Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
Andriana berjalan pelan memasuki rumahnya, terdengar suara seseorang memanggil namanya.
"Andriana, kemana saja kamu ! Jam segini baru pulang?" Suara itu tegas jelas dan penuh tekanan.
Andriana menghentikan langkahnya, ia mendengus kesal dan memutar tubuhnya dengan malas, karena ia tahu siapa yang memanggilnya.
"Aku ada rapat mendadak dengan perusahaan farmasi" Jawab Andriana tanpa ekspresi dengan tangan masih memegangi perut bagian bawah karena rasa nyeri itu masih sangat sakit bahkan mungkin ada luka robek di bagian sana.
Arnold mengernyitkan keningnya dan berjalan ke arah istrinya dengan melipat kedua tangannya di dada " Benar kamu ada urusan pekerjaan?".
"Ehem"
"Tapi An, wajah kamu pucat,apa kamu sakit?" Tanya Arnold kemudian mengusap lembut kepala Andriana membuatnya sangat jijik dan ingin sekali membasuh bekasnya dengan air tujuh kali "cih najis, dasar bajingan pura pura saja perhatian " Batinnya.
"Sayang aku gendong ya?" Tanpa menunggu jawaban Andriana, Arnold membopong tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar.
Perlahan Arnold membaringkan tubuh Andriana di atas ranjang dan mengungkungnya dengan tubuh kekarnya.
Perlahan Arnold melepaskan tali piyamanya hingga memperlihatkan otot perutnya tanpa penghalang.
Arnold mencoba mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri.
Cup
Ciuman lembut mendarat di bibir ranum dan merah milik sang istri, namun wanita itu bukannya memberikan balasan justru mendorong tubuh Arnold dengan keras.
'Kemarin sebelum aku melihatmu selingkuh dengan Saskia aku sangat mengharapkan kamu mencumbuiku, tapi sekarang aku sangat jijik padamu'
Buks
"Sayang, kamu kenapa?Pasti kamu marah kepadaku, Maafkan aku sayang kita menikah sudah satu bulan lebih tapi aku belum bisa memberikan nafkah batin kepadamu" Ucap Arnold yang membuat Andriana mendengus dingin.
"Bukan itu mas, perutku sakit sepertinya aku akan segera datang bulan, sebaiknya kamu pergi dari sini biarkan aku istirahat sebentar mas"Ucap Andriana perlahan.
Arnold menarik nafas dalam-dalam lalu turun dari ranjang dan berdiri tegak sambil membenarkan kembali tali kimononya yang tadinya sempat dilepas karena ada maksud lain.(Maksudnya sih mau memberikan nafkah batin kepada istrinya)
"Baiklah sayang, kamu istirahat saja di rumah aku akan keluar sebentar untuk menemui klien penting"Ucap Arnold kemudian berjalan keluar dari kamarnya meninggalkan Andriana yang hanya mengangguk dengan lembut.
Andriana tahu pasti suaminya itu akan bertemu dengan kakak iparnya untuk menuntaskan hasratnya.
'Hhh jangan harap aku akan membiarkanmu menyentuhku Arnold, kamu hanya suami di atas kertas. Cinta suci kita yang dibangun di atas kitab suci dan disaksikan oleh Tuhan serta semua keluarga, telah kau hancurkan. Kegilaan ku pun kamu yang menyebabkan '
Tapi tetap saja ia adalah wanita yang rapuh dan hanya berpura pura kuat di depan semua orang.
Andriana pun mengusap wajahnya, diam sejenak, merasakan intinya masih perih tapi hatinya jauh lebih sakit saat ini.
Perlahan dan hati hati ia beranjak dari tempatnya merebahkan diri, lalu berjalan dengan sempoyongan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Di kamar mandi ia berdiri mematung di bawah shower dan membiarkan air dari shower mengguyurnya dalam keadaan masih berpakaian lengkap.
Andriana menengadahkan kepalanya merasakan dinginnya air yang menyejukkan hatinya yang saat terasa tidak karuan.
Benci, sakit dan kecewa telah bercampur aduk mengisi ruang di sudut hati dan pikirannya.
Tiba tiba tangisannya pun pecah, ia merasa sangat bodoh dan hina. Andriana terus menangis merutuki nasip buruknya, orang yang selama ini dianggapnya sangat mencintainya ternyata selingkuh di belakangnya.
Andriana terus saja menangis, ia tak peduli lagi dengan hawa dingin yang mulai membuatnya pusing.
Ia pasrah dan membiarkan tubuhnya keinginan di sudut kamar mandi.
