NovelToon NovelToon
Seruni

Seruni

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:104.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Seruni memilih bertugas di daerah tapal batas---beranda negeri yang berhadapan langsung dengan negara lain. Bukan sekadar ingin melepaskan diri dari sakit hati akibat dikhianati sang kekasih hati, melainkan benar-benar karena ingin mengabdikan diri pada bumi pertiwi.

Siapa sangka, hati Seruni malah tertambat pada putra asli daerah dengan status sosial dan pendidikan yang jauh sekali darinya.

Akankah ada pertentangan yang menghalangi hubungan mereka? Ataukah hubungan itu malah akan mulus-mulus saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seruni Bab 31

Seruni yang merasa tidak enak sekaligus merasa bersalah pada Sayaka, segera menggandeng tangan Subroto. Melalui arah ekor matanya, dia seakan sedang mengingatkan sang ayah akan keberadaan laki-laki pilihannya. Membuat pria tersebut seketika menoleh ke arah Sayaka dan memberikannya sebuah senyuman. Setelah mendapat balasan senyuman dari Sayaka. Subroto kembali menjatuhkan perhatian pada tamunya.

"Ini putri saya, Mas. Sudah pernah lihat difoto, to?" Subroto menepuk punggung tangan Seruni.

Seruni melepaskan tangannya dari lengan sang ayah. Lalu dengan sopan dia mencium punggung tangan pria yang tampaknya sudah sangat akrab dengan ayahnya tersebut.

"Sudah cantik, baik pula. Kamu hebat, ndhuk. Mengabdi di daerah itu tidak mudah. Tapi kamu malah menawarkan diri dinas di sana. Perempuan tangguh. Maka laki-laki yang mendampingimu pun harus tangguh dan berjiwa besar menerima kelebihanmu." Sadewa mengatakannya sembari sesekali melirik ke arah putranya.

Shakala memahami keadaan dengan sangat baik. Dia menyadari benar bagaimana tidak enaknya jika berada di posisi Sayaka saat ini. Maka dari itu, Shakala memutuskan untuk tidak berada jauh-jauh dari Sayaka. Bahkan dia berencana ingin membebaskan pria tersebut dari situasi ini dengan mencari celah yang tepat untuk meninggalkan rumah Seruni sementara waktu. Sekadar membiarkan Sayaka sejenak terlepas dari segala tekanan yang dirasakan.

"Mari kita masuk, wah ... bakalan ngobrol panjang kita ini. Lama tidak ketemu ya, Mas? Mbak Yu apa kabar? Kenapa tidak ikut?" Subroto mengalihkan pembicaraan agar nantinya tidak terjadi perdebatan panjang antara dirinya dan Seruni karena dianggap terlalu mengecilkan sosok Sayaka.

"Alhamdulillah mamanya Shaka sehat. Maaf tidak bisa ikut karena ada acara yang tidak bisa ditunda. Biasa ibu-ibu, kalau absen katanya sayang sudah terlanjur jahitin baju," Sadewa terkekeh sembari dengan enteng merangkul pundak Subroto. Keduanya tampak begitu akrab.

"Kalau begitu, Pak Subroto sama papa ngobrol berdua saja dulu. Saya mau ngajak Sayaka keliling Surabaya. Kalau dua orang mantan jenderal sudah berkumpul, rasanya obrolannya bakalan berat di telinga kami. Beda generasi, beda kondisi." Shakala mengatakannya dengan nada sedikit becanda, tetapi tidak mengurangi kesopanannya.

"Dasar anak muda sekarang. Justru orangtua dulu itu banyak pengalaman. Kalian ini sekarang apa? Sudah banyak enaknya," kesal Sadewa.

"Biarkan saja, Mas." Subroto menimpali dengan santai. Kemudian dia mengalihkan pandangannya pada Seruni. "Kamu ikut mereka saja. Ayah sudah ada teman," ucapnya.

Seruni tidak mengiyakan atau pun membantah Subroto. Dalam hati, dia tentu mengkhawatirkan kondisi sang ayah. Baru saja keluar dari rumah sakit, sudah seharusnya Subroto istirahat terlebih dahulu. Namun, sejak menginjakkan kaki di rumah, ayahnya itu malah sibuk menerima tamu.

