NovelToon NovelToon
My Soulmate

My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Perjodohan / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:114.1k
Nilai: 5
Nama Author: She_Vent

By She_Vent


Seperti orang yang hilang akal Kalycha senyum-senyum sendiri sambil menggigit kuku jari telunjuknya. Ia sangat terpesona dengan ketampanan pria yang berdiri di depannya itu.

"Hello... Are you okey?" Pria itu menjentikkan jarinya di depan Kalycha membuat Kalycha tersadar dari lamunannya.

"I'm fine. Sorry I did not mean it. (Saya baik, maaf saya tidak sengaja)"

"Oke ga masalah" menjawab dengan cool, lalu berjalan meninggalkan Kalycha. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar teriakan Kalycha.

"Kak... boleh minta nomor HPmu?"


🎀 Penasaran kelanjutan Ceritanya???
Kepoin yuk 😂
Semoga kamu semua terhibur 🤗

👉 Bebas Komentar apa saja yang penting tetep Sopan ya 👍
👉 Bebas Promo, Iklan dan Lain-lain

Disini mah kita BEBAS yang penting HAPPY 😃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Vent, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalycha di Culik Part-2

Hari Kalycha di Culik

Wuppertal adalah pekuburan unik dengan tiga keyakinan yang berdampingan. Bukan hanya pemakaman orang muslim tetapi ada juga pemakaman orang Kristen dan pemakaman orang Yahudi.

Supir yang mengantar Kalycha berziarah ke makam Ibunya menyadari bahwa ada yang aneh saat itu.

Saat supir yang bernama Jay itu melihat beberapa orang datang keluar dari persembunyiannya dipemakaman orang Kristen berjalan dengan cepat mendekati kedua Bodyguard dan Kalycha dari belakang. Jay pun langsung menghubungi Peter.

"Hallo ada apa Jay?" (Berbicara dengan bahasa Jerman) Peter keluar dari ruangan rapat untuk menjawab panggilan dari Jay.

"Tuan, Nona Kalycha diculik." Jay berbicara setengah berbisik. Ia menundukkan dirinya didalam mobil supaya tidak terlihat oleh orang-orang yang sedang berkelahi dengan kedua Bodyguard yang menjaga Kalycha.

"Apa? Bagaimana bisa?" Peter berteriak kaget. "Dimana Bodyguard yang menjaga Nona?" Peter sangat gusar. Haidar yang masih berada diruang rapat mendengar teriakan Peter dari luar ia curiga ada yang tidak beres. Haidar langsung keluar meninggalkan rapat yang belum selesai dan merebut handphone yang ada ditangan Peter.

"Maaf Tuan, Mark dan Thomas sedang berkelahi dengan para preman yang menculik Nona Tuan. Nona sepertinya dibius dia sudah diseret ke mobil mereka Tuan."

"Ikuti mereka jangan biarkan mereka lolos. Kamu harus mengikuti mereka dan jangan sampai ketahuan kalau kau mengikutinya." Haidar memberikan perintah pada Jay.

Jay melihat Mark dan Thomas sudah terkapar dan para preman itu langsung pergi meninggalkan pemakaman itu. Dengan rasa antara takut dan gentar Jay mengikuti mereka dari belakang.

Sementara itu Peter langsung menyuruh anak buahnya yang lain mengejar penculik Kalycha dengan petunjuk yang diberikan Jay.

Namun sayang para penculik itu menyadari mereka sedang di ikuti. Seorang dari mereka mengeluarkan tubuhnya dari jendela mobil dan menembak kearah mobil Jay. Jay sangat ketakutan dan mobilnya lepas kendali saat sebuah peluru berhasil mengenai ban mobilnya. Beberapa pengemudi yang melewati jalan itu akhirnya merasakan ketakutan yang sama seperti Jay.

Jay yang sudah berhasil mengendalikan dan menepikan mobilnya dibahu jalan kembali menelpon Peter.

"Hallo bagaimana Jay? Kau masih mengikutinya kan?" Suara cemas Haidar lah yang terdengar disana.

"Maaf Tuan, saya kehilangan jejak mereka."

"Bagaimana bisa?"

"Sepertinya mereka menyadari kalau saya mengikuti mereka Tuan. Mereka bersenjata Tuan dan menembak kearah saya."

"Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?"

"Tidak Tuan saya baik-baik saja."

"Syukurlah, Apa kau melihat plat mobilnya?"

"Iya Tuan, tadi saya sudah memberi tahu Tuan Peter."

"Baiklah sebaiknya kau pulang sekarang."

"Terimakasih Tuan, dan maafkan saya tidak bisa menjaga Nona dengan baik."

