NovelToon NovelToon
My Shit Boss

My Shit Boss

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Menurut Tina, memiliki bos seperti Alfan itu menyebalkan. Sifat dan kepribadiannya yang aneh, sering kali membuat Tina ingin menyerah meski pada akhirnya ia tetap tidak bisa. Banyak hal yang mengharuskannya tetap bertahan, termasuk keinginannya untuk membahagiakan papanya.

Lalu apa jadinya bila Alfan menyuruh Tina untuk datang ke rumahnya di hari pertunangan adiknya, dan dengan entengnya mengatakan bila Tina adalah calon istrinya di depan seluruh undangan dan keluarganya.

Tentu saja, Tina merasa kesal dan marah, ia ingin bosnya menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Namun bosnya itu justru mengajukan perjanjian, menyatukan mereka ke dalam kesepakatan.

Mulai hari itu, mereka semakin dekat, hingga hari itu tiba, di mana Satria datang menghancurkan segalanya. Satria adalah cinta pertama Tina, namun juga luka untuk Alfan yang belum melupakan semuanya.

Ketiganya terjalin di sebuah takdir masa lalu, sanggupkah mereka bertahan dan bahagia atau justru berakhir sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 04

Part 04

"Apa, Pak? bapak mau menikahi saya?"

"Iya. Memangnya kenapa? Kamu tidak punya pacar kan? Kamu juga belum menikah? Lalu apa salah bila kita menikah?" tanya Alfan santai yang justru terdengar memuakkan untuk Tina yang sudah terbiasa mendengar ucapan dingin dan tegas bosnya.

"Bapak bercanda ya? Tidak lucu ya, Pak."

"Saya tidak bercanda. Memangnya ucapan saya ada yang salah?"

"Tentu saja, Pak. Bapak itu bos saya, tapi Bapak mau menikahi saya? Itu konyol namanya. Kalau Bapak cuma mau main-main, tolong jangan seperti ini, masih banyak yang harus saya pikirkan untuk masa depan saya, bukan menjalani permainan yang ingin Bapak ciptakan." Tina menjawab tegas, yang kali ini didiami oleh Alfan.

"Masa depan kamu? Memangnya kamu ingin apa? Saya akan berusaha memberikannya ke kamu, asal kamu mau menikah dengan saya." Alfan menjawab serius, berbeda dengan Tina yang tampak tak percaya dengan jawaban bosnya.

"Banyak yang saya ingin lakukan, Bapak tidak perlu tahu. Tapi yang pasti, saya tidak mau menikah dengan orang yang hanya ingin memanfaatkan saya, termasuk Bapak."

"Saya memanfaatkan kamu?"

"Iya lah, Pak."

"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"

"Bapak memperkenalkan saya sebagai calon istri karena Bapak disuruh mencari pendamping hidup kan? Makanya Bapak menyuruh saya ke sini, itu artinya Bapak memanfaatkan saya, Bapak tidak benar-benar ingin menikah dengan saya." Tina menjawab lugas dan jelas, ekspresinya tampak tegas ke arah Alfan yang sempat terdiam.

"Kalau saya benar-benar ingin menikah dengan kamu, bagaimana?" tanyanya tenang, yang langsung Tina gelengi kepala.

"Tidak mungkin."

"Kenapa?"

"Ya tidak mungkin aja, Pak. Saya kan cuma bawahan Bapak, Bapak tidak mencintai saya, begitupun sebaliknya."

"Begitupun sebaliknya? Itu berarti kamu tidak pernah menyukai saya?" tanya Alfan dengan nada heran, merasa mustahil bila Tina tidak menyukainya. Padahal banyak wanita di luaran sana yang berlomba-lomba mendapatkan hati dan cintanya, meski tidak ada yang bisa membuat Alfan tertarik dengan salah satu dari mereka.

"Kenapa saya harus menyukai Bapak? Bapak kan atasan saya, saya sadar diri siapa saya. Tolong, Pak, jangan membawa saya ke dalam masalah pribadi Bapak. Keluarga Anda sangat baik, saya tidak mau keluarga Anda kecewa dengan Anda, apalagi kalau sampai mereka tahu alasan Bapak melakukan semua ini."

Alfan hanya terdiam saat Tina mengatakan semua itu, tidak ada wajah berharap bila dilihat dari ekspresinya, tidak seperti kebanyakan wanita yang ditemuinya selama ini. Sekarang, Alfan justru merasa yakin, bila Tina adalah wanita yang tepat untuk hatinya, dan ia juga akan berusaha membuat wanita itu menyukainya.

"Saya mengerti." Alfan menjawab singkat dan tenang seperti biasa ia bekerja di perusahaannya, membuat Tina lega mendengarnya.

"Baguslah, Pak. Saya jadi lega mendengarnya." Tina tersenyum tipis dengan sesekali mengembuskan nafas tenangnya, berbeda dengan Alfan yang tampak kecewa saat melihatnya.