"Tenang, Ndhuk. Dulu kami sering tidur satu tenda lima belas orang. Setelah ini, saya temani ayahmu istirahat. Ngobrolnya dua jam saja, nanti lama-lama ketiduran. Barang tua, kalau kena yang empuk-empuk, mata langsung lelep. Apalagi kalau mendengar ayahmu ngomong, rasanya kayak diomelin. Mending ditinggal merem."

Subroto terkekeh mendengar ucapan Sadewa. Tidak seperti dirinya yang terkesan disiplin dan kaku, temannya itu dari dulu memang sangat luwes dan senang bergurau dengan siapa saja.

Akhirnya, Seruni memutuskan untuk ikut bersama Sayaka dan Shakala. Entah tidak tahu kemana mereka akan pergi. Belum ada tujuan pasti. Rasanya sulit menemukan referensi tempat yang cocok untuk Sayaka. Pusat perbelanjaan, coffe shop atau kafe tentu bukan tempat yang akan membuat pria itu bersemangat.

"Bang, kita ke kebun binatang saja bagaimana?" usul Seruni tiba-tiba begitu mobil yang dikendarai Shakala memasuki jalanan Joyoboyo.

"Ah, iya, benar juga kenapa tidak terpikirkan," timpal Shakala.

Sayaka hanya terdiam sembari melirik Seruni yang memajukan sedikit duduknya hingga tangan perempuan tersebut bisa menyentuh pundaknya. Shakala tersenyum kecut manakala melihat apa yang dilakukan Seruni melalui spion tengah mobilnya. Hal sederhana itu jelas membuatnya merasa tidak seberuntung Sayaka.

"Kebun Binatang Surabaya." Sayaka membaca tulisan besar di pintu masuk yang mereka lewati dengan suara yang jelas terdengar oleh Shakala dan juga Seruni.

"Iya, Bang. Di dalam sana berbagai jenis binatang ada. Kalau di sini, mereka di tempatkan di dalam kandang. Beda lagi sama yang di taman Safari. Mereka dilepaskan begitu saja," jelas Seruni.

Begitu turun dari mobil dan berjalan ke arah loket penjualan tiket, Seruni tidak sedetik pun melepaskan tangannya dari tangan Sayaka. Menari keduanya saling menggenggam. Mengabaikan Shakala yang sedikit banyak tentu tidak nyaman dengan pemandangan tersebut.

"Biar aku saja yang beli." Shakala akhirnya memilih berjalan mendahului kedua sejoli di depannya.

Sayaka melirik Seruni yang sekarang malah mengamit mesra lengannya. Beberapa kali, dia memperhatikan keadaan sekitar. Anehnya, tidak ada yang menatap aneh ke arah mereka. Bagi Sayaka, bergandengan tangan di depan umum seperti sekarang, sangat tidak lazim dilakukan. Bahkan kalau di daerah asalnya, tentu orang-orang akan menjadikan hal tersebut buah bibir. Belum lagi, bagi beberapa adat, bisa jadi mereka malah harus langsung dinikahkan.

"Ndhuk, aku mau ke kamar mandi sebentar," bisik Sayaka.

"Oh, itu sebelah sana, Bang. Kita tunggu di sini, ya?" Seruni menunjuk sebuah papan bergambarkan panah ke kanan dengan tulisan "Toilet" lumayan jauh dari tempat mereka berdiri. Sayaka pun mengangguk tanda mengerti.

Shakala menghampiri Seruni dengan membawa tiga helai tiket di tangan kanannya. Pria tersebut tampak senyum-senyum sendiri.

"Kenapa, Bang?" tanya Seruni.

"Terakhir ke sini, kalau nggak salah waktu aku masih sekolah dasar. Saat itu aku suruh naik gajah saja nangis. Sekarang sudah setua ini baru ke sini lagi. Bukan nganter anak, tapi nganter orang pacaran."

