah, aku nggak nyangka kalau kita akan jadi besan." ucap Sinta dengan senang.

"Iya ya.." Hartawan juga tak menyangka.

Ryan melirik jam tangannya. Dan Rose langsung paham jika Ryan sudah harus pulang. "Kamu capek banget ya? Kamu mau pulang?" tanya Rose. Suasana hatinya sedang bahagia karena bertunangan dengan Ryan.

"Boleh?"

"Boleh dong. Kamu kan juga perlu istirahat." kata Rose begitu perhatian.

"Kalau gitu yuk kita pulang ma!" Ryan mengajak mama tiri pulang.

"Mama masih ada urusan kerjaan dengan om Hartawan, kamu pulang duluan aja nggak apa Ry. Nanti mama biar dijemput sopir." Sinta masih ada urusan dengan Hartawan. Dia meminta Ryan untuk pulang duluan.

"Kamu anter Rose sekalian ya!" pinta Hartawan.

Ryan menganggukan kepalanya. Ia segera bangkit dan keluar dari private room tersebut. Dia mengantar Rose pulang terlebih dahulu. Sebelum dia pergi ke rumah orang tuanya untuk menjemput istrinya.

Namun, ia tak mendapati Luna di rumah orang tuanya. "Luna nggak kesini?" tanyanya ke April.

"Nggak tuan. Nyonya muda nggak kesini malam ini." jawab April.

Ryan mulai panik. Padahal tadi siang dia sudah meminta Luna untuk ke rumah orang tuanya. Ia pun segera pulang ke apartemen. Tapi dia juga tidak menemukan istrinya. Ia pun mulai cemas. Dia berusaha menghubungi Luna tapi ponselnya tidak bisa dihubungi.

"Kemana sih?" gumamnya dengan panik. Dia merasa sangat cemas takut Luna kenapa-napa.

"Dit, cari Luna sekarang!" perintahnya melalui telepon.

Menurutnya, lebih banyak orang yang mencari lebih baik.

*****

2 jam sebelumnya.

Luna dan Heksa pergi ke street food. Karena Heksa yang sudah menunggunya sejak tadi. Luna harus menepati janji. Lagi pula mereka hanya berteman. Dan Luna bisa menjaga dirinya sendiri.

Luna selalu senang setiap kali pergi ke tempat tersebut. Jiwa kekanakannya keluar setiap kali disuguhkan dengan banyaknya jajanan di depan mata.

Heksa tersenyum melihat Luna yang begitu bahagia. Dia tak menyangka jika Luna sebahagia itu walau hanya di hadapkan pada jajanan pinggir jalan. Jujur, Heksa baru kali ini pergi dengan seorang wanita tapi jajan di pinggir jalan. Tapi dia tidak merasa gimana-gimana, justru malah senang.

Heksa kemudian mengantar Luna pulang ke rumah lamanya. Luna masih belum jujur jika dia sudah memiliki suami. Karena dia memikirkan banyak kemungkinan yang terjadi. Alangkah baiknya jika dia memang menyembunyikannya sampai waktu yang tepat.

"Aku langsung pulang ya Lun! Kamu cepat istirahat!" kata Heksa begitu sampai di rumah lama Luna.

"Ia kak. Makasih ya kak udah ajak aku jajan." Heksa tersenyum senang saat melihat Luna tersenyum.

Luna masuk ke rumah yang penuh dengan kenangan tersebut. Ia menyalakan lampu rumahnya. Tiba-tiba ingatan masa kecilnya terlihat di depan matanya. Dimana dia sedang berlari kejar-kejaran dengan kakak perempuannya karena berebut boneka. Kenangan itu semakin jelas di depan matanya.

Brukk.

Luna terjatuh. Lututnya terasa kendor. Dia tidak kuat menahan tubuhnya yang gemetar. Dia harus tersadar oleh kenyataan jika di semua itu hanyalah khayalannya saja. Rasa rindu menyergap dihati Luna. Tiba-tiba air matanya menetes. Rasa rindu yang begitu menyiksa.

Luna tertatih menuju sofa ruang tamu. Air matanya semakin deras mengalir membasahi pipinya. Perlahan, matanya tertutup. Dia pun tertidur di sofa ruang tamu rumah lamanya.

Pukul 22.00 Luna terbangun dengan kaget. Dia melihat jam dinding dan harus segera bangun karena dia harus pulang ke apartemen. "Ish, mati.." gumamnya saat ponselnya tidak bisa nyala.

Ia pun segera bergegas pulang ke apartemen.