Sementara ditempat lain Haidar merasa sangat bersalah telah membiarkan Kalycha pergi sendiri.

"Bagaimana Peter apa kau sudah melacak plat mobil yang diberikan Jay?"

"Sudah Tuan, tapi plat mobilnya tidak terdaftar. Menurut anak buah kita yang mengecek CCTV di jalanan yang mereka lewati sepertinya mereka pergi ke arah Kota Fussen Tuan."

"Kalau begitu mari kita lacak kesana."

Haidar, Peter dan beberapa anak buahnya yang lain langsung menuju ke tempat yang dimaksud. Peter memiliki anak buah yang sangat mahir di bidang IT jadi dengan mudah melacak mobil yang menculik Kalycha. Namun ternyata mereka juga bukan orang-orang bodoh yang mudah sekali dilacak keberadaannya. Haidar dan Peter sudah berhasil dikelabui oleh sebuah mobil yang mereka yakini adalah mobil yang dipakai penculik itu.

Karena sesampainya di sebuah bangunan tua didaerah Fussen mereka tidak menemukan siapa-siapa hanya ada sebuah mobil dengan plat mobil yang sama yang digunakan penculik itu.

"Aaaa, brengsek. Mereka sudah menukar mobil mereka." Haidar sangat marah dan geram ia melihat ada jejak ban mobil lain ditempat itu.

"Tuan, apa sebaiknya kita kasih tahu Tuan Pram saja?"

"Sebaiknya jangan dulu. Kita pastikan dulu siapa yang menculik Nona Kalycha" Haidar melarang Peter yang ingin menghubungi Tuannya itu.

Haidar mengambil benda pipih miliknya dari saku jasnya lalu menghubungi Jack mantan orang kepercayaan Pram.

"Hallo, ada apa Haidar? Tumben kau menghubungi ku? Apa terjadi sesuatu dengan Tuan Pram?"

"Ternyata meskipun Tuan sudah tidak bekerja dengan Tuan Pram lagi tapi rasa kepedulianmu dengan Tuan Pram masih tinggi, Tuan."

"Buang saja basa-basi mu itu. Katakan ada apa kau menelponku?" tanya Jack.

Hampir saja Haidar melupakan tujuan utamanya menelpon orang kepercayaan Tuan Pram itu karena rasa kagumnya pada Orang itu.

"Maafkan saya Tuan, saya sudah mengganggu waktumu."

"Cepatlah katakan–."

"Saya sekarang di Jerman Tuan, dan Nona Kalycha ikut bersama saya. bla.bla.bla."

Haidar menceritakan semua kejadian yang terjadi pada Tuan Pram setelah dirinya berhenti dari pekerjaannya dan alasan mengapa Nona Kalycha sampai ikut dengannya ke Jerman sampai akhirnya Kalycha diculik oleh preman dan ia tidak tahu siapa penculiknya.

"Selama tinggal di Jerman, Tuan Pram tidak pernah punya musuh selain Tuan Brown mantan adik iparnya sendiri. Kalau pesaingnya dalam dunia bisnis tidak akan melakukan hal kotor seperti itu. Apa kau sudah mengecek ponselnya Nona?"

"Ponselnya ada ditangan saya Tuan. Tadi dia hanya meminjamnya sebentar untuk menghubungi temannya. Dan tidak ada yang mencurigakan disana." Haidar kembali mengingat saat ia memberikan ponselnya pada Kalycha.

"Bodoh, periksa catatan panggilan ataupun pesan diponselnya apakah dia ada menghubungi Brown dengan ponselnya itu."

"Saya sudah memeriksanya Tuan dan tidak ada panggilan atau pesan ke nomor lain selain nomor telepon temannya."

" Kau itu memang bodoh sekali, bisa saja dia sudah menghapusnya. Aku yakin Nona sendiri yang meminta dirinya untuk diculik. Karena bagaimana mungkin ada yang tahu kalau Nona sedang berada di makam Nyonya kalau bukan dia sendiri yang memberi informasi pada orang lain." Jack terus saja mengatainya bodoh.

"Damn–, Kenapa aku ga kepikiran kesana ya? Kau memang luar biasa Tuan, aku sunggu kagum padamu." Batin Haidar.

"Baik Tuan Terimakasih." Haidar langsung menyuruh Peter untuk mengecek Ponsel Kalycha. Hanya dengan gerakan tangan Haidar saja Peter sudah paham apa yang harus ia lakukan.

"Apakah saya harus memberitahu Tuan Pram, Tuan?" tanya Haidar.

