NovelToon NovelToon
Suami Nikah Kilatku Kakak Wanita Perebut Tunanganku

Suami Nikah Kilatku Kakak Wanita Perebut Tunanganku

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:74.9k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Berniat memberi kejutan, Bella menemukan tunangannya melamar wanita lain, bahkan saat dia akan menghampiri pria itu, keluarga pria itu malah menariknya pergi dan mengusirnya dari rumah.
Bella tak terima, dia dibilang wanita rendah, yang berharap keuntungan dari jabatan tinggi Vero. Padahal yang membuat Vero bisa bekerja di tempat itu adalah Bella.
Merasa kesal, diperlakukan seperti itu, bahkan Vero memutuskan hubungan pertunangannya hanya dengan sebuah pesan.
Bella pergi ke sebuah klub malam, dia mabuk dan menarik seorang pria yang dikiranya penghibur di klub malam itu.
Padahal, pria itu adalah kakak dari wanita yang merebut tunangannya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Harus Bertanggung Jawab

Mata Bella masih membelalak tak percaya. Pria bayarannya itu memberikan opsi lain jika tidak ingin membayarnya sebanyak 900 juta. Pria itu membawa Bella ke depan sebuah gedung.

'Apa yang dia mau aku lakukan di tempat seperti ini?' batin Bella yang sudah berdiri di depan gedung pencatatan sipil.

"Ayo masuk!" ajak pria itu yang begitu santainya berjalan di samping bela, dengan satu tangan berada di saku celananya.

Sebenarnya cara berjalan seperti itu membuat pria itu menjadi semakin tampan dan auranya sungguh tambah jadi aur-auran, tapi Bella juga tentu saja tidak mau mengikuti, kalau tidak jelas mereka mau apa di dalam sana nanti.

"Tunggu dulu!" kata Bella menghentikan langkah pria itu.

Bella maju beberapa langkah sampai di samping pria itu. Karena memang tadi dia tertinggal di belakang pria itu.

"Kamu kerja disini?" tanya Bella.

Pria itu hanya memiringkan sedikit kepalanya ke arah Bella.

"Apa aku terlihat seperti pekerja kantor catatan sipil?" tanya pria itu dengan wajah tak percaya.

Bagaimana bisa, wanita di sampingnya itu berpikir begitu.

"Lantas mau apa kemari? ah... jangan-jangan kamu ini warga selundupan ya? baru mau bikin KTP?" tanya Bella lagi.

Pria itu terkekeh kecil.

"Kamu sekolah dimana sih? sejak kapan ada orang mau bikin KTP di catatan sipil? bikin KTP di dinas kependudukan" kata pria membuat Bella semakin resah.

"Lalu mau apa kemari?" tanya Bella putus asa.

"Tentu saja menikah!" celetuk pria itu yang kembali meninggalkan Bella dan berjalan masuk ke dalam gedung itu.

Bella mengernyitkan keningnya. Semakin banyak saja kerutan di keningnya itu.

"Menikah? jangan-jangan dia minta aku bayar maharnya? astaga, kabur saja....!"

Bella baru mau berbalik, tapi pria itu malah menarik tangannya.

"Mau kabur?" tanya pria itu santai.

Bella tersenyum dengan sangat terpaksa.

"Begini, lepaskan dulu" kata Bella sedikit memberikan dorongan di tangan pria yang memegang kuat pergelangan tangannya itu.

'Ini orang bukan sih? tadi perasaan sudah masuk ke dalam, kenapa bisa cepat sekali keluar!' batin Bella lagi semakin merasa nyawa dan tabungannya terancam.

"Kamu mau kabur? aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu!" tegas pria itu.

Rasanya Bella semakin menjadi kecil saja di depan pria itu. Kenapa pria di depannya itu hanya dengan bicara sambil menatapnya tegas seperti itu saja, sudah sangat mendominasi rasanya.

"Aku mau ke toilet!" sahut Bella mengelak lagi.

"Di dalam juga ada toilet!" balas pria itu dengan cepat.

"Mau sarapan dulu"

"Setelah urusan kita selesai, kamu bisa melakukannya"

'Aduh, alasan apalagi?' batin Bella bingung.

