NovelToon NovelToon
Menggoda Suami Yang Nakal

Menggoda Suami Yang Nakal

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Berondong / Nikah Kontrak / Beda Usia / Tamat
Popularitas:57k
Nilai: 5
Nama Author: Sekar Laveina

Dijodohkan dengan laki-laki yang lebih muda, Bunga Shandya terus menghela napas berat. Menghadapi suami yang suka sekali berbicara vulgar, Bunga yang belum berpengalaman selalu dibuat salah tingkah. Suatu hari, dia berubah menjadi wanita nakal demi menjauhkan sang suami dari mantan kekasihnya yang seksi. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya di sini, ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecupan kilat

Alden termangu di balkon kamar. Terngiang kembali kata-kata penuh kebencian yang didengarnya saat di mall. Ketika ia menoleh, tidak ada yang berdiri di belakangnya, semua orang berlalu-lalang dan berbicara dengan teman-teman mereka.

"Aku yakin, ada seseorang yang bergumam di belakang. Tapi … tidak ada yang memiliki suara sama dengan yang bergumam tentang Bunga," gumamnya sambil menyalakan korek api.

Lalu, ia menyulut lintingan tembakau yang disisipkan di kedua belah bibirnya. Menghisap rokok itu dalam-dalam dan meniupkan asapnya ke udara. Setiap kali banyak pikiran yang mengganggu, Alden bisa menghabiskan sebungkus rokok dalam semalam.

Di depan orang tuanya, Alden bahkan tidak berani menyentuh bungkusnya, berbeda jika ia hanya sendirian di kamarnya. Image Alden sebagai kakak pendiam dan pemalu selalu menjadi kebanggaan kedua orang tuanya. Sayangnya, Artha tidak pernah merasakan kebaikan laki-laki itu sejak kecil.

Alden selalu menekan Artha agar tidak menonjol. Jika Alden dijuluki anak penurut oleh para tetangga, maka Artha adalah kebalikan dari kakaknya. Sementara laki-laki bungsu di keluarga itu tidak peduli dengan pandangan orang-orang terhadapnya.

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Alden. Ia bergegas mematikan rokok dan memasukkan sebutir permen untuk menyamarkan bau tembakau di mulutnya. Setelah yakin tidak berbau rokok, ia membuka pintu.

"Mama. Ada apa, Ma?" tanya Alden sambil merapikan rambutnya yang berantakan.

"Kamu sudah tidur? Apa mama mengganggu?" Khumaira bertanya dengan hati-hati.

"Tidak. Al sedang main game, kok, Ma. Mana mungkin mengganggu," jawabnya sambil berpura-pura melihat ponsel.

"Mama mau bicara sama kamu. Bisa, kan?" Khumaira bertanya lagi untuk memastikan kehadirannya tidak mengganggu sang putra sulung.

Alden duduk bersama ibunya di ruang keluarga. Hendry sudah terlelap sejak jam delapan, sedangkan Khumaira tidak mampu memejamkan matanya dan terus memikirkan kedua putranya. Seperti ada kabut yang menyelimuti hubungan kakak beradik itu.

Awalnya ia tidak ambil pusing dan menganggap itu hanya pikiran negatifnya saja. Namun, kerenggangan hubungan Artha dan Alden semakin terlihat jelas. Bahkan, ia merasakan kebencian dari tatapan mata Artha.

Tidak hanya dari putranya saja, tetapi juga dari Bunga, menantu yang belum lama ini masuk ke dalam keluarganya. Jika hanya Artha, ia tidak merasa aneh. Bunga baru bertemu beberapa kali dengan Alden, tapi gadis itu seolah ikut menghindari Alden.

"Mama mau bicara apa? Kenapa harus malam-malam seperti ini? Apa ada masalah yang mendesak?" tanya Alden sambil menatap wajah ibunya dengan tatapan menyelidik.

"Tidak ada. Mama hanya ingin bertanya tentang hubunganmu dengan Artha. Kalian … baik-baik saja, kan?" Khumaira bertanya dengan tatapan penuh selidik.

"Maksud, Mama, apa?" tanya Alden dengan tampang tak berdosa. 

Mimik wajahnya sangat mudah menipu pandangan orang lain. Selama ini, Artha pun tertipu dengan wajah malaikat sang kakak. Sejak masalah yang terjadi di bangku SMA, sejak itulah Artha tahu seperti apa wajah Alden yang sebenarnya.

"Mama lihat, kalian sedikit menjauh. Mama khawatir kalian sedang ada masalah," ucap Khumaira sambil menghela napas berat.

"Kami baik-baik saja. Al dan Artha hanya sedang sibuk, Ma. Apalagi, Artha baru menikah dan masuk ke perusahaan papa. Dia sangat sibuk. Berbeda dengan Al yang belum siap masuk ke perusahaan papa," ujarnya seraya tersenyum tipis.

"Syukurlah kalau begitu. Mama lega mendengarnya. Lalu, bagaimana dengan adik iparmu?"

"Bunga maksudnya? Dia baik," jawabnya singkat.

"Mama tahu dia baik. Maksud Mama bukan itu, tapi—"

"Hubungan kami juga baik. Itu, kan, yang ingin, Mama dengar?"

Pembicaraan mereka berakhir. Alden kembali ke kamar dengan senyuman sinis. Dalam hati, ia terus menyebut nama Artha.

'Artha, Artha, dan Artha. Kenapa dia harus hadir di dunia ini? Jika saja dia tidak pernah terlahir ke dunia, maka akulah satu-satunya anak, dan satu-satunya pewaris perusahaan.'