"Siapa lagi yang peduli padaku? Arnold yang selama ini aku cintai ternyata pengkhianat! Dia lebih memilih saskia di wanita tua itu! Brengsek!"Teriak Andriana meluapkan kekesalan pada dirinya sendiri.
Andriana semakin pucat dan tubuhnya seperti sangat ringan, ia pun tidak sanggup lagi berteriak, ia sandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi dan membiarkan shower tetap menyala.
Andriana pun memejamkan matanya perlahan tak mampu lagi bertahan.
***
Terdengar suara pintu diketuk dari luar.
Saskia yang sedang berada di rumahnya segera beranjak dari tempat duduknya dan meminta Diego (putra sulungnya, 8 tahun) untuk segera pergi tidur karena besok harus sekolah.
"Sayang, kamu tidur ya, besok kamu harus sekolah lo"
"Iya ma" Jawab Diego sambil beranjak, mengucek matanya sambil melangkah menuju kamarnya.
Ceklek
Saskia membuka pintu rumahnya dan segera meraih tangan Arnold membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Kak Saskia, apa kak Adit tidak ada di rumah?"Tanya Arnold kebingungan karena dengan berani kakak iparnya itu membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Mas Adit sedang ada meeting di luar kota, mungkin dua sampai tiga hari baru balik, kenapa? Kok kamu malah mencari Adit sih, tidak ingin menemuiku ya?" Ucap Saskia sambil mendudukkan Arnold di tepi ranjang lalu ia duduk di pangkuannya.
"Emmm tidak apa apa sih, gila aja masa kita main di sini sih kak? Kalau ketahuan kak Adit atau Diego gimana?"Tanya Arnold dengan keringat mulai mengalir.
"Ya enggak dong, mas Adit sudah bilang padaku kalau dia di luar kota tiga harian, ngapain kawatir sih Arnold?Diego juga sudah tidur, tidak mungkin dia mendengar suara kita, kamar ini kedap suara lo" Jawab Saskia kemudian mulai mencium bibir Arnold dengan brutal seakan sudah lama menahan hasrat yang cukup lama tidak bisa terlampiaskan.
Arnold pun membalasnya dengan lebih brutal lagi.
Keduanya sangat menikmati ciuman ciuman itu, hingga tanpa sadar keduanya pun sudah dalam keadaan sangat tidak kontrol.
Desahan dan erangan erangan kecil terdengar sayup mengisi setiap sudut di dalam ruangan ber AC itu.
Dengan berbagai gaya dan posisi sudah mereka lakukan hanya untuk mencari puncak kenikmatan.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka pun sampai di puncak himalaya.
Dengan nafas yang memburu keduanya saling melepaskan dan terlentang bersebelahan dengan keringat yang sama sama mengalir deras.
"Kak Saskia, terimakasih"
"Terimakasih untuk apa Arnold?"
"Karena kamu sudah bersedia menjadi wanitaku, bahkan kamu orang pertama yang mengajariku mengenal wanita. Kak, mungkin aku tidak akan bisa tanpamu" Ucap Arnold kemudian memeluk tubuh seksi kakak iparnya itu.
"Arnold, sudahlah kakak juga berterimakasih kepadamu, karena kamu kakak tidak lagi kesepian. Kamu tahu sendiri bagaimana kakakmu kalau sudah bekerja, tidak tahu waktu, dan aku tidak pernah dianggap.Dia pikir aku hanya butuh uang, padahal aku juga butuh kehangatan, untungnya ada kamu.
Sudahlah kita sama sama membutuhkan" Jawab Saskia yang merasa sangat nyaman berada di dalam pelukan adik iparnya itu.
Arnold terdiam sejenak, tiba tiba ia teringat dengan Andriana yang sedang tidak enak badan di rumah sendirian. Namun sentuhan lembut jemari Saskia yang menyentuh dadanya membuatnya tersadar kalau saat ini ia sedang memeluk Saskia.
Lalu Arnold meraih selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, dan meminta kakak iparnya itu untuk segera tidur di dalam pelukannya.
(Haduhhh, sebenarnya admin agak gimana gitu membuat cerita ini. Rasanya ikut terjerumus dalam lingkaran hitam dunia mereka. Tapi memang tema nya Cinta terlarang, iya gak sih...Admin mohon pembaca untuk bijak ya dalam memilih dan memilah setiap bacaan, mana yang baik dan buruk...Tapi setiap perbuatan pasti ada sebab dan akibatnya... Terimakasih).
Lanjut part berikutnya ya, nanti akan lebih seru...o iya bagaimana kabarnya Andriana? Nantikan di bab selanjutnya...