"Ayo masuk..."

"Hei, dengarkan aku. Jangan begini lah! sebenarnya kan semalam itu kita sama-sama sudah diuntungkan, ya kan. Kartuku itu ada 10 juta. Lulu pasti sudah memberikannya padamu kan? bagaimana kalau ditambah 10 juta saja lagi?" tanya Bella mencoba kembali bernegosiasi dengan pria yang tidak mau melepaskan tangannya itu.

"Lulu? siapa Lulu? kartu apa?" tanya pria itu yang memang terlihat seperti sama sekali tidak tahu tentang kartu dan juga Lulu.

Bella mengernyitkan kembali keningnya.

"Tunggu sebentar, lepaskan tanganku dulu. Aku aku telepon Lulu!"

Pria itu pun melepaskan tangan Bella. Karena wajah wanita itu memang terlihat begitu serius.

Bella pun segera menghubungi Lulu.

"Lu..."

[Aku senang kamu berubah pikiran Bella. Aku kita kamu benar-benar akan menghabiskan malam dengan pria penghibur. Kamu sudah berangkat belum? mau aku susul ke rumah ayahmu?]

Bella masih mencerna kalimat yang diucapkan oleh sahabatnya itu. Bella melihat ke arah pria yang penampilan alih-alih seperti pria penghibur, malah tampak seperti bosnya para pria penghibur. Pakaian dan sepatunya, itu sangat mahal. Bahkan lebih mahal dari tarifnya dalam semalam.

Bella sedikit memalingkan wajahnya dan bicara sambil berbisik dengan Lulu di telepon.

"Jadi, kamu tidak memesan pria penghibur..."

[Aku pesan, tapi jam 3 pagi dia menghubungiku. Katanya kamu tidak kunjung datang ke kamarnya. Jadi dia pulang. Depe yang sudah aku beri 2 juta tidak bisa di kembalikan 'bye' katanya begitu]

Bella makin merasa bulu kuduknya berdiri tegak.

"Oke oke"

[Ada apa? apa ada masalah? ayahmu tahu?]

"Tidak, aku akan ceritakan padamu saat kita bertemu. Tidak usah susul aku, aku akan berangkat sendiri"

[Baiklah]

Bella pun mencoba memikirkan semua yang terjadi ini dengan otaknya yang sebenarnya lumayan pintar itu. Tapi yang namanya semalam dia mabukk, mana bisa dia berpikir dengan baik.

'Apa aku masuk kamar yang salah?' batin Bella.

Bella kembali melihat pesan Lulu, dimana di pesan itu tertera nomor kamar yang harusnya dia datangi.

"Hei, semalam kita berada di nomor kamar berapa?" tanya Bella

"101"

Mata Bella melebar, di pesan Lulu nomor kamarnya memang 181. Fix, Bella salah masuk kamar.

Bella memejamkan matanya.

'Oh ya ampun, bodohnya aku! mabukk memang pembawa bencana' batinnya merutuki dirinya sendiri.

Bella menelan salivanya dengan susah payah, dia pun mencoba untuk mengatakan yang sebenarnya pada pria itu kalau dia sudah salah kamar.

Bella menyimpan ponselnya. Dan tersenyum semanis mungkin di depan pria tampan nan rupawan juga menawan itu.

"Jadi begini tuan..."

Pria itu sedikit menaikkan sebelah alisnya. Tiba-tiba saja wanita di depannya itu memanggilnya tuan. Itu sangat mencurigakan.

"He he he, semalam itu aku mabukk. Dan ternyata aku salah kamar. Jadi, semua ini sebenarnya hanya salah paham. Bagaimana kalau kita anggap tidak terjadi apa-apa. Aku benar-benar minta maaf, bagaimana? kita bisa berdamai...."

Bella menjeda ucapannya. Ketika pria itu membuka kemeja bagian atasnya. Menariknya begitu saja ke arah bahunya sebelah kanan.

"Lalu bagaimana dengan semua ini, gigitan ini, cakarann yang masih banyak lagi di punggung?" tanya pria itu dengan wajah yang begitu dingin.