"Kalau sampai malam ini kau tidak berhasil menemukan Nona sebaiknya kau beritahu Tuan Pram. Karena Tuan Brown itu sangat licik dia tidak pernah peduli Nona itu keponakannya atau bukan. Untuk mencapai tujuannya ia pasti akan menggunakannya segala cara. Ia pasti akan memeras Tuan Pram."

"Baiklah Tuan." Haidar mengerti apa yang dikatakan Jack.

"Kau harus hati-hati Haidar, Tuan Brown itu sudah bergabung dengan mafia dari beberapa negara di Eropa. Cepatlah kau temukan Nona, sebelum terjadi apa-apa dengannya. Aku akan menyuruh orang-orang ku disana untuk membantumu."

"Terimakasih Tuan."

Haidar menutup telponnya dan Peter sudah mendapatkan informasi dari anak buahnya yang ahli IT.

"Tuan, ternyata Tuan Jack benar." Peter menunjukkan sebuah pesan yang sudah dipulihkan oleh anak buahnya.

"Sial, awas kau bocah manja. Kalau sampai kau berhasil ku temukan aku tidak akan mengampunimu."

Haidar sangat kesal, ternyata ia sudah dikerjai bocah ingusan yang adalah anak Tuannya itu.

...🍥🍥🍥...

Hari sudah malam, Haidar belum juga berhasil menemukan Kalycha dan dengan berat hati ia harus menyampaikan berita hilangnya Kalycha pada Pram.

Pramudja sangat kecewa dengan Haidar namun ia tidak dapat menyalahkan Haidar sepenuhnya karena Putrinya sendirilah yang membuatnya dalam bahaya. Dan kesalahan Pram yang tidak menuruti perkataan Nayla karena sebelumnya Nayla sudah mengingatkan Pram untuk menceritakan alasannya menjauhkan putrinya dari saudara Mommynya sendiri.

Bukannya Pram tidak ingin memberitahukannya pada Kalycha tapi ia tidak ingin melihat Kalycha kecewa jika mengetahui kalau saudara Mommynya sendirilah yang membuat Mommynya meninggal. Kerena setelah keterlambatan kemoterapi yang dilakukan Ilona. Penyakitnya menjadi sering kambuh dan membuat kondisi kesehatannya semakin buruk.

Saat ini Pram sangat kalut, ia sangat bingung pikirannya terbagi dua antara Istri dan putrinya. Nayla sudah mengijinkan Pram untuk pergi karena dirinya hanya kurang tidak enak badan. Namun Pram tidak ingin meninggalkannya karena ia melihat Nayla bolak-balik muntah-muntah dan sangat lemas. Nayla juga menolak untuk dibawa ke dokter sehingga ia memutuskan untuk menemaninya dulu.

"Haidar, saat ini Reva sedang kurang sehat. Tolong temukan Kalycha secepatnya. Aku usahakan akan terbang besok jika kondisi Reva sudah membaik." ucap Pram di ujung telponnya.

Author Up langsung 2 Ep, ganti yang kemarin ga sempat Up.

Happy Reading 😊 Semoga kalian tetap syukaa ya 🤗

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, supaya Haidar mudah mencari keberadaan si Cicak 😍

1
Yani Cuhayanih
kebetulan disini lagi musim kemarau panaaaaaas
Yani Cuhayanih
Sayaaaaaang aku maluuu..
Yani Cuhayanih
Aku percaya thor panjaaaaang bangeettt kayak kereta api expresss
Gissa_Chieko
mantap thor
Silent Codex
nangis.....
💞 Lily Biru 💞
semoga Icha cepet sadar
Gissa_Chieko
semangat
Gissa_Chieko
komen
Gissa_Chieko
oke
Gissa_Chieko
mampir. mantap thor
She_Vent: Terimakasih ya 🙏
total 1 replies
💞 Lily Biru 💞
fiks, eps selanjutnya lahiran, wkwk
💞 Lily Biru 💞
lanjut kak she vent
maduan
kaka author kalau sembilan bulan kmudian mah udh ngelhirn thor anaknya udh umur 1 bulan.
tpi mksh thor dh up
💞 Lily Biru 💞
semangat kk, salam dari ADEK gue BAD
She_Vent: Done ya Kakak. Terimakasih buat dukungannya selalu 😊
total 1 replies
xia.SIA_
semangat ya Thor,jangan lupa mampir juga 🤗
She_Vent: Done ya. Mari tetap saling mendukung 🤗
total 1 replies
Hinata soyo
singgah juga di tepat ku ya
She_Vent: Semangat, udah banyak boom like aku. Nanti lanjut lagibya
total 1 replies
maduan
semongko thor..
maduan
hamidul ya thor kayanya sikali
Clearesta Santoso
ngidam x thor
💞 Lily Biru 💞
lanjut kkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!