NovelToon NovelToon
My Sweet Girl

My Sweet Girl

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:307k
Nilai: 5
Nama Author: mom yara

Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.

Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!

Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.

""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis

""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.

Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Terbongkar

Tidak ada tanda tanda pergerakan lagi dari dalam ruangan setelah Tasya keluar. Posisi dua pria itu terhalang oleh tembok sehingga orang yang keluar dari dalam ruangan tidak akan melihat keberadaan mereka.

"Bos kita seperti sedang menguping saja" ucap Rangga terkekeh kecil. "Bos saya akan menunggu di mobil, semoga lancar" ucapnya sopan kepada Harry yang notabene adalah atasannya meskipun mereka bersahabat, jika di saat bekerja Rangga akan berbicara formal dengan Harry, lain diluar lingkup kerja, tapi ucapan terakhirnya barusan juga mengandung sindiran untuk sang bos.

Rangga pergi setelah menepuk pundak Harry, untuk memberinya semangat. Ia yakin Harry tidak baik - baik saja, Harry pasti terguncang mengetahui bahwa dirinya hanya dimanfaatkan apalagi oleh seorang wanita. Meskipun wanita itu tidak sepenuhnya salah.

Yara duduk di sofa sembari memejamkan matanya. Memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ia ingin semuanya segera selesai.

Ia mengambil ponselnya di atas meja kerjanya, menghubungi seseorang yang namanya sudah ia tekan. Sekertaris Sinta. Kembali duduk di sofa.

Belum sempat berbicara, seseorang yang tidak di duga, muncul dari pintu yang memang belum tertutup sepenuhnya.

Harry

Tatapan mereka bertemu. Tanpa dipersilahkan Harry duduk di depan meja kerja Yara yang menghadap ke sofa, ia sengaja duduk disana bukannya di sofa bersama Yara.

"Apa yang membawa tuan Harry kemari?" tanyanya ramah menyambut tamu. Tapi ia dapat melihat guratan kemarahan di wajah laki - laki yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.

"Aku tidak menyangka, aku masuk ke dalam daftar rencanamu" ucapnya to the point, tanpa menjawab pertanyaan Yara.

Deg

Yara menghembuskan nafas kasar, menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa sembari menatap Harry dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

Dia tahu. Apa dia mendengar pembicaraan ku dengan Tasya, dilihat dari wajahnya sepertinya ya.

" Kau menguping? " bukannya menjawab malah balik bertanya, Harry hanya menatapnya tanpa menjawab pertanyaannya."Kalau begitu aku tidak bisa menyangkal, Apa yang ingin kau tanyakan" Yara mendesah pelan sembari menunggu Harry mengeluarkan suara emasnya"

"Apa kau memanfaatkanku? "

"Awalnya begitu, aku mendekatimu untuk menyakiti Tasya, tapi ditengah perjalanan sepertinya kau juga memanfaatkanku, mungkin itu bisa dibilang senjata makan tuan" jawabnya mengeluarkan apa yang ia pikirkan

Harry terkekeh kecil. " Kau sangat pandai memanfaatkan kesempatan, lalu kenapa kau berhenti"

"Bukankah kau yang meminta, aku hanya mengikuti alur saja, ternyata kau mempermudahnya, Apa kau lupa bahwa aku boleh pergi jika aku menginginkannya, dan aku juga sudah mengatakannya padamu waktu kau memecatku"

Deg

Harry ingat Yara pernah mengatakannya, Aku pergi.

Harry tertawa sumbang, sekarang dia yang seperti orang bodoh, sebenarnya apa yang ingin Harry tanyakan bukankah dulu ia juga mengawalinya dengan sandiwara.

"Aku pikir setelah memecatmu, kau akan datang padaku, ternyata kau benar - benar wanita cerdas dan mandiri, malah aku yang bodoh terus mencarimu"

"Untuk apa? " tanya Yara, untuk apa Harry mencarinya disaat ada kekasih disisinya, apa ia masih ingat statusku yang hanya sugar baby, hanya ada disaat dibutuhkan pikirnya. Miris sekali.

"Apa kau tidak terpengaruh dengan hubungan kita dulu?" sepertinya mereka sering balik bertanya dari pada menjawab.

"Tentu saja aku terpengaruh, aku tidak pernah pacaran, dan aku harus merelakan ciuman pertamaku untukmu, tentu saja aku juga merasa rugi tapi aku menikmatinya, jadi Terima kasih dan aku tidak menyesalinya"

"Hanya itu?" tanya Harry kecewa.

