Letizia Philip dari kecil hingga dewasa mendapat perlakuan buruk terhadap Ibu tirinya, karena tidak mau membuat cemas dan khwatir Ayahnya di tutupinya semua dan menerima semua perlakuan ibunya. Hari-harinya di jalani seperti biasa senyumnya yang indah menjadi obat baginya mengurangi tekanan hidupnya yang begitu pahit, mungkin sebagian orang-orang melihatnya dia wanita yang beruntung justru kebalikannya, Letizia sesekali mengunjungi tempat favoritnya yaitu Panti Asuhan di sana Letizia menghabiskan masa kecilnya bersama anak-anak Panti dan menemukan seorang sahabat yang baik Yana Rich, keluarga Letizia tidak ada yang tahu selama ini Letizia bermain di Panti Asuhan bahkan disana dia sesekali mengajari anak-anak Panti. Para pekerja panti sangat senang melihat Letizia yang begitu baik dan tidak mau mamandang status bahkan Letizia sesekali membawa makanan lebih dari restoran Ayahnya untuk dibawanya. Tidak terasa kebiasaan Letizia tercium oleh ibunya dan melarangnya untuk kembali Panti......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Pagi hari yang indah dan cerah sepasang kelopak mata indah memancarkan aura pesonanya, senyum indah terlihat di wajah lembut cantik dan nyaman.
"Tok... tok... tok..."
"Siapa...?", ucapnya Suara khas bangun tidur
"Huamm..."
"Good morning", senyum tampan Mark terlihat mempesona.
"Mark...", mata Letizia membulat
"Ayolah kak, sudah siang, masak tidur mulu, ntar gemuk lho?", ejek Mark.
"Mark, aku masih mengantuk, dan capek tau?", Letizia kembali memejamkan ke dua bola matanya. Mark merasa gemas melihat posisi tidur Letizia dan langsung duduk di sampingnya.
"Ckrekkkkk"
"Hihihih...kita lihat nanti gimana reaksinya ketika melihat Maaf kakak ku sayang, Love u", Mark mencium kening Letizia dan pergi, Letizia menyadari ciuman Mark hanya tersenyum.
Di dalam mobil Alpard Mark tersenyum-senyum sambil menuju ke Perusahaan tempat dia bekerja, sesampainya di Mark di sambut hangat oleh karyawan kantor dan memberi hormat, Mark membalas dengan senyuman tipis. Mark sampai di ruangannya dan melihat dokumen menumpuk di atas Meja.
"Huh...lembur lagi", gumam Mark. Mark memulai Pekerjaannya sangat cekatan dan di bantu sekretaris handalnya, sudah 3 gelas kopi di minum dan sampai lupa sudah makan jam siang.
"Tok...tok...tok...", seorang wanita muda cantik tinggi putih dan langsing memasuki ruangan Wakil direktur Grup Burk-Mark.
Mark masih fokus dalam pekerjaannya sibuk mengutak katik latop dan tidak sadar jari Jemari yang lentik mengusap dadanya.
"Julie...apa kamu tidak bisa mengetok dulu dan masuk?", ucap Mark sambil kaget.
"Sudah, masalahnya anda tidak mendengarnya Pak. Wakil direktur Mark yang terhormat, jadi aku...?", ejek Julie. Mark langsung memeluk pinggang Julie dan mendudukannya di pangkuannya, Julie mengalungkan tangannya di leher Mark.
"Apa kamu sedang menggodaku?", ucap Mark sambil mengcup leher putih Julie.
"Tidak, aku sedang merindukannmu", ucap Julie sambil bermanja-manja.
"Baiklah jangan salah kan aku", ucap Mark hendak di mulai Julie menghentikan aksi Mark.
"Ada apa?", tanya Mark
"Sayang dasi kamu, kog beda?", Mark melihat dasinya dan teringat kepada Letizia di raihnya ponselnya dan mengirim foto tersebut dengan Caption "kondisikan air liur yang sedang mengalir", Mark cekikikan mengirim pesan tersebut.
"Mark, kamu aneh deh kog senyum-senyum seperti itu?", Julie terlihat kesal dan beranjak dari pangkuan Mark dan memilih duduk di sofa.
"Sayang Maaf, aku akan ceritakan, Dasi ku ini Kakak aku yang memberikan, kemarin dia baru pulang dari u.s, tadi itu aku cekikikan karena kamu, untung saja kamu mengingatkan dasi ini jika tidak, aku tidak akan jadi mengirim foto ku bersamanya, kamu jangan marah lagi sayang, aku minta maaf", terang Mark sambil membuat wajah imut-imutnya. Julie memeluk Mark dan akhirnya mereka makan siang bersama.
###
Di tempat lain wanita muda dan cantik baru bangun tidur.
"Ah...ya ampun apa aku seorang kebo, sudah jam Berapa ini?", Bi. susi masuk dan membawa makanan.
"Nona selamat siang?", ucapnya tersenyum
"Bi. ini sudah jam berapa?", tanya Letizia sambil minum air putih.
"Jamb 13:00 nona muda"
"Apa...", Letizia kaget dan menyemburkan air yang di minum dan hampir saja mengenai wajah Bi. susi.
"Astagafirullah...!"
"Maaf Bi" langsung meraih ponselnya untuk memastikan.
"Aaaaaaaa....Mark.....", teriaknya Bi. susi berlari ke luar Karena tidak sanggup mendengar teriakan Letizia.