Jawaban Shakala membuat Seruni reflek mencubit lengan pria tersebut. "Ntar aku carikan jodoh di dalam. Banyak betina jomblo."

"Enak saja!" Shakala mengacak rambut Seruni penuh kasih sayang.

"Berasa punya kakak laki-laki. Jadi pengen manggil Mas Shaka saja kalau begini."

"Boleh dhek Seruni. Apa pun panggilannya, nggak keberatan kalau dhek Seruni yang ngucap," canda Shakala.

Keduanya terus bersenda gurau sembari menunggu Sayaka. Menyadari sudah terlalu lama Sayaka berpisah dari mereka, Shakala pun berniat menyusul pria tersebut ke toilet. Sekadar memastikan semuanya baik-baik saja. Namun, setiba di sana, tidak ada satu pun pintu toilet yang tertutup. Itu artinya, Sayaka sudah tidak berada di sana.

"Kemana ini orang," gumam Shakala. Dia pun memutuskan kembali ke tempat Seruni menunggu.

"Sayaka tidak ada di toilet, dhek Ser. Jangan-jangan dia kesasar," cemas Shakala.

"Yuk, kita cari mas!" ajak Seruni, mulai cemas.

Keduanya lalu mencari Sayaka di sekitaran toilet. Tidak menemukan di sana, Seruni dan Shakala memperluas lokasi pencarian dengan mempersempit nilai kemungkinan apa kira-kira yang membuat Sayaka kebingungan menentukan arah jalan.

Di luar dugaan, Sayaka bukannya tersesat atau lupa tempat di mana dia seharusnya kembali. Melainkan ...

"Astagahhhh, Abang!" pekik Seruni sembari berdecak heran.

1
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
yg ini d lanjut kak Dev😊, rindu sangat 🤗
Diiah Iryaa
lahh ini gkda lanjutannya thor? gantung begini amat critanya
nano suwarman
ini kpn dilanjut Thor
nano suwarman
👍👍👍
nano suwarman
kasian Sayaka..
momnaz
Novel kerreennn beda dari yang lain setelah sangat bosan dengan CEO CEO an dan drama nikah paksa
momnaz
Novel yang keren beda sama yg lain..😍😍😍😍
Sari Hanifbae
kata2nya rapi,mudah di pahami. gaya bahasanya jg bagus.. ceritanya apa lagi,bgs bgt.. good jic thor.. lanjutkan!!!
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kak. Sebelumnya saya minta maaf, sebaiknya jangan kakak lanjutkan dulu membacanya. Karena cerita ini belum selesai ditulis. Mohon maaf karena mengecewakan kakak.
total 1 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
pak sajad pengertian 😍
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
wah pak broto mau jalan2 sama bang say
A Creapa
mana lanjutannya thor? q dah kasih 👍💗🌹 masak dicuekin sih...
tak enteni tekanmu yo nduk 😘
semangat 💪🔥
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: nanti ya kak.. Insya Allah habis lebaran
total 1 replies
Ati Nurhayati
saya suka pandangan Bapaknya seruni tentang goresan pengalaman hidup yang hrs disimpan dan dibagi dgn keturunannya 💗
Ati Nurhayati
kata² yang sangat bijak 👍
Ati Nurhayati
😂
Ati Nurhayati
he he ada aja ni sayaka
Ati Nurhayati
😄😄
Ati Nurhayati
Tingkah Sayaka sangat lucu dan menggemaskan 😄
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
isi nyawang ora ISO nyanding,,opo ngono kuwi akhire🤔🤔,,ROSO tresno ora iso dipaksake,namung bibit,bebet lan bobot dadi penentune 🥺🥺🥺
atiku keloro-loro dadine🥺🥺

sing sabar Kabeh wis Ono dalane dewe-dewe jodoh karo rejeki wis duwe pangone😁😁
Jenk Retno Hany
endingnya piye thor,di tunggu kelanjutanya💪💪💪
Jenk Retno Hany: katanya maret up ini dah oktober gak up²,ceritanya jd gantung dech🤦‍♀️
total 3 replies
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
bener Sayaka, hati itu tak bisa di paksakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!