***

"Mama mana?" tanya Artha sepulang kerja.

"Mama sudah pulang tadi sore setelah berbelanja denganku."

Bunga menjawab sambil merapikan peralatan dapur yang baru saja dicucinya. Setelah memasak, ia menata makanan di meja, lalu mencuci piring. Tepat setelah ia selesai mencuci semuanya, Artha pulang dari kantor.

"Oh," jawabnya pelan.

Artha sedikit kecewa dengan kepulangan ibunya. Ia berharap sang ibu tetap berada di rumah itu. Hanya dengan kehadiran Khumaira, hubungan Artha dan Bunga bisa sedikit lebih intim.

"Mau makan malam dulu atau mandi dulu?" tanya Bunga sambil tersenyum lebar.

Senyuman yang mampu menaikan ritme detak jantung Artha. Laki-laki itu terpesona sampai mulutnya menganga lebar. Sementara Bunga hanya menatapnya dengan pandangan aneh.

Beberapa saat lamanya dia terpaku. Hingga waktu terasa seolah berhenti. Pikiran Artha berputar-putar tentang gadis itu seorang, gadis yang telah resmi dipersunting. Namun, Artha belum mencicipi madu Bunga sampai saat ini.

Bunga menepuk lengan panjang dan kokoh yang sejak tadi mematung. Satu kali tepukan, tapi tidak ada sautan. Dia pun menepuk lengan itu untuk kedua kalinya.

Puk!

"Ya!" Artha menjawab dengan nada tinggi karena terkejut.

"Kamu kenapa? Marah?" tanya Bunga dengan mata berkaca-kaca.

Wajahnya seketika berubah sendu. Ia pikir, Artha marah karena menyangka Bunga mengusir Khumaira. Gadis itu menjelaskan jika ibu mertuanya ingin pulang atas kehendaknya sendiri.

Artha memeluk Bunga yang kini terisak. Merasa bersalah telah membuat istrinya menangis padahal Bunga tidak melakukan kesalahan apa-apa. Anehnya, gadis itu membalas pelukannya hingga Artha merasa hal itu seperti mimpi.

"Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menuduh macam-macam. Aku … tidak marah dan tidak akan bisa marah kepada wanita secantik kamu," rayu laki-laki itu seraya menatapnya dengan tatapan penuh cinta.

Jantung Bunga berdegup cepat saat matanya beradu dengan mata sang suami. Entah dorongan dari mana, Bunga tiba-tiba berjinjit dan mengecup bibir laki-laki itu secepat kilat. Berlari dengan cepat menuju kamar setelah berhasil membuat jantung Artha berhenti berdetak selama beberapa detik.

Bunga … menciumku? Ini bukan mimpi, kan?

"Aw!" Artha memekik saat pipi yang dicubitnya sendiri terasa sakit. "Sakit …."

Senyumnya semakin lebar karena menyadari bahwa semua itu bukanlah mimpi. Laki-laki itu berjingkrak kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah saat orang tuanya pulang setelah bekerja seharian. Semua tingkah laku Artha tak luput dari pandangan Bunga yang mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.

Seperti anak kecil saja, hihi.

Saatnya makan malam. Mereka hanya fokus menatap ke atas piring. Bunga dan Artha tidak berani saling menatap karena merasa canggung. Wajah keduanya bersemu merah seperti tomat cherry.

Mereka kembali tidur terpisah. Bunga kembali ke kamar yang kemarin dipakai sementara oleh Khumaira. Bukan hanya Artha yang merasa hampa, Bunga pun merasakan hal yang sama. Mereka baru sehari tidur sekamar dan di ranjang yang sama. Namun, seakan mereka telah melakukan itu bertahun-tahun hingga tidak nyaman ketika kembali tidur terpisah.

Aku tidak bisa tidur. Isi hati Artha dan Bunga.

*Bersambung*

1
Ney Maniez
mampir
Dewi Purwanti
bikin penasaran nieh cerita
Yuliana Tunru
alden jahat ya thor..jadi was2 artha itu sebabx kamu jd anknyg pemalas dan cm biea foya2 curiga qgar alden bisa kuasai harya ortu x krn arthabtdk mau kerja..sabar artha ..
Sulistiawati SPd
akhirnya up juga,semangat thor💪🏻
Sekar Laveina: Siap Kak. terima kasih sdh setia menanti😘🙏🙏
total 1 replies
Sekar Laveina
terima kasih Kak🤗♥️
sarinah najwa
, lanjut lagi... semangat up thor gsssss kn💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️❤️
sarinah najwa
lanjut lagi 💪💪💪💪💪💪💪❤️❤️❤️
Sekar Laveina: 🤗🤗🤗♥️♥️♥️
total 1 replies
sarinah najwa
cepat sembuh ya thor🤲😘
sarinah najwa: iya sama2🥰
total 2 replies
RhinYani25
Aku baru ngeuh Kak Sekar nulis lagi di sini🤩
Sekar Laveina: 🤭🤭iya Kak
total 1 replies
sarinah najwa
benih benih cinta sudah otw nih bunga sama Artha 🥰🥰🥰
ayo lanjutkan lagi Thor 💪💪💪💪❤️❤️
sarinah najwa: insha Allah...
total 2 replies
sarinah najwa
semangat up up up up up up up 💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sekar Laveina: makasih kak 😘😘 makin semangat nih💃💃
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!