Dia tampak mengerikan, meski tidak mengurangi tingkat ketampanannya tapi itu cukup membuat Bella merinding.

'Aduh, apa aku sudah tidak waras. Bagaimana bisa aku melakukan itu pada pria setampan dia. Itu pasti menyakitkan!' batin Bella melihat hasil karyanya di dada sebelah kanan pria tampan itu.

Bella menelan salivanya dengan susah payah. Wajah pria itu jelas tampak tidak senang.

"Jika kamu tidak mau tanggung jawab, aku akan melakukan visum, setelah itu kita bisa pergi ke kantor polisi!" tegas pria itu lagi.

'Hah, kantor polisi? Oh ya ampun, bagaimana ini?' batin Bella merasa sangat kebingungan, ketakutan, khawatir dan merasa dirinya bodohh disaat yang bersamaan.

***

Bersambung...

1
Lina Mei
menarik...
D_wiwied
othor satu ini emang suka2 banget, tau2 dibikin tamat aja 😮‍💨 mana pas lg seru2 nya lagi
Noer Row_ling: ehekk
total 1 replies
D_wiwied
udaah biarin aja, ga usah dipisah.. kita tonton sambil makan popcorn yuuk 🤭🤣🤣🤣
D_wiwied: 🤭🤭🤭🤭😆😆😆
total 6 replies
D_wiwied
nah bener kaan 😁
Noer Row_ling: langsung si Bella "haahhhhhhh"
total 1 replies
D_wiwied
feeling ku yg mau dijodohin ke Bella ya suaminya sendiri 😆
D_wiwied: /Proud//Proud/
total 2 replies
D_wiwied
kenapa cm dibatin aja sih mbok diomongin langsung, yg gentle dong 🤭😆😆
Noer Row_ling: he he he
total 5 replies
D_wiwied
nah, suka sm modelan cowok yg begini, tegas ga menye2 lembek lemot 😆😁
Noer Row_ling: cowok kan harusnya gitu ya kak
total 1 replies
D_wiwied
otak Bella masih ngelag ini kayanya, udah jelas2 loh nama belakangnya samaaa 😆😁
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 5 replies
D_wiwied
waah Lulu emang sahabat sejati, tau banget si Belbel pingin ngumpat tp jaim 🤭🤣 terwakili ya Bell
Noer Row_ling: aseeek
total 5 replies
D_wiwied
wkwkwk udah merasa bodoh masih jg bisa dibodohi kamu Bell 🤣🤣
D_wiwied: maklum.. belum pengalaman dia kak 🤭😆
total 2 replies
mimief
aku selalu suka sama MC cewek mu thor
selalu Badas dan ceria
Noer Row_ling: saranghae 💜💜💜💜💜💜💜
total 1 replies
mimief
lah tamat thor?
beneran?
asli?
kok aku ga ikhlas ya 🫣

buat Anyway..
nice ending
beautiful story

ya terkadang takdir selalu mempunyai cara untuk menertawakan hidup kita bukan
dan...jgn sekali sekali berburuk sangka kepada takdir
karena..yg menurut kita buruk, ternyata menyelamatkan kita

terimakasih atas cerita indah nya thor 😍
Noer Row_ling: gumawo
total 1 replies
mimief
dah mang aman sama Lucas dah
udah teruji secara klinis aman buat keluarga Mayer 🤣🤣
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
mimief
ok lah beda rumah
otw
mimief
maaf Bu,ga usah dijelekkan juga mang idupnya udah jelek😜
mimief: emang selalu benar
kalah salah balik kepasal pertama
Mak Mak selalu benar🤣😜
total 2 replies
mimief
karena terbiasa mendapatkan apapun dengan mudah
sebenarnya bukan tipikal nya
hanya saja dia tidak pernah diajarkan bagaimana berinteraksi dengan benar
semuanya menuruti apapun yg dia mau
jadinya memang wajar KL berlaku seperti itu
termasuk salah asuhan bukan🥹
mimief
so sweet bgt si ahh
meleyot aku tu bang 🤣
mimief
ya elah
tu nano nano permen legenda
mimief
mental pengemis mah susah siapa apain juga
mimief
satu kata buat mu
mam to the poos
mampos🤣🤣😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!