"Kau berharap apa?" tanya Yara balik, karena sepertinya Harry merasa kurang puas dengan jawabannya. Bagaimanapun Yara menahan dirinya untuk tidak terbawa perasaan.

"Jatuh cinta, mungkin" jawab Harry jujur, ia malas untuk berbelit belit, sebenarnya dari tadi yang ia inginkan yaitu mengetahui bagaimana perasaan Yara padanya.

"Kita, maksudnya? memangnya kau bisa jatuh cinta padaku disaat kau masih punya kekasih?"

Harry terdiam, akan sangat brengsek jika dia mengatakan mencintai dua wanita sekaligus.

"Kau tidak bisa jawab?" tanya Yara lagi. "Diammu adalah jawabannya.

"Bagaimana kalau aku bilang aku jatuh cinta padamu, apa kau akan memberiku kesempatan untuk bersamamu"

"Sebagai apa?" tanya Yara penasaran, posisi apa yang hendak Harry berikan padanya.

Harry terdiam, lidahnya terasa kelu, apa yang bisa ia berikan pada Yara, terus bagaimana hubungannya dengan Feby, tegakah dia menyakiti wanita demi wanita lainnya , kenapa dia bisa menjadi pria jahat.

Yara tersenyum manis. "Maaf aku tidak berminat menjadi orang ketiga" bantu Yara menjawab pertanyaannya sendiri.

"Kalau aku menawarkan hanya kita berdua"

Yara menatap Harry dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Apa maksudnya ia ingin membuang kekasihnya, dasar laki - laki tidak bisa dipegang omongannya.

"Aku tidak berminat" ucap Yara tegas. Harry terkekeh kecil."Kau ingin mencampakkan kekasihmu?" menjedda ucapannya."Kau tidak bisa jawab bukan? kau tahu kenapa? karena dihatimu masih ada nama kekasihmu "

Hening. Harry masih mencerna apa yang didengarnya dan apa yang akan dia katakan selanjutnya. setelah beberapa menit.

"Kau yang memulainya, kau yang muncul di dekatku, sepertinya kau belum tahu siapa yang kau manfaatkan" entah kenapa Harry harus marah mendengar penolakan Yara, dari awal hubungan mereka memang bukan kekasih tapi hanya sebagai emmm bisa dibilang simpanan, lalu apa yang membuatnya tidak terima, mungkin Harry sudah jatuh hati sejatuh jatuhnya, lalu bagaimana dengan Feby kekasihnya. Ayolah Harry tentukan pilihanmu.

"Ya, aku tahu kau pria berkuasa, tampan, sukses dan bergairah" ucap Yara sembari tersenyum. ia mau muntah setelah mengucapkannya, bergairah, ah bagaimana bisa kata itu yang keluar dari mulutnya.

"Kau tahu apa konsekuensi jika berurusan dengaku, tidakkah kau mencari informasi yang lengkap tentangku. Aku tidak akan melepaskan lawan yang aku inginkan"

"Maksudmu kau akan menghancurkan Perusahaan ku, seperti kau meratakan kekayaan lawanmu dalam satu malam" tebak Yara, ia tahu Harry tidak akan melepaskan lawannya dengan mudah jika pernah mengusiknya, paman Jody sudah memperingatinya, tapi ia seolah tak mendengar perkataan pamannya.

Harry terbahak, Ia sepertinya gagal menggertak Yara, dia bukan type wanita yang gila akan harta. Apalagi dia bisa menghasilkan uang sendiri.

"Bagaimana jika aku melakukannya juga padamu?"

"Silahkan saja, itu urusanmu, dan aku yakin kau akan lebih baik memimpin CM Mall dibanding diriku" tantang Yara sembari menatap Harry tajam.

"Ternyata kau tidak takut jatuh miskin" sahut Harry merasa tertantang, namun apakah dia tega melakukannya pada Yara.

"Aku hanya perlu mencari pria kaya yang single" Harry mengeratkan giginya, tangan nya mengepal kuat, Yara benar benar mempernainkannya.

"Mungkin aku tidak akan ragu lagi untuk melakukannya" ucap Harry kemudian pergi dari ruangan Yara, menatap punggung Harry dengan tatapan sendu.

Yara termenung sendiri setelah kepergian Harry.