Sesampainya di depan komplek apartemen. Tiba-tiba seseorang memeluknya dengan erat. Ya, dia adalah Ryan yang sangat cemas dengan keadaan istrinya. Ryan memeluk Luna dengan begitu erat.

Sejenak Luna terkejut. Tapi dengan cepat dia mulai tersadar. Senyuman mengembang diwajahnya. Dia menepuk punggung suaminya dengan pelan. "Kamu kenapa?" tanyanya.

"Kamu darimana? Aku cari kamu. Aku takut Lun, aku takut kamu kenapa-napa." ucap Ryan masih memeluk Luna. Dia tidak mau melepaskan pelukannya.

Luna kembali tersenyum. "Aku dari rumah orang tuaku. Tadi aku ketiduran." jawab Luna menenangkan Ryan.

"Kenapa nggak bisa ditelepon?" Ryan menatap Luna tajam. Tapi kemudian dia memeluk Luna kembali.

"Ponselku habis baterai."

"Maaf, karena bikin kamu khawatir." ucap Luna.

"Udah makan?" Ryan menggelengkan kepalanya.

"Bukannya tadi makan malam sama Rose?" Ryan tidak lagi menjawab. Dia masih terus memeluk Luna.

"Aku masakin mi mau?" Ryan menganggukan kepalanya.

"Kalau gitu, yuk pulang!" Ryan nurut. Mereka pulang ke apartemen mereka.

Luna sibuk memasak mi dan membuat kopi untuk Ryan. Dia menatap Ryan yang masih saja diam. Hari ini, entah kenapa Ryan sangat berbeda dari biasanya. Dia lebih manja dan lebih perhatian dari biasanya. "Nih makan!"

"Kamu nggak makan?" Luna menggelengkan kepalanya.

"Aku udah makan tadi." katanya.

Ryan menyantap mi itu dengan lahap. Dia seperti seseorang yang kelaparan. "Kamu nggak punya duit?" tiba-tiba Ryan menengok. Dia menatap Luna yang duduk di depannya.

"Katanya makan malam sama pacar, tapi kok kayak kelaparan? Kalian nggak makan? Atau ngirit?" tanya Luna lagi.

Ryan hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan Luna. Dia kembali melanjutkan makan mi rebus buatan istrinya. Meski hanya mi biasa. Tapi Ryan terlihat begitu lahap. "Mulai besok hape kamu nggak boleh mati! Kemana-mana bawa powerbank!" perintah Ryan.

"Ya." jawab Luna singkat. Meskipun agak kekanakan tapi cukup menyentuh hatinya juga. Apalagi saat ia teringat tubuh Ryan yang gemetar saat memeluknya tadi. Dia bisa merasakan kecemasan Ryan.

1
ayu cantik
bagus
Mesri Sihaloho
sudah sampai 4 tahun anaknya masih saja tidak pernah jujur tentang hati dan.perasaanmu lalina.lama lama gedek juga lihat kamu
Mesri Sihaloho
luna juga harus tegas sudah yau Ryan hanya karena warisan menikahi dia ngapain bertahan ngapain mikirin papa Ryan orang Ryan aja GK mikiran papanya..jadi wanita yg kuatlah Luna.lama lama gk suka lihat Luna.
Mesri Sihaloho
Ryan itu cowok plin plan
Mesri Sihaloho
wah Jagan jangan rose dalang dari kecelakaan itu,,
Suri Yanti Misran
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
wes2 hot ...udah lupain amarah,lupain gengsi...ranjang penyelesaianya🤣🤣
Ririn Nursisminingsih
gengsi terus...
Ririn Nursisminingsih
seharusnya ryan jujur sama luna....
Ririn Nursisminingsih
lagian ryan ko ceo bodiingggg banget
Ririn Nursisminingsih
ayoo kabur aja lun
Ririn Nursisminingsih
gregetrn a thor
Ririn Nursisminingsih
ayo lun kbur aja
Ririn Nursisminingsih
lun jg buciin dulu...sama ryan...cowok kok ndak tegas
Ririn Nursisminingsih
ayo luna jg lemah kmu
Santoso
Bacaan yg membingungkan , krg seru
Sahera Handayani
ini ada lah cerita terkeren 👍😍🙏🏻
Dewi Pratiwi
Luar biasa
Dessy Lisberita
yg Ryan ga peka sebagai suami luna masih istri nya tpi bukan ngabil hati istri ini malh yg di kasih tau dia di rmh sakit chacha emang ga jaga perasaan si Ryan
Dessy Lisberita
jngan di kasih ampun thoor sama Ryan udah terlalu menyakiti hati luna enak ajah Rian mau juga sama ros luna sama Heksa aja thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!