"Kalau begitu, saya pergi dulu ya, Pak. Tidak ada yang harus saya lakukan kan?" tanya Tina memastikan. Meskipun sekarang bukan waktu kerjanya, namun tetap saja ia harus bersikap profesional, ia juga tidak mau bosnya itu kecewa dengan pelayanannya.

"Iya. Tapi kamu harus berpamitan dulu dengan keluarga saya." Alfan menjawab tenang yang langsung Tina angguki.

"Iya, Pak. Itu pasti. Tapi kalau masalah saya calon istri Bapak, tolong Bapak jelaskan ya, saya tidak mau mereka kecewa."

"Iya. Kamu tenang saja." Alfan melangkahkan kakinya ke arah luar kamar, menenangkan Tina yang tampak lega dan bahagia. Sedangkan langkahnya kini mengikuti kaki Alfan berjalan, Tina juga tidak mau tertinggal di rumah mewah yang sempat membuatnya kagum dengan desain bangunannya.

"Ma, Pa." Alfan memanggil kedua orang tuanya yang tengah makan bersama dengan adik dan tunangannya.

"Iya, Sayang. Ada apa? Kalian sudah berbicara ya? Kita makan bersama yuk," ujar mamanya terdengar hangat, sedangkan Tina hanya tersenyum berusaha terlihat ramah.

"Enggak usah, Ma. Calon istriku sudah mau pulang kok." Alfan menunjuk ke arah Tina yang terdiam dengan wajah tak percaya setelah kembali mendengar ucapan ngawur bosnya.

"Loh kok buru-buru sih? Kalian kan belum makan?"

"Enggak apa-apa kok, Tante." Tina menjawab seadanya, meski hatinya serasa ingin mencekik leher bosnya.

"Alfan, kamu bagaimana sih, harusnya kamu suruh Tina makan dulu, jangan buru-buru pulang."

"Tina yang mau, Ma. Aku cuma mau menuruti keinginan dia." Alfan menjawab tenang, tanpa memedulikan bagaimana Tina tampak geram melihat sikapnya.

"Saya tidak apa-apa kok, Tante. Saya kan tidak diundang, masa saya harus tetap di sini, kan saya sungkan. Lebih baik saya pulang dari pada harus mengganggu acara ini," jawab Tina terdengar tak enak hati.

"Tante enggak mengundang kamu karena Tante enggak tahu kalau Alfan sudah punya kamu, coba kalau Tante tahu sejak awal, pasti Tante tunangkan kalian di hari yang sama."

Tina tampak terkejut mendengar jawaban Mama dari bosnya, tenggorokannya hampir tersedak mendengar ucapan wanita itu yang terdengar lebih ngawur dari putranya.

"Iya, seharusnya aku kasih tahu ke Mama sejak awal ya. Tapi Tina yang enggak mau hubungan kita diketahui banyak orang, dia ke sini aja karena aku bilang ada hal mendadak yang harus dibicarakan."

"Kok gitu? Memangnya kenapa kalau hubungan kalian diketahui banyak orang? Kan itu bagus. Kamu malu ya punya pacar seperti Alfan?" tanya wanita itu ke arah Tina, ekspresi wajahnya tampak kecewa, berbeda dengan Tina yang terlihat merasa bersalah.

"Bukan begitu, Tante. Saya kan cuma asistennya Pak Alfan, jadi saya ...."

"Oh ya, kamu pasti sungkan dengan para karyawan yang lain ya, kamu juga enggak mau kalau hubungan pekerjaan kalian dicampur adukkan dengan perasaan kalian kan? Tante bisa mengerti, Tante senang bila Alfan mendapatkan perempuan sebaik kamu."

Tina merasa posisinya semakin terpojok, sedangkan di sampingnya Alfan justru terdiam, bibirnya menahan senyum seolah ingin meledakkan tawa. Tina merasa muak melihatnya, bosnya itu memang menyebalkan, padahal baru beberapa menit yang lalu dia berjanji akan menjelaskan semuanya.

"Kamu pasti belum makan kan? Ayo kita makan sama-sama, kamu duduk di sana ya sama Alfan." Tina hanya mengangguk patuh saat dipinta untuk duduk di kursi makan bersama dengan orang-orang yang tidak dikenalnya.

"Kamu pasti canggung karena belum kenal keluarga Alfan. Tante kenalkan ya, ini namanya Alfina, dia adiknya Alfan. Kalau yang itu Rio, tunangannya Alfina. Dan kalau yang ini papanya Alfan, suaminya Tante." Wanita itu memperkenalkan seluruh anggota keluarganya dengan sangat ramah tanpa menyadari bagaimana Tina menggeram marah dibalik senyum manisnya. Merasa marah dengan bosnya, meski tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali pasrah dan bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.

1
Renjana
aku pun ikut kaget,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!