"Apa yang terjadi padanya, apa mungkin dia jatuh cinta padaku, ah aku terlalu percaya diri, lebih baik seperti ini, jangan biarkan dia terlibat lebih jauh, aku tak pantas untuknya, aku hanya akan menyusahkanya" lirihnya, yang membuat hatinya berdenyut. "Kau yang membiarkanku pergi waktu itu" lanjutnya sendu.

"Mungkin pertemuan kita yang tidak tepat"

*

*

Dua hari berlalu sejak kejadian itu, Yara belum bertemu dengan Harry. Tentang ucapan Harry, ia tidak ambil pusing, seandainya Harry memang mengincar perusahaannya ia tidak akan melakukan apa - apa. Yang dia inginkan bukan harta atau kedudukan, tapi membalaskan dendam orangtuanya.

Dan selama dua hari itu, ia melimpahkan semua tugasnya pada sekertarisnya Sinta untuk sementara di CM Mall, karena ia ingin kembali ke Australia untuk menjenguk adik kesayangannya itu

1
limah
Luar biasa
Essy Tango
karyanya sangat bagus semua di baca g trlewatkan.semangat author
Mom Yara: mampir juga kak di aplikasi yang orange, pijo
total 1 replies
Sandisalbiah
padahal pengen lihat kebahagiaan mereka setelah menikah... hais.. ngelunjak ya thor... 🤭🤭😏
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.
Sandisalbiah
krn aku suamimu.. 😊😊
Sandisalbiah
enak banget si ratna langsung koit... mengingat semua kesulitan dlm hidup keluarga Yara bersumber dr ide jahatnya.. harusnya ratna ini di bejek² dulu baru mati dia.. is gemezz banget dgn manusia licik dan dengki kek si ratna ini..
Sandisalbiah
tuh kan.. cinta emang membuat org jd bodoh.. 🤭🤭🤭 juga buta.. buktinya Yara gak bisa melihat kalau dlm ruangan itu Harry tdk sendiri.. main selonong aja.. malu sendiri kan.. 😅😅
Sandisalbiah
bagaimana reaksi Feby nanti... bakal seneng krn tau kalau Reyhan tdk merampas kehormatannya atau ngereog krn merasa ditipu..?
Sandisalbiah
ratna bakal buat masalah pas hari pernikahan Yara nih... tp setidaknya pertemuan Yara dan Feby akan menghilangkan kesalahan fahaman dgn Harry..
Sandisalbiah
Hadeh.. Yara masih aja bergelut dgn fikiran sendiri.. kenapa gak coba cari tau akan hubungan Harry dan Feby biar gak salah faham terus.. sibuk memikirkan perasaan Feby pdhal orgnya udah nikah duluan..
Sandisalbiah
jawaban Yara malah membuka peluang dan keuntungan bagi Harry.. tp masih ada ratna yg diperkecil.. harus di waspadai..
Sandisalbiah
lalu Ratna... dia adalah otak dr semuanya... harusnya dia yg dapat ganjaran paling utama..?
Sandisalbiah
polisi kali.. mau nangkap si Tasya..
Sandisalbiah: bawaan tangan julit mom.. Kek-nya kalau unek²nya gak di keluarin jd syusyah makan.. 🤭🤭🤭maaf ya mom..
total 2 replies
Sandisalbiah
aku tadi. mikirnya.. bakal jadi masalah ni duo emak ngeyel mau ikut mencari Yara..
Sandisalbiah
pada kenyataan org di sekeliling kita emang berpengaruh pd sikap dan sifat kita.. secara langsung atau pun perlahan..
Sandisalbiah
dasar Yara keras kepala.. bandel banget. situasi belum aman krn posisi herman, gilang dan ratna masih bebas berkeliaran tp dia gak waspada sama sekali.
Sandisalbiah
mungkin sedikit egois di bolehkan Yara...
Sandisalbiah
Reyhan akan menikahi Feby ...
Sandisalbiah
jgn gegabah Yara.. setidaknya fikiran keselamatan seluruh keluargamu.. dan jawabannya adalah Harry.. hanya dia yg dapat membantu..
Sandisalbiah
anak pintar... si elang lagi mancung di air kolam nih.. awas aja kalau Harry ngamok
Sandisalbiah
si Elang ini nekatan juga.. keras kepala kek si Yara.. semoga gak terjadi apa²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!